
Malam berlalu kini pagi hadir menyapa. sinaran matahari pagi menunjukan keberadaannya., yang kehadirannya terkadang membuat orang mengeluh namun ia tetap menjalankan tugas untuk menyinari kehidupan.
" mamah" sahut ketiga putri cantiknya sambil menghampiri mamah yang sedang mengecek ponselnya.
" haii anak mamah udah pada mandi, ngomong ngomong ko ini pada pakai baju tidur" sahut mamah heran melihat anaknya.
" kita kan kompak mah kita udah mandi mah walau stay home " jawab zia yang sudah duduk disisi kanan mamahnya , sedangkan kia disisi kanan serta delia yang duduk dibawah kaki ibunya sambil menyender dikaki ibu.
" paham kok mamah nanty sebentar lagi mereka pada dateng nak bismillah hari pertama usaha" ucap mamah sambil memeluk anaknya.
" bismillah, papah kemana mah? " tanya delia yang sambil Membuat QNA di instagram miliknya.
" papah pergi sama mas erik " kali ini kia yang jawab .
" kak aku lagi open QNA di instagram"
"tumben dee"
"yaaa gapapa sekali kali"
" yasudahhhhh"
sambil memilih pertanyaan di instagram miliknya delia dan kedua kakak dan mamahnya melanjutkan obrolan santai.
@@@@
" assalamualaikum maaf Pak sembako nya sudah siap "ucap mang ujang.
" waalaikumsalam iyah mang tolong dibagikan kepada orang orang ya mang dan ini uangnya" jawab fikri sambil memberikan amplop kepada mang ujang
" baiklah terimakasih pak kalau begitu saya permisi dulu" sahut mang ujang.
" tunggu mang, yang untuk pondok pesantren tolong sekalian diantar ya mang saya lupa bilang mamang "jawab fikri sopan
" iyah baik Pak ada lagi "
" sudah cukup mang"
" baik Pak permisi, assalamu'alaikum,salam untuk abah dan ibu ya pak" ucap mamang sambil berlalu
__ADS_1
" waalaikumsalam iyah nanti saya sampaikan hati hati mang" jawab fikri
setelah berbincang dengan mang ujang mobil hitam yang dikendarai mang ujang dengan beberapa temannya pergi keluar dari pekarangan rumah menuju pondok pesantren untuk mengantarkan sembako dan bahan lainnya setelah itu melanjutkan pembagian sembako kepada orang orang yang membutuhkan dijalanan kota bandung. setelah memastikan mobil itu pergi fikri melangkah masuk kedalam rumah milik keluarganya.
" dari mana saja nak " tanya bunda
" habis dari depan bun liat mang ujang mengantarkan sembako untuk pondok pesantren dan membagikannya kepada orang orang diluar sana yang membutuhkan" jawab fikri sambil melangkah duduk dikursi single yang berada di depan bundanya.
" ohh sudah berangkat alhamdulillah atuh semoga bermanfaat dan berkah untuk kita semua nya" ucap bunda
" aamiin yaallah , mang ujang titip salam sama bunda sama abah sebelum berangkat tadi bun, abah kemana bun ko sepi " jawab fikri sambil memainkan ponselnya
" waalaikumsalam warahmatullah, abah pergi nak biasa ada dakwah jadi abah sudah berangkat tadi pagi beliau titip salam sama kamu nak tadi mau bilang diantar sama kamu tapi kamu lagi sibuk nak jadi abah diantar sama suami mba mu " jelas bunda
" waalaikumsalam atuh bunda maafin fikri fikri ngga tau dan maaf fikri ngga mengantar abah yaallah maafin fikri bun" sesal fikri yang memang tidak tau bahwa ada jadwal abah dakwah hari ini
" iyah nak tidak apa apaa, alisyah belum bangun nak" tanya bunda mengalihkan pembicaraan karna fikri jika merasa bersalah ia akan terus meminta maaf kepada siapapun walau orang itu sudah memaafkannya.
" belum bunda sepertinya dia sangat lelah karna semalam bercanda dengan aa dan teteh nya " jawab fikri
" nak apa ada yang kamu sembunyikan dari bunda" tanya bunda sambil menatap anak laki. lakinya itu
" nak ada apa" ucap bunda sambil mengenggam tangan fikri
" bunda bisa tidak kalau pernikahan aku dipercepat dengan wanita itu mungkin ini terlalu cepat bun tapi bukankah lebih cepat lebih bagus fikri tidak ingin berlama lama jika fikri sudah cocok fikri akan serius bunda." jelas fikri sambil menyenderkan kepala di pangkuan ibunda.
" atuh sepertinya anak bunda sudah tidak tahan yaa, baiklah bunda juga suka dengan dia nanti setelah abah pulang kita bicarakan ya dengan abah" jawab bunda sambil mengusap kepala fikri.
" baik bundaa " ucap fikri sambil terpejam karna lelah yang ia rasakan selama ini.
" anak bunda sudah tidur kasihan sekali kamu nak beban kamu begitu banyak ditambah ocehan ocehan orang diluar sana serta masalah masalah adikmu yang kamu tanggung sendiri demi kami bahagia, smoga kebaikanmu dibalas Allah dan kamu bahagia nak" gumam bunda dalam hati.
@disisi lain
" hoammm" menguap alisyah sambil mengucek mata.
"abii"
"abii"
__ADS_1
" abi ngga ada abi kemana lisya ko ditinggal" gumam alisyah sambil membuka pintu.
" auntyy aunty lisya udah bangun aunty buka" ucap alisyah sambil mengetuk pintu
" alisyah aunty lagi ujian alisyah jangan berisik" ucap salsa kesal sambil membuka pintu.
" huaaaaaaa"nangis alisyah
" alisyah diam jngn nangis"
"huaaaaaa, hiks hiks, huaaaaa"
" kenapa nak" ucap wulan lari dari kamarnya.
" mba ini alisyah aku lagi ujian dia berisik kak ketuk ketuk pintu " ucap salsa yang masih dengan nada tinggi
" kalau aa tau abis kamu dee " ancam mba wulan.
" tapi kak kan " sahut salsa terpotong
" cupcupcup lisyah jangan nangis iyah nak lisyah ada mamah cuuceu disini " jawab wulan sambil berlalu meninggalkan salsa
" hiihh kenapa sihh aku teruss yang disalahin kan lisyah yang salah" gumam salsa sambil membanting pintu keras hingga mengalahkan suara nangis alisyah dan tentu membuat alisyah kaget serta takut ditambah fikri yang bangun terkejut mendengar suara keras dari atas.
...*BRAKKKKK*...
" astaghfirullah ada apa bun "tanya fikri sambil bangkit dari tidurnya.
" ngga tau bunda nak coba kita liat" ucap bunda ikut bangkit.
Saat ingin berjalan tiba tiba wulan muncul dengan menggendong alisyah yang terus ketakutan dan memeluk mba wulan kencang.
" alisyah" panggil fikri.
" ada apa wulan" tanya bunda yang terkejut melihat alisyah.
" sayang nak ada abi nih alisyah sama abi iyahh tuh abi panggil alisyah" ucap wulan kepada alisyah.
" abiii" tangis alisyah pecah.
__ADS_1
"cupp sayanggg ada apa kenapa alisyah nangisss " tanya abi sambil menenangkan alisyah