Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
Draft


__ADS_3

Kedatangan mba wulan beserta keluarga kecilnya membuat suasana dirumah utama ramai, karna sedang berpuasa anak anak pun hanya bermain puzzle dll tidak ada aktifitas memasak lainnya karna semua makanan untuk anak anak telah disiapkan kecuali alisyah ia sedang belajar berpuasa.


" puasa teh ? " tanya mba wulan pada delia yang tengah membantu menyusun puzzle sedangkan zayyan ia berada di gendongan bunda.


" insyaallah mba"


" Alhamdulillah"


" buka puasa dirumah apa mau diluar ? " tanya abah tiba tiba muncul


" abah terkejut wulan" ucap wulan memegang dadanya.


" Astagfirullahaladzim " ucap deliaa yang ikut terkejut.


" maaf maaff abah tidak sengaja , abah hanya ingin menanyakan mau buka puasa dimana ? " tanya abah memastikan


" dirumah "


" di resto "


" dirumah "


"diresto "


" Aa mau dimana ? " tanya abah melihat sang putra sibuk memainkan ponsel.


" diluar " jawab fikri sesekali melihat kearah abahnya.


" baiklah diluar untuk tempatnya silahkan anak anak abah tentukan , " jawab abah ia pun mengambil posisi duduk disebelah bunda


" bunda abah Aa titip zayyan sama alisyah sebentar engga apaa apa ? " pinta fikri tiba tiba sambil bangun dari duduknya. Hal itu membuat semuanya terheran.


" loh mau kemana a ? "


" mau kemana ? "


Delia yang merasa aneh ia pun ikut menanyakan kepada sang suami " sayang mau kemana ? " tanya delia.


" pulang sebentar ada yang mau aku urus di pesantren" jawab fikri


" ada apaa ? "


" bunda pinta bi Ana untuk ikut dengan kami sekalian aku ingin beres beres sebelum zayyan alisyah datang " ucap fikri kemudian berjalan menuju kamarnya mengambil dompet serta kunci mobil.


" baiklah nanti bunda sampaikan" ucap bunda memberikan zayyan pada wulan dan ia pun beranjak ke belakang menghampiri bi ana.


" bundaa " panggil delia saat ia turun dari tangga diikuti suami.


" ia sayangg ada apa ? " jawab bunda penuh kelembutan.


" engga apa apa bunda delia titip zayyan alisyah sama bunda abah dan mbaa " ucap deliaa ragu.


" gapapa sayang bener kata suamimu sebelum zayyan dan alisyah masuk rumah sebaiknya diberishkan karna sudah lama kan kosong " ucap bundaa mengusap pundak delia ia tau menantunya bimbang, padahal baru beberapa hari tapi bunda tidak ingin anaknya sawan karna menempati rumah yang sudah lama tak dihuni.


" ya teh gapapa kok "


" ia nak abah hari ini dirumah jadi bisa gantian jaga anak anak lagi pula ada mba wulan, syifa" sahut abah.


" bi ana, bibi bantu beres beres yah nanti kalau sudah selesai bibi kesini lagi kasihan mamang nanti kalau bibi menginap, " pinta bunda yang memang sudah dikatakan delia fikri untuk tidak menginap namun karna keduanya tak enak hati untuk menyampaikan jadi mereka memilih untuk bunda yang berbicara.


" baik bu , "


" yasudah bunda Aa pamit pergi ya assalammualaikum "


" waalaikumussalam"


" fii amanillah " teriak bunda..


****


"loh nak suamimu belum selesai tadarusnya ? " tanya mamah melihat haikal belum selesai membaca alquran sejak kembali dari rumah produksi.


" belum mah, biasa di pesantren ada kegiatan disini engga jadi bingung maklum mah baru kan " jelas ka zia dengan lembut, kehadiran haikal mampu membuat rasa trauma zia hilang seiring berjalannya waktu, namun kedua suami istri ini belum melakukan hubungan badan pasalnya sang suami takut istrinya memiliki trauma kembali, baginya dekat dan bermesraan dengan sang istri sudah cukup membuatnya bahagia apalagi ia diberikan hak seutuhnya.. namun bukan haikal namanya jika memaksa seseorang..


" ia mamah juga bosen nak ngapain ya dirumah " ucap mamah duduk di sofa melihat kearah ruang mushola menatap haikal.


" viola sudah pulang rumah kembali sepi ya mah " gumam ka zia ia bersandar pada pundak mamahnya memainkan kukunya.


" ya makannya kamu cepet punya anak supaya kita engga kesepian nak, rumah segede ini engga ada suara anak anak jadi sepi," ucap mamah dengan senyum


" ihs mamah zia mau menunda mah zia takutttt" lirih zia ia memainkan kukunya.


" apa yang harus di takutkan sayang? kamu sudah menjadi istrinya haikal jadi semua yang ada pada dirinya milikmu dan apa yang ada pada dirimu milik haikal" jelas mamah mengusap kepala sang putri.


" apa yang haikal mau zia turutin mah, bahkan semuanya pun zia lakukan tapi memang untuk hal itu zia belum siap "


" berikan lah nak karna apapun yang ada pada dirimu itu haknya, serajin dan setanggung jawab apapun terhadap suamimu kalau kamu belum memberikan haknya kepada suamimu maka itu akan kurang sayang, cobalah untuk memulainya mungkin suamimu takut kamu trauma. " jelas mamah menatap mata putrinya yang mendongak kearahnya


" tapi nanti setelah buka puasa kalau sekarang haram " jelas mamah lagi.


" insyaallah "

__ADS_1


" mah produksi delia lagi tinggi tingginya mah bahkan delia sudah membuat pola baju yang akan dipasarkan untuk lebaran, mpo ipeh menyuruh anak buahnya kejar target baju P. O sebelumnya, dan ini baju yang buat lebaran pesananya sudah segini banyaknya " ucap ka zia ia menunjukkan laporan yang ia terima dari mpo ipeh.


" masyaallah tabarakaallah yaaa nakk usaha adikmu kian maju "


" alhamdulillah mah "


" duhh lagi pada bahas apa nih ? " tanya haikal ia pun bergabung dengan ibu mertua dan istrinya.


" biasaaa urusan perempuan " goda mamah dan haikal pun hanya tertawa


" nak mau buka puasa pakai apa ? " tanya mamah


" kolak biji salak mah" celetuk ziaa


" lontong isi mah "


" yasudah nanti jam 4 kalian cari ya mau belanja ga keburu mamah " ucap mamah melihat jam pukul 1 siang.


" ok mah yasudah kita istirahat dulu ya mah "


" siap "


At kamar haikal zia.


" tadi kamu bicara apa sama mamah ? " tanya haikal saat keduanya berbicara diranjang sebelum tidur.


" oh itu biasa lahhh "


" ihh suaminya nanya jawabnya gitu yahhhhh"


" ceillahhhh gimana jawabnya ini laki gue kepo amat " bathin ziaaa


" apaa? " tanya haikal


" eummm ituuu anuuuu... "


" Apa ? anak ? " tanya haikal ia mempertegas jawaban sang istri.


" eumm iya mamah minta cucu katanya sepi dan aku juga ngerasa sepi " lirih zia ia pun menundukkan pandangannya


"terus ? "


" ya mamah minta cucu tapi aku belum siapp" lirih zia


" yaudah" cuek haikal ia mulai berbaring dan memejamkan matanya.


" ihsss gitu doang jawabnya " rajuk zia ia menggoyangkan tubuh sang suami untuk melanjutkan bicaranya.


" sayanggg"


" yaa apa lagi yang mau dibahas toh kamu juga gamau aku sentuh kan ? aku tidak akan memaksa dirimu sayang biarkan kamu siap nanti, " jelas haikal ia mengusap pipi sang istri.


" kalau aku siap gimana ? "


" yakin ? "


" kita adopsi anak orang aja ya aku gamau istriku terpaksa" kata haikal lagi.


" aku masih bisa ngasih keturunan kok" ucap ziaa yang merasa tersinggung.


" sayang maaf bukan itu maksudnya aku , bukan menyinggung perasaanmu, aku tau kamu belum siap dan aku tidak memaksakan kamu biarkan kamu yang minta ke aku, kalau aku kapanpun siap tapi tidak saat ini karna kita sedang berpuasa dosa jika dilakukan di siang hari maupun sedang berpuasa, kalau kamu tidak keberatan jika memang kamu mengingnkan anak mari kita angkat anak aku tidak keberatan tapi kalau kamu sudah siap bilang yah aku tidak ingin memaksakan kamuu " ucap haikal dan zia pun paham..


" aku insyaallah nanti siap bagaimanapun aku istrimu dan dosa jika tidak memberikannya pada suami... " ucap zia tanpa sadar membuat haikal tersenyum senang


" yasudah nanti yaaa" ucap haikal setidaknya ia mempunyai izin dari sang istri.


" udah yu istirahat nanti cari takjil yah "


" iya "


****


"Assalammualaikum " ucap delia fikri bi ana saat memasuki rumah mereka, padahal baru beberapa hari ditinggalkan tapi seperti sudah lama hal itu membuat debu dimana mana.


" masyaallah kangen rumahhh ini" ucap deliaaa ia melangkah masuk kedalam disusul bi ana dan fikri.


" oh ya bi ana, nanti bibi pakai motor beat aku yah untuk bibi bolak balik kerumah bunda" ucap delia tersenyum karna sofa belum di vacum mereka berbicara dengan berdiri dan memberitahukan tugas bi ana apa saja mereka berkeliling rumah.


" baik mi , tapi apa engga apa apa saya bawa motor umi ? tanya bi ana .


" gapapa pakai saja bii "


" baik mi , saya izin bebenah dulu ya mi "


" silahkan bi kamar saya dan anak anak dulu ya bi mari saya bantu " ucap delia ia pun naik kelantai 2 dan bi ana mengikuti membawa vacum debu..karna ada urusan di pondok fikri pun langsung pergi ke pondok menggunakan motor nmax miliknya.


sendal hitam, bersarung, koko putih, peci putih membawa motor nmax, kacamata gaya,duhh abi fikriii gantengnyaa😍😍😍


" bii seprai sama badcovernya diganti yahh " ucap delia memberikan sprai dan badcover bersih.


" baik umi " sahut bi ana ia pun mulai menggantikan sprai setelah itu vacum debu.

__ADS_1


" bi nanti pakaian kotor kami disini yaa lalu dibawa kebawah ada deterjen untuk kami dan khusus zayn, "kata delia memasukkan pakaian kotor ke keranjang.


" jadi bi ,pekerjaan bibi seperti dirumah bunda umumnya,hanya saja bibi tidak perlu setrika pakaian karna di dekat rumah kami ada ibu ibu yang menyetrika pakaian seminggu 2 kali menyetrika, untuk masak nanti bibi bantu bantu saya aja nanti biar saya yang masak , kalau kerjaan bibi sudah selesai bibi mau bersantai atau kerumah bunda atau istriahat gapapa bi kami tidak melarang bibi, bibi mau menyeduh kopi dll atau apa gapapa bi anggap aja dirumah bunda " jelas deliaa tersenyum ramah ia pun meraih pulpen dan kertas untuk membuat list belanjaan yang sudah habis.


" baik umi "


Bi Ana pun melanjutkan pekerjaannya sedangkan delia ia memilih duduk di kursi makan yang berada di dapur sambil merasakan nyeri pada perutnya, Hal itu dimaklumi oleh bibi yang mana mengetahui kondisi sang majikan. Delia membuat list stok bulanan yang sudah habis sedangkan bi ana ia membantu menyortir bahan makanan yang layak dan tak layak pakai sambil ia melakukan pekerjaan lainnya.


Asik melakukan pekerjaan , bel rumah pun berbunyi


" siapa ya mi ? " ucap bi ana bertanya kepada delia yang saat ini sedang menurunkan isi kulkas.


"Kurang tau bi maaf bibi tolong liat " jawab delia, karna mendapatkan amanat bi ana pun dengan cepat keluar rumah ia melihat ada ibu ibu berdiri menghadap kerumah majikannya.


*Bel berbunyi lagi*


" permisi maaf cari siapa ya ? " tanya bi ana dengan ramah, ia hanya membuka sedikit celah untuk kepalanya terlihat.


" maaf bu saya atih, sudah 2 kali saya datang kesini disuruh ustadzah tapi ustadzah delia nya engga ada, saya datang ingin bekerja gosok baju.. " ucap ibu ibu dengan ramah..


"oh sebentar ya saya sampaikan dulu , ibu tunggu disini ya " ucap bi ana ia pun meninggalkan ibu ibu di depan pintu


"baik bu" ucapnya yang masih berdiri di pintu pagar coklat minimalis, untuk memudahkan dalam membaca kita panggil saja bi atih..


bukannya tak sopan mempersilahkan bi atih masuk ke halaman rumah namun bi ana lebih menjaga privasi rumah majikannya. Setelah menunggu beberapa menit bi ana pun mempersilahkan bi atih masuk kedalam rumah tak lupa ia mengunci kembali pagar rumah majikannya.


" Assalammualaikum" ucap bi atih dengan sopan,ramah ciri khas wanita desa.


" waalaikumussalam yaallah masukk bu, sini sini duduk duluu, maafin saya ya bu ibu beberapa kali kesini sayanya engga ada" jawab delia ia pun mempersilahkan bi atih duduk di meja makan yang berada di dapur karna bi ana membawanya ke dapur, bi ana pun melanjutkan pekerjannya mengecek pakaian yang di cuci.


" ia engga apa apa ustadzah, saya tau dari anak anak santri ustadzah belum pulang dari depok yah" ucapnya bi atih.


" ia bu saya baru pulang tadi pagi ini anak anak masih di rumah bunyai, panggil saya umi aja bu jangan ustadzah " kata delia yang merasa tidak pantas disebut ustdzah.


" engga apa apa ustadzah justru saya merasa tidak sopan kalau memanggil ustadzah dengan panggilan lain bagaimanapun saya juga jamaah ustadzah..panggil saya bi atih aja ustadzah karna banyak yang memanggil seperti itu" ucapnya..


" ahh baiklahh bu atih kalau begituu senyamanya bu atih saja insyaallah saya ridho, bu atih puasa ? " tanya deliaaa ia mengganti topik perpanggilan..


" Alhamdulillah puasa ustadzah"


" Alhamdulillah , karna saya kan baru pulang yah dan bi atih sudah mengetahui sebelumnya apa yang harus bibi kerjakan tapi kalau sekarang belum ada yang harus di kerjakan sama bi atih jadi bibi mulai kerja lusa aja ya bii, kebetulan saya juga hari ini ada acara di luar jadi engga apa apa ya bi ... " jelas delia


" ia engga apaa apa ustadzah saya bekerja di rumah ustadzah sudah sangat senang, Alhamdulillah.. "


" alhamdulillah bi , bi ana " ucap delia ia memanggil bi ana untuk menyuruhnya bergabung.


" ya umi ada apa.? "


" Bi ana ini bi atih yang bekerja menyetrika pakaian, bi atih ini bi ana yang membantu saya disini..jadi kalau bi atih ada butuh apa apa bilang aja sama bi ana kalau saya tidak ada. " jelas delia.


" baik umi "


" baik ustadzah "


" bi atih ini saya ada bahan makanan serta sembako exp masih jauh dan masih layak dimasak serta di konsumsi bibi bawa pulang yah kebetulan saya lagi membereskan kulkas " ucap delia ia pun mengeluarkan beberapa bahan masakan serta tambahan sembako untuknya masak...


" engga perlu repot repot ustdzah masyaallah " ucap bi atih terheran melihat isi kulkas yang dibilang lagi membereskan,untuk ukuran bi atih isi kulkas itu sudah tersusun rapih dan full tapi bagi deliaa yang sudah lama tak masak dan dipakai ia pun khawatir akan keadaan kondisi bahan masakkan.


" gapapa bibi bawa pulang insyaallah bermanfaat untuk menu buka puasa atau sahur nanti sekeluarga bibi " ucap delia ia pun mengeluarkan nugget,karage, minyak, telur, mie, sirup, beras, sayuran yang masih baguss, natadecoco, minuman kaleng, sarden dll..


" bi ana tolong ambilkan duss yang ada di gudang "


" baik umi"


**


" Assalammualaikum " ucap abi fikri yang telah kembali dari pesantren ia menghampiri istrinya dan kedua pekerjaa rumahnya.


" waalaikumussalam "


"waalaikumussalam abi sudah pulang " ucap delia ia meraih tangan sang suami dan menciumnya.


" sudah sayang, ini lagi pada apa nih ? " tanya fikri melihat sembako di masukkan kedalam kardus indomie .


" ohh ini bi umi mau memberikan sembako dan juga beberapa bahan masakkan untuk dibawa pulang bi atih, boleh kan bi ? "


" boleh sayangg, bi ana juga sekalian di buatkan " ucap fikri ia mengusap kepala deliaa.


" saya tidak usah abi, saya kan pulang ke rumah bunyai disana ada kok " ucap bi ana


" baiklah, kalau gitu umi bungkusin buat bi atih yang banyak " ucap fikri memberikan uang 200 rb ke sang istri untuk di berikan pada bi atih.


" ustadzah ustad maaf sebelumnya saya jadi engga enak ini belum Bekerja tapi sudah diberikan bingkisan yang banyak" ucap bi atih menangis terharuuu atas kebaikan sang majikan.


" ihhh jangan menangisss " ucap delia yang kini ikutan sedihhh ia memeluk bi atih dengan lembut.


" gapapa bi ambil saja ini rezeki buat bibi dan keluargaa " ucap fikri tersenyum


" dan ini ada sedikit rezeki buat bibi " ucap delia ia memberikan 200 rb kepada bi atih sontak saja bi atih menjadi menangiss terharuu dalam pelukkan sang majikkan.


" terimakasihh ustadzah ustad bi ana hiksss hikss "

__ADS_1


"sama sama bi "


Bi atih ia adalah seorang tulang punggung atau bisa dibilang single parents yang bekerja sebagai cuci gosok atau tukang pijat kerik jika ada yang membutuhkannya, bi atih sendiri memiliki 3 orang anak yang mana paling kecil usia 5 tahun.. Bi atih menyandang status janda 4 tahun karna ditinggal begitu saja oleh sang suami.


__ADS_2