
Singkat cerita fikri pun telah menyampaikan isi ceramahnya yang penuh dengan manfaat, ia juga menyampaikan tradisi 4 bulanan itu tidak di wajibkan namun diperbolehkan karna isi dari rangkaian acara 4 bulanan banyak manfaatnya dan diisi dengan ayat ayat alquran.
" wahai istriku tercintaa, kemarilah sayang" pinta fikri dengan nada lembut dan membuat riuhh jamaah.
" Asekkk " katanya lagi mengulurkan tangannya untuk menuntut delia berdiri bersamanya.
" ekhem ekhem" kata fikri mencoba tidak gugup entah kenapa ia selalu gugup jika ingin romantis dengan delia.
" Ibu ibu bapa bapa jamaah sekalian, saya minta doanya mudah mudahan Anak yang dikandung istri sayaa menjadi anak yang sholeh sholeha" katanya memegang perut delia.
" Aamiin " ucap jamaah
" Taat dan patuh kepada Allah swt dan rosulnya"
" Aamiin"
" patuh kepada orang tuaa, dan in syaa Allah menjadi mujahid mujahidah kelak"
" Aamiin yaallah ya robbalalamin"
" tak terasa ya saya berdiri disini lama, bu ibu sudah pada sarapan apa belum nih " kata fikri dengan gaya bercandanya.
" laperrr"
" laper?" tanya fikri.
" laperrr"
" Sambil dengerin saya disini ibu ibu silahkan menikmati kue yang telah diberikan kepada ibu ibu, Mohon dimaafkan jika kurang berkenan dihati ibu ibu saya dan keluarga minta maaf yang sebesar besarnyaa.. " kata fikri yang memberikan kode pada keluarganya untuk membagikan snack dan keluarganya pun berjalan membagikan snack pada jaamah yang telah hadir.
" Acara apa yang kami gelar pada pagi hari ini " tanya fikri pada jaamaah yang mulai sibuk.
" Tasyakuran 4 bulan sekaligus tasyakuran rumah" jawab jamaah.
fikri pun tersenyum dengan masih memegang tangan delia.
" ada lagi" tanyanya..
" Engga"
" ada satu lagi" jelas fikri. dan itu membuat delia menolehh meminta penjelasan.
para ustad dan ustadzah duduk didepan ada bangku dan kursi yang mereka isi, sedangkan jaamaah duduk di karpet yang telah disediakaan.
" Sebelum saya sampaikan , mudah mudahan rumah yang kami tempati saat ini menjadi kenyamanan untuk kami dan tak henti hentinya kami bersyukur atas apa yang telah Allah titipkan pada kami, dengan cara mengajak ibu bapa hadir di acara tasyakuran rumah yang mana diacara ini mudah mudahan Allah berikan kebahagiaan pada kita semua, jika kita bersyukur maka Allah swt akan menambahkan nikmat sesuai firman Allah swt :
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
nikmat yang Allah swt berikan tidak hanya soal harta tapi , dikasih sehat, bisa makan, minum, membeli pakaian, dan bisa duduk dimajlis ilmu itu juga termasuk nikmat yang Allah berikan pada kita semua. banyak nikmat yang Allah berikan pada kita semua jika kita ingin menghitungnya maka tidak akan pernah bisa , sesuai firman Allah swt :
وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَةَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Wa in ta'udduu ni'matal laahi laa tuhsuuhaa; innal laaha la Ghafuurur Rahiim
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.(QS An-Nahl ayat 18)
__ADS_1
Untuk itu mulai saat ini , mulai detik ini , kita harus banyak banyak bersyukur apa yang telah Allah berikan untuk kitaa.
ucap fikri dalamm ceramahnya, tiba saat yang dinantikan yaitu momen penyerahan kunci cabang delia.
" Satu lagi , mudah mudahan usaha istri saya berjalan lancar dan memberikan manfaat untuk kita semua karna In syaa Allah sebentar lagi kami akan membuka usaha cabang ke dua yang mana warga Bandung yang mau membelli produknya bisa mampir, "
" ini sayang pegang lah kunci toko produksi kamu tidak besar namun mampu membuat banyak brand, mulai besok pun kamu bisa membuka usaha " kata fikri menyerahkan kunci produksi cabang kedua.
"Masyaallah tabarakaallah" gumam delia dalam hati.ia pun mengambil kunci yang di letakkan dalam kotak yang berwarna pink dengan bunga cantik.
" Aaaaaa romantisnyaa" para jaammah terharu menyaksikan kebaikan fikri pada istrinya.
setelah menerima delia pun memeluk suaminya dengan rasa bahagiaa, ia terharu suaminya begituu perhatian padanya.fikri pun mencium kening istrinyaa " jangan menangis" bisik fikri ditengah pelukan delia.
" Terimakasih " kata delia yang kemudian mengambil mic yang dipegang suami.
" Bismillahirahmanirahim , Allahuakbar Allahuakbar , saya gatau harus bilang apa , intinya begitu banyak nikmat yang Allah berikan pada saya dengan mempunyai suami yang Masyaallah baik nyaa , terimakasih Abii " kata delia dengan terharu.sedangkan fikri ia mengusap punggung delia.
" usaha yang saya rintis dari nol bersama kedua kaka saya , terpenting dan tak boleh dilupakan doa restu papah dan mamah dan karna usaha ini lah Allah mempertemukan saya dengan ustad zulfikri yang saat ini menjadi suami saya, Niat saya dan kedua kaka saya adalah membantu wanita dalam menutup aurat namun dengan pakaian yang bisa diterima anak muda tapi sesuai diatur Agama yaitu tidak tipis, tidak ketat , tidak menerawang. impian saya bisa membuka cabang di daerah daerah lainnya yang mana Allah sudah mengkabulkan impian saya lewat suami saya untuk membuka cabang kedua di kota bandung ini " jelas delia dengan airmata bercucurran jujur ia tidak bisa membendung airmata , airmata itu lolos dari mata cantiknya yang memakai soflens.
" Saya minta doanya untuk jamaah sekalian, " kata delia tak kuat menahan tangis.
" saya minta..saya minta doakan papah saya pak reno zainal mudah mudahan Allah angkat penyakitnya, Allah berikan kesembuhan, dan dengan berkah Ummul Qur'an Allah berikan kesehatan , Al fatihah:
Semua jaamaah dan para ustadzah membacakan surah fatihah yang mana dipimpin lansung oleh delia.
setelah membaca surah Al Fatihah mereka membaca surah yasin untuk cabang delia.. mudah mudahan apa yang dicita citakan tercapai dan mendapat berkah.
***
Acara demi acara berlangsung , sholawat diucapkan dengan diiringi hadroh, tak terasa waktu sudah mendekatkan pukul 11 siang, acara pun ditutup oleh Abah, sebelum ditutup keluarga pun membagikan sembako sebagai berkat untuk mereka.
" iya , Mas kamu bagiin ke yang cowo" kata wulan bahkan haikal dan para hadroh pun ikut turun tangan membagikan sembako.
Semua pun tampak riuh melihat sembako yang dibawakan panita dihadapan jaamaah satu persatu
" Gilaa isinya ada sovenirnya " gumam jamaah wanita.
" bu ibu bapa bapa mohon tidak meninggalkan tempatt sebelum kebagian sembako" ucap ustad ismail.
" Saya akhiri pengajian hari ini saya ucapkan Akhirul kalam Wabillahi Taufik wal Hidayah Wassalamualaikum warahmatullahi wabaratuh "kata ustad ismail dengan menekan kan kata katanya.
" bu jangan berebut semua pasti kebagian" kata ustadzah yang melihat ibu ibu rebutan kue dimasukkan kedalam makanann. karna tak hanya sovenir , sembako , bunda tepati janjinya memberikan nasi box berisi rendang dan beberapa tumisan dalam kotak , jadi ibu ibu memasukkan kue yang diberikan pada mereka kedalam pelastik , diam diam dalam sembako terdapat amplop berisi uang tunai 250 ribu , sampai buah buahan pun ada yang mereka memasukkan kedalam pelastik hingga terdengar suara piring yang beradu.
" mohon yang sudah silahkan meninggalkan tempat " kata ustadzah supaya tidak berkerumun ..padahal setiap orang diberikan snack dalam kotak yang berisi kue kue namun mereka juga memberikan buah, keripik, yang ia letakkan dalam piring jadi siapa aja yang mau ambil dipersilahkan.
" Masyaallah berkah ya bi " ucap delia terharu melihat antusias banyak orang yang datang entah benar benar datang mendoakan atau hanya ingin berkatnya saja hanya Allah yang tau.
**
Jamaah sudah pergi meninggalkan tempat dan tersisa hanya gelas pelastik kemasan mineral, namun keadaan macet hingga fikri mengerahkan pengurus pesantren untuk mengatur jalan.
" Alhamdulillah berkah yaa " ucap ustad ismail yang sedang bergabung dengan para ustad lainnya. mereka pun mendapatkan yang sama namun bedanya mereka mendapatkan oven listrik dan beberapa box kue , dan fikri pula memberikan amplop pada mereka.
" Masyaallah daper doorprize kita ini tad" kata ustad ilham.
" jazakallahu khair ustad "
__ADS_1
" Wa iyyaka "
" ayo makan dulu ya jangan pulang dulu " ucap fikri mempersilahkan menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Para ustad pun mengambil makanan yang telah dihidangkan yang telah disajikan diatas karpet yaa mereka menikmati secara lesehan dengan yang lainnya , diikuti para ustadzah dan 2 keluarga.
*****
Sore hari dikediaman fikri masih terbuka lebar pagarnya yaa karna mereka membersihkan bekas acara tadi pagi dengan bergotong royong bersama haikal dan anak hadroh , ada yang menggulung karpet yang langsung mereka bawa ke aula pondok jaraknya lumayan jika berjalan kaki, ada yang memasukkan gelas kemasan kedalam karung, ada pula yang menyapu sedangkan delia ia sedang diusapkan punggungnya sama mamah .
" Mau pakai minyak kayu putih nak " tanya mamah saat sudah di sofa melihat anaknya kecapean, delia terlihat pucet dan punggung badannya panas.
" gausah mahh diusap ajaa boleh mah" pinta delia yang merasakan panas.
" nak ini bunda bawakan teh hangat kamu minum dulu biar enakkan badannya " kata bunda membawakan ia air teh .
" terimakasih bunda " jawab delia mengambil tehnya dan langsung ia minum.
" mau bunda panggilkan Aa " tanyannya yang tak tega melihat ia meringis terlihat dari alis serta matanya yang menahan sakit.
" jangan bunda Delia engga apa apa biasa sepeeti ini" katanya menahan tangannya di sofa yang ia jadikan bantal.
" usia kandungan kamu 4 bulan tapi sudah seperti ini nak" kata mamah yang memikirkan sesuatu namun ia tepis.
Delia tak menjawab ia merasakan punggung yang nyeri dan panas seperti terbakar, ia hanya menikmati sentuhan ibunya yang terus mengusap punggungnya untuk meredakan nyeri hingga tak terasa fikri pun selesai membereskan halaman depan seperti semula , ia pun memberikan uang untuk anak anak yang telah membantunya.
" ini kenapa bun mah" katanya panik melihat delia diusap usap dan bunda memijit kepalanya.
" sayang kamu kenapa " katanya lagi.
" engga apa apa biasa bi" kata delia dengan mata terpejam serta alis mengkerut.
" pindah kamar ya "
" gausah bi disini aja "
" mah biarkan fikri yang mengusapnya " kata fikri melihat mamah hanya mengusap dari luar baju .
" oh yasudah nak "
" sayang pindah ke kamar ya aku usap usap " katanya langsung menggendong delia dibawanya ke lantai dua kamarnya.
" delia gapapa mah " tanya kakia yang panik.
" gapapa biasa nak" sahut bunda yang memang sudah paham .
~
" sayang kenapa tidak bilang sama Abi sih " uca fikri yang panik ia mulai memasukkan tangannya lewat belakang baju delia ia tutupi dengan selimut.
" gapapa nanti hilang sendiri abi " kata delia mencoba menenangkan suami.
" bukalah cadarmu mi , engga ada siapa siapa "
" engga bi"
fikri pun tak menanyakan lagi ia lebih fokus pada punggung delia dan perutnya ia melantunkan ayat ayat Alquran dan sholawtan agar rasa sakit itu hilang..setelah lama ia seperti itu , delia pun tertidur buru buru fikri turun untuk menemui keluarganya
__ADS_1
" jangan buat umi sakit yaa anak pintar " kata fikri berbicara pada perut delia. lalu ia pun turun .