
Sinar mentari lagi telah memancarkan sinarnya, terlihat ramainya kendaraan yang berlalu lalang dan banyak nya pula orang orang yang beraktivitas di hari weekend ini. sebagian mereka ada yang berlibur dan ada juga yang mungkin harus bekerja. Namun, tidak dengan pasangan yang baru beberapa jam yang lalu mengikat janji suci pernikahan.
Jam sudah menunjukan pukul 08:30 wib mereka masih berada di kamar hotel, lelah yang kini dirasakan oleh mereka semalam terjadi penyatuan hak dan kewajiban antara mereka, setelah mandi dan sholat subuh berjaamaah mereka memutuskan untuk tidur kembali karna delia tidak bisa berjalan diakibatkan rasa nyeri itu.
" Sayang bangun yu " ucap fikri membangunkan delia seraya membelai pipinya.
" Eummm.. ii... iyaaa sayang" sahut delia yang kini berusaha untuk duduk.
Entah sejak Japan mereka mulai memanggil sayang satu sama lain yang jelas mereka mengatakan sejujurnya bahwa mereka mencintai satu sama lain hingga perasaan itu benar muncul dihatinya, memang benar cinta dapat mengubah segala nya.
" Apa masih sakit? " tanya fikri yang mulai khawatir terlihat jelas apa yang kini dirasakan istrinya.
" Ii.. iiiya sayang" jawab delia yang kini tidak bisa menyembunyikan rasa.
" Apa besok saja kita pulang nya " tanya fikri yang masih melihat ke arah istrinya.
" Aku minta maaf sayang " lanjut fikri.
" Sudah sayang tidak perlu meminta maaf inI kewajibanku dan aku harus siap kapanpun walau tidak sekarang pasti aku akan merasakannya nanti" jelas delia sambil mencoba bangun.
" Yasudah kamu istirahat dulu ya biar keadaan membaik."
@@@
DiSisi lain dari keluarga Adam syarief dan reno zinal mereka sedang berkumpul di ruang keluarga Adam syarief semalam mamah memutuskan untuk menginap di rumah besannya.
" Antum pulangnya besok saja pak " ucap abah pada pak reno yang sekarang adalah besannya.
" Afwan teeimaksih banyak tapi maaf kami ada janji dengan keluarga "
" Oh iya sudah tidak apa apa pak"
" Ini ko tumben yah pengantin baru kita belum tiba " ucap bunda yang kini membuka pembicaraan santai.
" Lohh iyah ya ustadzah saya baru inget sudah hampir jam 09:00" ucap mamah pada bunda.
" Ahhh sperti tidak mengerti kamu ini bunda " ucap abah pada istrinya itu.l sambil tertawa.
.
__ADS_1
" Biarkan mereka menikmati dunianya " ucap papah yang kini ikut tertawa.
"Gak sabar aku mudah mudahan mereka cepet dapet momongan"
" Aamiin yaallah "
Wulan pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungI aa nya karna penasaran belum tiba membuat wulan melakukan panggilan video call.
" Lebih baik kita lakukan video call "
" Nak nanti ganggu Aa kamu "
#Panggilan terhubung#
" Assalamualaikum " ucap fikri di sebrang sana
" Waalaikumsalam aa" ucap mereka.
" Wahhh ramainnyaa "
" Iyah dong cepet kesini atuh a "
" Hehehee iyah nanti fikri akan kesana dengan delia Yaa " ucap fikri sambil melihat ke arah delia dan itu tidak terlepas dari pandangan mereka.
" Nak anak mamah dimana ko tidak terlihat " sahut mamah yang kini melihat anaknya tidak ada.
" Ada mah sbentar yaaa fikri berikan ponselnya " ucap fikri sambil berjalan mengambil hijab delia yang jatuh tergeletak dan menyuruhnha pakai. fikri pun ikut naik keatas tempat tidur dan ikut gabung bersama istri.
" Assalamualaikum semua nya " ucap delia lembut.
" Waalaikumsalam "
" Neng kemana ajaa baru bangun ya " ucap bunda
" Nak kamu baru bangun " tanya mamah pada delia yang kini ponselnya wulan selalu wulan tinggikan seraya selfie.
" Iyah mah"
" Yeyy sebentar lagi nambah ponakan " ucap wulan yang membuat mereka bersyukur dan mengucap yang terbaik. fikri dan delia pun di buat mati kutu .
__ADS_1
" Ahhh baiklah baik lah lanjut kan "
" Yaudah kami tutup ya telponnya " ucap mamah
' Dadahhh sampai jumpa dan jangan lupa mamah pulang hari ini " ucap mamah lagi.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
#panggilan terputus#
" Sayanggg kamu yakin mau pulang hari ini " tanya fikri.
" Iyahh sayang, karna mamah akan pulang siang ini beliau menginap di rumah tante besok pagi pulang kedepok"
" Apa tidak mau liburan dulu disini "
" Produksi busana kami terbengkalai jika tidak ada kami nanti nya karna kaka disini juga, dan ka zia kuliah juga "
" Baik lah "
" Aku penasaran sayang boleh aku Bertanya " ucap delia pada fikri.
" Apa sayang "
" Mba wulan kan dipanggil mba padhal dia asli bandung ko bisa dipanggil mba? " tanya delia.
" Ohh itu karna suami nya orang jawa jadi ikut deh dipanggil mba itu pilihan mba wulan sendiri sayang "
" Ohhh iyasudahh aku mandi dulu ya " ucap delia sambil berusaha jalan,,
"awww "
"kamu tidak apa apa "
" Tidak apa apa hanya sedikit terkejut "
" Biklah pelan pelan ya sayang "
__ADS_1