
Tak lama kemudian Ibu dan anak itu pun keluar dari supermarket. si ibu yang mempunyai ambisi besar ia pun menghampiri keluarga delia.
" permisi tante semua " ucap ibu ibu.
" mah ayo ihh maluu " bisik anak itu kepada ibunya, bukannya mengikuti arahan sang anak ibu pun memilih melanjutkan pembicaraannya.
" ada apa bu ? " tanya mamah ramah.
" barang kali tante dan semua sedang membutuhkan pegawai, ini anak saya mau kerja kok" ucap ibu itu meraih anaknya dengan sedikit kasar. melihat perlakuan sang ibu mereka menautkan kedua alisnya.
" kalau boleh tau sudah lamar dimana bu ?" tanya mamah
" semua kerjaan sudah ia lamar tapi belum cocok, menjadi beban keluarga saja " sahut ibu ibu. sianak yang dibicarakan seperti itu hanya diam dan menatap semua orang kemudian menundukkan pandangannya.
mereka sangat iba apalagi delia. " bu maaf bukan kami ingin ikut campur atau apa tapi anak itu bukan beban bu.. kitanya saja yang ttidak bersyukur.. anak adalah titipan dia sebuah anugrah " jelas fikri
" anugrah tapi kok beban "
" tidak ada anugrah itu beban, yang ada kita sebagai orang tua yang tidak bersyukur , begitu banyak orang yang ingin memiliki anak dan kita yang sudah di titipkan harus dijaga, ya sudah ini ada kartu nama lusa bisa datang untuk membawa surat lamaran yah " jelas fikri memberikan kartu nama produksi sang istri.
" untuk bagian posisi lusa akan dijelaskan "
" terimakasih pak bu tante" kata ibu ibu mengambil kartu nama.
" tuh kamu kerja ditempat orang kaya " bisik ibu ibu kepada anaknya yang didengar semua orang.
mereka yang menyaksikan hanya bisa menggelengkan kepalanya. dan ibu ibu itu pun pergi setelah mendapatkan kartu nama, " terimakasih saya permisi assalammualaikum" ucap anak itu membungkukan badannya.
" waalaikumussalam".
" anaknya sopan baik tapi ibunya " celetuk kia dan diangguki zia.
" innalillah " sahut zia
" ihs mulutnya sayang " tegur haikal.
" de kamu ga takut apa sama mereka siapa tau niat jahat" ucap erik tiba tiba.
" insyaallah engga kak " sahut delia lembut.
" punya hati seperti apa kamu nakk yaallah iba sama orang" ucap mamah dalam hati sambil terus memandang delia yang tengah menyusui zayyan karna mereka sudah berada di mobil siap siap untuk pulang kerumah mamah.
~~
" kamu yakin nak pulang malam ini ? apa tidak mau menginap sahur bersama ? " tanya mamah saat melihat delia fikri yang sudah ingin berpamitan untuk pulang ke bandung.
" ia mah karna besok ART baru mau datang dan lusa suamiku sudah bekerja di klinik" ucap delia meraih tas zayyan yang dibawakan oleh zia.
" terimakasih aunty " ucapnya.
" sama sama "
" besok aja nak pulangnya sahur bareng " ucap mamah lagi melihat jam pukul 20:45 WIB
" lia juga ingin sahur bareng mamah, insyaallah nanti kita sahur bareng lagi, kalau engga kalian semua saur dirumah lia , ya kan sayang " ucap delia yang meminta persetujuan sang suami.
__ADS_1
" itu harus dong , dan harus buka bersama, yasudah mah semuanya kami pamit yaa" ucap fikri mencium tangan ibu mertuanya diikuti delia alisyah.
" abi hati hati " ucap haikal
" siap, kamu jangan lupa hapalan yang abi berikan , 1 bulan masa honeymoon dipergunakan yah setelah itu kembali ke pesantren dan kita ada akan respesi" ucap fikri menggoda anak nya yang sudah menikah.
Zia yang mendengar kata honeymoon hanya bisa tertunduk malu karna kini wajahnya merah padam, " helehhhh sok malu malu " goda kia.
" iya siap bi " ucap haikal merangkul sang istri yang kini sudah malu.
" yasudah kami pamit ya kalian hati hati Assalammualaikum " ucap fikri delia.
" waalaikumussalam" jawab mereka setelah mengantarkan delia fikri alisyah zayyan ke mobil mereka pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat.
**
Dirumah keluarga abah lantunan ayat suci Alquran terdengar jelas hingga penjuru rumah, kegiatan tadarus bersama dilakukannya setelah sholat tarawih.
" loh bunda mau kemana ? " tanya abah melihat bunda yang membawa sapu lidi aren.
" bunda mau membereskan kamar fikri bah " jelas bunda
" Aa fikri mau nginep bun ? " tanya syifa bahagia , anggukan bunda adalah jawabannya ia pun tersenyum senang, sudah lama aa nya dan teteh tidak menginap dirumah utama.
" Alhamdulillah akhirnyaa sekian lama rumah ini sepi kini terdengar tangisan zayyan " ucap abah ia pun duduk di sofa
" Alhamdulillah yasudah abah bunda merapihkan dulu yah"
" syifa bantu yah bunda "
Begitulah bunda jika ada anak cucunya yang ingin menginap ia akan merapihkan tempat untuknya beristirahat dengan tangannya sendiri lah ia tidak mempercayai pada siapapun.
" bunda memang Aa sudah sampai mana ? " tanya syifa saat merapihkan kamar a fikri
" sudah di tol katanya nak"
" teh wulan sudah dikabarin bun ? " tanya syifa lagi.
" sudah besok pagi teh wulan kesini"
Jam menunjukkan pukul 00:40 WIB, Mobil pajero sport memasuki perkarangan rumah utama, fikri pun mematikan mesin mobil nya.
"Alhamdulillah sampe " gumam fikri.
" sayang bangun yuk sudah sampai" ucap fikri mengelus pipi sang istri, delia yang tertidur pun bangun merasakan sentuhan sang suami.
" sudah sampai bi ? maaf aku ketiduran " lirih delia ia pun mengambil cadar tali dan memakainya.
" gapapa yuk turun"
Delia pun turun membawa zayyan didalam pelukkannya serta tas zayyan yang ia tenteng, sedangkan fikri ia menggendong alisyah.
" kang tolong turunkan yang dibelakang " ucap fikri pada pak satpam yaitu oleh oleh yang mereka bawa.
" siap tuan "
__ADS_1
"Assalammualaikum"
" waalaikumussalam yaallah cucuku " ucap bunda abah menghampiri mereka.
Delia fikri mereka pun bersalaman dengan bunda yang langsung mengambil zayyan dalam gendongan delia, " cucuku masyallah tabarakaallah cupsss " ucap bunda mencium zayyan dengan gemas.
" bunda abah fikri letakkan alisyah dulu yah " ucap fikri kemudian diangguki oleh abah bunda.
" kalian berangkat jam beraps nak ? " tanya abah ia duduk di sofa.
" jam 9 kurang bah, bunda abah belum tidur ? " tanya delia
" sudah nak baru saja selesai tahajud kalian sampai " jawab bunda.
" Non ini diletakkan dimana ya ? " tanya satpam membawa oleh oleh
" apa itu nak ? " tanya abah melihat dus besar.
" oh ini oleh oleh abah bunda, mang maaf tolong letakkan di dapur yah "
" baik non "
" yaallah nak beneran dibeliin ? "
" bunda nitip apa ? "
" nanas buat selai abah apalagi kan mau lebaran orderan kita banyak buat nastar " jelas bunda.
" Owekkkkk... owekkkkkk...
" ih bangunn cucuku sayangg" ucap bunda ia menciumi hidung pipi zayyan.
" bunda abah delia titip zayyan sebentar yah mau liat alisyah belum digantikan bju tidur " pamit delia
" ya nak silahkan "
~~
" sayangg" panggil delia
" apa"
" aku ingin pomping asi nanti zayyan kamu yang ambil yahh " ucap delia ia pun mulai mempersiapkan alat pompa asi dengan kantong asi yang sudah berada di sisinya.
" baiklah , alisyah sudah mengganti pakaian sendiri tadi sikat gigi lanjut tidur lagi.. aku kebawah kamu lanjutkan pompa asinya"
" terimakasih suamiku "
" sama samaa istriku "
Karna delia esok ingin berpuasa ia pun mempersiapkan stok asi untuk zayyan, walau zayyan minum susu juga tapi delia tidak ingin zayyan terlalu fokus pada susu sehingga tidak mimik ASI
" loh istrimu kemana a ? " tanya bunda melihat fikri sendiri. fikri mengambil posisi duduk dekat bundanya.
" sedang pompa ASI bunda untuk esok zayyan karna delia ingin berpuasa " jelas fikri.
__ADS_1