Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#228 berharap pertolongan ka zia


__ADS_3

Maaf author lama up nya soalnya author ketiknya di ponsel.. ko haikal bisa sampai si thor? kan haikal tidak lagi di bandung ia lagi dirumah keluarga ayahnya dan setiap orang terkejut pasti akan melakukan banyak hal tanpa berfikir panjang. selamat membaca.


perjalanan dari kediaman ayahnya haikal menuju lokasi ka zia kurang lebih 2 jam, jalan tol yang di tempuh haikal membuatnya lebih cepat sampai, fikri masih tertidur nyenyak di bagian depan sedangkan haikal ia mengambil alih kemudi mobil.. entah apa yang dirasakan haikal tiba tiba ingin menyetir sebelum ka zia menghubunginya.


" eummhhh... kal adem bangettt" gumam fikri yang belum menyadari kecepatan diatas rata rata dibawa haikal.


" abi tidur saja... jangan melihat perjalanan " kata haikal tanpa melihat abinya..


" pelan pelan haikalll... bahaya " ucap fikri yang melihat kecepatan mobil yang di kendarai haikal.


" bii ka zia dalam bahaya.. ia dikepung Eza..abi cek GPS ka zia posisinya dimana " ucap haikal panik..


Fikri yang mendengar pun melihat ponselnya ia buru buru mengecek lokasi kaka iparnya yang semakin lama bergerak dari titik satu ke sebelah kanan.. " pantas saja umimu khawatir ternyata perasaannya tertuju pada zia.. kamu sabar abi tau posisinya dimana " jawab Fikri.


Fikri terus melihat kearah haikal yang terlihat panik, kisah cinta haikal kepada zia tak perlu diragukan lagi semua sudah terbukti jarak yang jauh diantara mereka pun bisa di terjang oleh haikal tanpa peduli dengan tujuan haikal sebelumnya. Fikri ia menghubungi bang erik namun tak diangkat ia pun menghubungi ka kia dan menyampaikan informasi tentang ka zia kepadanya. ia meminta agar mamah tak mengetahui lebih duluu...


***


Disisi lain ka zia terus meronta meminta dilepaskan namun Eza tak mau melepaskan ka zia.. Eza berhasil membuka kaca mobil ka zia berikut pintunya ia pun berhasil membawanya kabur menggunakan mobilnya..


" lo gausah ikuttt biar guee sendiri " kata Eza pada temannya..

__ADS_1


" tapi.. "


" udah diem.. awasi jangan sampe ada orang yang berusaha bebasin zia " kata Eza dan diangguki oleh temannya...


mobil Eza melaju cepat meninggalkan lokasi pertama..ponsel ka zia sengaja ia hening kan sesuai perintah haikal agar Eza tak mengetahui kalau ponselnya aktif... tak jauh dari lokasi pertama ia membelokkan mobilnya ke kanan yang mana hanya jalan yang sepit Eza membawa ka zia..


" zaa... lu mau bawa gue kemana... pliss.. zaa gue mau kuliahhh " lirih ka zia ia meronta meminta dilepaskan ikatan tangannya..


" maaf ziii gue ga bisa nikahin meta... gue mau nikahin loo..lo milik gue ziii " kata Eza


" zaaa jangan macem macem lepasinnnn " panik ka ziaa.. " tolonggggggg ... tolongggg " teriak ka zia..


" lo teriak aja ziii ga ada yang mau nolongin loo... teman lo aja ga ada kann... ia udah gue kerjain semuanya hahahaha " kata ezaaa dengan begitu bangga... ia merusak seluruh mobil angga keysha dan Siska agar tak bisa menemukan ka ziaa.tapi Eza lupa ia tidak merusak mobil ka kia..


" telattt... kalau lo ga nendang gue dan bisa diajak baik baik gue ga akan kaya gini " bentak Eza


" lo yang gak bisa baik baik. zaa... kalau lo bisa di ajak baik baik lo. ga akan nyiapin sedetail inii " kata zia dengan membentak Eza..


citttttt(suara mobil yang di kendari Eza mengeram mendadak)..


" lo berani bentak guee hah... zii bibir lo manis bangettt candu buat gueee.. coba bentak gueee... bentak!!! " kata Eza ia pun mengarahkan kepalanya dan memegang tengkuk ka zia ia pun mencium mengul*m bibir ranum ka ziaa dengan tangan kanannya ia gunakan untuk m*r*mas gunung kembar ka ziaa "hmpttt.. fmpttt...hmffff hah.. huftt.. huftt" suara nafas ka ziaa yang menolak untuk berciuman namun Eza memperdalam dengan menekan kepala ka zia

__ADS_1


" zaa lo apa apaan sih hah gila ya looo" bentak ka ziaa..


Eza membawa ka zia dari lokasi pertama ke arah rumah kos temannya dari lokasi pertama hanya belok kekanan dimana situasi disana sangat sepi..


" setelah inii lo milik gue ziii " kata Eza dengan nafas membara...


" jangan macem macem zaa... plisss gue mohonnn... " kata ka ziaa dengan suara lemas..


busana kak zia ia menggunakan gamis hitam dan hijab merah ati, sedangkan Eza menggunakan pakaian putih celana hitam panjang.. " lo kabur gue bakal bunuh mamah lohh!! " ancam Eza membuat ka zia diam. ia tidak membawa ka zia masuk dalam kosan dengan keadaan terikat,ibu kost dan tetangga kost pun tidak ada dan ini sepi karna ini jam kuliah sedangkan bu kost ia kembali ke rumahnya yang jauh dari kost miliknya..


bukan Eza namanya jika tidak punya akal banyak, setan mana yang menguasai Eza hingga dia memberanikan diri memundurkan jok mobil agar ka zia posisinya tiduran dengan mudah ia melancarkan aksinya..


" zaaa jangannnnnn " kata ka zia saat Eza mulai mendekatkan diri ke ka ziaa..


" ziii gue mau lo jadi milik gue ziii... " kata Eza ia kembali mencium bibir ka zia dari samping..


"hmpttt... "


zia tak bisa berkutikk kaki tangannya diikat sangat kencang oleh Eza sampai ia tidak bisa kabur... ia berharap bisa menendang Eza saat Eza berada didepannya.


"mamah... hiksss.. mamah... pah... pah... ka kia.. Delia... aa... maafinnnn ziaa..hikssss... haikalll.. maafff...tolongggg... tolongggg" lirih ka zia dalam. hatii... ia bingung harus bagaimana...

__ADS_1


" yaallah sungguh kami percaya akan pertolonganmu.. hamba mohon yaallah lindungi hamba dari hal buruk.. " kata ka ziaa dengan mata yang sedikit mengeluarkan darah..


__ADS_2