
At Rumah produksi.
Kini mereka sudah sampai dirumah produksi yang tidak jauh dari kediaman mamah, padahal belum lama fikri dan delia tiba tapi pasang pengantin itu tidak kenal lelah hingga memutuskan untuk ketempat produksi baju.
" Nak kamu istirahat aja biar ini kaka kakakmu " ucap mamah yang mengkhawatirkan kondisi putrinya yang ia tau sangat lelah.
" Tidak apa apa mah nanti biar delia sekalian mengambil baju sarimbit untuk foto "
Saat sedang berbicara dengan mamah serta melihat lihat pakaian yang sudah ready dan pembukuan kini suara anak kecil menghentikan tangannya.
" Hoammm,Ummi alisyah ingin bobo " sahut alisyah sambil menguap.
" Aduh maafin umi ya sayang hayoo kita bobo yaaa " sahut delia yang kini menggendong putrinya ia sadar fikri tengah membantu mas erik menata ruang demi ruang agar tidak ribet dan terlihat nyaman.
" Kak kiaa " panggil delia.
" Iyah dee, loh ini lisyah kenapa " sahut wulan yang heran melihat alisyah digendong.
" Ngantuk kak "
" Ohh atuh disana aja sama viola viola juga lagi tidur dee " jelas kakia sambil menujuk salah satu pintu.
" Okee kak aku kesana ya " delia pun berlalu meninggalkan kakanya. Saat delia pergi tak lama kemudian fikri datang dengan mas erik bergabung bersama.
" Kak istriku dimana ya " tanya fikri.
"Oh itu alisyah pengen bobo jadi delia ajak alisyah kekamar yang disana" jawab kakia sambil menujuk pintu.
" Oh terimakasih kak, mari mas " fikri pun berlalu menyusul delia, anggukan adalah yang diberikan erik pada fikri.
" Kasihan ya delia diusia muda udah punya anak dan harus selalu seperti ituu " Gumam erik yang iba melihat adik iparnya itu.
" Yahh apa boleh buat ini keinginan delia " sahut kia sambil melihat bahan bahan pakaian.
At kamar.
__ADS_1
Saat asik menidurkan alisyah delia melihat ada ka zia didalam sana namun ia hanya diam tidak menjawab pertanyaan delia, anehnya ka zia tidak menghadap delia melainkan membelakangi delia.
" Kak kaka sedang apa " tanya delia pada kaka keduanya itu, lagi lagi tak ada jawaban.
" Kak kenapa diem aja " tanya delia lagi.
Lagi lagi tak ada jawaban darinya membuat ia ingin menghampiri namun saat ia bangun dari tempatnya dengan alisyah disaat itu pula pintu kamar terbuka, delia pun menoleh kearah pintu terlihat laki laki datang menghampirinya.
" Sayangg" panggil fikri.
" Iyah abi ada apa " jawab delia sambil sesekali menoleh ke asal wanita itu berdiri namun sangat disayangkan saat ia menoleh tidak ada siapa siapa disana entah mungkin perasaan delia atau benar itu kak zia tentu fikri mengamati pandangan delia.
" Kamu kenapa " tanya fikri sambil ikut melihat kearah yang ditujukan delia
" Tadi aku liat kak zia diri disana menghadap jendela abi " ucap delia.
" Engga ada siapa siapa kok kan disini cuma aja viola sama alisyah sama kamu " sahut fikri yang kini bangkit melihat kearah yang delia tunjukkan.
" Bener sayang tadi tuh diri disini menghadap jendela orang tubuhnya tubuh ka zia kok " kekeuh delia memperaktekan apa yang ia lihat karna rasa penasaran ia pun mengikuti suaminya.
" Kamu istirahat bih nanti kita adakan selametan " ucap delia yang masih ada dalam pelukan fikri. namun tak ada jawaban darinya membuat delia melepaskan pelukkan nya namun fikri mempererat pelukan mereka.
Saat asik berpelukan masuklah ka zia orang yang tadi dilihat delia. NAMUN TERNYATA ?
" Ehh maaf maaf engga sengaja yaallah " ucap ka zzia yang terkejut tanpa lama ia pun menutup pintunya kembali.
" Kak zia " ucap mereka bersamaan. Delia pun menyusuli sang kaka yang telah berlalu.
" Ka zia dari mana " tanya delia memastikan yang ia tau tadi dengan nya di kamar namun ka zia muncul dari luar ingin masuk kedalam. kamar lalu yang dikamar siapa?
" Kaka dari luar sama bunda ada apa kok panik gtu "
" Kaka ga becanda kan? " tanya delia sedikit menaikkan nada bicaranya. suara mereka berdua mengundang banyak orang yang datang termasuk mamah dan papah yang langsung menghampiri mereka
" Ada apa nak " tanya mamah dan papah.
__ADS_1
" Hufttt yaallah astaghfirullah " ucap delia syokk sambil menangis.
" Papah mengerti nak, jelaskan kekita semua ya terutama suamimu yang belum paham akan kamu. " tanya papah pada anak kesayangannya itu
" Huft Pah mah, Abi " lirih delia sambil Air mata membasahi pipinya, fikri yang mencintai istrinya dan penasaran apa yang terjadi pun memeluk delia bermaksud memenangkan sang istri.
" Hikss Delia liat tadi ka zia ada didalam menghadap jendela delia panggil kak sedang apa? kaka kenapa diem? namun ga ada pergerakan sama sekali tapi delia liat itu ka zia beneran " jelas delia dengan sesegukan.
" Tapi kan mah dari tadi mamah sama zia kan " tanya ka zia pada sang mamah.
" Iyah nak betul apa kata kakamu ka zia sejak tadi dengan mamah " jelas mamah yang sebenarnya sudah merinding.
" Lalu siapa yang diliat delia? " tanya delia.
" Dedemit" ucap kakia yang kini ikut merinding.
" Kan papah bilang makannya kita selametin duluu "
" Pah tapi bener delia. liat, noh kan kan lewat " ucap delia yang baru saja melihat ada yang lewat dibelakang kakia dan ma erik.
" Ko gue merinding ya " ucap kakia.
" Iyah kak barusan lewat sekledap bayangan "
" Kan kan delia mah gini nih kalau diajak ketempat baruu " protes kakia.
Delia terkadang bisa merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata dan terkadang pula iya melihat wujudnya.
" Udah fikri nanti selametin ya "pintapapah
pada fikri.
" Iyah pah " ucap fikri yang sebenarnya tidak percaya akan hal ituu..
" Yasudah fikri bawa istrimu ke mobil " pinta mas erik yang sebenernya peka jugaa.
__ADS_1
Tanpa banyak tanya dan takut hal lain terjadi delia dibawa fikri masuk kedalam mobil.