
Flashback off
Drrrtttttt ( bunyi getar ponsel mamah)
"kenapa aku ga bisa tidur " kata mamah ia gelisah tak bisa tidur padahal jam sholat tahajud sudah tiba.
"ada pesan ? dari siapa? " gumam mamah dalam hati ia pun membukanya dan membaca isi pesan tersebut dimana membuat matanya melebar serta darahnya menjadi mendidih(emosi) membaca isi pesan itu.
...Tante cantik, tolong ya anaknya jangan disuruh datang ke bandung, soalnya saya dan ustad fikri akan segera menikah, saya siap jadi istrinya kedua, jika tante tak menahannya maka siap saja kami akan romantis didepan putrimu dan itu membuat anakmu cemburu!...
" fikri kurang ajar beraninya dia poligami tanpa sepengetahuan kami! " geram mamah ia pun berjalan menuju kamar menantunya.
dengan perasaan amarah menguasai hati ia pun berjalan dengan cepat tak terasa sudah sampai didepan kamar delia, ingin mengetuk pintu namun mamah urungkan karna ia tiba tiba teringat zayyan, cucu laki laki kesayangannya.
" Huftt kenapa aku bisa kesini, lebih baik akan aku tanyakan besok , " ucap mamah pada diri sendiri ia pun kembali ke kamarnya.
***
" YaAllah mamah, mamah jangan seperti ini kasihan zayyan jika harus dipisahkan dengan ibunyaaa" lirih fikri yang melihat istrinya ditarik paksa mamah. Mamah menjelaskan alsannya kenapa seperti ini karna ia sudah menunjukkan pesan yang ia terima dari seorang perempuan yang mamah yakin itu adalah suruhan fikri.
" Fikri dengar ya! pasang telingamu baik baik! mamah tidak akan mengubah ucapan mamah! ceraikan anak mamah dari pada ia kamu poligami!" tegas mamah menatap menantunya dengan amarah.
" mamahhhhhhh" teriak semua penghuni rumah atas ucapan mamah yang membuat seisi rumah terkejut, bisa bisanya mamah mengucap hal seperti ini.
" Mamahh..hikss.. lia gamau cerai sama Aa fikri, lia gamauuu, mamah lepasin liaaa..hiksss." kata delia ia meronta melepaskan diri dari cengkraman ibunya.
" Aabiiiii tolongggg" lirih deliaa ia meminta pertolongan sang suami yang saat ini sudah bertekuk lutut dihadapan ibu mertuanya.
" mahhh dengerin Aa ayo mahh sebentar saja , dengerin penjelasan A fikri, kali ini mahhh" lirih fikrii memohon pada ibu mertuanya.
Mamah ia tidak menoleh sama sekali, padahal fikri sudah berada di depan kakinya namun seperti kecewa mamah tak ingin menatapnya sedangkan bunda ia sudah membantu fikri berdiri dan zayyan ia sudah berada dengan mba wulan yang berusah menghentikan tangis zayyan.
owekkk...owekkkk..owekk..
"cupp..sayangg..cupp zul haus yaaa, nanti bikin susu yaaa zulll. " lirih mba wulan ia juga tak kuasa menahan tangis melihat pengorbanan Aanya demi keutuhan rumah tangga serta ia tidak tega melihat zul menangis.
" bangunn nakk kamu jangan seperti ini" lirih bunda mencoba membangunkan fikri.
__ADS_1
" Mahh itu semua engga bener mah, fikri akan tetap mencintai delia dan hanya anak mamah lah yang menjadi istri fikriiii, bagaimana bisa aku mencintai orang lain sedangkan istri fikri sendiri sudah sangat sempurna" ucap fikri dengan berurai airmata,
" Bu memang saya akui ada wanita dan keluarganya yang datang kerumah ingin meminta dinikahkan oleh fikri namun saya menjawab tidak karna fikri sudah punya istri dan fikri berjanji pada alm pak reno dihadapan saya kalau ia tak ingin berpoligami, dan bu maaf kami tak ingin ikut campur namun jika sudah meminta cerai itu sudah keterlaluan bu" kata abah menimpali
pah apa papah berkata seperti itu pada menantu dan besan kita" kata mamah dalam hati, mamah tak sengaja merenggangkan pergelangan , dengan cepat delia berlari memeluk suaminya.
"Aaaa...abiii hiksss aku gamauu cerai " lirih delia memeluk suaminya. mata delia melihat zul menangis ia pun menjadi teriris melihat pemandangan anaknya menangis seperti mengetahui perdebatan
."deliaaaaaa kembalii dengan mamah, !" tegas mamah.
" Mah liat dengan mata mamah ! selama ini delia ga pernah membantah mamah, delia selalu menuruti kata kata mamah, apa mamah gamalu bersikap seperti ini dengan suami delia yang sudah banyak membantu kita, apa mamah gamalu berhadapan dengan besan mamah! hiksss..apa mamah lupa siapa mereka ? dan siapa delia di keluarga mereka? apa mamah lupa huh ? " kata delia dengan mata memerah ia sudah cukup sabar namun tidak akan ada selesainya jika ia tak membuka suara, mamah yang mendengar anak bontotnya menaikkan nada bicaranya ia tidak sanggup menoleh kearahnya.
" Delia anak mamah, baik burunya lia lia anak mamah, anak yang selama ini menuruti keinginan orang tuanya, anak yang selama ini tidak pernah berkata ah , nanti dll , mah kakkia ka zia bang erik kenapa diam saja ? kalaupun suami delia menikah lagi Delia ikhlas lahir dan bathin , suka dan duka itu pilihan delia jika delia menerimanya , tapi kalian dengar dari pengakuan suami delia, abah , bunda kalau mereka tidak ingin delia dimadu, mereka yang bersangkutan sudah memberikan penjelasan kenapa kalian masih mempercayai orang lain ? mahh yang ingin menjadi istri a fikri bukan hanya satu tapi buanyakkkkk, siapa sih yang gamau menikah dan mempunyai suami anak dari pak kyai ? seorang gus serta ustad muda tampan macam a fikri ? banyakk mah, kalau aa mau berpoligami sudah dari dahuluu dilakukan.tapi sampai saat ini apa aa sudah berpoligami ? janji suami delia pada papah masih ia pegang untuk tidak akan berpoligami, hiksss..mah lia ini menantu dikeluarga abah, keluarga yang anaknya mamah sakiti, lia tau mamah sayang banget sama liaa.. tapi mohon maah jsngan seperti ini." kata delia ia pun mengambil zul dan memutuskan untuk meninggalkan ruang keluarga, dan memutuskan masuk kedalam kamar.
" mah maafin fikri atas sikap deliaa kepada mamah, fikri janji mah tidak akan berpoligami , tidak akan menyakiti hati putri mamah, maafin semua kesalahan aa dan delia, Aa tau mamah cuma salah paham saja, Aa izin menyusul delia ya mah" jawab fikri ia pun menyusul delia.
hal yang sama dilakukan oleh semua anggota keluarga yang berada disana , mereka memutuskan untuk masuk kedalam kamar untuk beristirahat karna hari sudah mulai maghrib, tinggal lah mamah sendiri ia mulai menyimak ucapan menantu dan anakny, ucapan delia ada benarnya juga.
**
" zayyan haus ya nakk hiksss, maafin umi abi yaa sayangg, bantuin umi ya nakk , jangan sampai kita berjauhan, sudah sesak umi berjauhan dengamu selama ini, jangan sampai hal itu terulang kembali nak, umi benar benar tidak sanggup naakk hikssssss" lirih delia ia mengecup tangan zayyan.
Fikri yang mendengar ucapan sang istri ia hanya bisa melangkahkan kakinya perlahahan hingga ia duduk disamping sang istri.
" menangislah mii , jangan dipendam, keluarkan isi hatimu " ucap fikri lembut,
" Hikss..abiiii...hiksss" lirih delia menangis dibahu suami, sambil ia menyusui zayyan.
" Mamah kenapa jahat banget mau pisahin kita bii,"
" mamah ga jahat sayang, mamah hanya salah paham ajaa, udah jangan marah ya sama mamah, anggap aja mamah gapernah bicara hal sepeeti itu mii, udah ya jangan nangiss kasihan tuh zayyan mimi asinya ga tenang" kata fikri menenangkan sang istri.
" tanganmu sakit gak mi" kata fikri lagi
" sakittttt..mamah narik aku kenceng bangett mana aku ga siap, untungnya gak lagi gendong zayyan , cobs kalau gendong zayyan gak kebayang bii gimana tadi " ucap delia cemberut, ia membayangkan bagaimna kejadian tarik paksa yang mamah layangkan untuknya.
" cupp chayank abi sakit yaa, aku urutin nanti ya sekarang berikan asi yang kenyang untuk zayyan ya miii " kata fikri mengamati putranya yang sedang menyusu.
__ADS_1
" Naonnn ihhh matanya" ucap delia mengusap wajah suaminya yang menatap gundukan gunung.
" hahahhaa," tawa fikri pecah melihat wajah imut istrinya.
" ihhh naonnn ihh" rengek deliaaa.
" dulu punya abi sekarang dipinjem zayyan huhhh " ucap fikri.
" ihh dasar, besok pulang bi?"
" pulang yuk, rumah kita sudah di bersihkan dan di ngajiin tiap malam jadi gak kosong mii , besok langsung kerumah jadi gak bunda mi " jawab fikri.
" kerumah singgah ? "
" umi mau ?
" ya gapapa bi "..
" nanti abi tanyakan abah ya "
***
"Bunda gak menyangka abah , kalau besan kita semarah tadi "
" abah juga tapi sudah lah umi, jangan membalas marah karna rugi, lebih baik memafkan, selain membuat hati tenang , memafkan juga membuat keadaan lebih baik, "jawab abah
" bunda gak enak tinggal disini bii "
" Besok kita pulang , zayyan sama fikri juga"
" terus menantu kita bah? " tanya bunda
" ikut jugaa "
" mamah nya ?
" sudah seharusnya bun kalau fikri pergi ia ikut, kalau ia tak ingin ikut sama saja tak menuruti suaminya"
__ADS_1