
Dalam perjalanan menuju kota Bandung Tawa canda menghiasi perjalanan, Alhamdulillah semua seperti sudah di restukan Allah SWT yang mana jalanan biasanya ramai kini terpantau lengang membuat mereka semua menikmati perjalanan tanpa mengeluh.
" Alhamdulillah lancar ya pah " ucap mamah bersyukur.
" Iyah mah ini semua atas izin Allah " jawab papah sambil tersenyum tanpa menoleh.
" Anak anak pada selfie mamah papah ga diajak "
" hehehe maaf mah sini pakai tongsis zia " jawab zia sambil menunjukkan deretan gigi Putih.
" Heleh kalian ini"
@@@
" A fikri mau mahar apa untuk delia? " tanya wulan yang sejak tadi menyimak obrolan mereka.
" Aa rencananya mau mahar uang tunai 100 juta serta emas senilai 20 gram, dan seperangkat alat sholat. " jelas fikri mantap.
" Apa aa yakin " tanya bunda memastikan.
" Yakin bunda hanya itu yang Aa sanggup, tadi nya aa berfikir untuk memberikan delia mahar rumah serta uang tunai 50 juta tetapi fikri pikirkan alangkah baiknya rumah fikri berikan sebagai hadiah untuknya" jelas fikri.
" Ma syaa allah yasudah abah bunda dan kami semua setuju A, tapi tetap berikan yang terbaik untuk istrimu, Nanti H- 1 adakan pengajian di pondok pesantren ya " jelas abah sambil melihat undangan yang akan di sebar hari ini.
Undangan yang telah dibuat kini sudah jadi dan akan segera disebarkan.
" Yasudah aa permisi mau main dengan lisyah ya abah mba bunda" pamit fikri sambil beranjak. namun langkahnya terurung karna pertanyaan yang mmbuat ia harus mengatakan pad keluarganya.
" Oh iyah aa lupa ada yang ingin aa katakan"
" Ada apa nak "
" Ada apa "
" Fikri takut nanti alisyah tidak mau dengan delia" ucap fikrI khawatir .
" Kami akan berushaa untuk alisyah mau dengan delia karna ya semua butuh proses a balik lagi pada diri delia tapi yang kita tau delia sayang dengan anak kecil jadi tidak Ada yang di khawatirkan terlebih ini semua butuh proses a "
" Iyah abah fikri mengerti, fikrI hanya takut jadi suami yang salah dan abi yang tidak adil."
" Kami akan lakukan apapun nak dan fokuslah pada pernikahanmu. " jelas bunda sambil menepuk pundak sang anak.
" Baiklah abah bunda kak fikri mengerti "
" Yasudah ayoo bunda ingin bersiap siapa berjumpa menantu kesayangan"
" Wulan ikut bunda "
" Tentu dong"
Mereka pun bersiap siap mengganti pakaian dengan yang lebih sopan dan rapih untuk berjumpa dengan orang lain..
Alisyah sedang berkumpul bersama Abi dan Raka dan Alya mereka sedang bercerita sejarah nabi muhammad saw yang membuat mereka bahagia mengenal Nabi muhammad saw.
__ADS_1
" Jadi siapa yang tau nama ibunda Nabi Muhammad Saw" tanya fikri sambil melihat siapa yang bisa jawab.
" Aku AbI " ucap Alya sambil mengacungkan tangan.
" Oh iya Alya ayoo silahkn dijawab"
" Ibunda Nabi muhammad Saw itu siti aminah binti wahab" jelas Alya
" Yey bener " tepuk tangan semua nya " ucap fikri. sambil tepuk tangan dan itu diikuti semuanya
" Siapa yang tau istri Nabi muhammad pertama "
" Aku abih" ucap alisyah.
" Oh iya anak abi ayo dijawab apa "
" Yey pinterrrr tepuk tangan semua " ucap firki sambil tepuk tangan. tanpa mereka sadari bunda dan wulan turun dari tangga menuju mereka sambil tepuk tangan sambil berkata " pinter pinter cucu nenek"
" Nenek " panggil mereka.
" Hallo syang hayu atah kita berangkat " ucap bunda sambil menuntun alisyah.
" Ayo nek, Abi alisyah pergi dulu ya bi" ucap alisyah sambil pamit ke abi.
" Iyah sayang hati hati ya nak "
" Assalamualaikum abi"
__ADS_1
" waalaikumsalam hati hati sayang..kalian juga hati hati ya " ucap fikri pada alisyah dan keluarganya.
" Iyah Aa.
Lama mereka bermain hingga jam menunjukkan pukul 10:30 mereka pun berangkat karna keluarga delia sudah hampir tiba di tempat kemarin untuk fetting baju. tidak enak rasanya mereka tiba tanpa kehadiran keluarga Adam syarief.
@@@@
" Alhamdulillah akhir nya sampai juga di kota bandung "
" Alhamdulillah "
Mereka sudah sampai di kota bandung namun kini mereka mencari alamat yang sudah dikirim oleh bunda lewat GPS.
" Mah pah nanti kita mampir ke rumah tante " tanya delia pada mamah papah.
" Mampir dee buat istirahat sayang soal nya kan cape kita PP " ucap papah.
" Iyah pah nginep ya "
" Engga zia sayangkuh"
" Yah papah " Gumam zia sambil menghela nafas.
" Pah makan dulu yu delia sudah lapar sambil menunggu keluarga mereka" ucap delia yang kini melihat makanan dipinggir jalan.
" Ayooo "
__ADS_1
Mereka pun mencari makanan yang berada tidak jauh dari tempat mereka bertemu.