Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
rencana yang gagal


__ADS_3

Cukup terkejut saat tau putri ku tidak ada di tempat tidur namun ketakutanku sudah tak lagi menghantui karna bunda lebih dulu menjelaskan tentang alisyah yang menangis meminta minuman segar , padahal mereka bisa saja di hotel namun karna alisyah yang masih kecil ingin jalan jalan mungkin ia dilanda kejenuhan membuat ia menangis.


ALISYAH POV


" nekkkk hikss alisyah haus " lirihnya dengan isak tangis yang mewarnai ruangan.


" shuttt sayang cup yaaa , nanti tunggu umi bangun ya nak, di meja ada minuman tadi nenek bawa sayang " ucap bunda mencoba menenangkan alisyh , disatu sisi ia tidak tega membangunkan menantunya namun disisi lain ia tak tega melihat cucunya


" Haus nek "


" yaudah nanti ya kita pesan tunggu dulu ya"


" gamauu nekk " lirihnya.


Saat alisyah memaksa disaat itulah mamah yang baru saja datang bingung melihat alisyah yang memohon pada bunda.


" kenapa ini buu" panik mamah menggendong alisyah.


" alisyah minta jalan sekalian beli minuman , tadi sudah saya tawarkan minuman yang saya bawa tapi menolaknya"


" mungkin bosan bu, yasudah aku saja yang menemani " sahut mamah.


" loh delia tidur " lanjutnya lagi melihat putrinya tidur dengan nyenyak.


" iya saya mau membangunkan engga enak kasihan juga, apa engga apa apa bu? pak reno dengan siapa?" tanya bunda yang merasa tak enak hati.


" ada suami ibu yasudah saya pamit ya nanti sampaikan sama delia "


" maaf merepotkan bu"


" ah sudah santai saja"


Alisyah dan mamah pun pergi berlalu meninggalkan bunda dan delia.


@@@


setelah berdoa bersama dan bersholawat kini fikri tengah berkeliling pondok pesantren dengan ustad ismail ,melihat satu persatu ruangan dan kegiatan lainnya hingga ke sudut dapur darurat.


" Sudah berapa lama pak reno dirawat Abi" tanya ustad ismail.


" sudah 3 hari ustad"

__ADS_1


" yaallah syafakaallah pak reno" sahut ustad ismail


"Aamiin "


" Abi afwan rencananya ustad ingin melalukan apa untuk pondok ini kedepannya mengingat banyak orang tua yang ingin anaknya mondok disini "


" untuk saat ini lebih di perluas lagi gedung terutama asrama santri, saya lagi mencari tahu siapaa pemilik tanah yang di sebelah sana rencananya saya akan membeli untuk pelebar pondok" jelas fikri sambil menunjuk lahan tanah yang berada tak jauh dari mereka berdiri , ya mereka sedang berada di atap pondok yang belum lama dibangun masih coran


" eum baiklah abi apa perlu saya carikan siapa pemilik tanah disana " ucap ustad ismail ..sedangkan ustad yang lainnya hanya menyimak.


" boleh , kalau ustad yang lainnya tau informasi siapa pemilik tanah itu boleh kasih tau ke saya " jawab fikri.


" rencananya itu akan dibuat asrama dan aula putri"


" gedung utamanya tetap disini atau bagaimana bi " tanya ustad lainnya.


" untuk gedung utama tetap , rumah singgah dan tempat untuk kita tetap cuma santri putri kenapa kita taruh di sebelah sana karna jika laki laki pasti ada yang kabur untuk itu nanti kita rapat kan lagi bagaimana baiknya "


" semoga niat kita semua di permudah oleh Allah swt "lanjutnya lagi


para ustad serta pengurus pondok pun turun kebawah kembali keruangan karna waktu sudah menjelang maghrib, mereka bersiap siap ada yang mengantri mandi bahkan ada yang sudah rapih.


sedangkan fikri ia berada dalam perjalanan menuju tempat produksi yang akan di resmikan langsung dengan acara tasyakuran 4 bulan dan tasyakuran rumah.


" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh bihh " jawabku disebrang sana, pikiranku melihat sekeliling bangunan sepertinya abi dijalan ucapku dalam hati dan benar saja lamunanku buyar saat beliau mengerti apa yang sedang aku pikirkan .


" iya ummi abi di jalan "


" iya abi, abi pulang jam berapa"tanyaku dengan kesedihan , mungkin bawaan bayi


" ehh ada yang kangen yaaa" godanyaa yang membuat aku jengkel


" abiiiiiii ih" lirihku.


" cupcupcup cayangggg, mungkin abi engga pulang mi" ucapnya lagi dengan raut serius , sebenarnya fikri hanya ingin membuat kejutan untuknya.


" masih sibuk ya bi yasudah engga apa apa bi " jawabku dengan hati yang sangat amat berat, padahal aku sendiri yang menyuruhnya untuk tidak usah pulang bermalam saja di bandung esok pagi baru akan pulang tapi ternyata aku tidak ingin.


" jangan marah ya sayang , nanti kamu makan nasi yaa jangan sampai engga makan kasihan dedenya abi." sahut fikri yang sepertinya sudah tak tahan dengan wajah sang istri yang ingin sekali di terkam ( dikira macan kali delia fik) sampai fikri menggigit bibir bawahnya.


" hmm iya bi" ucapku dengan benar benar malas.

__ADS_1


" coba mii abi mau liat dede "


" alisyah kemana mi " tanyanya lagi saat alisyah tak ada bersamanya.


" Alisyah sama mamah "


" oh yaudah mi " jawabnya , ya delia benar benar badmood aku jadi ingin cepat pulang menemuinya


" yaudah abi mau ada urusan mi telponnya udah dulu yaa nanti abi telpon lagi mi " ucapku saat mobil sudah terparkir di halaman rumah produksi yang akan menjadi cabang brand milik delia.


" iya bi yasudah hati hati bi dan lancar yaa , assalammualaikum "


" iya mi , waalaikumsalam warahmatullahi wabaraktuh" jawabku dan panggilan berakhir.


**


" sudah sampai anton " ucapku saat pintu mobil dibukakan oleh anton.


" Sudah pak, rencanaanya setelah ini kita langsung pulang atau ingin mencari penginapan pak " tanya anton yang sebenarnya tadi tak salah mendengarkan ucapan pak bos dan bu bosnya.


" kita langsung pulang saja saya hanya ingin memberikan kejutan untuk istri saya , yasudah kita masuk kedalam saya ingin lihat berapa persen lagi


" baiklah mari pak " ucapnya yang langsung mengikuti fikri kedalam ruko.


@@@


" Tadi siapa yang datang bu " tanya bapanya andri .


" itu aa nya salsa sama asistennya " jawab ibunya andri sambil memegang perhiasan yang melingkar ditangannya


" kenapa ga dibukain bu " panik bapanya andri


" ya ngapain kesini cobaa "


" saya sudah janji sama asistennya bu , mau taro dimana muka sayaa " bentak bapa andri.


" bapa apa apan sih berani bentak bentak saya "


" ibu yang keterlaluan"


sebenarnya pak andri baru saja pulang saat berpapasan keluar mobil fikri dari gang rumahnya yang langsung tancap gas menuju pondok, namun karna bapa andri memakai pakaian berbeda dengan helem , membuat fikri ataupun anton melihatnya seperti orang lain dan mereka sama sama tak meengetahui.

__ADS_1


Hallo guys jangan lupa mampir ke karya kedua takdir atau pilihan semoga dapat pelajaran untuk kita semuaa


__ADS_2