
#flashback on
" Abah fikri sama delia sudah sampai depok, tapi menantu kita mukannya pucet" lirih bunda sambil menyiapkan minuman untuk abah yang ia letakkan diatas meja. " Astaghfirullah ko bisa bunda apa terjadi sesuatu " .
" Ya kan menantu kita bisa merasakan kehadiran makhluk halus jadi terkejut atas apa yang dilihatnya " jelas bunda. tanpa berfikir abah pun meminta mereka untuk bersiap siap ke depok melihat langsung kondisi menantunya " yasudah ayo kita siap siap langsung ke depok tanpa sepengetahuan mereka " pinta abah yang langsung bangkit dari duduknya tak lupa ia memberikan info kepada anak anaknya hingga terdengar oleh salsa.
" Baru beberapa hari sudah jadi primadona aja " gumam salsa dalam hati.namun ia tetap mengikuti perintah abah untuk bersiap siap.
setelah semuanyaa selesai merekapun berangkat menuju depok,sebelum maghrib ia sudah tiba di depok, pemandangan kedatangan mereka membuat pah reno malu pasalnya tidak mengundangnya karna kasihan jauh terlebih ini dadakan, mereka pasti mengetahui dimana acara ini berlangsung terlebih mereka sudah berada dirumah pak reno namun tetangga memberi tahu bahwa pak reno dan keluarga sedang tidak ada dirumah lalu mereka menuju alamat yang di berikan oleh tetangga , namun yang tidak diketahui pak reno mereka datang hanya ingin melihat kondisi sang menantu.
#flashbackoff#
" Tidak apa apa pak justru kami yang meminta maaf kedatangan kami membuat kalian terkejut, kalau ada acara apa apa kabari kami ya pak saya jadi tidak enak heheeh" ucap abah yang kini tertawa tidak dimasukkan kedalam hatii apa yang terjadi mengingat orang orang yang pasti sudah kecewa bahkan marah tidak diundang namun tidak dengan keluarga adam syarief.
" Sungguh abah saya minta maaf "
" Tidak apa apa pak Buu, kami kesini melihat kondisi menantu karna terakhir vc mukanya pucettt untuk itu kami kesini dan tidak tahu kalau sedang mengadakan acara. "
" Iyah delia melihat seperti ka zia tapi ka zia sedang bersama mamah" jelas fikri yang saat ini duduk dengan abahnya sedangkan delia dengan bunda. Delia tersenyum kepada salsa dan Syifa namun tidak dengan wulan karna ia tidak ikut , saat ia senyum. ke salsa sorot mata salsa seperti tidak bersahabat namun delia mencoba menepis perasangka buruk. sedangkan syifa ia jadi pindah disisi delia untuk menyender.
" Tapi kamu engga apa apa nak " tanya abah pada menantunya itu. " Engga apa apaa abah aku hanya terkejut melihatnya" jawab delia sambil tersenyum anggun. Mereka saling mengobrol satu sama lain hingga jam menunjukkan pukul 23:00 dan keluarga abah memutuskan untuk pulang karna esok abah ada undangan pagi. " Pak bu kami permisi pulang dulu ya " pamit abah pada keluarga delia,
" Loh ko cepet banget abah menginap saja di rumah kami "
" Terimakasih banyak untuk tawarannya tapi besok saya ada undangan pagi jadi harus pulang malam ini " jelas abah.
" Yasudah kalau begitu sekali lagi saya minta maaf ya abah bu, " " iyah ga apa apa, lain kali kami kesini lagi "
Mamah pun memberikan bingkisan kepada keluarga adam syarief dari bolu sampai nasi box tak lupa ia memberikan hijab brand DELIA'S_KZ . tak lama kemudian merekapun pulang dengan ditemani keluarga delia sampai depan gerbang, begitupun dengan fikri alisyah yang sudah tidur dalam gendongannya.
Dan merekapun kembali kerumah reno zainal, kenapa tidak di tempati karna itu khusus produksi namun ada kamar untuk beberapa karyawan yang mungkin menginap dan satu kamar pribadi untuk mereka beristirahat.
alisyah tidur dengan kakia beserta viola yang mana viola ingin tidur dengan alisyah namun tidak ingin jauh dengan kakia. fikri dan delia beristirahat di kamar delia.. semuanya masuk kemar masing masing untuk beristirahat.
" Sayang apa tidak apa apa alisyah dengan kakia " tanya fikri yang masih memastikan keadaan baik. baik saja.
" tidak apa apa bii" delia pun naik keatas ranjang sebelumnya fikri lebih dulu berada diatas ranjang.
Tak perlu waktu lama merekapun terlelap dalam tidurnya fikri dengan merengkuh tubuh sang istri mengingat mereka lelah hari ini namun seperti tikus delia pun turun kebawah untuk mengambil minum meninggalkan fikri yang tengah terlelap didalam mimpinya ia pun berjalan pelan pelan agar tidak membangunkan sang suami.
__ADS_1
saat delia ingin kedapur Benar dugaannyakakia ka zia tengah berada di dapur mereka menghabiskan obrolan malam diselingi cemilan sperti ini lah mereka dapur adalah markas utama mereka kebiasaan itulah yang menjadikan hal wajib. " Loh kamu ikut bangun de " tanya kakia saat delia berada bersamanya. " iyah delia haus kak " jelas delia sambil memencet tombol dispenser yang berada didapur. " Ekhemmm kayanya bau bau panas nih kak " Ledek ka zia yang seortinya peka,
kakia yang paham pun tak kalah meledek delia dengan batuk dibuat buat.
Setelah dirasa air dinginnya cukup delia menarik kursi dan bergabung dengan kedua kakanya meninggalkan fikri sendirian. " Kak kalau sedang kaya gtu ga mungkin delia kesini masa sebentar " sahut delia tak mau kalah. " Helehhhh iya deh "
" eh iyah ka apa tidak apa alisyah bobo dengan akak " tanya delia. " Gapapa de justru ada waktu kalian berdua " sahut kakia sambil memakan cemilan. sedangkan ka zia ia lebih memilih untuk menyimakk
" Wahh ini ada lidih lidihan " sahut delia dengan mata berbinar, " iyah dongg "
" De jangan lama lama nanti suami kamu bangun ga enak kamunya ga ada " ucap ka zia yang kini mengerti keadaan adiknya yang sudah menikah. Anggukan adalah jawaban dari kakia yang menyetujui ucapan adiknya.
" Iyah kak ini aku mau ambil minum lagi, Abi juga udah tidur kak sekalian ambil cemilan ahh "
" Gapapa lah kak aku lapar "
" Yasudah bawa keatas aja dee nih " sahut kakia sambil memberikan cemilan untuk delia makn.
" Ahhh sedihh," lirih delia yang ingin bergabung.
" Besok bilang sama suami kamu ini hal wajib kita "
" Okee ka aku duluan yaa byee asalamualaikum "
__ADS_1
" Waalaikumsalam "
Delia pun berlalu meninggalkan kaka nya didapur ia menuju kamarnya dengan membawa air minum dan berapa cemilan. saat ia membuka pintu kamar ia terkejut dengan fikri yang bangun sedang bermain ponsel, delia dengan gugup masuk kedalam tak lupa ia meng kunci pintu.
" Dari mana mii " tanya fikri mematikan ponselnha.
" Aku haus bii aku ambil minum kedapur lalu didapur ada kakia dan ka zia aku ngobrol sebentar terus kakia kazia menyuruh aku keatas dengan dibawain cemilan katanya di kamar aja ga enak sama abi" jelas delia sambil duduk disisi kasur dan memakan cemilan.
" Emang ngapain didapur "
" Itu menjadi hal kebiasaan kita bi, abi mau " tanya delia
fikri pun tidak jadi tidur ia menemani sang istri ngemil tak lupa iya pun menjadi ikutan ngemil malam malam.
Hari demi. hari berlalu sudah sebulan mereka menikah banyak hal yang dilalui bersama, 1 minggu yang lalu mereka baru saja pulang dari depok setelah banyak hal yang dilalui bersama fikir sudah mulai terbiasa dengan keluarga delia dan mengetahui apa saja tentang keluarga itu, foto baju sarimbit brand milik istrinya pun sudah ia jalani dengan anaknya dan semakin pula baju usaha istrinya dengan kaka kakanya melonjak naik drastis.
sekarang mereka sudah berada dirumah bunda keluarga adam syarief , sudah terbiasa juga bagi delia menjalankan statusnya sebagai istri dari pimpinan pondok pesantren dan tak lupa ia mendirikan majelis pengajian ibu ibu khusus yang tinggal di lingkungan pondok mengingat banyaknya aktivitas yang tak ada manfaatnya membuat delia ingin membuka pengajian, info telah dibukannya pengajian khusus ibu ibu mendapatkan reaksi yang baik dilingkungan tersebut mengingat infonya yang dititipkan pada suami suami mereka yang mana pondok pesantren itu mengadakan pengajian rutin bapa bapa dan kini delia telah mempunyai jamaah kalangan ibu ibu baru satu kali pertemuan dengannya yang di gelar di mushola terdekat. hubungannya dengan salsa delia masih baik masih sayang dengan keluarga begituoun dengan yang lainnya, salasapun menunjukkan perubahannya yang kita tidak tau apa yang terjadi, setiap bulan fikri memberikan uang bulanan pada adik adiknya itu.
" Alhamdulillah ya sayang mudah mudahan niat baik kamu di balas oleh Allah SWT " ucap fikri yang kagum atas ide istrinya untuk membuka pengajian khusus ibu ibu yang baru berjalan satu. kali pada hari jumat.
" Aamiin bimbing aku ya bi " ucap delia yang akhir akhir kini merasakan lelah.
" iyah sayang "
" Ummi ini aku bantu adikku untuk kebutuhan mereka apa tidak apa apa " izin fikri pada delia menunjukan uang untuk adiknya.
" Gak apa apa sayang aku ga marah kok, sudja kewajiban kamu untuk membantunya "
" Alhamdulillah "
" bii aku istirahat dulu ya " pinta delia sambil tiduran diranjangnya.
" Iyah sayang istirahat lah aku disini menemanimu " sahut fikri yang kini duduk di ranjang berdampingan dengan istrinya entahlah ia akhir akhir ini lebih terlihat lelah dari biasanya.
__ADS_1