
Dalam keadaan yang sama dan dalam ruangan yang sama mereka masih sibuk membantu pasangan suami istri ini untuk membuka kado, sebagian kado telah dipindahkan ke ruangan kosong yang berada dilantai satu dan disusun rapih untuk sementara sebelum dipindahkan ke rumah baru, sebagian kado masih terbungkus rapih belum dibuka.
Satu demi satu kado itu dibuka dari yang kecil hingga besar dan dari harga standard hingga lumayan pun ada, Tiba saatnya membuka kado yang besar tak terkecuali dari seorang yang mengirimkannya ke hotel.
" Astagfirullah ini masih berapa lapis lagi " ucap fikri yang kewalahan membuka sampul kado dalam satu kado yang tidak selesai juga.
" Coba a sini aku gunting aja yaa " ucap wulan yang mulai greget lihat aa membuka kado
" Nih coba " sahut fikri menyerahkan.
Wulan pun membuka satu demi satu lapisan kertas yang ada pada kado, penasaran akan apa isi nya membuat ia semakin antusias.
" Nih Teh coba dibuka soal nya udah kecil mungkin sudah habis setelah ini " ucap wulan pada delia sambil menyerahkan kado yang semula besar menjadi kecil kebayang bagimana besarnya namun setelah dibuka dengan perjuangan kadonya hanya seperti kotak kecil. terniat memang yang mengirimnya.
Saat tau isi kadonya delia pun mulai membacanya dalam hati "SELAMAT DATANG DI KEHIDUPANKU,Dalam waktu kau akan menemukan hal yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya"
"Apa teh isi nya " tanya wulan.
"Emmm gapapa kok mba" ucap delia menutupi dari keluarga.
" Sini aku liat" pinta fikri yang langsung merebut kertas itu dengan lembut.
" Aaaa"
"Ini maksudnya apa sihhh, " ucap fikri.
"Capein aja taunya ini doang, " shut wulan yang kini merebutnya dan juga kesel dibuatnya. Kado yang semula terlihat besar kini hanya selembar kertas yang ditulis dengan tinta merah.
" Ada ada aja ya mudah mudahan pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin " ucap bunda
" Aamiin yaallah "
" Sudah tidak apa apa tandanya kita harus lebih hati hati akan apa yang kita hadapi nanti bukan hanya pernikhanku tapi rumah tangga kita semua ya, selalu meminta perlindungan kepada Allah ya, tempat sebaik baik iyalah hanya kepada Allah, apapun yang kita hadapi itu sudah menjadi ketentuannya. " Ucap fikri yang menenangkan semuanya keadaan yang mulai panik terlihat dari wajahnya.
" Iyah aa aamiin"
Merekapun masih merapihkan kado bunda fikri wulan pun membawa kado kelantai bawah yang sudah disediakan, syifa dan delia merapihkan kertas kado yang berceceran dilantai sedangkan alisyah ia terbaring diranjang sambil menonton sholawatan anak anak, alya tak segan untuk membantu mereka membawa kado.
Waktu terus berjalan hingga jam menunjukkan 16:30 WIB. terlihat dari dapur wanita bertubuh langsing sedikit berisi itu membantu bi ani memasak makanan untuk makan malam. sedikit ada perselisihan namun tidak berlangsung lama.
__ADS_1
" Umi jangan biar kan saya aja yang menyelesaikan " ucap bi ani pada delia.
" Tidak apa bi, dan jangan maaf jangan memanggil delia ummi terlalu tinggi untukku bi dan delia tidak pantas mendapatkannya bi" sahut delia menghentikan tangannya yang sedang memotong wortel.
" Tidak sopan bibi jika memanggil kamu delia, sudah umi silahkn menemani suamimu saja biarkan ini menjadi tugas bibi"
" Tidak apa apa bi, panggil aku neng aja ya bii "
" Loh jangan neng itu panggilan bunda untukmu sayang, " sahut bunda yang baru saja ikut bergabung.
" Memang sudah menjadi konsekuensinya untuk di panggil ummi neng, apa lagi kamu dipondok pasti akan di panggil seperti itu neng, jadi kamu harus terbiasa ya di panggil seperti itu dimulai dari lingkunganmu yaitu kita semua yang berada disini" lanjut bunda sambil merangkul menantunya..
" Baiklah bunda bibi aku akan mencobanya" ucap delia yang kini harus bisa menerima.
" Delia saja bunda "
" Tidak neng, segeralah menemui suamimu "
" Baiklah bunda bibi delia permisi dulu ya " ucap delia yang kini menuruti perintah mertua nya karna percuma delia bersikeras pasti tidak akan diizinkan membantu
Deliapun berlalu dari dapur tak lupa ia mencuci tangan, tak lama kemudian delia berlalu..
__ADS_1
"Delia sopan banget ya bu, anak yang sholeha " ucap bi ani pada bunda.
" Iyah saya sangat menyukainya " ucap bunda yang memperhatikan jalan sang menantu
" Tok..tokk..tok..Assalamualaikum " ucap Delia mengetuk pintu tak lama ia masuk ke ruangan kerja fikri.
" Waalaikumsalam, sini sayang "
" Ada apa Abi " ucap Delia menghampiri fikri.
"Kemarilah dan silahkn duduk"
" Aaa.. apaa aku Ada salah? " tanya Delia yang ketakutan.
" Tidak sayang, walau kamu salah sekalipun pasti aku akan menyalahkan diriku bukan kamu "
" Lalu? "
" Aku ingin mengatakan... aku mencintaimu "
" Sayang ihhh ada apa, aku sedang membantu bibi "
" Nanti saja , aku ingin mengajakmu ke pesantren besok "
" Aku belum siap sayang"
" Kenapa sayang? "
" Aku takut" ucap delia lembut.
" Tidak ada yang kamu takuti sayang belajar lahh untuk selalu siap apa lagi kamu punya pengalaman Mondok dan sudah mempunyai ilmu dan aku tau kamu pembina atau pemimpin majelis kamu,jadi tak masalah jika kamu ikut dan kalau kamu mau kamu bisa membantu para ustadzah sayang "
" Tapi aku malu sayang "
" Ada aku sayang "
" Baiklah aku siap karna sudah kewajiban aku mengikuti kemanapun kamu "
__ADS_1
" Alhamdulillah sayang "
Hallo semua maaf yaaa baru aku up, maaf kalau cerita nya bikin bingung,tetap selalu dukung yaa dengan like komen share and ,love ❤❤..