
Keluarga dari bang erik sudah berpamitan untuk pulang, bang erik sendiri ia tengah menyiapkan panggangan untuk mereka barbeque di gazebo belakang, panggangan mereka tidak menggunakan batok kelapa karna atas kesepakataan bersama mereka menggunakan panggangan kompor, mengingat masih dalam 14 hari meninggalnya papah, bukan berpesta justru mereka menuruti keinginan para kurcaci " pahh ayo alya mau sosis jumbo" rengek alya pada mas tyo.
" nanti ya nak nanti aja belinya" sahut mas tyo.
" vio mau vio mauuu" sahut viola antusias, ia juga melakukan hal yang sama merengek pada bang erik, selaku papih viola.
" raka mauuu pah " rengek raka pada mas tyo, sedangkan alisyah ia hanya menyaksikan mereka yang tengah merengek pada papahnya, ia hanya diam menyaksikan tingkah saudara suadaranya sambil menyender pada umi delia, delia yang mengerti akan perasaan alisyah mulai mencoba memeluk putrinya dengan lembut sambil mengelus tubuhnya seolah memberi ketenangan. " Alisyah kenapa sayang ?" tanya delia dalam dekapan putrinya
" gapapa umi "
" Alisyah mau sosis juga ?" tanya delia, reflex membuat alisyah menghadapnya .
" tapi abinya engga ada umi, nanti lisyah minta sama siapa kan umi masih sakit" lirih lisyah menatap mata uminya, sedangkan delia ia memegang kedua tangan alisyah dengan erat.
" ada umi sayang, abinya lagi keluar ada perlu, kan alisyah punya umi jadi lisyah jangan sedih yaaa , apapun akan umi lakukan untuk putri cantiknya umiii " ucap delia memegang dagu alisyah
" Yeyy terimakasih umiiii" sahut alisyah memeluk delia.
" sama sama sayang" membalas pelukkan Alisyah.
"yeyyyyyy yeyyyy sosis bakal sosis bakal yeyyyy" sorak kurcaci.
" Si alisyah baperan kaya abiny" gerutu mba wulan.
" kak stok sosis di kulkas masih banyak ?" tanya deliaa
" Ada 3 bungkus yang jumbo, yang sedeng 3 , mau bakar berapa ?" jawab kazia
" semuanya aja kak kayanya ada kornet juga deh sama dumpling di keluarin aja kak," ucap delia. "oke " sahut ka zia ia mulai mengeluarkan sosis pesanan delia.
" engga kebanyakan sayang ?" kata bunda yang mendengar permintaan menantu.
" engga bunda, kan banyak orangnya, ga cukup kalau satu , "
" yasudah bunda bantuin kazia siapin ya"
" iya bunda, ka masih ada apa aja bumbunya ?"
" kurang saus cabe "sahut ka zia sedikit berteriak. Delia pun gak jawab ia berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil uang membeli saus cabe singkat cerita ia pun sudah kembali dengan membawa uang.
Delia langsung berjalan ke arah pintu utama yang terbuka sejak acara tadi, tak ada yang menyadari kepergian delia, semua asik dalam dunianya, entah apa jadinya mereka jika tau delia keluar rumah sendirian terlebih belum 40 hari setelah melahirkan, mengapa delia berjalan sendiri karna ia tak ingin merespotkan orang lain.
Delia terus berjalan saat ia sudah keluar dari pagar besar rumahnya, ia melewati ibu ibu yang tengah berkumpul di sore hari, biasalah ibu ibu kalau sudah berkumpul pasti mengghibah. dan itu terdengar langsung oleh telinga delia. karna dari kejauhan mereka sudah melihat delia pasti sudah membicarakannya. " ******* bukan sih,"celetuk ibu ibu
__ADS_1
" Assalammualaikum ibu, permisi bu" ucap delia saat sudah berhadapan dengan ibu ibu
" Waalaikumussalam ya silahkan " sahut ibu ibu kembali mengghibah.
" mau kemana ustazah"
" bade ka warung" sahut delia
" oh ia bu"
" permisi ya bu assalammualaikum"
" waalaikumsalam"
Setelah memberi salam delia kembali malnjutkan perjalanan menuju warung yang sebentar lagi sampai.
" Dia siapa " tanya ibu ibu yang baru saja tinggal daerah situ , ia juga mendapat nasi box serta sembakoa dari keluarga delia
" itu ustadzah yang tadi ngadain pengajian dirumahnya , masa lu ga kenal" sahut ibu ibu yang udah lama tinggal disana.
" engga kan gue baru, dia orang sunda ?"
" bukan, orang sini asli, suaminya orang sunda"
" ohh pantes, lah udah nikah ?"
" saya kira masih gadis buu, ko tau semua tentang dia ?" tanya ibu ibu yang belum lama tinggal didaerah itu sambil menyilangkan kaki.
" tau lah kan ikut waktu nikahan, kan dia mah nikahannya beda ga kaya kita kita"
" beda gimana ?"
" ya beda lah dia mah nikahnya di bandung, bukan tempat suaminya tapi di pesantren milik suaminya, resepsinya di gedung, akadnya doang di pesantren , tau gak dia di sambut oleh pars santri itu lautan santri masyaallah sampe merinding" ucap ibu ibu tadi antusias sampe tangannya ia melebarkan membentuk banyaknya santri.
" Beruntung bangettt yaallah"
" ialah, insecure saya, dia aja disayang banget sama suami, harta banyak, kalau ngadain acara ga nanggung nanggung, cuma sayangg banget"
" sayang kenapa ?"
" shutttt diem eh ada orangnya " ucap ibu ibu memberitahukan kalau delia sedang berjalan pulang sehabis dari warung. ibu ibu menjadi diam mendadak hening saat delia sudah hampir dekat dengannya.
" Pulang bu ustadzah " sapa ibu ibu
__ADS_1
" ia bu, hehehe lagi pada santai ya bu" jawab delia sopan
" ia bu ustadzah sini mampir"
" terimakasih banyak atas tawarannya tapi saya mau buru buru pulang , mungkin nanti lain kali , yaudah mari bu " ucap delia kemudian berlalu.
" ia mari"
" cuma sayang punya anak prematur, sampe sekarang masih di NICU," ucap ibu ibu tanpa sadar delia mendengarnya karna delia belum jauh melangkah ibu ibu sudah melanjutkan ghibahnya.
"Ya gimana gamau prematur usia 20 tahun, anak saya aja masih nikmatin dunianya ga mikirin nikah, ibaratnya masih bocah" celetuk ibu ibu yang baru pindah dan itu menusuk hati delia, ingin sekali ia menghampirinya namun hati dan jiwanya berkata ia harus sabar.
" ya ia kalau dia mah gatau mungkin mau punya suami ustad kali makannya nikah eh giliran nikah punya anak , anaknya prematur, masih bocah itu mikirin kerjaan, refresing, have fun sama temen, bukannya nikah , kalau punya anak bener lah kalau prematur gimana, kasihan suaminya yang nanggung beban " celetuk ibu ibu yang tadi memberitahukan kalau delia ingin lewat.
" dia lahiran pas papahnya selesai dikubur tuh yaa, dia pinsan dan langsung galama lahiran sc lagi , "
" nah nah apalagi itu kan ya, beban banget ga sihh, sc lagi , belum sempurna jadi ibu kalau belum normal" protes ibu ibu yang baru pindah.
" eh bu ibu gaussh pusing kita ngurusin dia , harta dia sama kita banyakkan dia, mau dia sc mau engga toh sama aja sama sama jadi ibu, "sahut ibu ibu yang tak lain adalah kakia
" ibu bisanya ngomong ini itu tapi gatau kan hati adik saya kaya apa ? kalau ibu diposisi dia apa ibu marah ? marah pasti kan !! tapi tidak adik saya ia gak marah tapi perkataan ibu membuat hatinya sakit, dari sini aja bisa ketauan kalau adik saya lebih baik dari ibu ibu yang hanya ghibah, , sengaja saya diam diam mengikuti adik saya ingin tauu kelakuan ibu yang suka membicarakan keluarga saya!!" ucap ka kia berapi api ia kesal mendengar ucapan ibu ibu yang sejak tadi ia dengar membicarakan adiknya, ia mengumpet dibalik dinding rumah sebelah yang tak jauh dari rumahnya.
" maaf "
" maaf maaf, biasain bu hatinya tuh yang baik baik, mulutnya mengucap yang baik baik, percuma sholat puasa kalau suka membicarakan orang karna apa , karna nanti ibu gabakalan dapet apa apa. pahala ibu di berikan secara gratis oleh adik saya. "
" dan ibu bisa bisanya berkata adik saya hanya bisa menghasilkan anak prematur, jaga ucapanya ya bu, biar itu benar tapi bukan urusan ibu, yang terpenting bukan hasil zinah, !!!" kata kakia.
~~flashback
Disisi lain delia tengah berjalan perlahan keluar dari rumah dengan terburu buru, kia yang melihat pun sengaja mengikuti delia dari belakang, " mau kemana dia belom 40 hari udah nekad keluar " gerutu ka kia
" oh mau kewarung kayanya, coba ah ikutin dulu" gumam kakia berbicara pada dirinya, ia terus mengendap mengikuti delia dan saat tak ada tempat persembunyian didepan sana kia memilih berdiri di sisi tembok yang tak jauh dari ibu ibu. tanpa sengaja ka kia mendengar adiknya sedang di ghibahkan oleh tetangga, apalagi ia memberikan penilaian buruk terhadap adiknya , ingin sekali ia memaki namun ia tidak ingin ketauan oleh adiknya " astagfirulllah mulut wanita" ucap kia kesal
ia dengar bagaimana ibu ibu mencaci menghina delia dibelakangnya, apalagi saat delia berjalan pulang melewati ibu ibu, ia melihat tubuh delia yang ingin menangis mendengar penuturan ibu ibu, terlihat jelas tarikan nafas delia melalui tubuhnya hingga delia masuk kedalam rumah
" eh buu....
#off
- Thor kenapa ko cerita salsa ga dilanjut? karna ia menempuh pendidikan pesantren.
" Thor ko andri dan keluarga serta ibunya alisyah ga dilanjut ? mereka ceritanya kan dipenjara , tapi nanti ada kok tentang ibunya alisyah kemungkinan kalau author mau.
__ADS_1
- Thor cerita haikal ? haikal udah ya sebagian di jelasin, dan in syaa Allah author mau bikin cerita haikal khusus di novel haikal .. lanjut atau berbeda tempat masih belum author tentukan tapi nanti akan ada ..
yang mau Chat author bisa wa yaa kalau author lama untuk up atau ingin menyampaikan sesuatu bisa komen yaaaa