Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#269 pantai 2


__ADS_3

Setelah semuanya selesai sholat, mereka pun memilih bersantai sejenak menikmati suasana pantai yang semakin panas, ingin sekali mereka membeli oleh oleh namun tidak ada yang menjaga saung, jika semuanya ikut membeli oleh oleh maka mereka meninggalkan saung dengan barang barang yang ada.


Mereka memesan kopi dan es kelapa menikmati angin pantai, saat mereka mengobrol tiba tiba datanglah ibu penjual ikan asin beliau berdiri di depan saung dengan bakul yang ia letakkkan diatas saung menawarkan dagangannya. " ikan.. bu.. ikan asinnya" ucap ibu ibu. " berapaan bu ? " tanya mamah melihat ikan ikan , karna mamah duduknya di pinggir ia pun dengan leluasa melihat.


" ini ikan yang panjang 3 10ribu, gabusnya 35 , sama yang ini 15 " ucap ibu penjual dengan menunjukkan ikannya. biasa ciri khas ikan ada 3 yg panjang, kecil dan lebar.


" 10 ribu 5 yaa " tawar mamah dengan andalannya... " belum dapet buu"


" 10 ribu dapet 5 saya mau "


Asik tawar menawar antara pembeli dan penjual , delia pun bertanya pada suaminya mau dibeli atau tidak untuk oleh oleh ke bandung " mau bi ? dimakan gak ? " tanya delia " beli aja buat bunda, ommah( nenek fikri), bi ani sama pembantu baru kita ya walau belum tau setidaknya dibeli aja "ucap fikri ia paling tidak tegaan dengan orang.


" kita ga nyetok ? "


" boleh" ucap fikri iaa menggendong zayyan yang tengah minum susu.


" dapet ga bu yang ini 5 kantong 10 ribu ? " tanya mamah sambil memegang ikan 5 bungkus yang sudah dirangkap menjadi satu ikat. " belum bu"


" ini 5 bungkus satu iketnya bu" tanya mamah.


" iya harusnya 13 segitu, ibu mau ambil berapaa ? "


" kia mau beli ga buat mertuamu? " tanya mamah dengan kia


" haikal doyan kan ? " tanya mamah lagi ke haikal.


" suka mah"


" yaudah aku mau 5 kantong ini, terus jambal rotinya mau 5 deh, gabusnya 4 " ucap mamah dan ibu ibu pun mengambilkan pesanan mamah. " banyak amat mah " protes kia.


" sodaramu masa gamau dikasih, tetangga, x" jawab mamah.


" ohhh kia mau deh mah samain tapi jangan banyak. banyak" sahut kia sedangkan delia ia memilih sendiri dan memisahkannya sendiri.


asik memilih ikan tiba tiba datanglah penjual kerupuk emping " empingnya buu enak baru kok" ucap ibu ibu penjual emping.

__ADS_1


" berapaan bu ? " tanya mamah


" 10 ribu yang mentah , 15 ribu yang mateng bu" jawab ibu penjual emping.


" boleh deh mau yang mentah 7 bungkus ya bu jadi 70 ribu" ucap mamah.


" ibu ini ikan asinya saya kurangin jadi 30 gabusnya , 50 +75+ 120 jadiii 245 " ucap ibu penjual ikan kepada mamah ia membayar 250. dan penjual kerupuk emping pun memberikan pesanan mamah.


Kia dan delia mereka membeli jugaa untuk keluarganya, berbeda dnegan mamah yang membeli banyak untuk dibagikan ke saudara.


" pusing ya liat mak mak belanja " celetuk erik yang terbangun dari tidurnya.


" namanya juga wanitaaa " jawab fikri


" iya bener "


Setelah selesai memilih mereka duduk kembali di saung untuk meletakkan oleh oleh mereka. " aduh bau amis dah mobil" celetuk erik. " yaudah mamah gausah dibawain" sahut kia kesal.


" ya jangan gitu "


" entar beli kardus aja buat oleh olehnya"


" abi titip zayyan ya , umi sama mamah dan kaka mau beli nanas , lisyah aku bawa ya " ucap delia ia mengambil tasnya.


" masih ada yang mau dibeli ? tadi banyak loh ? " celetuk erik .. " masih nanas belum sama lainnya "


" yaudah sana awas lisyah " ucap fikri ia mengizinkan istrinya pergi. " oke makasih ayang "


Setelah mendapatkan izin mereka pun berjalan kaki menuju tempat nanas yang berada di ujung, tak ada rasa lelah ataupun panas untuk mereka membeli oleh oleh.


At tukang nanas.


" berapaan mas nanasnya ? "tanya mamah memegang nanas yang berisi 3 atau 5


" tergantung bu yang ini isi 3 20 kalau yang 5 35 " jawab penjual nanas

__ADS_1


" atuh jangan segitu mas, kurangin lah"


" ibu beli berapa ? "


" Lia kamu berapa ? kia ? "tanya mamah kepada anak anaknya.


" kia 2 aja mah yang udah diiketin atau milih sendiri aja mah"


" lia berapa ? *


"lia 5 iket mah soalnya mau dibagi bagi " ucap delia yang sudah memilih nanas satuan yang akan di ikat oleh penjual


Singkatnya mereka sudah menyelesaikan pembayaran pembelian nanas, dan mereka kembali ke saung namun tidak dengan delia yang menemani sang putri bermain trampolin sambil memesan cilok.


" ka kia gamau ngajak vio kesini ? " tanya delia.


" aku taro nanas dulu nanti kesini lagi, tolong pesankan cilok untukku ya dee, nanti aku ajak ziaa oh yaa nanasmu aku bawa sekalian biar gak berat takutnya lisyah minta gendong" jelas kia dan diangguki oleh delia " terimakasih ka "


" sama sama "


kia dan mamah kembali ke saung , sesampainya di saung mereka diberikan banyaknya nanas yang ia bawa. " mau jualan di depok ? " celetuk erik..


" apaan sih , aku bawain punya lia juga "


" terus lianya kemana kak ? " tanya fikri yang tidak melihat istrinya pulang.


" oh lia lagi nemenin alisyah main trampolin, sini vio ikut mamih ke lisyah yu, kak ayo ikut, " ucap kia ia menggendong vio dan menuntun zia


" fik balik yu kayanya tekor gue disini lama lama" celetuk erik. dan langsung di nasehati mamah. " gak boleh bicara tekor bang, memulikan istri harus kok, sekali kali buatlah kia happy, kia tau batasan kok" jelas mamah.


" eummm.. iyamah erik becanda. "


" nah loh dimarahin mamah " goda haikal


" shuttt"

__ADS_1


" nak foto lagi yuu sebelum pulang tunggu yang lain dulu "


" oke mah "


__ADS_2