Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
olahraga


__ADS_3

Setelah sampai dikediaman bunda , delia dan fikri tengah berada di kamar mereka, kamar dimana awal cinta dan kasih sayang menyatu, dan awal dimana tak mengetahui menjadi mengetahui, rasanya belum lama ia tinggal disini pada akhirnya ia harus meninggalkan tempat ini, berat memang apalagi bagi seorang fikri tentu bukan hal yang mudah meninggalkan hal yang sudah banyak ia lalui.


" ini mau dibawa A " tanya delia menunjukkan barang barang fikri.


" masukkan saja umi dalam kardus nanti diletakkan di gudang jika tak terpakai " kata fikri sambil memasukkan baju bajunya kedalam koper sedangkan baju delia lebih dulu telah selesai.


" oh okee "


" kalian benar mau meninggalkan bunda" tanya bunda diambang pintu.


" bunda " panggil delia ia pun memeluk ibunda nya.


" Bundaa jangan bersedih, rumah kami dan rumah bunda tidak begitu jauh kalau bunda rindu bunda bisa datang kerumah kami , pintu kami terbuka untuk bunda dan abah, atau kita bisa kesini bundaa" jelas delia mengahpus airmata bunda.


" ah bunda lebay gitu aja sedih " celoteh fikri sambil fokus pada barang barangnya.


" si Aa mah begitu neng masa gak ada sedih sedihnya pisan , kumaha si Aa " ucap bunda.


" ya sayanggg bundaku cintakuh my lovely" kata fikri merentangkan tangannya untuk memeluk bunda.


Bukannya merespon pelukkan bunda, justru bunda melongos pergi dengan delia , ia membawa delia kebawah untuk berkumpul dengan keluarga abah terutama bibi nadia yang sudah datang.


" Assalammualaikum bi" kata delia mencium punggung tangan bibi nadia.


" waalikumsalam , sehat neng" ucap nya menjabat tangan delia


" Alhamdulillah sehat, bibi sendiri bagaimana kabarnya" tanya delia dengan ramah.


Sedangkan bunda dan mba wulan ia sudah takutt takut perkataan bibi nadia menyakiti hatinya, walau bibi nadia adik dari Abah adam namun soal perjodohan bibi nadia selalu ikut ambil andil ia tak inginn salah orang , bahkan ia lah yang menyeleksi setiap orang.


memang bertolak belakang dengan Abah adam namun sifat bibi nadia seperti itu bertujuan baik namun salah dalam penyampaiannya.


" Alhamdulillah , A fikri dimana "


" Aa ada diatas bibi, sedang merapihkan barang barang"


" kenapa tidak dibantu! bibi dulu hamil tidak malas pasti membantu " ucapnya


" eumm sudah aku bantu bi" kata delia dengan menatap mata bunda.


bunda yang tak tega pun dengan cepat membalikkan keadaan supaya normal kembali " tadi aku yang mengajaknya kesini teh , teteh liat kan dia denganku turunnya, sejak tadi ia merapihkan baju baju dan barangnya , tak apa kan aku mengajaknya kesini sebab aku kasihan pada cucuku dn menantukku" kata bunda dengan senyum bahagia namun jawabannya membuat bibi nadia diam.


" Aihh yasudah nanti kapan kapan bibi main yaa kerumah kalian" kata bibi nadia mengalihkan ucapannya.


" boleh bi dengan senang hati , nanti bibi aku masakkin kesukkan bibi "


" emang tau kesukkan bibi apa "


" tau dong , bibi pasti suka jengkol balado kan " jawab delia dengan anggun.


" kamu tau aja sihhh , mulai sekarang bibi akan baik padamu "


" iya bii " jawab delia dengan bersyukur.


****


" apa ada yang ketinggalan " kata bunda saat barang barang mereka sudah ada dibawah .


" engga ada bun nanti gampang lah" jawab fikri mengabsen barangnya.


" mobil kamu mau dibawa gak a ?"


" gausah yang biasa aa pake aja , nanti aini kabur lagi " jawab fikri sambil melirik sang istri yang berada dipelukkan bibi nadia


" siapa yang mau kabur sih A , udah bawa aja nanti kan kalau ada masalah bisa pakai yang satunya itung itung mencegah "


" Doain yang jelek jelek kamu mah "


" ihh engga gtuu maksud delia abi"


" dibawa mi nanti biar mang udin dan mang asep anterkan nanti pulang bareng mang udin mang asepnya "


" riweh atuh a udah aja delia yang bawa " kata mba wulan.


" iya abi udah aja umi yang bawa nanti abi ngekor dibelakang umi" kata delia dengan tertawa.


" kan alibi kamu bilang takut ada masalah, " protes fikri dan pada akhirnya fikri juga mengalah.

__ADS_1


" salsa kamu kapan berangkat ?" kata fikri pada adiknya itu.


" lusa Aa , a apa boleh sekolah biasa aja "


" ENGGA!" tegas fikri dan membuat salsa menciut .


" kasihan A fikri salsa kalau pondok" sahut bibi nadia


" gak ada bantahan bi keputusan kami sudsh bulat"


" jangan terlalu di paksalan fik kasihan"


" Ini yang terbaik untuknya ,"sahut abah.


Bibi nadia pun tak bisa membela salsa ia langsung diam disaat tak ada peluang untuknya bicara.


******


Allahuakbar Allahuakbar


suara adzan subuh telah berkumandang.


Fikri pun sudah siap untuk sholat subuh termasuk delia dan Alisyah mereka sudah cantik dalam mukenanya.


" Sholat yaaa " ucap fikri ia pun mulai menggelar sajadahnya yang tadi ia pakai untuk sholat tahajud.


أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.


Allahuakbar


Fikri pun mulai meng imami keluarga kecilnya sholat subuh , sebelumnya tengah malam ia bertahajud dan melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, keluarga yang harmonis dan bahagia bagi siapapun yang menginginkan punya suami seperti fikri, sholeh, penyabar dan berusha untuk memuliakan istrinya.


Banyaknya firman Allah swt mengenai sholat 5 waktu :


أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا


Artinya: "Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra: 78).


Selain itu, dalam QS Hud ayat 114 juga menyebutkan hal yang serupa:


وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ


Firman Allah QS An Nisa ayat 103


اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا


Artinya: "Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An Nisa: 103).


**


Setelah melaksanakan sholat ketiganya pun berdoa , dan berzikir , delia pun mengaji dihadapan sang suami , alisyah pun ikut mengaji , mereka bertadarus bersama dan alisyah stor hapalan juz ama diusianya 3 tahun,


" Alisyah sedekah subuhnya jangan lupa " uca fikri mengingatkan alisyah akan sedekah di waktu subuh.


" baik abi" alisyah pun mengeluarkan uang yang nantinya akan diberikan pada orang lain.


" alisyah baca surah Al bayyinah" pinta fikri mengetes hapalan alisyah .


" baik abi "


...بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ...


لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ


رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ


فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ


وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ


وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ


اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ


اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ


جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُخٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ

__ADS_1


" Sodaqallahul'adziim"


"Alhamdulillah, masyaallah tabarakaallah" ucap fikri mencium kening alisyah dan diikuti delia


" Anak umi pinter banget sihhh , gimana tadi bobonya nyenyak engga" kata delia memeluk putrinya itu , keduanya masih dalam mukena.


" nyenyak mii, alisyah mau bobo sendiri aja kan alisyah udah mau punya Ade , berati lisyah dipanggil teteh ya umi kaya teteh alya " kata alisyah dengan manjanya.


" Iya sayangg teteh aliysah , mulai sekarang juga boleh dipanggil teteh alisyah ya bii" katanya meminta persetujuan fikri. fikri pun tersenyum ia menganggukkan kepalanya menyaksikan delia dan alisyah bermanja.


" horeeeeee, nanti kalau adiknya cewe panggil lisyah teteh nanti kalau adiknya cowo panggilnya juga teteh ya umi , nanti lisyah panggilnya Aa "


" emang lisyah mau cewe atau cowo nak "


" lisyah mau cowo umi nanti ada yang lindungi lisyah , seperti abi menjaga mamah dan umi " ucapnya dengan mata menghayal dengan tangan melambai lambai diudara.


" kan lisyah ada abi abi lindungi lisyah" kata fikri yang tak ingin anaknya merasa dibedakan.


" iya tapi kan abi cibuk sama kaka kaka santri , abi kan dengan umi, lisyah juga ingin seperti umi ada yang melindungi "ucapnya dengan bibir memggemaskan


" Aduhhhh anak umiiiii iniii eumhhhhch " ucap delia memeluk gemas alisyah dengan tingkahnya yang menggemaskan


" sini sini sama abi " kata fikri merentangkan tangannya ia juga gemas dengan anaknya yang makin hari makin pintar.


Alisyah pun beralih kepangkuan fikri dipeluknya tubuh anaknya itu dengan cinta dan sayang.


" Alisyah dengerin abi yaah , cewe ataupun cowo nanti adiknya alisyah itu tetap alisyah harus terima dan menyayanginya , kita boleh menginginkan sesuatu hal tapi kita tidak boleh terlalu dalam keinginan kita , jika nanti keinginan kita tidak sesuai harapan pasti ujung ujungnya menyalahkan Allah, itu tidak boleh ya sayang, Apapun yang diberikan Allah itu sudah menjadi kehendaknya sudah menjadi takdir Allah, Abi dengan umi belum tau adiknya alisyah cewe ataupun cowo karna ya itu tadi kita tidak mau kecewa jadi apapun yang diberikan Allah itu yang terbaik , dan Alisyah tidak perlu khawatir soal lindungi alisyah, selama abi dan umi ada disamping alisyah , abi dan umi serta keluarga lainnya akan melindungi alisyah , bagaimana cantiknya abi paham engga nak ? " kata fikri mencoba menjelaskan pada alisyah supaya ia tidak kecewa nantinya


" Ia abii lisyah paham , terimakasih abi umi" katanya dengan senyum semangat


" sama sama sayangg "


" Abi sama alisyah mau makan apa pagi ini "


" Abi mau olahraga dulu umi berkeliling dengan alisyah umi ingin ikut atau dirumah aja " kata fikri yang memang sellau berkeliling olahraga pagi sebelum sarapan.


" Umi tidak ikut ya , kalian saja , umi.masak untuk sarapan ya " kata delia


" baiklah umi , "


" Alisyah lipat mukenanya sayang " kata abi


" baik abi " ucapnya kemudian melipat mukena , delia yang melihatnya tersenyum,


**


" umi alisyah sama abi berangkat olahraga dulu yaa , umi hati hati dirumah " kata alisyah yang sudah berganti pakaian dengan celana panjang dan kaos panjang tak lupa hijab nya sedangkan fikri ia sudah berganti celana panjang olahraga dan kaos pendek dengan peci yang tak pernah ia tinggalkan.


" iya hati hati ya nak jangan jauh jauh dengan abi " kata delia saat mereka berada diteras.


" Assalammualaikum"..


"waalaikumussalam, abi anaknya jangan ditinggal , jangan jauh jauh , Abii ihh" kata delia saat suaminya lebih dulu membuka gerbang


" iya umii "


" terimakasih yaallah kebahgiaan ini" gumam delia menatap langit pagi hari .


***


" lisyah umi pagi pagi berkicau yaa macem burung" celoteh fikri pada anak gadisnya itu.


" Abi lisyah bilang umi loh" protes anaknya yang tak ingin uminya di bicarakan.


" ehh jangan dong lisyah " kata fikri dengan takut , ia lupa bahwa alisyah lemes sekali, hal apapun yang menyangkut uminya pasti disampaikan.


" lisyah lari yuu " kata fikri mengalihkan pembicaraan.


" oke bi "


" jangan cepat cepat lisyah "


~~


" masak apa yaa " gumam delia melihat isi kulkas yang berkurang , ya belum lama isi kulkas dipakai untuk makan makan dengan dua keluarga dan beberpaa waktu ia mask dengan suami kini isi kulkas mulai renggang waktunya belanja bulanan namun delia urungkan mengingat suaminya belum memberikan uang.


" apa aku bikin nasi goreng udang aja ya " ucapnya melihat udang dalam flezzer

__ADS_1


" yaudahlah ini aja " katanya yang memutuskan memasak nasi goreng udang untuk menu sarapan , sebelum suaminya berangkat ke pondok , ia akan mulai memasak jika suaminya sudah kepondok dan beres beres hal lainnya.


__ADS_2