Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
BAU?


__ADS_3

Melihat adik terakhir dan mamah sedang bertempur pada bahan bahan masakan di dapur membuat Kia bahagia dan bersyukur karna telah mempunyai keluarga yang menyayangi satu sama lain.


sudah cukup kakia memandangi dan tersenyum kini kakia menghampiri untuk membantu mereka, namun sebelum membantu suara anak kecil membuat ia mengurungkan niatnya membantu adik dan mamahnya


" Mah " panggil viola sambil berjalan menghampiri kakia.


" Ya nak " sahut Kia yang berhenti dan berbalik arah ke asal suara dan suara itu membuat mamah dan adik ya menoleh.


" Loh kaka sejak kapan disana " Heran mamah menghampiri Kia dan viola


" Baru mah ini baru saja kaka mau bantuin mamah viola sudah panggil kaka".


" Ada apa cantik " tanya mamah pada viola.


" Nda nek vio mau peluk mamah " ucap vio dan memeluk Kia.


" Yaallah sayang"


" Dasar cucu nenek yasudah viola main sama sus ya mamah bantu masak nenek vio mau ayam goreng tidak " ucap mamah sambil mengacak gemas rambut vio yang berada dipelukan Kia.


" Mau nek, oke mah" ucap viola yang kini sudah fasih berbicara.


" Hati hati jangan lari "


" sip " teriak vio.


" Dimana kak zia kak? " tanya delia yang dari tadi menyimak obrolan kaka dan vio.


" Emmm. Oh itu de masih ngerjain tugas kuliah sebentar lagi juga turun kalau makanan sudah selesai " kilah kakia dengan tawa.


" Ceuhhh kaka yang satu itu paling pertama deh soal makan " ledek delia.


" Hustttt ghibah " tegur mamah sambil mengangkat ayam goreng.


" Mam ini kelapanya buat serundeng kan " tanya Kia.


" Iyah kak ala ala mamah gtu yaaaa praktis no ribet" ucap mamah.


" Baik lah baik " ucap Kia sambil mengulek sambal.


Mereka asik saja berbicara satu sama lain samapai jam menjukkan pukul 17:30 WIB. Mereka terlalu santai hingga keriweuhan terjadi saat ka zia turun.


" Yaallah kemana anak perawan baru selesai eh nongol " tegur mamah


" Ahh mamah " peluk mamah. " Mamah bau ayam" gumam zia sambil terus mencium mamah.


" Helehhh Mamah masak ayam nak mamah sendiri yang mencincang ayam jadi amis "

__ADS_1


" Bau ihhh" ledek zia.


" Yeuhhh bau bau dicium " tegor Kia sambil meledek.


" Delia mandi dulu ya kak mah permisi " cup " ucap delia sopan dan berlalu ke kamarnya tak lupa mencium mamah.


" Kenapa dia " tanya ka zia.


" Entahlah " kia.


" Ayo mandi mamah sudah gerah nih mandi mandi Sana katanya mamah bau" baper mamah sambil tangannya mengibas ngibas Seraya mengusir.


" Mamah dihh "


" Mandi sayang mau maghrib"


" Yayayya " Cup " kecupan mendarat dipipi mamah oleh kakia . dan di lanjutkan dengan zia yang mencium mamah sambil berbisik " Jangan marah ibu negara " setelah berkata zia pun kabur karna takut di kejar mamah.


" Dasar " Guamam mamah tersenyum.


@@@@


Setelah mengungkapkan isi hati serta menegur salsa dan tidak lupa memberii hukuman Hapalan surah al baqarah ayat 1-150 A fikri pun langsung bergegas kekamarnya.


" Ahh sudah lah ini juga demi kebaikan salsa " Gumam aa fikri saat sendiri dikamarnya memikirkan Salsa.


Tok.. Tokk.. Tokk. 3x


" Ya masuk " sahut fikri setelah mengganti pakaian dan sudah siap pergi ke pesantren.


" Aa mau kemana " Tanya bunda ya ternyata bunda yang mengetuk pintu.


" Mau ke pesantren bunda "


" A apa tidak kamu di rumah saja " Tanya bunda sambil duduk di sofa yang ada dikamar fikri.


" Ada apa bunda" Tanya fikri.


" Kamu mau menikah sayang sebaiknya diam lah di rumah"


" Bunda maaf fikri ada jadwal menjadi imam habis isya sekaligus firki melihat laporan anak anak yang bermaslah"


" Baiklah A kamu hati hati bunda sudah meminta pak udin untuk mengantarkan kamu"


" Terimaksih bunda"


" Sami Sami nak" ucap bunda yang kini beranjak untuk keluar dari kamar fikri namun teringat sesuatu yang mengurungkan niatnya.

__ADS_1


" Oh ya nak besok bunda ajak alisyah menemui calon istrimu? " Tanya bunda.


" Baiklah bunda Salam untuk nya dan fikri tidak bisa menemui dan menemani bunda dan alisyah. " jelas fikri sambil menggandeng bunda keluar kamar dan turun kebawah..


-at bawah -


" Baiklah nak bunda mengerti kamu akan bertemu dnegannya setelah Akad" ucap bunda sambil mencium kening sang anaku laki laki satu satunya.


" Iyah bunda aa pergi dulu ya bun assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


" Abi mau kemana " Tanya alisyah.


" Abi ke pesantren nak lisyah sama mamah cuceu sama nenek jangan nakal ya nak" peluk alisyah.


" Ikut abi " rangek alisyah.


" Abi Lama sayang nanti lisyah mengantuk dan esok alisyah mau jalan sama nenek nanti ketemu tante delia lagi nak kalau lisyah ikut abi nanti lisyah kesiangan nanti engga ikut nenek"


jelas fikri sambil menggendong alisyah.


" Iyah abi abi hati hati ya"


" Pinternya anak abi iyah sayang yaudah abi berangkat ya neng assalamualaikum " cium alisyah dan menurunkan dari gendongannya.


" Iyah abi waalaikumsalam "


Fikri pun berlalu pergi dengan sedikit terburu buru ia pun memasuki mobil yang sudah disiapkan pak udin. Tak lama mobil pun melaju meninggalakan pekarangan rumah keluarga Adam syarief.


" Lisyah " panggil bunda..


" Ya nek"


" Kita telepon nenek yu " tawarin bunda


" Apa lisyah punya nenek selain nenek nek"


" Punya sayang besok kamu ketemu nenek jadilah anak manis ya neng yang sopan dan shaliha"


" Lisyah tanya abi ya nek nanti"


" Boleh sayang yaudah tidak jadi telepon gimana kalau kita belajar sambil menunggu maghrib " tanya bunda.


" Ayo nek " gumam asliyah sambil menuntun bunda ke kamarnya alisyah.


" Pintarnya" Ucap bunda sambil berjalan menuju kamar alisyah.

__ADS_1


__ADS_2