Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#196


__ADS_3

Tak ada suara dentingan garpu maupun sendok melainkan hanya mengikuti sunnah ialah memakan menggunakan tangan, salah satu contoh sunnah baginda Nabi besar Muhammad SAW.


Semua santri baik putra maupun putri duduk untuk menikmati hidangan bersama yaitu liwet yang di letakkan diatas daun pisang yang menjadi alas makan mereka , tetap dengan peraturan yang berlaku santri putra dan putri terpisah. para pengurus dan ustd ustadzah mereka pun menikmati hidangan serupa dengan alas daun pisang kecuali delia ia tidak duduk dibawah melainkan diatas kursi sebab fikri melarangnya untuk duduk dibawah mengingat jahitan yang baru 21 hari.


" kamu diatas " tegas fikri yang memberikan makanan untuk delia.


" aku dibawah saja abi dengan yang lainnya" kata delia ia tidak enak hati hanya ia lah yang duduk diatas sedangkan lainnya mereka lesehan.


" gak apa apa ning diatas saja "


" gak apa apa umi diatas "


Begitulah kata yang lainnya meminta delia diatas, hingga fikri memintanya untuk memilih


" diatas atau di dalam rumah singgah" bisik fikri pada telinga delia hal itu membuat santri putri meleleh.. mereka tidak mengetahui hal apa yang dikatakan fikri namun tingkahnya membuat seisi penjuru insecure.


" oke aku diatas. " jawab delia menurut fikri pun tersenyum senang dan diusapnya kepala sang istri.


Semua menikmati hidangan yang telah disediakan tak terasa waktu sudah hampir maghrib para santri pun sudah mulai meningalkan tempat, namun sebelumnya mereka membersihkan lapangan bekas mereka makan bersama, setelah membersihkan mereka kembali ke asrama masing masing untuk membersihkan tubuhnya dan ada pula yang bersiap untuk sholat maghrib.


" Ning kamu tinggal di sini atau pulang kerumah ?" tanya ustadzah baru yang mewakilkan delia memimpin taklim ibu ibu hari jumat.


" Untuk malam ini kami menginap di pesantren ustadzah, ustadzah sendiri bagaimana ?" tanya deliaa.


" Saya sudah mau pulang ning, terimakasih jamuannya , dan ini ada titipan dari ana tidak seberapa mudah mudahan bermanfaat " ucap ustadzah memberikan kado untuk zayyan.


"MasyaaAllah ustadzah tidak perlu repot repot ustadzah Yaallah, jazakillah khairan ustadzah" kata delia terharu.


" Tidak direpotkan ning, ah sudahlah saya izin pulang duluan ya ning"


" tidak ingin sholat maghrib berjamaah ustadzah ? "


" saya ada undangan habis maghrib ning, jadi sholat maghrib di sana saja "


" ohyasudah fi amanillah ustadzah"


"Aamiin terimakasih ning, kalau begitu saya permisi assalammualaikum"


" Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh" kata delia ia mengantarkan ustadzah sampai didepan pintu bahkan sampai ustadzah itu tidak terlihat lagi dari pandanganya.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu delia ia ingin masuk kedalam rumah singgah karna hari sudah hampir maghrib namun baru saja ia memutar tubuhnya, para santri putri datang menghampiri mereka dengan membawa mukena serta kitab yang akan mereka bahas habis maghrib.


" Assalammualaikum ustadzah "


"Waalaikumussalam, ia sholeha umi , ada apa nak " jawab delia dengan lembut.


" ehh udah lu aja yang ngomong" bisik santri putri kepada temanya.


" udah kamu aja" bisik santri lainnya menyenggol temannya, hal itu terlihat jelas oleh delia dimana mereka saling melempar perkataan yang akan diucapkan kepada umi.


" mereka kenapa " gumam delia dalam hati.


" Eummm..itu...eumm.itu..ummi.." kata salah satu santri dengan gugup.


" eumm itu apa sayang ? " jawab delia dengan lembut sampai ia mengelus kepala santri yang ingin berbicara.


baru saja ia ingin berbicara, terpaksa terhenti dan mereka urungkan. "Ekhmm" kode dari seseorang yang baru saja ingin keluar dari rumah singgah ,siapa lagi kalau bukan abi mereka. sikap dingin dan berwibawa selalu fikri jalankan ketika berada diluar maupun dilingkungan pesantren kecuali dengan sang istri ia menjadi bucin.


" eumm..iii..ituuu umii" ucap mereka gugup karna abi benar benar dibelakang delia dan delia menyadari kehadiran suami yang berdiri dibelakangnya hal itu membuat santri menjadi tertunduk.


" Ada apa !".


" lalu!"


" eum umii kami pamit izin untuk bersiap sholat ya umi " ucap santri putri yang menjadi kalang kabut.


" Abi berbeda banget ya sama aku dan dihadapan anak santrinya" kata delia dalam hati


" Bii biarkan mereka menyampaikan hal sebentar saja, mungkin ada yang ingin disampaikan " kata delia membetulkan sorban suaminya yang sedikit turun.


" sebentar lagi waktunya sholat maghrib umi, mereka belum wudhu telat nanti 'akan mendapatkan hukuman" jawab fikri


" Kalian sudah wudhu"


" Na'am sudah umi" jawab mereka serempak.


" tuh abi mereka sudah berwudhu"


" bagus" jawab fikri tegas ia melirik jam dinding yang berada di ruang tamu rumah singgah, 15 menit lagi mereka akan melaksanakan sholat maghrib.

__ADS_1


" 5 menit bicara ! abi sampai kalian belum hadir di masjid siap hukum!" tegas fikri.


" Na'm abi" jawab mereka serempak


" dikit dikit hukuman, dikit dikit hukum" bisik santri dengan perlahan , fikri tau ia dibicarakan dengan itu ia sengaja membuat santrinya disiplin dalam sholat.


" 3 menit !" ucap fikri ia bersiap meninggalkan mereka , dengan cepat delia mencium punggung tangan suaminya kemudian berlalu


" Ahhh...ihh buru bicaralahh gak ada waktuuu..." protes yang lainnya.


" elu aja ihh"..


" kamu ajaa"


" 2 menit!" tegas fikri dari jauh.


" Eumm dasar abii bisa aja bikin anak anaknya kalang kabut" kata delia dalam hati ia tersenyum melihat semuanya khawatir.


" ada apa nak? cepat katakan sebelum abi menghukum kalian, apa ada yang ingin di sampaikan nak ?" kata delia dengan lembut.


" jadi seperti ini ustadzah, kami ingin bertaaruf dengan haikal, bukankah tidak apa apa menyatakan perasaan seperti ibunda khadijah dengan nabi muhammad Saw.


" Ya Allah santri wati umii, umi mengira ada apa nak, sudah mau maghrib kalian cepatlah kemasjid sebelum abi menghukum kalian karna telat" kata delia dengan ramah.


" ta..tapii ummi"


" kembali lah , biar umi sampaikan dengan Abi tapi yang umi tahu haikal sedang bertaaruf dengan seseorang , "


" siapa "


" 1 menit" kata fikri sedikit berteriak alhasil mereka semua panik dan langsung berpamitan.


"Assalammualaikum umi"


" waalaikumussalam " jawab delia ia pun menggeleng gelengkan kepalanya


kemungkinan akan tamat tapi author belum menyiapkan ending yang pas untuk cerita ini karna sebenernya masih panjang dan ada beberapa eps membuat ketegangan, tapi author lihat yang komen sedikit, karna setiap ada notif komen author suka senyum senyum sendiri membacanya.


untuk cerita haikal author gatau dia bertaaruf dengan siapa nantinya, pastinya lebih seru.

__ADS_1


wah ga sengaja udah mau 200 eps aja😍


__ADS_2