Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
H-1 acara ,spesial tour rumah baru delia fikri.


__ADS_3

Setelah kepulangan dari toko delia dan fikri tengah berkumpul diruang keluarga adam syarief, alisyah telah lebih dulu tidur ditemani delia namun delia sudah kembali dari kamarnya.


" Kebetulan kumpul , abah bunda sayang ada yang ingin Aa sampaikan " kata fikri dengan serius.


" Apa nak "


" Ada apa A fikri " tanya abah.


" kita semua pasti sudah mengetahui soal haikal , anak yang fikri anggap menjadi anak fikri dari sebelum fikri menikah hingga saat ini"


" lalu nak " kata bunda meminta jawabannya.


Baik abah dan bunda ia tidak mengetahui persoalan yang aakan dibicarakan fikri termasuk delia sendiri. tak ingin berkomentar ia pun menyimak lebih dulu apa yang ingin disampaikan suami.


" jadi seperti ini , setelah mengajar dipondok , Aa kan keluar dahulu sebelum anak anak keluar, terus Haikal menemui Aa ia bilang ingin ber taaruf dan meminta Aa untuk menjadi perantara taarufnya haikal abah "


" bunda lupa punya anak bujang sudah besar " kata bundaa yang baru menyadari haikal sudah besar rasanya baru kemarin ia diperkenalkan fikri kini anak bujangnya sudah ingin menikah.


" Alhamdulillah atuh a percepatlah , kapan rencananya " tanya abah.


" setelah haikal lulus pesantren abah , beberapa bulan lagi "


" masih lama " kata bunda yang tak ingin anak bujangnya menikah dengan cepat


" kalau sudah jodohnya mau seperti apa pun akan dipertemukan bahkan disatukan bun " kata abah menasehati istrinya.


" hufttt ia abah , bunda minta maaf "


" yasudah "


" Oh ya neng keluarga kamu datang hari apa neng " kata aabah pada menantunya itu.


" In syaa Allah kamis abah"


" sayang bantu aku nanti untuk taaruf calonnya haikal yaa" pintanya


" kenapa aku bii"


" kamu istriku , turutilah selagi aku perintahkan!"


" baik bii"


****


Hari demi hari berlalu rasanya baru kemarin keluarga ini mencari bahan bahan yang diperlukan untuk acaranya. saat ini alisyah tengah bermain di kamar utamanya di rumah baru dengan viola raka alya , ya karna alya sudah besar jadi ia menjaga adik adiknya.


keluarga delia telah sampai sejak kemarin kini mereka sudah berada dirumah baru delia dan fikri. begitupun keluarga abah ia juga baru sampai dirumah anaknya.


Rumah yang bertingkat 2 di penuhi dengan warna hijau putih, diluar rumah berwarna putih, ia memiliki bagasi tersendiri dibawah jadi untuk kepintu utama harus menaiki anak tangga yang berada disamping kanan kiri, sedangkan didepan pintu utama berwarna hitam terlihat halaman yang dipenuhi rumput gajah dan banyak pot tanaman yang akan menjadi rutinitas baru delia.


Pada saat masuk kedalam rumah sudah melihat hijaunya kursi dan dinding yang bermotif menggunakan wallpaper , disisi kiri sudah ada rak hiasan tanaman kaktus serta beberapa pajangan , tak lupa ada rak buku untuk fikri mengajar kitab kitab dan kitab delia , kita lurus yu disisi kiri ada 2 kamar (kamar pembantu, kamar tamu), dan satu kamar yang dijadikan gudang, total 3 kamar , bahkan di garasi tersendiri sudah ada pintu yang menghubungkan garasi dengan dapur untuk kedapur yang dipenuhi warna hijau dan hitam sudah dilengkapi beberapa perbot tersusun rapih dari mulai panci set , kompor 2 tungku yang tanam hingga oven, bahkan kulkas mereka juga sudah terisi full. dibawah juga sudah ada kamar mandi khusus tamu.


Kita naik kelantai dua yuk😉 dilantai 2 ini terdapat 3 kamar yang masing masing kamar terdapat kamar mandi, dari ketiga kamar hanya satu kamar yang lebih luas dari kamar lainnya yaitu kamar utama untuk delia fikri yang membedakannya hanya luas dan memiliki balkon tersendiri dan satu ruangan keluarga untuk mereka bersantai yang menghadap langsung ke balkon, spot untuk mereka menjemur baju juga sudah disiapkan fikri di bawah dibelakng dapur dekat dengan gazebo kecil.

__ADS_1


" ini ruang Apa aja A " tanya mereka yang saat ini sedang berkeliling rumah fikri.


" kamar yang sekarang ada anak anak ini sebenarnya kamar tamu, sebelahnya kamar untuk orang yang membersihkan rumah, sebelah lagi ini ruang kerja fikri untuk sementara tadinya aa ingin di atas namun memilih dibawah aja, terus ini dapur , pintu ini untuk ke gazebo belakang dan spot untuk menjemur pakaian." kata fikri saat dirinya menjelaskan perihal rumah .


" kalau ini pintu apa a " kata mamah delia.


" itu untuk ke garasi mah, disisi kanan ada ruangan gudang untuk taro barang " ucap fikri yang berjalan ke anak tangga, pagar tangga mereka kaca ya


" masyaallah lengkap ya a bisa betah delia disini " ucap papah yang kagum atas semua isi dan dekorasi rumah


" ia pah tujuan Aa membuat istri nyaman karna kan Aa pasti mengajar kadang kekantor dan istri harus , untuk itu a fikri membuat nyaman agar ia tak kelayaban" kata fikri sambil melirik delia.


" Ihhs emang aku kelayaban apaa " gerutu delia.


" gaboleh gerutu " kata fikri yang tau pasti istrinya gerutu.


" A mau liat kamar " kata mba wulan yang penasaran dalam kamar fikri.


" kali ini aja ya setelah ini gaboleh masuk kamar !" kata fikri dengn tegas , ya kalian tau fikri tidak ingin kamarnya dimasuki orang karna yang ia tau kamar adalah hal privasi bagi siapapun.


" hemm iya iyaa "


Mereka pun menaiki lantai dua dimana kamar delia dan fikri lah yang saat ini mereka masuki.


" wihhh ini sih kamar sultan kali ya " kagum wulan dan diikuti anggukan lainnya


" ia bener bener nyaman dah " kata kakia yang berjalan kesana kesini, kamar delia berwarna putih karna netral jika pakai seprai apa saja.


" ini tidur 5 orang juga muat " gumam kak zia yang melihat kasur ukuran besar.


" ya biasa lah biar ekhem ekhem nya enak ga sakit " celoteh mba wulan.


" ada balkonnya juga " kata bunda membuka tirainya .


Walau tak sebesar rumah bunda namun rumah yang saat ini ditempati olehnya diakui cukup nyaman , bersih dan asri, rumah minimalis yang berada di kampung itu pun terlihat mewah , jarak dari rumah fikri ke pondok pesantren bisa ditempuh dengan jalan kaki tapi memakan waktu , mereka nantinya jika ingin ke pondok menggunakan sepeda motor .


***


" Makan yu" kata syifa.


" mau makan apa biar delia masakkin aja ya " katanya yang kemudian bangkit.


" nak kebanyakan kalau masak sekarang lebih baik pesan " kata bunda memberikan saran.


" gak apa apa delia masakin aja ya besok baru kita beli karna besok pasti cape " jelas delia membayangkan acara besok


" Yasudah nak mamah bantu yaa " ucap mamah yang kemudian bangkit diikuti bunda.


" bunda sama mamah duluan saja ke dapur , delia mau izin sama A fikri dulu " ucapnya keluar menemui suami yang sedang mengawasi orang yang memasang tenda untuk acara besok.


" Abii" panggil delia. fikri pun menghampiri delia yang berada di teras rumahnya karna untuk turun ke bawah kasihan sang istri..


" kenapa sayang " tanyanya

__ADS_1


" Aku izin mau masak dulu ya bi dibantu mamah sama bunda, "


" boleh sayang hati hati yaa , tolong sekalian masakin untuk mereka " ucapnya menunjuk orang yang sedang memasang tenda.


" baik abi"


~ dapur ~


" kita masak apa ya bu" kata mamah melihat isi kulkas yang sudah komplit.


" masak sayur asam aja , terus sambel terasi" kata bunda menyiapkan air untuk merebus sayuran.


" boleh " jawab mamah mengeluarkan sayur asem


bunda dan mamah pun mengupas sayuran dan memotong tempe tak lupa bahan bahan cabe bawang ia keluarkan.


" Mau masak apa bunda mamah ku " kata deia saat dirinya bergabung.


" sayur asem sambel dan tempe goreng nak ".


" kata abi tolong sekalian beri makan orang diluar mah bund" kata delia membuka kulkas ia melihat apa saja yang dikeluarkan yang pantas disajikan untuk dimakan.


" harus banyak dong nak " tanya mamah.


" gak apa apa mah nanti kalau ada sisa bisa dipanaskan untuk makan malam "


" yasudah nak "


" ini ada ayam sama ikan asin boleh di masak juga gapapa, jengkol juga bun " ucap delia mengeluarkan bahan yang ia sebutkan tadi.ia pun mulai mencuci ayam di westafel.


bunda memotong jengkol dan mamah memotong tempe.


30 menit mereka memasak.


" ihhh rumah baru masa masak jengkol" celoteh mba wulan yang mencium bau jengkol.


" Gapapa atuh neng wulan " kata mamah.


" kamu ini mba bantu sini " ucap bunda yang mendengar celoteh wulan sedangkan delia ia hanya tersenyum.


" umi masak jengkol ya " kata fikri yang baru saja kedapur.


" ia bi, maaf ya bau " kata delia menggoreng jengkol.


" gapapa , kalau masak yang membuat aroma seisi ruangan, jendelanya dibuka sayangkuh" ucap fikri berjalan membuka jendela.


" Yaallah maaf abi umi gatau "


" Gapapa lupa masih belum terbiasa " ucapnya menarik cadar delia yang menutupi matanya.


" terimakasih " kata delia.


" sama sama "

__ADS_1


__ADS_2