Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
mood berubah?


__ADS_3

" Ummi " Teriak alisyah menghampiri delia yang kini tengah duduk dengan Syifa salsa bunda dan fikri,delia menoleh ke asal suara dan memeluk putrinya saat tubuh mungil berada dihadapannya.


" sholehanya ummi" Ucap delia membawa alisyah kedalam pangkuannya.


" Ummi alisyah mau nginep dirumah mamah ceueceu boleh engga " Tanya alisyah sambil menyender pada dada delia. Delia yang sejujurnya tidak mau ditinggal alisyah dan disatu sisi tidak ingin mengekang anaknya membuat pilihan yang sangat sulit. Ia pun menoleh kesuami bermaksud kode namun fikri tidak menoleh ke delia ia sedang asik minum teh yang disajikan untuknya. "Hmmm alisyah coba tanya sama abi ya nak umi engga bisa ngasih izin" Jawab delia sambil dagunya dikepala alisyah di peluknya dengan erat anak itu seperti baru bertemu,.


" abii boleh engga " Tanya alisyah yang masih tetap dipeluk kan delia. " iyah boleh tapi janji jangan nakal ya alisyah, nanti kalau mau pulang kasih tau mamah ceuceu biar abi yang jemput kasihan kalau papah yang anterin lisyah " Jelas fikri yang menyadari anaknya rindu dengan raka serta alya, sudah biasa bagi alisyah yang menginap disana terlebih sejak bayi 8 bulan alisyah diasuh oleh mba wulan atau yang biasa di panggil mamah ceuceu.


" Yeyyeeyeee terimaksih abi ummi " Ucap alisyah yang kegirangan dan itu membuat delia sedih,


" iyah sayang jangan nakal ya, jangan ngerepotin mamah ceueceu disana okeh, jangan lupa sholat, jangan lupa makan, jangan main keluyuran okeh sayang " Pinta delia pada anaknya itu dan membuat yang lainnya geleng geleng kepala melihat tingkah delia dan alisyah.


" iiyaaa ummi umi jangan sedih ya " Jawab alisyah sambil mengapus airmata delia. Delia pun menghapus air matanya dan berkata " kamu mau kapan nak nginepnya "


" sekarang ummi itu mamah ceuceu " Sahut alisyah sambil menunjuk mba wulan yang baru saja masuk.


" Loh dari mana nak " Tanya bunda pada anaknya.


" abis belanja raka minta mampir yaudah dia main sama alisyah wulan Terima telpon dulu hehehe " Jawab wulan sambil ikut bergabung dengan mereka.


" mba belanja ga ngajakin syifa kan mau beli baso aci " Jawab syifa yang tengah bermain ponsel.


" yaa maaf " " nanti sama teh lia mau dee " Pinta delia yang sepertinya mulai tergiur dengan bakso aci di benaknya rasa pedes asem gurih membuat lidahnya mengecap ngecap. " Boleh kak ship "


" oke teteh mau beresin baju alisyah ya, mba ikut aku yu ke kamar alisyah " Pinta delia pada mba wulan, wulan pun yang diajak menjadi bingung namun ia pun mengikuti delia.


At kamar alisyah.


" mba alisyah katanya mau nginep disana ya " tanya delia yang kini sudah selesai membereskan baju alisyah hanya beberapa pakaian karna disana sudah ada pakaian alisyah. ia pun duduk diranjang disisi mba wulan.


" ya teh, kamu gapapa kan kalau alisyah suka nginep dirumah aku " sahut mba wulan yang takut delia tak setuju.

__ADS_1


" Gapapa mba asalkan alisyah tidak merepotkan mba, kalau mba repot nanti hubungin aku yaa biar aku jemput "


" Ya teh , oh ya apa salsa bikin ulah " tanya mba wulan yang penasaran dari mulut delia langsung.


" Bikin ulah gimana mba engga kok dia baik sama aku, aku boleh tanya sesuatu ngga mba? tanya delia yang menggenggam tangan mba wulan.


" Aku penasaran sama ibunya alisyah apa aku boleh liat fotonya "


" lohh kamu nikah hampir dua bulan engga tau ibunya alisyah " tanya wulan memastikan kebenarannya.


delia tak menjawab ia hanya menggeleng kepala saat pertanyaan itu dilayangkan untuknya saat wulan ingin menjawab suara ketukan pintu membuat mereka menoleh delia pun membuka pintu mendapatkan suaminya didepan pintu. " Aabiii ada apa"


" Gapapa mii mba mana " sahut fikri sambil berjalan masuk. " Apa a " tanya mba wulan. " Ini uang buat alisyah disana kurangnya kabarin aku " sahut fikri memberikan uang satu juta kepada mba wulan.


" A kaya siapa aja sih dia itu ponakan aku udah aku anggap anak sendiri apa apaa sih kaya gini engga aku gamau nerima " tolak wulan yang merasa tidak pantas menerimanya toh alisyah ia sudah anggap anaknya. Makanan dan cemilan sudah ada dikulkas terlebih ia baru belanja jadi tidak perlu uang fikri toh untuk apaa.


" Mba gapapa Terima aja aku gamau anakku merepotkan mba selama ia nginap " sahut delia memngusap lengan mba wulan.


" Abii ini gimana apa mba marah? "panik delia melihat wulan pergi begitu saja.


" Engga dia gamarah nanti abi akan cerita sama kamu ya kita susul mba " ucap fikri mengusap kepala delia merekapun turun menyusul mba wulan.


AT RUANG KELUARGA.


semuanya berkumpul termasuk abah yang sudah hadir di tengah mereka, " Mba " panggil delia pada mba wulan. " Iyah teh " sahut wulan. " Alisyah mau nginep ya " tanya abah yang melihat tas alisyah, " ya kakek "


merekapun mengobrol saat asik mengobrol " yasudah ayo kita pulang " ucap wulan pada suaminya yang kini sudah bersalaman dengan abah dan bunda diikuti wulan dan anak anaknya. " Cepet banget sihh udah mau pulang aja, alisyah jangan nakal ya " ucap bunda pada cucu cucunya. " ya nek " sahut alisyah yang semangat. .


" Aku pamit pulang dulu ya teh, alisyah aku bawa ya," pamit wulan pada delia ia pun berpelukkan. " Ya mba nanti aku main ya kapan kapan, titip anakku ya kalau nakal marahin aja " ucap delia sambil melepas pelukkan.


" Alisyah salim dulu sama umi abi " sahut wulan yang melihat alisyah semangat hendak keluar pintu. " Ocehh mah" ucap alisyah yang langsung memeluk delia. "ummi aku nginep ya dirumah mamah ceuceu, "

__ADS_1


tidak ada jawaban dari delia ia hanya terus memeluk sang putri seperti berat ditinggalkan oleh putrinya namun ia harus mengizinkan putri kecilnya, pemandangan itu disaksikan semua orang penuh haru kedekatan ibu tiri dengan anak. " sayangg udah kasihan alisyah " ucap fikri mengelus kepala delia yang saat ini setengah berjongkok memeluk sang putri. " umi pasti merindukanmu sayang " sahut delia melepas pelukkan dan mencium wajah alisyah berulang kali dan memeluknya kembali. " Sayang " panggil fikri. delia pun melepaskan pelukkan alisyah dan lisyah berganti memeluk fikri " Jangan nakal ya anak abi dirumah mamah ceueceu, " ucap fikri sambil mengusap kepala alisyah. " Oke bi abi jangan lupa jagain ummi yaa, alisyah mau nginep dulu " ucap polos alisyah yang melihat ummi nya sedih. "dah semua assalamu'alaikum "


" Waalaikumsalam "


"Abiiiii " rengek delia melihat anaknya sudah pergi dari halaman rumah adam syarief.


"Cupssss ahhh "


"Neng gapapa nanti kamu bisa kerumahnya wulan " sahut bundaa.


"Abii ayo kesana" antusias delia ingin bertemu dengan anaknya padahal baru saja kepergian alisyah.


"Miiii baru loh alisyah pergi masa udah di susulin aja ".


" teh ayo sekarang aja beli baso aci " sahut syifa yang sebenarnya sudah lapar sejak tadi.


"Astagfirullah teteh lupa ayo deh " sahut delia tepok jidat dan ia pun langsung mengambil tas dan ponselnya di kamar meninggalkan fikri yang tengah menantapnya bingung. " delia kenapa fikri " tanya bunda yang ikut heran melihat menantunya, "Fikri gatau bunda" sahut fikri, belum sempat bunda menjawab delia sudah lebih dulu turun dengan semangat 45 ia sudah berada disana.


"Abii aku pamit ya mau jalan sama syifa sama salsa " pamit delia pada fikri yang mematung melihat keanehsn pada delia.


"Kamu kenapa mii " tanya fikri.


"Aku gapapa abii " sahut delia yang melihat kearah dirinya. " Semangat banget tadi males malesan terus melow sekarang semangat cepet banget berubah ubah " sahut fikri to the point.


" Aku mau makan abii aku izin ya " sahut delia yang mengulurkan tangannya untuk pamit.


" Iyah hati hati ya " sahut fikri.


Delia syifa dan salsa pun berpamitan dengan bunda dan lainnya dengan menggunakan mobil milik syifa dan tentu delia ingin sekali menyetir namun karna tidak tau tempatnya ia memutuskan untuk duduk didepan membiarkan syifa yang membawanya.


"Menantu kita cepat sekali berubah moodnya bun " sahut abah yang ikut merasakan heran.

__ADS_1


__ADS_2