
Cuaca di kota depok siang hari ini panasnya benar benar terasa , berbeda di kota tempat fikri berasal justru sejuk dan hangat. Teriknya matahari membuat seluruh keluarga malas untuk pergi keluar sekedar membeli makanan atau duduk di teras, semua memilih berdiam didalam rumah menunggu sore hari agar cuaca sejuk dan tidak panas..
Sepulang dari ziarah Alm papah zayyan menangis karna kepanasan, mereka berjalan kaki untuk berziarah maupun kembali kerumah, kalian bisa membayangkan ditengah panasnya terik matahari mereka berjalan kaki .
" owekkkk... owekkk.. owekk" tangis zayyan saat sudah sampai dirumah mamah.
" cup... cup.. sayang sholeh , haus yaa, zayyan hausss " kata bunda berbicara pada zayyan yang sepertinya ia merasakan gerah.
" buu sini zayyan aku gendong" kata sodara mamah namun bunda tidak memberikannya ia beralasan kalau zayyan mau minum Asi.
" tidak apa apa bu, zayyan ingin menyusu dengan uminya , ibunya lagi mandi " kata bunda pada saudara mamah sebelum ia meminta delia untuk mandi setibanya dirumah .
" gerah kali bu" sahut yang lain.
" iyaa sepertinya, saya permisi bawa zayyan keatas yaa " kata bunda ia bergegas menuju kamar delia.
" kiaa beli yang seger kek " kata uwa
" panas wa nanti aja yaa " jawab kia ia bersandar pada paha suaminya.
" males banget ihh" tegur erik mengusap kepala istrinya. " kamu gih beli panas juga " sewot ka kia yang langsung di tutup mulutnya oleh erik dengan tangannya.
Singkatnya 1 jam kemudian delia fikri zayyan pun turun mereka membawa koper untuknya menginap semalaman di hotel sebelum acara haikal delia berlangsung malam ahad esok.
__ADS_1
" lohhh mau kemanaa ? " protes saudara saudara mereka.
" mau pulang dulu uwa, bibi , " kata delia ia mencium tangan om tante keluarga papah dan mamah.
" kenapa gak nginep ?? atuh besok ada acara juga kan" kata bibi
" ia besok kesini lagi, suami lia ada acara jadi ikutnya dulu hehehe,besok baru menginap , bibi nginep kan titip mamah ya ? " kata delia disaat selesai berpamitan.
" ia nak "
" mamah lia sama yang lain izin pulang yaa, besok lia baru nginep hehehe muachhh" kata delia ia mencium pipi mamah dan mencium punggung tangannya.
" ia sayang hati hati yaa, kasihan zayyan kepanasan , " kata mamah ia mencium pipi putrinya. " ia mah"
" dee stroller zayyan engga mau dibawa ? " tanya ka kia
" dahhh embulll, gantengg anak sholeh, cucu ommah " kata mamah ia mengusel baby zayyan yang anteng dalam gendongn delia.
" hehehe "
" dee jahat ih masa gk nginep" rengek ka ziaa yang badmood dnegan adiknya.
" besok kaka sayang, malam ini aku engga nginep dulu, oh ya jangan bengong pokoknya " kata delia ia memegang lengan kakanya
__ADS_1
" ihhsss yaudah hati hati"
" yaudah semuanya kami pamit yaa Assalammualaikum"
" waalaikumussalam hati hati "
keluarga bunda dan fikri pun memasuki mobil yang akan membawanya ke hotel, sepanjang perjalanan zayyan tak henti hentinya menyusu pada delia sedangkan fikri ia menyetir mobil dengan alisyah berada di belakang.
" bii aku lupa itu haikal sama zia belum ada beli temoat tidur satu set " kata delia tiba tiba dan fikri pun setuju ia berencana akan mengajak haikal untuk ke toko kebutuhan rumah tangga besok siang agar langsung diantar olehnya.
" ia sayang yaudah ia " jawab fikri pasrah jujur ia sangat sangat lelah dan mengantuk namun ia tahan agar tidak membahayakan keluarganya. mengapa fikri delia memutuskan untuk ikut menginap di hotel selain menyiapkan lamaran ka zia.? karna fikri delia tidak ingin anaknya mengikuti apa yang dilakukan oleh anak anak keluarga mamah yang bermain kasar.
Setelah sampai di hotel dan memesan kamar untuknya dan untuk haikal , delia fikri memutuskan untuk langsung beristirahat begitu juga dengan haikal ia beristirahat di kamarnya yang telah di biayai oleh abi fikri.
" hufttt.. sampai juga " gumam haikal saat bersandar pada sofa kamar. ia memikirkan bagaimana esok saat mengutarakan maksud dan keinginannya .
" sudah lah lebih baik beristirahat" ucapnya kemudian langsung naik ke ranjang hotel.
~~
Waktu terus berjalan begitu cepat seperti detak jantung haikal dimnaa beberapa jam lagi ia akan melamar pujaan hatinya. 15:00 WIB ia dan kedua orang tuanya membeli perlengkapan kamar untuknya dan ka zia tempati, awalnya ia menolak dan beralasan nanti saja dibeli nya jika ia sudah memiliki uang tapi lagi dan lagi umi abinya bersikukuh meminta ia menunjukkan apa yang ia inginkan
" abiii sudah cukup abi membantu haikal, haikal merasa tak enak hati jika harus menerima ini semua bi" kata haikal ia menerima kwitansi pembelian satu set tempat tidur dengan lemari.
__ADS_1
" Ambil lah nak ini semua untukmu, " sahut delia.
Maaf baru author up , mohon doanya anak author sedang di rawat 🥺