Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#270 penentuan 1 ramadhan


__ADS_3

Puas berlibur sebelum puasa mereka berkeliling pantai dan menikmati berbagai permainan kini mereka tengah bersiap siap merapihkan barang bawaan dan meninggalkan saung, menyusun barang barang serta oleh oleh yang akan mereka bawa kedalam mobil masing masing. karna bagasi fikri penuh dengan stroller zayyan dan barang lainnya ia pun menitipkan oleh oleh di mobil pengantin baru. " abi nitip oleh oleh ya kal gapapa kan ? " tanya fikri sambil mengikat ikan asin yang ia masukkan kedalam kardus.


" nak jangan dipisah satukan aja sama punya mamah biar gak ribet " ucap mamah yang menggabungkan oleh oleh mereka.


" ya gapapa abi muat kok , dimobil abi ada stroller jadi gak muat " jelas haikal membuka garasi mobilnya. jarak saung dengan mobil tidak jauh letak mobil persis dibelakang saung.


brukk(bunyi pintu mobil bagian belakang saat sudah selesai beres). " mah saung sudah bayar kan ? " tanya deliaa yang tadi menitipkan uang pada mamah. " iya sudah ayo jalan nanti sholat ashar di pinggir jalan ajaa" jelas mamah kemudian masuk mobil bersama alisyah.


" bismillah " ucap fikri saat akan menghidupkan mobilnya. " ada yang ketinggalan ? " tanya fikri lagi. delia mamah mereka mengecek satu satu dan kia lebih dulu jalan.


" engga ada"


"okeee"


Mobil pun berjalan beriringan meninggalkan pantai, tak lupa mereka memberikan uang parkir. rasa lelah yang dirasakan oleh mereka membuatnya tertidur dalam mobil hanya tersisa delia fikri yang masih segar. "pinter ya anak abi gak nangis di ajak jalan jalannya " ucap fikri melihat zayyan yang tengah berbaring dalam pangkuan delia dengan alas tempat tidur milik zayyan.


" iya dong kan aku anak sholeh abi" ucap delia menirukan anak kecil.


" sayang anak anak yang di permukiman itu kapan masuk pondoknya ? " tanya deliaa saat mereka berdiam tanpa obrolan


" sudah masuk umi , ustad ismail yang menerima mereka, abi sudah mendapatkan infonya. " jawab fikri.


" Alhamdulillah bi semoga betah yaa"


" aamiin "


Lain hal nya fikri delia kini pasangan pengantin baru rupanya semakin dekat, tapi tetap zia belum berani memberikan hak dan kewajibannya kepada sang suami. " aku lapar ihh" ucap zia ia memegang perutnya dengan tangan ia arahkan keperut padahal ia baru saja menghabiskan 3 bungkus cemilan miliknya.


" masih lapar ? "tanya haikal saat iaa melihat sang istri yang tengah menatap luar jendela berharap ada tukang makanan lewat.


" mampir sholat dulu ya abi sama bang erik masuk masjid sebelum kita masuk tol nanti ada makanan beli aja " ucap haikal dan zia pun merajuk. " sholat dulu ya yangg nanti kalau udah sholat jajan" jelasn haikal ia mengelus kepala zia.

__ADS_1


Singkatnya mereka sudah tiba di masjid dan akan menjalankan ibadah sholat ashar sebelum nanti mereka masuk tol, seperti biasa semua turun untuk ibadah tidak secara bergantian berbeda dengan di pantai.


" itu pinter banget ya gak rewel mamahnya sholat " ucap pengunjung yang melihat delia sholat dengan zayyan berada di sisinya.


" iya ih wisata masadepan masyaallah" ucap salah satu pengunjung yang merasa kagum atas apa yang ia lihat.


" ibu hehhee" ucap deliaa setelah sholat ashar.


" neng masyaallah anaknya pinter gak rewel ya ditinggal sholat" ucap ibu ibu itu.


" alhamdulillah bu hehehe "


" tipsnya apa nak ? "


" asal kita yakin anak tidak akan rewel insyaallah" jawab delia dengan senyum ramahnya ia pun mengambil zayyan. " kami permisi ya bu Assalammualaikum"


" waalaikumussalam " jawab ibu ibi ia pun melanjutkan niat sholat ashar. Dan mereka telah selesai sholat ashar ia pun berkumpul di tempat yang sudah ditentukan oleh erik untuk berdiskusi mau makan apaa. " jadi mau makan apa terus makannya dimana ? " tanya erik.


" boleh abi setuju, menghemat waktu"


" bang erik ? mamah ? kaka ? " tanya haikal satu persatu. " boleh mamah setuju"


" yaudah gas " ucap kia.


" aku gak ditanya ? " ucap zia tiba tiba sambil mengarahkan jari ke dirinya. sontak membuat pasang mata mengarah kedirinya


" loh iya kal dia gak ditanya ? " usil kia membuat zia manyun. " gausah ditanya udah tau maunya dimobil kak " goda haikal membuat zia menatapnya sinis.


" udah ah kelamaan ayo pesan " sahut mamah, semua nya pun mengikuti mamah untuk masuk kerumah makan. zia hanya mengekor di belakang karna kesal dirinya tak ditanya.


" ishhh" hentak kaki zia dan di dengar haikal, haikal yang berada di depan zia ia sengaja memberhentikan langkahnya dan yang terjadi zia menubruk tubuh haikal. " awss" lirih ziaa ia memukul tubuh haikal.

__ADS_1


haikal yang gemas ia pun memutar tubuhnya menghadap sang istri sambil berbisik " udah dong jangan ngambek gitu ah, gemasss bangett liatnyaaa, aku tau kamu lapar kita makan dulu ya terus dipesan untuk dimobil? " kata haikal membuat zia terkejut.


" haikal zia jangan pacaran terus mau pesan apa " celetuk fikri melihat pasangan suami istri berhenti di tengah jalan mengahalangi orang lain yang berniat makan dan menghalangi pelayan membawakan makanan.


" ehh .. eummm " sadar zia ia pun menghampiri keluarganya. " dasarrr tapi aku sayang" gumam haikal ia menggelengkan kepalanya menatap sang istri yang berlalu gitu saja


Setelah memesan makanan dan menunggunya selesai, mereka sedikit mengobrol satu sama lain, hingga mereka menyadari kalau tidak jadi membuat acara bakar bakar. " ih iya katanya mau bakar bakar ? " celetuk kia.


" kan jadinya kepantai kak " jawab delia memberikan zayyan susu.


" yaa iya sihhh... " ucap kiaa


" kalau sekarang gak ada yang bikin kak, pasti nyampe rumah cape, kalau besok puasa nanti malam belum tentu teraweh pasti pada cape" sahut mamah menimpali.


" iya sih bener "


Fikri dan delia tidak menjawab penjelasan mamah soal ada yang teraweh atau tidak karna bagi mereka sunnah dan mereka mempunyai tanggung jawab masing masing terhadap keluarganya, namun delia fikri tetap melaksanakan sholat teraweh walau keadaan lelah karna teraweh pertama dan puasa pertama bagi delia fikri dan bagi haikal zia.


" ini bu pak pesananya " ucap pelayan memberikan 3 kantong plastik.


" terimakasih mba"


" sama sama"


Setelah menerima mereka pun masuk kembali kedalam mobil masing masing dan keluar dari halaman masjid menuju jalan tol.


Hal yang di nantikan dan ditunggu tunggu pun tiba yaitu penetapan awal ramadhan jatuh pada esok hari yaitu hari minggu yang mana malam ini mereka melaksanakan sholat tarawih. sebelum penetapan awal ramadhan delia dan keluarga sudah tiba di rumah lebih dulu dari prediksi mereka yang tidak bisa melaksanakan sholat teraweh pertama.


30 menit sebelum penentuan mereka sudah tiba dan sudah membersihkan tubuhnya, karna rasa lelah anak anak pun sudah tertidur di kamarnya. fikri pun mengajak sang istri untuk sholat isya berjamaah dan dilanjut sholat tarawih 23 rakaat. 20 terawih dan 3 witir, hal tersebut diikuti oleh haikal zia yang mengikuti sholat berjamaah.


sedangkan kia erik mereka tidak melaksanakan sholat terawih pertama. tidak ada kata lelah untuk mereka beribadah.

__ADS_1


__ADS_2