
Fikri ia datang membawa sarapan pagi untuk sang istri sebelum ia mengurus keadaan rumahnya yang mana hari ini tukang bangunan akan segera datang memperbaiki rumahnya.
" zayyan sudah tidur mi ?" tanya fikri ia meletakkan nasi uduk diatas meja.
" Sudah abi, Abi bawa apa" ucap delia ia pun menghampiri sang suami..
" ini aku belikan nasi uduk , dimakan ya mi, "
" Wahh terimakasih sayang, kita makan sama sama.yah" kata delia ia membuka bungkusan nasi uduk yang hanya di bungkus menggunakan kertas nasi.
" buat umi saja, umi kan harus makan yang banyak supaya Asinya melimpah."
" kita makan berdua ya bii" kata delia ia pun mulai menyuapkan satu sendok yang ia dekatkan ke bibir suami.
" bismillahirahmanirahim "kata fikri kemudian ia membuka mulutnya dan menerima suapan pertama sang istri
" Lisyah dimana bi ?" tanya delia karna seingatnya sejak mandi sampai saat ini ia tak melihat alisyah.
" sama anak santri putri mi"
" Sudah sarapan ?" kata delia ia terus saja bertanya entah sudah berapa kali fikri menerima suapan delia.
" Sudah umi, sini gantian abi yang suapi , umi buka mulutnya , , aaaaaaaaa.....am" kata fikri ia mengarahkan sendok ke mulut sang istri.
" A...abiiii..." protes delia karna mulutnya penuh dengan nasi.
" husttt jangan dibuang,"
" eummmm...
" Alhamdulillah, kenyang bii sudah makanya" kata delia ia menolak suapan yang diberikan oleh fikri.
"Sayang loh ini mi , mubazir gak bolehh makan tersisa seperti ini umi" ucap fikri ia mengaduk makanan yang tersisa.
__ADS_1
"maafkan umi abi bukan karna tak mau menghambiskan atau mubazir tapi benar abi umi sudah kenyang, "
" yaudah abi lanjut ya makannya" sahut fikri kemudian ia kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
Tidak ada perasaan jijik atau jorok yang dirasakan oleh fikri, justru ia sangat senang menghabiskan makanan sang istri, dari pada mubazir pikirnya. tanpa sepengetahuan fikri delia sudah diberikan minuman khusus dari bunda yang membuat dirinya menjadi kenyang
" abi ini minumnya” kata delia memberikan gelas untuk sang suami yang berisi teh pahit hangat. walau harta melimpah dan kedudukan tinggi tapi tetaplah fikri yang sederhana.
*Author skip ya biar gak banyak ceritaa hehehhe**
Hari demi hari telah terlewati begitu cepat, kejadian dan kabar bahagia selalu berdatangan, kehadiran baby zayyan ditengah tengah keluarga kecil yang selalu diuji membuat garis senyum bahagia terpancar dari pasangan suami istri yang menyandang status orang tua, zayyan hadir membawakan kebahagiaan serta kesuksesan bagi keluarga kecil terlebih orang tuanya.
Jendela rumah mereka yang beberapa hari yang lalu di bobol maling kini sudah kembali seperti semula, penjagaan diperkuat lagi oleh fikri mengingat musibah datang tanpa permisi dan ia juga tidak ingin kecolongan kembali. Perusahan yang di pimpin oleh fikri berkali kali menang tender, berkali kali sukses hingga tembus pasaran, bahkan ia juga melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang menjadi anak buahnya.
Sedangkan sang istri ia berkali kali melihat ponselnya yang berbunyi dan berkali kali ia mengecek laporan produksinya ditengah mengurus sang buah hati dan keluarga, produksi utama di depok ia hanya melihat laporan dari laptop miliknya dan cabang pertama di kota bandung ia pun melakukan hal yang sama, model baru dan motif baju telah ia buat untuk memperlengkap brand miliknya, mulai dari Abaya, Gamis, Sarimbit, Mukena, Kokoh, Cadar , hingga Pasmina.
Bahan warna dan motif maupu bentuk menjadikan produknya berbeda dengan orang lain, yang menjadikannya bestseller di dalam negara maupun luar negara,delia pun berencana memutuskan untuk membuka cabang dikota kota besar. Kehadiran baby zayyan membawakan rezeki yang melimpah.
~~
" Haikal nanti kalau keluarga umi sudah berdatangan, ajak kedalam rumah abi istirahatnya jangan dipondok nanti abi umi akan menemuinya, " ucap fikri sambil merangkul putra angkatnya.
" baik abi " kata haikal ia membungkukan sedikit badannya. fikri pun berlalu ia masih sibuk mengecek langsung acara putranya besok, dibantu dengan ustad maupun pengurus pondok.
Abah ia berjalan menghampiri putranya yang sangat sibuk, walau dengan keadaan sudah tua ia berjalan dengan gagah menghampiri putranya "A , sudah semua ?"
" Abah, sudah abah cuma Aa hanya ingin memastikan sesuai dengan yang direncanakan, kita hanya bisa berencana selebihnya Allah yang mengaturnya"
" Temui putramu nak dia tidak mau tidur kalau tak ada abinya "
" baik abah , Aa permisi dulu, assalammualaikum "
" Waalaikumussalam " Fikri berlalu meninggalkan abah dan beberapa para pekerja untuk menemui putranya.
__ADS_1
Walau keadaan tengah sibuk namun aktifitas pondok tetap dilakukan, dapur umum pun tetap melakukan aktifitasnya ditengah kesibukkan yang terjadi memasak tahu balado sayur sop
***
" ada apa sayangnya abiii heum kenapa gamau tidur " kata fikri ia menggendong zayyan yang sudah berada ditangannya.
" Abi maaf tadi teteh engga sengaja jatuhkan ponsel di kaki aa zayyan" lirih alisyah dengan ketakutan ia hanya bisa menunduk termenung menghadapi abinya.
#Flashbackon#
" alisyah alisyah tidak boleh bermain ponsel yah, kan belum murojaah " kata delia mengingatkan putrinya.Alisyah dengan rasa kesel karna diganggu bermain ponsel ia pun melempar ponsel tepat dikaki zayyan sontak membuat delia terkejut.
"owekk.owekkk.." tangis zayyan
"Astagfirullahaladzim Teteh lisyah, engga boleh lempar lempar ya nak itu engga baik" ucap delia ia memeluk anak perempuannya dan menepukk paha zayyan memberikan ketenangan dan mengusap kakinya.
" lisyah asik nonton rara umi"
" ia sayang umi paham, tapikan alisyah waktunya murojaah cantikk, nanti kalau abi tahu alisyah dimarahin sama abi, kasihan aa zayyan gatau apa apa alisyaj ditimpuk pakai ponsel, , coba nihhh kalau teteh alisyah jadi aa teteh alisyah nangis atau engga" ucap delia menatap putrinya memberikan pengertian sedangkan zayyan ia kembali tertidur.
" maafin teteh ya mi, maafin teteh aa"lirih alisyah ia memeluk delia dan mencium zayyan
" ia sayanggg"
#flashback off
Pengakuan alisyah membuat fikri terkejut, sampai tak sengaja ia membesarkan kedua bola matanya, ia dengan cepat menatap delia yang tengah melihat ke arahnya.
" Astagfirullahaladzim" ucap fikri ia benar benar terkejut. keduanya adalah anak kandungnya darah dagingnya yang mana mereka sama sama belum mengetahui akan bahaya terlebih zayyan kulitnya sensitif.
" abi lisyah minta maaf " lirih alisyah.
" lisyah sudah minta maaf sama aa zayyan? "
__ADS_1
" sudah abi"
" yasudah lain kali tidak boleh seperti itu ya nak, itu berbahaya, alisyah anak pinter murojaah dulu baru bermain " ucap fikri.