
Hallo semua 😉 Author kembali lagi nihh, Sebelumnya Author meminta maaf yang sebesar besarnya pada kalian karna author gak jadi crazy up beberapa waktu yang lalu dikarnakan Author sibuk Acara Tasyakuran khitan(gak pengen tau thor) , In sya Allah mulai sekarang bisa up lagi, pastinya kalian gak sabar sama Delia fikri kan?? atau ziaa? oke lahh tanpa banyak basa basi, Author lanjutkan ya, jangan lupa like, komen, dan favorite yaa , plusss jangan lupaa vote author oke oke , terimakasih loveyou sahabat author.
*****
Moment ulang tahun kali ini berbeda dengan moment ulang tahun sebelum sebelumnya, tentunya kalian sudah mengetahui perbedaan itu terjadi tanpa adanya papah, dan mulai saat ini hingga seterusnya mereka akan selalu mengalami moment tanpa kehadiran sosok pelindung keluarga.
perbedaan ini benar benar dirasakan oleh seluruh keluarga terutama zia yang benar benar merindukan moment bersama papah, " kak " lirih zia melihat bunga yang ia dapat dari kaka kakanya. mereka yang menyadari perasaan zia ia memeluk kakanya dengan erat "kenapa de"
" zia mau kasih bunga ini ke makam papah ya besok" lirih zia dengan airmata mengalir namun hebatnya dapat bisa tersenyum. " ia boleh besok kita kesana ya"
" lia mau ikut kak" kata delia namun mamah protes ia sangat melarang delia untuk ikut."gak boleh lia"
" kenapa sih mah"
" kamu belum 40 hari" kata mamah lagi.
" andai papah ada disini " kata ka zia lagi namun mereka terkejut atas pengakuan delia dengan tiba tiba.
" papah ada kok sama kita " celetuk delia dan sukses membuat ia menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
" dimana dee?"
" coba de ngomong sama papah"
" deee mamah kangen papah dee"
" liaa ayoo dong interaksi sama papah"
Begitulah kira kira reaksi mereka yang benar benar penasaran akan ucapan delia, karna hanya delia yang bisa melihat makhluk lain, dirumah produksi ia melihat sosok seperti ka zia, di rumah delia fikri ia tidak menemukan apa apa hanya penunggu rumah karna setiap rumah pasti ada penunggunya.
" gak boleh" tegas fikri dan membuat semuanya diam., ia tidak ingin istrinya cape atau kenapa kenapa sama dirinya karna kondisi delia yang tidak sehat ia takut berdampak buruk. fikri mempercayai adanya kehidupan lain tapi ia tidak perduli bahkan ia percaya tak percaya.
" zia lebih baik sekarang aja ke rumah baru papah, kalau besok bunganya gak seger "kata ka kia mengusulkan untuk pergi ke rumah baru papah yaitu kuburan.
" oke ka , mah zia pamit ya sama kia mau ke rumah papah " lirih ka zia ia mencium tangan mamah dan delia mencium tangan kaka keduanya itu. " hati hati nak" begitulah kata mamah saat putrinya mulai meninggalkan ruang keluarga ia berjalan disusul ka kia bang erik serta viola alisyah.
"salam untuk papah kak" lirih deliaaa dengaj suara yang bergetar.
" mamah ke kamar dulu ya nak" kata mamah menepuk pundak fikri dan delia. Mereka pun melakukan hal yang sama kembali kekamar mereka.
__ADS_1
****
" kak kenapa si fikri gak ngasih delia berinteraksi sama papah, kayanya emang dia yang bikin delia sama papah gak deket, " oceh ka zia sepanjang jalan , karna tempat yang dituju dekat jadi mereka hanya berjalan kaki menuju kuburan papah.
" husttt gak boleh gitu , maksud fikri mungkin baik, "kata ka kia dengan bijak sambil menatap wajah adiknya itu.
" abisnya zia kesel kak sama fikri delia au kenapa coba" sahut ka zia
" dee istigfar atuh, kan delia abis lahiran masa iya mau kamu ajak berinteraksi kalau tuh papah kalau hanya menyerupai papah ?" jelas ka kia
, "kesel ka "
" istigfar dee"
" kaka kesel gak sih sama mereka"
" istigfar sayangku cintaku" ucap kakia menepuk pundak adiknya.
" kaka kesel kan "
__ADS_1
"I.S.T.I.G.F.A.R " kata ka kia menekan kata katanya sampai menatap mata adiknya dengan sedikit melotot.
Gak kerasa ya ternyata sudah 170 eps aja nih 👏👏terimakasih sahabat Author tercinta😍 hal yang paling buat author semangat untuk up adalah baca komenan kalian di cerita ini, semakin panjang untuk memberikan komen dan like , semakin author semangat dalam up..kalian adalah penyemangat author.💕