Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#247 rencana apaa yang akan dilakukan ?


__ADS_3

Tak terasa delia dan kedua kakanya sudah tiba dirumah, mereka langsung pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


" Innalillahiwainna illaihi rojiun" ucap delia setelah ia selesai mandi dan melihat ponselnya.


" ada apa ? " ucap fikri.


" liat deh bii , ini lokasinya gak jauh dari rumah , bunuh diri" ucap delia menjadi panikk..


Fikri yang tengah menggendong alisyah pun melihat kearah ponsel delia yang ia tunjukkan kepadanya, " innalillahi wa inna illaihi rojiun"


" serem ya bii"


" umiii umi sudah pulangg" ucap alisyah yang terbangun dalam gendongan abinyaa ia pun meminta delia gendong, karana panik delia pun menggendong alisyah.


" sudah sayang , alisyah ada yang sakit ? " tanya deliaa panik.


" ada umii"


" apaa sayaangg.. yang mana yang sakit nak,, bicara sama umi mana yang sakit sayang" ucap delia semakin khawatir ia menurunkan alisyah dan melihat seluruh tubuhnya sementara fikri hanya diam melihat sang istri yang panik.


" yang mana nak katakan pada umi" kata delia lagi.


" ini umi" menunjukkan mata dan dadanya.


" abiii ayooo kerumah sakitt pastikan putri kitaa sehatt, abi ayoooo" kata delia ia meraih tasnya dan kunci mobil menuntun alisyah untuk keluar dari kamar.


Melihat istrinya kalang kabut fikri pun berusaha untuk meredamnya dengan menanyakan kondisi putrinya " tunggu penjelasan alisyah tanyakan sakit seperti apaa " ucap fikri.


" kamu ini anak sakit kenapa menunggu penjelasan, abi umi tidak mau ya kalau alisyah kenapa kenapa " protes deliaa .


Menunggu sang istri menanyakan lebih jelas kepada putrinya akhirnya fikri memutuskan untuknya menanyakan sendiri " lisyah sakitnya seperti apa ? " tanya fikri kepada putrinya tanpa menghiraukan protesan delia.


" mata lisyah sakit abi umi kalau liat suster itu, dan dada lisyah sakit kalau suster itu mendekati lisyah , terus abi jugaaa, iiii lisyah gamauuu sama suster ituuu abiiiiii umii ayo pulangg" rengek alisyah dan membuat delia melongo ia terkejut atas ucapan alisyah dan fikri hanya tepok jidat mendengar ucapan alisyah.


" ma... maksudnya nak " ucap delia yang tak mengerti persoalan yang ada.


" ihh umii jadi tuhh suster vio , mau buatkan abi kopi tapi ommah bilang udah sama umi dan kata suster kalau lisyah mau apa apa bilang sama suster , alisyah gamau kan alisyah punya umi , ayoo umi pulang ke bandungg" rengek alisyahh meraih tangan uminya dan digoyangkann


delia pun paham namun ia hanya berpikiran kalau suster itu baik tidak bermaksud jahat kepadanya " sayangg dengarkan umi yaaa nak, kalau kita mau menolak penawaran orang lain ,tolak lah dengan kelembutan serta sopan santun jangan sampai ucapan kita membuat kesinggung orang lain, umi sudah mengetahui permasalahan nya lain kali cantik ya umi menolak dengan baik ya sayang " jelas delia ia mengusap kepada alisyah dengan lembut.


" ta... tapi umii suster itu mau membuatkan kopi untuk abi"


" nakk..terimakasih sudah mau menceritakan dan jujur sama umi apa yang terjadi, tidak apa apa nak suster itu membuatkan abi kopi ,tetapi nakk abi tidak akan meminum kopi jika bukan umi yang membuatnya jadii alisyah tidak perlu khawatir yaaa, sama seperti alisyah alisyah tidak akan mau meminta apa apa sama siappun kalau bukan sama umi nah seperti itulah.. " jelas delia diangguki oleh alisyah.

__ADS_1


" pintarnya anak umi, jadi bagaimana apakah mau ke dokter ? " ucap fikri.


" engga abi alisyah sehat kokk hehe, abiumi alisyah sama aa zayyan yaaa dah " ucap alisyah kemudian berlalu pergi.


" ada ada aja itu anak siapa " ucap fikri melihat alisyah keluar.


" anak aku lahhhh masa anakmu " kata deliaa ia pun ingin keluar kamar namun dicegah oleh fikri.


" ada apaaa " kata delia saat pergelangan tangannya di tahan fikri.


fikri pun mendekatkan tubuhnya dan membuat delia semakin mundur ia pun tidak bisa maju ataupun mundur. " aa.. ada apa abi "


" Sudah aku kirimkan 200 juta ke rekeningmu, pakailah untuk keperluanmu, semua kebutuhan keluarga menjadi tanggung jawabku, " kata fikri ia pun pergi mengambil baju kaos pendek karna ia masih menggunakan jas kerjanya.


" aa.. apa bii... banyak banget " ucap delia ia melihat transferan di hp sang suami.


" tidak seberapa untukmu "


" kamu ? "


" yaa aku menang, saham kita semakin banyak dan aku akan membuka cabang perushaan serta pelebaran pondok pesantren" jelas fikri.


Delia pun memeluk sang suami dengan eratt " sayanggg terimakasih selalu memenuhi kebutuhan ku dan keluargaa pokoknya loveyou sayangg" kata delia dan fikri pun memutar tubuhnya untuk membalas ucapan deliaa


"nak..zayan hauss....ehh maaf " ucap mamah saat ingin masuk kedalam kamar yang tak terkunci itu dan ia melihat apa yang dilakukan anak menantunya..


" mamahh.. " panik delia fikri ia pun menjadi salah tingkah., fikri langsung mengambil baju dalam lemari sedangkan deliaa ia menghampiri zayyan yang berada di gendongannya.


" maafin mamah yaa tidak bermaksud mengganggu kalian , mamah liat pintunya sedikit terbuka ternyata kaliannn... " ucap mamah


" ia mah gapapa , " jawab deliaaa ia pun segera duduk untuk menyusui zayyan.


" nak fikri apa kalian jadi pulang ? " tanya mamah saat menantunya keluar dari kamar mandi.


" engga mah kami disini sampai zia menikah lagi pula keadaannya seperti ini lockdown " ucap fikri.


" baiklah nak yasudah mamah tinggal dulu yaa " kata mamah namun ditahan oleh fikri.


" mahh tunggu"


" ada apa "


" ini ada rezeki untuk mamah , pakailah untuk kebutuhan mamah " ucap fikri memberikan uang 50 juta yang ada di tasnya.

__ADS_1


" banyak banget nak yaallah ya rabb" ucap mamah terharu.


" rezeki untuk mamah " ucap fikri


" alhamdulillah yaallah terimakasih nak, semoga kalian sellau sehat dan diberikan riski yang halal "


" aamiin " jawab delia dan fikri bersamaan.


" mamah keluar dulu nak sekali lagi makasih yaa dan maaf mamah ganggu waktu kalian " kata mamah lagi sebelum ia menutup pintu.


" iya mahh "


Mamah pun keluar dari kamar delia fikri menuju kamarnya ia menyimpan uang dilemari yang tadi diberikan fikri.


***


keluarga abah tengah bersantai sambil menunggu waktunya istirahat, ia pun mendengarkan berita tentang bunuh diri. hal tersebut sontak membuat abah bunda panik ia sangat khawatir dengan keadaan anak menantunya terlebih cucu mereka.


" abah yaallah ini di kota menantu kita" ucap bundaa


" ia bun yaallah"


" telpon menantu kita bun telpon" kata abah lagi , tanpa aba aba mereka pun menghubungi delia . panggilan pun terhubung oleh fikri dimaana ia menghubungi delia tapi diangkat oleh fikri.


#panggilan terhubung#


" hallo Assalammualaikum" ucap bundah panik


" waalaikumussalam. bunda ada apa ? " tanya fikri mendengar bundanya panik, sbenearnya ia sudah mengetahui alasan bundanya menelpon.


" nak kamu sudah lihat berita ? gimana kondisi disana ? jauh kan dari rumahmu ?" tanya bunda dengan beruntun.


" sudah bunda,kami akan pulang setelah acara ka ziaa ,bisakah di percepat sebelum hari yang ditentukan ? " jelas fikri


" tapi a surat menyurat tidak mudah untuk mengurus pernikahan dengan cepat,tapi ada betulnya apa yang kamu katakan a " sahut abah


" nanti aa akan berbicara dengan haikal serta zia abah ,telebih meminta persetujuan keluarga " kata fikri


" yasudah abah tunggu gimana baiknya saja, abah tutup ya jaga diri dan keluargamu baik baik ,assalammualaikum" kata abah


" waalaikumussalam "


#telpon terputus #

__ADS_1


__ADS_2