Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
pizza 2


__ADS_3

Semua yang berada disana menikmati cemilan yang baru saja tiba, termasuk ketiga wanita yang sepertinya tenggorokan mereka lempeng (kalau ditempat author gtu setiap orang dateng pas kita lagi mau makan pasti disebutnya tenggorokannya lu lempeng)😁 apaa sih 😆


" Pas banget nihhhhh" ucap syifa dan salsa yang langsung grecep duduk di lesehan halaman belakang karna sebelum makan mereka pindah suasana biar lebih santai .


" Yeuhh tau ajaaa"


" Papah liat,, delia makin romantis ajaa waktu itu papah yang suka suapin delia eh sekarang sudah ada yang menggantikan papah " sahut papah yang sejak tadi memperhatikan putri kesayangannya itu.


" memang seperti ini pak kami sudah terbiasa hehehe dengan seperti itu delia mau makan maka kami mengikutinya saja " jawab abah yang sesekali tertawa.


" Atuh delia delia "


Delia yang mengertipun sebisa mungkin menghargai perasaan papahnya mungkin papah ingin moment bersama delia kembali terulang." sayang aku boleh engga minta disuapi sama papah " tanya delia pada suaminyaa. diliriknya papah mertua yang sejak tadi memperhatikannya dengan cepat fikri mengizinkannya memberikan kode dengan menganggukan kepalanya.


saat suaminya sudah mengizinkan delia pun dengan senang hati meminta papah menyuapinya namun sejujurnya delia ingin disuapi oleh fikri saja. " pah delia kangen disuapi papah, papah mau engga suapin delia"


" kan kamu lagi disuapin suamimu sayang ga enak lohhh kasihan suamimu"


" Suami delia sudah mengizinkannya pah,"


tanpa lama papahpun memasukkan potongan pizza kedalam mulut putrinya ituu dengan perasaan haru bahagia akhirnya bisa manja dengan putri ketiganya yang kini jauh dari kehidupannya. " Sayang papah harap kamu bisa senyum seperti ini nak, jangan pernah bersedih itu membuat papah terluka " Gumam papah dlaam hati saat melihat delia tersenyum ia diledek oleh kaka kakanya membuat delia tersenyum dan ceria.


" Yeuhhhhh udah gede, udah mau punya anak masih disuapinn yuuuu "

__ADS_1


" tau nih deliaa anak kecil punya anak "


" yeuhhhh jangan gtu ahh kasihan "


semuanya asik canda tawa diselingi saling ledek meledek satu sama lain, berfoto bersama. namun semua terasa hening seketika saat ponsel fikri berbunyi menandakan panggilan masuk.


drttt.. drttt.. drtttt


Anton Call.


rupanya panggilan masuk dari anton buru buru aku menjawab nya namun sebelumnya aku berlalu pindah mencari tempat yang nyaman untukku. kepergian fikri menjadi perhatian deliaa ia terus saja menatap suaminya dan itu tidak terlepas dari pengelihatan keluarga delia.


" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, ada apa anton "


" Alhamdulillah jadi hasilnya seperti apa "


" ada dua kemungkinan besar pak, tapi saya ingin menyelidikinya terlebih dahulu "


" Katakan saja "


" Orang terdekat pak "


" orang terdekat " sahut fikri tak percaya ia berfikir siapa orang terdekat yang anton maksud.

__ADS_1


" kapan bisa bertemu dengan saya langsung"


" Nanti pak jika semuanya sudsh jelas dan saya tidak ingin mengganggu waktu bapa dengan keluarga, secepatnya saya akan kabarkan pak"


" terimakasih banyak ya anton, "


" sama sama kalau begitu saya tutup telponnya ya pak Assaalamualaikum


" Waalaikumsalam "


#panggilan berakhir.


@@@@


Dalam sebuah rumah yang sederhana terdapat 2 orang sedang membicarakan hal yang entah apa pembahasannya sepeetinya terlihat serius dari raut wajah wanita itu.


dengan sedikit tenaga ia mengusap kasar wajahnya " kamu ini gimana sih saya sudah bayar kamu dan mendekatkan kamu pada wanita idaman kamu tapi kenapa malah kau berikan identitasmu!! Be*o !" ucap wanita itu dengan penuh emosi sambil menarik rambutnya dengan kasar.


" Yaa tapi "


" Tapi apa hah tapi apaa!! "


" Urusin semuanya saya gamau tau harus sesuai rencana awal mengertii " tegass wanita itu yang sepertinya mulai emosiii..

__ADS_1


Pranggggggg.... ia pun melemparkan gelas kesembarang arahh entah harus seprti apa saat ini ia benar benar bingung. tak ada ide yang terlintas dipikirannya yang hanya bagaimana ia menyelamatkan peemaslaahan ini.


__ADS_2