
Hallo semua , apakabarnya ? masih setia dengan novel kekasih idaman kah ? ,
Author mau mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah setia dan mendoakan kesembuhan putri Author , Author tidak bisa membalas kebaikan kalian satu persatu, doa baik senantiasa kembali kepada kita, Mudah mudahan kebaikkan kalian semua di bales sama Allah SWT Aamiinnn..
Sedikit cerita kenapa author akhir akhir ini jarang up pasti kalian semua sudah menunggu cerita selanjutnya, Apalagi part gantungg dimana haikal akan melamar ka zia 😍sudah pasti kalian tidak sabar akan best couple ituu heheheh, btw sebelumnya author sudah mencantumkan nomor author kalian bisa menghubungi atau bergabung dengan grup.
Author harus bisa membagi waktu antara real kehidupan dan dunia novel , terimakasih untuk kalian maaf author baru sempat up hari ini mengingat kondisi putri yang dirawat 3 hari 2 malam, harus di uap tiap kali dia sesak .
Yaudah sekarang kita lanjut yahhhh 😍😍siapa yang udah kangen delia fikri ? Haikal zia ? oh ya Author berencana akan membut kuiss ,siapa yang mau ikutan...happy reading guys :)
Fikri delia haikal mereka tengah memilih tempat tidur dimana akan digunakan untuk haikal dan ka zia , mereka membeli perlengkapan tersebut tidak jauh dari hotel yang mereka tempati. Acara akan berlangsung habis isya di kediaman mamah..
" Sudah haikal ? " tanya fikri ia memilih bersandar pada lemari
" sudah bi ini saja sudah cukup" jawab haikal ia memilih tempat tidur dan lemari satu set. ia benar benar malu ingin menikah tapi tidak punya modal hanya 30 juta uang tabungannya itu pun dibuat melamar ka zia
" Atuh udah pilih aja nak tinggal menunjuk " kata delia ia tau anak laki lakinya sungkan untuk mengambil , padahal orang tuanya lah yang membelikannya.
" sudah umi "
" ceuhh... Pak itu meja riasnya aku minta yang itu yahh" kata delia ia pun meminta meja rias yang ia inginkan untuk putra dan kakanya.
" baik buu "
" umii ihhhh jangan, kebanyakan umi" kata haikal. sedangkan fikri ia tidak ingin ambil pusing justru dia memberikan Atm nya untuk membayar kebutuhan haikal
Setelah membayar mereka bergegas pergi kehotel untuk bersiap siap karna hari semakin sore menjelang maghrib.. sengaja fikri menyewa mobil pick up untuk membawa barang kerumah mamah.
Waktu terus berjalan semakin cepat hari kian gelap , mereka sedang bersiap siap untuk pergi kerumah mamah setelah melaksanakan sholat maghrib, mereka menunggu isya lebih dulu untuk menunaikan ibadah wajib.
" Umi adzan sholat isya dulu" kata fikri melihat istrinya tengah menguncir rambut alisyah.
" ia bi setelah ini, ayo nak kita wudhu dahulu" kata delia ia membantu putrinya untuk pergi ke kamar mandi, fikri memilih sholat isya di kamar hotel karna tidak keburu jika harus pergi ke mushola.
mereka pun sholat isya berjamaah dikamar hotel , singkat cerita mereka telah selesai melaksanakan sholat isya, fikri pun berbaring didekat putranya dan alisyah ia tengah bermain game di salah satu i pad miliknya.
" jangan cantik cantik mi " kata fikri yang memperhatikan istrinya dandan
" atuh gimana abi makeup ini manfaatnya untuk mempercantik diri " jawab delia ia meratakan foundation pada wajahnya.
" ya gamau tau pokoknya jangan cantik , toh tertutup cadar " jawab fikri acuh tak acuh.
" gak usah makeup kalau begitu " jawab delia memelas menunjukkan baby face .
" sewajarnya aja jangan berlebihan , ingattt" kata fikri ia memeluk tubuh mungil istrinya yang berusia 20 th itu..
" ia sayanggg , cantiknya aku kan untuk suami,muachhh" kata delia ia menyentuh pipi sang suami dan mengecupnya.
" ia cantik untuk aku , lagi pula mau makeup atau engga kamu tetaplah istri aku yang paling cantik yang gak ada tandingannya , " kata fikri ia memegang dagu sang istri yang ingin memakai bedak tabur .
" ceuh... ilah pasti ada maunya kann... hayoo ngakuuu"
__ADS_1
" boleh yahh mii" kata fikri memelas.
" huft.. sudah ku duga , nanti malam yaaa sekarang kan mau kerumah mamah, " kata delia ia mengerti akan kebutuhan sang suami yang sudah lama. ia tak penuhi.
" yeyyy terimakasih yaudah selamat makeup istriku " kata fikri bahagia seperti anak kecil yang diberikan permen ia pun berjoget dihadap istrinya.
" abii kaya anak kecil" celetuk alisyah yang memperhatikan orangtuanya.
" eh ada anak kecil" kilah fikri ia menghampiri anaknya.
" abi anak kecil joget joget kan engga boleh, dosa tau teyus abi malam mau buat umi joget, ingat abi, dosa tau" protes alisyah ia meletakkan kedua tangannya di pinggang seperti memarahi abinya , delia yang mendengar pengakuan alisyah pun tertawa terbahak bahak dan fikri hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal itu
" bu... bukan seperti itu lisyah " kata fikri ia bingung menjelaskan hal itu kepada alisyah yang tidak boleh tau.
" hahahahha pusing kan ahhahaa itu yang dirasakan oleh umi. bi hahaha " kata deliaa yang susah menghentikan tawa.
" bantuin atuh sayang" kata fikri
" abii jawab kata alisyah , abi jangan buat umi joget joget , itu. dosa" kata alisyah lagi ia memarahi abinya.
" sayang udah yaa kasihan abinya, umi gak akan jogett sayang " kata delia
" awas aja abiii buat umi joget, lisyah mau jagain umi , lisyah mau tidur sama umi " jawab alisyah ia menghampiri uminyaa untuk di makeup karna dirinya sudah selesai berdandan.
" yahh jangan dong alisyah kan abi mau sama umi " ucap fikri yang memelas.
" Sayangg" lirih fikri memohon pada deliaa.
" iyaa iya "
\*\*
" huftt tampan" gumam haikal saat dirinya melihat ke cermin.
" bismillah yaaallah " ucap haikal lagi ia pun keluar dari kamar hotel menuju loby hotel karna keluarganya sudah menunggu mereka di bawah untuk segera kerumah mamah.
" Teh salsa belum dibawah ? " tanya haikal saat mereka berada di lift untuk turun.
" eumm belum. " jawab salsa ia pun mempeehatikan haikal dengn teliti sedangkan haikal yang dilihat ia pun mengalihkan dirinya pada ponsel yang ia genggam
" eummm kal.. " panggil salsa.
" eummm kall aku mau tanya kenapa mau dengan ka zia kan dia udah gak perawan " tanya salsa dengan wajah serius, haikal yang mendengarnya mendadak geram ingin sekali ia duel tapi salsa perempuan gak pantas laki laki menghajar wanita.
" kalll jawab jangan diam" kata salsa ia terus memaksa haikal jawab namun ia memilih bungkam.
" kall "
__ADS_1
TINNGG (LIFT TERBUKA ) lift terbuka dengan cepat haikal keluar dari lift dan menuju keluarganyaa. " kall " panggil salsa ia sedikit berlari untuk menyamakan langkah haikal yang lebih dulu pergi meninggalkan salsa.
" Ada apa ? " jawab haikal cuek layaknya abi fikri haikal benar benar mengikuti sifat abinya.
" jawab pertanyaan gue "
Haikal pun berlalu melangkahkan kakinya meninggalkan salsa. " kalll " kata salsa lagi ia benar benar sangat penasaran kenapa seorang haikal mau dengan ka zia ia menarik tangan haikal untuk berhenti
" cukup sal! mau lo tau atau engga itu gak akan buat keputusan gue berubah! perawan atau engga bukan masalah buat gue, selama gue yakin dan niat ibadah,hal seperti itu gak berpengaruh untuk gue, gue nikah untuk ibadah bukan karna nafsu yang berakhir keluarga pusing! jika ada halal kenapa harus cari yang haram ,sebenernya gak ada yang harus dijawab karna jawabannya lo sudah tau, lo tau akan hal itu ! " ucap haikal ia berlalu pergi setelah menjawab pertanyaan salsa btw saat salsa mencoba menyentuh haikal , reflex haikal mengangkat tangannya agar tak tersentuh salsa.
" siall" umpat salsa dalam hati.
\*\*\*
Tak terasa keluarga calon mempelai pria sudah tiba dirumah mamah, rumah yang mendadak di penuhi keluarga besar menjadi ramai, waktu semakin malam sambil bertemu calon wanita alangkah baiknya untuk pihak keluarga menyampaikan maksud dan tujuannya datang.
haikal yang di wakilkan oleh abah dan bunyai ia duduk disisi abah dengan perasaan cemas ia takut lamarannya tak diterima oleh ka ziaa, sedangkan ka zia ia masih di rias oleh delia.
" ning atuh da buruan" protes bibi yang muncul di ambang pintu.
" iyaa bi lia pasang hijabnya " kata delia ia menjadi terburu buru.
" sabar dong tangan lia kan duaa" celetuk wulan
" dee aku degdegan" lirih ka zia yang ikut merasakan degdegan.
" ini bukan akad kaka , ini khitbah penentuan ini ada padamu , bukan sama orang lain, ingat jangan mendengar apa kata orang" nasihat delia disela pemasangan hijab.
Barang barang bawaan untuk ka zia telah di susun di luar rumah, mengingat banyak nya orang membuat mereka susah meletakkan bawaan , abah pun menyampaikan maksud dan tujuannya datang kesini kepada wali dari kaka papah.
" coba panggilin ka zia " kata kakanya papah.
Ka zia pun keluar dengan diapit oleh kia dan delia ia mengantarkan adiknya untuk menemui kekasihnya yang mana sejak tadi haikal ia tidak memandang ka zia melainkan ia menjaga matanya.
" ka ziaa bagaimana terima lamaran haikal ? " tanyaa kakanya papah yaitu om nya ka zia.
" ziaa.... " jawab ka zia terjeda mendengar suara haikal yang membuat seisi rumah terharu.
" ka ziaaa, aku mengagumimu sejak lama, aku tau semua tentangmu, abi umi menjadi saksi cerita aku ,ridho kyai dan doa bunyai lah aku bisa sampai dititik mengagumimu yaitu mengajakmu untuk di halalkan ,tak ada alasan mengapa aku mengagumimu pada hari itu tapi sekarang jawabannya yaitu aku ingin menikahimu, mungkin aku tak sempurna dan bahkan banyak kekurangannya, aku bukan terlahir dari keluarga berada dan aku tau kamu mengetahui latar belakangku, jujur aku malu berada di hadapan wanita sepesial yang sangat dicintai keluarganya tapii cinta dan ketulusan yang aku miliki mampu mengalahkan rasa malu walau terus merasa tak pantas tapi mengapa ada tak pantas jika kenyataannya memantaskan sudah kita lalui dan berubah menjadi pantas.. sekarang keinginanku hanya menikahimu dan menjadi imam bagi dirimu, tak perlu belajar pandai pandai, sisakan ruang untukku membimbingmuu.. " kata haikal ia melihat pujaan hatinya dengan sekilas kemudia ia menunduk kembali.
" gimana zii"
" ziaaa.. ziaa serahkan jawaban ini kepada mamah.. mahhh apakah mamah menerima ? " tanya ka zia ia mengambil alih mic untuk mengatakan hal ini ia meminta keputusan mamah.
" nakkk... jika kamu bahagia bersamanya mamah akan menerima..semua ini ada pada hatimu jawablah sayang" kata mamah
" bismillahirahmanirahim saya mau dibimbing denganmu kall..insyaallah saya terima" jawab ka zia dengan lantang
" Alhamdulillah" ucap mereka yang mendengarnyaaa.
__ADS_1
Ada yang masih menantii cerita ini???