Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Asal mula haikal


__ADS_3

Setelah melewati drama yang panjang akhirnya fikri mengalah ia bermalam kembali dirumah sakit ditemani oleh haikal anak angkatnya. Malam kian larut namun haikal tidak ada di tempat justru ia membeli nasi goreng yang berada tidak jauh dari rumah sakit , ia membeli nasi goreng 3 bungkus untuknya, untuk abi nya dan untuk delia uminya. sedangkan yang lainnya mereka sudah kembali pulang untuk mencuci baju zulfikar yang telah dibeli para nenek.


" nasi gorengnya pedes gak kang " tanya tukang nasi goreng pada haikal.


" sedeng aja pak , berapa "


" 39 ribu kang, dibungkus atau dimakan disini"


" bungkus ya pak"


Sambil menunggu tukang nasi goreng menyajikan pesanannya, ia mendapatkan notif pesan dari abi yang berisi


@Abi


Nak, kamu mau taaruf sama siapa? nanti dibicarakan ya, cepatlah kembali jangan kelayaban, umi menunggumu


@haikal ,


*iya Abi setelah nasi gorengny sudah jadi, haikal langsung kembali, apa ada pesanan lagi bi sebelum haikal pulang?


@abi


abi pengen sate nak ada gak?


@ haikal ,


Ada tapi tinggal ayam bi , kambing habis


@ abi


gausah , pulang saja*


begitulah isi pesan fikri dan haikal , tidak ada perbedaan khusus melainkan hanya kedekatan anak dan bapanya. tak lama kemudian pesanan haikal sudah jadi ia pun memberikan uang lembaran 50 ribu kepada bapa penjual nasi goreng.


" ini pak uangnya" kata haikal


" kembaliannya sebentar ya"


" gausah pak, kembaliannya buat bapa aja "

__ADS_1


" Masyaallah orang baik, terimakasih banyak , semoga segera dipertemukan dengan jodoh ya dan lancar rezekinya.


" Aamiin kalau begitu terimakasih pak saya permisi , Assalammualaikum


" waalaikumussalam warahmatullah wabaraktuh"


Haikal berlalu meninggalkan penjual nasi goreng yang terus memandangi dirinya " masyaallah sopan bangt" gumam penjual nasi goreng akan kesopanan haikal.


haikal terus berjalan melewati lorong lorong rumah sakit, ia masuk kedalam lift untuk mempercepat jalannya , jika lewat tangga maka akan lama dan butuh tenaga juga ke ruangan lantai 4 .


****


" janji ya umi besok kita pulang yaa " kata fikri mengingatkan istrinya untuk pulang kerumah besok dan meninggalkan anak mereka dirumah sakit sampai waktu yang ditentukan.


" iya abii" lirihnyaa memeluk leher fikri, laki laki jika dipeluk lehernya dan perempuannya nafas di leher suami, tidak mungkin jika tak tergoda apalagi fikri ia manusia biasa yang memiliki nafsu , bohong jika tak tergoda namun ia urungkan sebab ia tau kondisi istrinya yang belum selesai masa nifasnya, serta jahitan pada perutnya.


" umii jangan nafas seperti inii" lirih fikri karna mereka hanya berdua terlebih mereka sudah halal


" kenapah sih bii" lirih delia ia melepaskan pelukkan suaminya.


" hustt jangan ngambek ga baik lohh , itu haikal sudah didepan pintu" ucap fikri mencuit hidung deliaa.


" assalammualaikum" sahut haikal didepn pintu


" waalaikumussalam masuk haikal " kata fikri , haikal pun masuk kedalam dengan membawakan nasi goreng untuk orang tua angkatnya.


" Abi umi ini haikal beli nasi goreng kita makan bersama yu" kata haikal memberikan nasi goreng pada abinya. fikri langsung menngambil nasi bungkus yang memang ia belum makan. fikri mengambil satu untuk deli dan satu untuk haikal serta satu untuknya.


" umi mau makan diaatas kasur atau ikut di sofa " tanya fikri pada istrinya.


" Disini aja bi" kata delia yang memilih diatas tempat tidur , fikri pun membuka bungkusan nasi dan ia letakkan di pangkuan delia.


setelah menyiapkan untuk delia , kemudian fikri berjalan menuju sofa yang mana ada haikal disana , mereka pun mulai memakan nasi goreng yang sebelumnya sudah berdoa bersama.


" Haikal ga beli kerupuk kaleng " tanya fikri yang tak melihat kerupuk putih berbentuk bulat yang berada di kaleng kerupuk..


" beli satu bi ini " sahut haikal memberikan kerupuk pada abinya, ia tau abinya tidak boleh ketinggalan kerupuk putih kaleng jika sedang makan.namun ditukang nasi goreng sudah habis hanya tersisa satu


" bagi dua ya sama abi " sahut fikri kemudian ia potek kerupuknya menjadi dua bagian.

__ADS_1


" iya bi" jawab haikal.


Bagi fikri dan haikal hal seperti ini sudah biasa baginya , haikal yang tidak pernah mempermasalahkan jika harus dibagi dua , atau haikal juga tidak mempermasalahkan jika harus makan bersama abinya atau bekas abinya. hal itu membuat dirinya merasa bersyukur makan dengan bersama menjadi berkah.


" Alhamdulillah " ucap mereka diakhir bersantap .


" ini haikal yang beli" tanya delia


" iya umi ini haikal yang beli "


" uangnya sudah dikasih abi"


" gausah umi, gaapa apa haikal hanya ingin membelikan makanan umi abi yang bernilai tak seberapa namun haikal ingin makan bersama orang tua haikal " kata haikal dengan begitu tulus ia sudah menganggap mereka adalah orangtuanya sendiri.


" Ma syaa Allah nak haikal , terimakasih banyak nak , kami sudah mengaggapmu anak umi nak, terimakasih atas traktirannya"


" sama sama umi"


" ekhmm , ada yang mau taaruf nih sama siapa ?" tanya fikri menggoda haikal.


" siapa bi" ucap delia yang tak mengerti.


3 bulan yang lalu haikal sudah meminta izin abi umi nya untuk taaruf , ia juga meminta izin pak kyai serta doa restu bunyai untuk bertaaruf tapi ia menyelesaikan masa pesantrennya dulu 3 bulan setelah mengatakan ini, dan sekrang haikal sudah menyelesaikan masa pesantrennya dan fikri mengangkatnya untuk menjadi bagian pengurus pesantren(santri senior)


"anak kita mi" jawabnya dengan senyum menggoda.


" Ma syaa Allah tabarakaallah dengan siapa nak ? tanya deliaa.


" eummm itu bi anuh.eum" ucapnya gugup ia pun menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" alahhh gugup segala, gimana nanti kalau haikal ijab qobul makinnn gugup " kata fikri menggoda anaknya itu.


"iiii ya bi"


" Siapa nak ? "


Ada yang tau haikal ingin taaruf dengan siapa ?


yang belum tau haikal itu siapa ? dia adalah anak angkat fikri namun hanya anak angkat tidak di cantumkan dalam KK , haikal adalah anak yatim piatu sampe saat ini, Fikri pernah bertemu keluarga besar dari orang tua haikal namun keluarganya meminta haikal diasuh oleh fikri, mereka juga tidak bisa mencukupi biaya haikal anehnya mereka mempunyai mobil, hingga fikri berinisiatif membawanya tinggal dipondok sampe saat ini , dan menganggapnya anak fikri, sampai seluruh pondok mengenalnya dia adalah anaknya ustad fikri tapi fikri merahasiakan tentang keluarga nya haikal dengan anak santri sampe saat ini.

__ADS_1


tidak ada hubungan darah oleh keluarga bunda dan abah untuk itu jika berhadapan dengan haikal ia memakai hijab (untuk syifa salsa wulan) dan tak bersentuhan tangan.


__ADS_2