
Suasana kesedihan mewarnai di kediaman mamah dimana setelah mereka melaksanakan sholat tarawih pertama dilanjut witir dan diikuti doa niat puasa ramadhan esok hari. kini mereka saling meminta maaf atas apa yang telah terjadi baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja untuk menyambut bulan yang suci yaitu bulan suci ramadhan, mereka tidak ingin amal ibadah sia sia hanya karna hati yang kotor. hal tersebut selalu diterapkan papah kepada anak anaknya dan kali fikir haikal mengetahui kebiasaan baik yang ditanamkan papah reno.
Singkatnya usai bermaaf maafan mereka memilih berisitirahat di kamar masing masing, delia fikri lebih memilih bertadarus awal untuk mereka memulai nyaa dari juz pertama dibulan puasa, ia juga ingin mengetahui berapa juz mereka hatam Alquran.
Kia erik mereka memilih tidur takut kesiangan sahur pertama, sedangkan pasutri baru mereka tengah berdiam diri satu sama lain dimana haikal memilih duduk bersandar pada dipan ranjang sedangkan zia memilih duduk diujung kasur.
" emmm mau sahur dimasakin apa ? " tanya zia tanpa melihat kearah sang suami ia menundukkan kepalanya sambil memainkan kuku. Tak ada jawaban dari sang suami ia pun menanyakan kembali kedua kalinya " nanti sahur mau dimasakin apa ? ".
Lagi dan lagi tidak ada jawaban dari sang suami zia pun menoleh melihat sang suami yang cuek tidak ada pergerakan sama sekali untuk merespon pertanyaan sang istri ia hanya melihat buku hadist yang dibaca dengan begitu serius. " apakah kamu tidak mendengar pertanyaan dariku ? " tanya zia dengan meninggikan nada bicaranya ia sangat kesal dengan sikap suaminya yang mendadak cuek tidak seperti di pantai.
Saat dirasa sang istri sudah menaikkan nada bicaranya ia pun menutup buku hadist dan meletakkannya di nakas, ia pun membuang nafasnya dengan perlahan untuk mengatur sedikit rasa kesal atas sikap sang istri. " huftt... sudah marahnya ? sudah teriaknya ? " tanya haikal dengan lembut ia tau sang istri memiliki segudang trauma jika ia menaikkan nada bicaranya untuk itu ia mengerti bagaimana menghadapi sang istri.
" kamu kenapa tidak menjawab pertanyaanku ? " tanya ziaa melemah saat ditatap oleh haikal yang kini berada di hadapannya.
" eumm terus ? " tanya haikal ia ingin istrinya puas untuk berbicara agar nasihat darinya mampu diterima oleh zia.
" aku kesal kenapa tidak menjawab pertanyanku" sahut zia ia pun mengalihkan pandangannya dari haikal.
" sudah marahnya ? sudah bicaranya ? boleh saya bicara ? " tanya haikal lagi. Tak ada jawaban dari sang istri melainkan hanya anggukan dari kepalanya yang berarti sudah selesai kini giliran haikal yang menjawab.
" coba sini tatap mataku" ucap haikal ia menyentuh wajah sang istri dan mengajaknya menatap kedua matanya. " gapapa sebentar saja tatap mataku sampai aku selesai berbicara, kamu ingin tau bukan kenapa aku diam ? jika ingin tataplah kedua mataku" pinta haikal dan zia pun menatapnya saat sebelumnya ia tidak ingin menatap mata haikal karna saat mentap matanya tubuh zia bergetar serta jantungnya berdetak sangat kencang.
__ADS_1
"yaallah, ***sungguh indah bidadari yang engkau kiriminkan padaku, lembutkan hatinya mudahkan ia menerimaku dihatinya, sungguhbathin ini tersiksa saat melihatnya depresi,trauma , engkau mempercayaiku sebagai laki laki yang menjadi obat untuknya ku mohon bantulah aku untuknya sembuh karna atas izinmu dan lewat perantara , kembalikanlah keceriaan dan kesehatan padanya dan sembuhkanlah bathinnya. aamiin " ucap haikal saat mata zia menatap keduanya.
" tahan ziaa, tahan jangan berpaling, dia suamimu bukan eza, ayolah ziaa bertahanlah , " gumam hati ka zia saat bergejolak dengan rasa traumanya***.
Zia pun menatap kedua mata haikal dan ia pun mulai mendengarkan apa yang dikatakan sang suami " dengarkan aku pakai perasaan kamu yah jangan beradu dengan rasa trauma dan ego kamu sayang, aku mendengar semua pertanyaan kamu, aku paham tapi aku tidak suka dengan sikap kamu yang berbicara tidak menatap wajahku, dosa sayang kamu bersikap seperti itu, kedua bersikap manislah dihadapan suamimu jangan berkata dengan menaikkan nada bicara selain tidak sopan itu pun menjadi dosa, sebutlah aku dengan suamiku atau sayang atau apalah terserahmu yang penting jangan langsung to the point sama saja kaya tidak menghargai aku.. aku yakin kamu bisa ayo kita coba bersama sama , akuyakin kamu bisa mengalahkan rasa trauma dan ketakutanmu " jelas haikal ia mengusap wajah sang istri yang terlihat ketakutan namun sedikit demi sedikit ketakutan itu pudar dengan senyum manis yang diberikan ka zia.
" masyaallah tahan haikal tahan" gumam haikal dalam hati ia pun melepaskan genggaman tangan dan sentuhan pada delia karna hasrat haikal tiba tiba naik saat menyentuh ka zia.
" kenapa kamu melepaskannya ? " tanya zia.
" gapapa " gugup haikal.
" kenapaa ? "
" kenapa hiksss kenapaa " tangis zia tiba tibaa pecah dengan terkejut haikal pun memeluknya dengan erat, membawa zia kedalam dekapan tubuhnya. " cupss jangan nangis sayang, cupss" ucap haikal ia mencium kening ka zia yang masih dengan hijab.
" hiksss hikss "
" hey udah ihss udah sayang, tenang yaaa, aku gapapa kok kamu jangan nangis kalau nangis aku tidak ingin cerita "
" udahh ada apaa ? " jawab zia tiba tiba ia menghapus airmatanya.
__ADS_1
" aku bukan tidak ingin menyentuhmu tapi hasratku naik tiba tiba karna aku ini laki laki yang memiliki nafsu, aku tau kamu belum mau jadi aku tidak ingin memaksakanmu makannya aku ajak kamu tidur yu kita tidur " jelas haikal.. terkejut dengan apa yang dilakukan ka zia ia membuka hijabnya sebelum haikal tertidur atau haikal sedang tidak di kamar, melihat yang dilakukan ka zia membuka hijab dan jepitan rambut yang membuat rambutnya terurai sempurna, haikal hanya dapat menelan saliva nya dengan paksa , ia terpesona dengan ka zia yang cantik dengan lekuk tubuh sempurna walau dengan busana. karna haikal paham bentuk wanita yaitu istrinya walau ia belum liat dengan polos.
" aa... apa yang kamu lakukan ? " tanya haikal gugup. " bukankah kamu ingin seperti layaknya pasutri baru ? " jawab zia agresif ia membuka kancing baju dirinya namun di tahan oleh haikal. " stop sayang aku tidak ingin melakukannya diluar kesadaran kamu" jelas haikal ia memeluk sang istri membawanya kedalam dekapan dnegan tangan kanan ia tahan di dada sang istri yang terus memaksa membuka bajunya.
" aku ingin menjadi istri sempurnaa lepaskan aku haikal " ucap zia yang terus memaksakan dirinya menyerahkan mahkota miliknya pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya , haikal tak kuasa menahan tangis sebagai laki laki normal ia menginginkan tapi sebagai laki laki ia juga tidak ingin menjadikan istrinya pemuas nafsu tanpa kesadaran dari sang istri.
" kamu tenang yaa hey istigfar, aku pasti akan menerima hak aku tapi tidak saat ini karna aku paham , kamu minum obat dulu yaa setelah minum obat kamu menentukannya" jelas haikal ia mengambil obat dan memberikannya pada zia, zia pun meminumnya dengan airmata mengalir serta kancing baju yang terlepas 3.
" sudah ? "
" ganti baju gih " pinta haikal.
" aku kenapa kebuka kancingnya kal? "
" ada adegan tadi "
" ka ... kamuuu... "
" aku tidak akan menerima kalau kamu tidak sadar " jelas haikal ia pun keluar kamar untuk mengambil minum turun ke dapur meninggalkan sang istri yang diam mematung.
Hallo semua im comeback,
__ADS_1
maaf baru di up... masih menunggu kah ? atau sudah berpaling ?? author harap masih setia menunggu yahh...