Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#219


__ADS_3

Mobil sudah terparkir di garasi rumahnya, garasi yang luas bisa menampung 5 mobil sekaligus, Alisyah ia bertemu mamah dan ka kia di jalan ia pun meminta diturunkannya di jalan bersama mamah mamihnya.


" Assalammualaikum " kata fikri delia saat mereka memasuki rumah


" waalaikumussalam nak , sudah pulang " sahut bundaa. ia pun mengulurkan tangannya dan dicium oleh delia fikri begitupun kepada mamah.


" sudah mah "


" lisyah kemana nak ?" tanya bunda pada delia.


" lisyah bertemu mba di jalan jadi minta bareng sama mba " ucap deliaa.


" nak kamu bersih bersih dahulu baru pegang zayyan ya " kata mamah mengingatkan dan diangguki delia.


" mah bunda delia bersih bersih dulu ya " pamit deliaa


" iya sayang "


Delia pun pergi kelantai atas untuk membersihkan tubuhnya, karna kamarnya berada di lantai 2 ia pun harus menaiki tangga yang lumayan lelah.


" bun, abah kemana ?" tanya fikri.


" abah ada undangan sama syifa nak "


" ohh yaudah bun mah aa pamit nurunin barang dulu " kata fikri ia pun berlalu menurunkan belanjaan yang berada di mobil dan memasukkannya ke dapur, untuk di susun delia.


" biar mamah bantu ya a " kata mamah menawari untuk membantu menantunya.


" tidak apa apa mah biar aa saja mamah temani zayyan saja " jawab fikri ia takut mamahnya tersinggung.


" gaapaa nak mamah bantu " jawab mamah ia mengambil kantong belanjaan dari pasar.karna barang belanjaan dari swalayan fikri letakkan di kardus.

__ADS_1


" hati hati mah, letakkan saja di dapur biar delia susun. " sahut delia yang kini sudah menggendong zayyan.


" ia nak "


***


para santri putri maupun putra tengah bersantai sebab hari ini adalah hari liburnya mereka jadi untuk kegiatan pondok diliburkan satu hari.


" nab zah aku mau pamit pulang dulu ya kerumah gus ning, " kata ka zia ia berpamitan pada sahabatnya karna ia sedang berada di rumah singgah.


" sudah izin sama ustadzah zi ? "tanya nabila


" sudah justru ning yang meminta aku kesana " jawab ka zia ia membawa kitab dan selembar kertas dari haikal yang selalu ia bawa.


" yaudah hati hati yaa, mau kita antar sampai depan ? " tanya zahraa


" boleh yuuk " kata zia dan diangguki oleh kedua sahabatnya.. mereka mengantar sampai ke gerbang utama pondok mengingat adanya santri putra yang suka berlalu lalang untuk itu kedua sahabatnya menemani ka zia.


~


" ia enak tuh kalau punya adik ning dan keluarga pemilik pondok , keluar masuk sesukanya"


" ya jelas lah mereka bisa keluar masuk, kan ketiganya punya kuasa, mau bersaing sama mereka ? atuh ngaca diri lu siapa" celetuk salah satu santri dan setelah mengatakan itu keduanya menjadi bertengkar. yang satu merasa hebat dan yang satu merasa benar.


ka zia, zahra, nabila mereka menghentikan langkahnya menghampiri kedua santri putri yang bertengkar. " ada apa ini " tanya ka zia dan kedua sahabatnya.


" ini ukh dia ngejelekin anti "


" ya emang bener kan "/


" tapi ga kaya gitu jugaa, lo juga kaalu jadi dia kaya gituu kan " bela salah satu santri

__ADS_1


" sudah sudah sudah, zah panggil ustadzah" pinta ka zia dan zahra pun berlari keruangan ustadzah untuk memanggil uminya atau uminya nabila.


" ada apa ini " tanya ustadzah anisa.


" ini ustadzah santri ini menjelek jelekkan ka zia, dan ka bila ka zahra "


" yang gue omongin beener " bela diri


" sudah sudah sekarang ikut ustadzah ke ruangan , ka zia pulanglah ning sudah menunggu, " kata ustadzah anisa dan kedua santri yang terlibat pertikaian pun ikut pengurus ke ruangan yang mana seluruh santri menghindari ruangan itu.


" zia pamit ustadzah assalammualaikum "


" waalaikumussalam " jawab ustadzah.


Kazia dan kedua temannya melanjutka perjalaanan kembali menuju gerbang. banyak santri putra melihat ke arahnya dan banyak dari mereka memandang ka ziaa maupun kedua sahabatnya dengan kagum, kazia hanya menundukkan pandangan disaat mereka bertemu santri putra, dan haikal yang melihat ka zia pulang pun hanya diam ia terlalu cemburu dengan santri lain yang menginginkan ka ziaa.. " aku akan mendidikmu menjadi lebih baik ka, jangan di pondok aku ga sanggup kalau harus bersaing dengan mereka mendapatkanmu " gumam haikal dalam hati.


" woyy kall "


" kalllll ".


" ah...apaaa " jawab haikal gelagapan.


" lu kenapa liatin zia gitu ?" tanya heru.


" gitu gimana ? biasa aja ? " jawab haikal cuek.


" cihhhh gausah boong dehh ngaku aja "


" ini kenapa dah si heru " kilah haikal kembali bertanya.


" gausah ngelak jawab sih "

__ADS_1


" ia kal jawab , lu kaya ada yang di sembunyiin sama kita " sahut azam yang sejak kedatangan zia haikal benar benar menjadi diam.


" .gak ada yang mau disembunyiin, gak ada yang harus di jawab, semua nanti akan terungkap pada waktunya, kalian akan tahu sendiri kok " jawab haikal santai..ia tidak.ingin bertengkar hanya karna perempuan..


__ADS_2