
seluruh santri sedang melaksanakan sholat subuh kemudian dilanjutkan membaca Alquran yang dipimpin A fikri, suara merdu dan tajwidnya yang mantap, membuat siapa saja tersentuh, termasuk santri putri yang berada di belakang ka zia, namun bukan ikut membaca justru mereka membicarakan abi fikri.
" sekarang abi fikri jarang di pondok yaaa, ngurusin bininya mulu" celetuk santri tepat dibelakang ka zia.
" hustt gabboleh gitu sih"
" ya bener dong dulu sebelum nikah selalu di pondok masa engga yaa sekarang inget inget napa"
ia bener, eh gua mah malu sih jadi istrinya ngomong depan umum pas acara kemaren kek jatohin nama suaminya ga sih "
"Astagfirullah lagi ngaji masih masihnya ghibah, kuat ziaa kuattt " gumam zia dalam hati
" ia gue sih kalau jadi abi dah minta cerai "
1 jam mereka selesai mengaji , fikri pun menutupnya dengan membaca doa, Setelah ini santri pun akan mandi dan melanjutkan kegiatan lainnya.
" EH TOLONG YA KALAU LAGI NGAJI JANGAN GHIBAH, DOSA TAU, DAN SATU HAL KALAU MAU MEMBICARAKAN SESEORANG DILIHAT DULU SIAPA YANG DIBICARAKAN !" tegas ka zia kemudian bangkit menuju rumah singgah.
" ihh apaan dah "
" tauuu sok iye amat"
~~..
" gimana ka zia hari pertama di pondok rasanya ? " tanya fikri saat dirinya bersama ka zia dan zahra serta nabila yang ikut dengan mereka.ia bersandar sofa single
" Yaallah Abi rasanya ituu beuhh mantappp" ucap ka zia membayangkan semua yang ia alami , fikri hanya tersenyum menanggapi tingkah kaka iparnya itu.
" ka zia mau pindah disini aja ? apa mau di asrama ? " ucap fikri ia paham betul mengenai apa yang di katakan kaka iparnya ia pun memberikan penawaran untuknya.
__ADS_1
" eumm aku mau di asrama aja bi sama zahra dan nabila " jawab ka zia padahal ia ingin mendengar banyak tentang santri lainnya yang begitu menjelekkan abi fikri dan delia.
" yasudah kalau ingin tidur di sini, boleh kok, sama ka zahra , ka nabila, oh ya ka zia dapat salam dari umi"
" terimakasih abi, waalaikumussalam, salam kembali untuk umi ya Abi " jawab ka zia, walau canggung ia memanggil delia umi namun tetap ia lakukan.bagaimanapun ia berada di pondok yang seluruhnya memanggil umi.
" yasudah abi tinggal dahulu, ka zia ingat ya , yaudah Assalammualaikum" kata fikri ia pun bangkit diikuti ketiganya.
" waalaikumussalam fii amanillah bi" ucap ketiganya mereka pun kembali keruangannya, ka zia tak henti hentinya menoleh ke belakang dimana , abi fikri beserta haikal tengah berada dalam motor untuk mengantarkan abi pulang
~~
" Abi sudah?? apa ada yang tertinggal ? " tanya haikal sebelum memastikan mereka meninggalkan pondok.
" sudah haikal, tak ada yang tertinggal sebaiknya cepat ya umi sudah menunggu abi" sahut fikri ia melihat layar ponsel delia sudah menanyakan kapan akan kepasar.
" baiklah bi " haikal pun mulai menjalankan motor yang mengantar abi pulang kerumah.
Sepanjang perjalanan haikal penasaran mengapa calon istrinya berada di pondok? selain ia penasaran disisi lain ia tak menyukai sebab banyak teman dari haikal yang mengidolakan ka zia tak hanya teman, santri lainnya pun mengidolakannya.
" biii " panggil haikal ragu
" ya "
" eummm..engga jadi bii "
" kenapa ? "
" engg..engga bi ga jadi " jawab haikal gugup.
__ADS_1
" yakin ? "
" ia yakin bii" jawab haikal pasrah namun fikri ia sudah mengetahui sikap haikal dan sorot mata yang menujukkan ada hal yang ingin ia tanyakan, untuk itu fikri pun kembali menggodanya.
" kalau ada yang mau ditanyakan , silahkan tanya abi ga akan mengulang" kata fikri tepat ditelinga haikal.
" eumm, ia bii haikal ingin bertanya?"
" soal ka zia masuk pondok ? " tebak fikri
" ya bi"
" abi sengaja mengizinkan biar sama sama dewasa, pernikahan gak hanya menyatukan dua insan tapi dua kepala dijadikan satu, dua keluarga menjadi satu, dua pendapat didiskusikan, karna abi ingin anak abi menikah hanya satu kali seumur hidup jangan sampai seperti abi, abi tau banyak yang mengidolakan haikal dan ka zia , abi rasa kalian paham sendirinya " jelas fikri dengan ciri khasnya yaitu tegas dan berwibawa.
" ia biii"
" jangan kira kalian lengah engga akan bisa! abi akan terus pantau kalian berdua ingat itu!" tegas fikri di akhir kalimatnya.
" ia abi, Alhamdulillah sudah sampai" jawab haikal saat motor sudah sampai didepan gerbang rumah pribadi fikri.
" Alhamdulillah, kebiasaan kalau abi nasehatin pasti menghindar" celetuk fikri..
" engga menghindar abi kan sudah sampai hehehe " jawab haikal ia pun mencium punggung tangan fikri.
" Kalau ada waktu luang datang temui abi belajar perkantoran, nanti bisa kerja ditempat abi " jawab fikri ia menyuruh haikal bekerja ditempatnya, sebenernya fikri sudah menyiapkan masa depan untuk haikal namun ia tidak ingin memberikan cuma cuma mengingat haikal belum berpengalaman.
" baik abii,haikal pamit kembali ya bi, Assalammualaikum "
" waalaikumussalam hati hati "
__ADS_1
@@
" dahhhhh zayyannnn "