
jam menunjukkan pukul 02:30 WIB mereka berkumpul diruang keluarga lantai 2 dirumah utama.
" Bunda jadi ART datang hari ini ? " tanya fikri merangkul sang istri.
" jadi sayang karna kejadian zayyan hampir diculik bunda memutuskan untuk bi ANA yang bekerja dirumah kalian, untuk nginep atau tidaknya itu urusan kalian mau seperti apa" jawab bunda yang ikut merangkul abah.
" terimakasih bunda bunda tau apa yang delia inginkan " jawab delia terharu.
" tentu bunda akan menjaga kalian seperti bunda menjaga diri bunda"
" salsa bagaimana kabarnya bun ? " tanya fikri yang memikirkan adik nya.
" besok pulang nak "
" yasudah aku ingin melihatnyaa lebih baik
" Aamiin "
" bunda nanti aku ikut bantu bunda buat pesanan kue yah bunn" pinta deliaa setelah ia mengingat kue bunda yang the best apalagi ini bulan ramadhan pasti sudah banyak yang pesan.
" boleh sayang "
" Aa boleh kan ? " izin delia pada sang suami.
" iya boleh tapi jangan cape cape ingat kondisimu okeh"
" baik sayanggg terimakasih "
" sama sama"
Mereka pun mengobrol satu sama lain, mulai dari obrolan serius hingga sesekali mereka bercanda bahkan mereka menentukan resepsi di pesantren untuk haikal zia yang mana mereka menyerahkan sepenuhnya pada keluarga fikri.
" permisi.. bu pak makanannya sudah selesai silahkan dinikmati " ucap bi ani yang tak lain pekerja dirumah bunda yang sudah setia menemani mereka.
" baik terimakasih bi segera kami turun"
__ADS_1
bi ani pun berlalu meninggalkan keluarga harmonis itu.. syifa pun bergabung dengan mereka yang kini bersama alisyah.
" loh teh syifa sudah sama teteh alisyah " kaget bunda
" ia semalam syifa tidur dengan alisyah bunda hehehhe ayo sahurrr"
Mereka pun turun meninggalkan zayyan di kamarnya sendiri, mereka mengambil posisi duduk yang sudah ditentukan dari jaman dahulu kala(lebay deh author wwkwkwk) setelah membaca doa mereka pun menikmati santapan sahur dengan menu sup daging, ayam goreng kremes, perkedel kentang, kerupuk, sambal.
Karna dikeluarga bunda tidak semua menyukai sambal merah bi ani pun paham ia menyediakan 2 sambal yakni sambal merah dan sambal hijau. layaknya perasmanan begitulah isi meja bunda.
" bun tidak ada kah stok mentimun dirumah ? " tanya fikri yang mengingkan sayur bening mentimun.
" sebentar " kata bunda.. " bi adakah stok mentimun ? " tanya bunda pada bi ani.
" habis bu ada sedikit saja tidak cukup untuk sayur bening" jawab bi ani menunjukkan 1 timun yang tinggal sedikit. karna kemarin bunda mendapatkan order ayam bakar untungnya masih tersisa walau hanya sedikit.
" gapapa bi boleh saya pinta " ucap fikri ia pun menghampiri bi ani dan mengambilnya.
Setelah mencuci mentimun fikri pun kembali ke meja makan. " kebiasaan " celetuk bunda menggelengkan kepala melihat fikri menggigit mentimun.
" sayang mau aku sayur aja ? " tanya delia kasihan melihat sang suami memakan mentimun mentah.
" ini sudah banyak perutku tak sanggup belum susu sayangg" lirih deliaa namun tak ada bantahan ia pun melihat kearah bunda yang hanya tersenyum menatapnya.
" aku gendut nanti " lirih delia lagi.
" ahahahahahaha " tawa syifa melihat wajah sedih delia
" ihss aku di tertawakan" bathin deliaa menatap sedih syifa.
" gapapa gendut yang penting istri aku " ucap fikri mengusap kepala delia.
Setelah makan mereka pun tidak beranjak tetapi fikri memilih menemani sang istri murojaah sambil pumping ASI disisi nya zayyan tertidur.
" Masyaallah istriku pintar menjaga hapalan, disaat kesibukannya melanda" bathin fikri dalam hati ia pun terpejam mendengar suara merdu sang istri yang murojaah.
__ADS_1
" eumm coba tadi ulangi 3 ayat sebelumnya " tantang fikri dan delia pun melaksanakannya dengan benar setelah itu mereka menyudahkan murojaahnya.
" sayang aku ga jadi ke klinik lah kan sudah ada dokter lain yang berada disana. " jelas fikri
" kenapaa ? "
" rencananya aku mau renov lagi sambil di perbesar ruangannya supaya tidak jenuh " jelas fikri karna kebetulan klinik yang ia miliki belum terlalu besar hanya 3 kamar.
" yasudah gapapa yang penting kamu bisa membagi waktu antara perusahan, pesantren, dan klinik," jawab delia ia pun menuangkan Asi kedalam kantong asi dan sang suami lah yang menuliskan tanggal jam.
" produksi bajumu gimana ? " tanya fikri
" sedang lauching model baru untuk hari raya nanti sayang, dan khusus keluarga kita nanti aku buat modelnya berbeda, aku minta mpo ipeh menyelesaikan pesanan yang menumpuk sebelum ready stok model baru " jelas delia
Walau fikri dan delia sibuk mereka tetap meluangkan waktunya untuk kedua anak anaknya jangan sampai karna kesibukannya membuat kedua anak merasa diabaikan.
Allahuakbar Allahuakbar
Adzan subuh telah berkumandang pertanda sholat subuh tiba, fikri abah mereka pun melaksanakan sholat subuh di masjid sedangkan delia bunda syifa mereka memilih sholat subuh dirumah
***
TIN... TINNN.. klakson mobil.
" Assalammualaikum " ucap wulan erik alya dan raka mereka baru sampai dirumah bunda pukul 10:00 WIB.
" Waalaikumussalam" jawab mereka serempak.
" liaaaaa "
" mbaaaaa...masyaallah kangen " ucap delia membalas pelukkan teh wulan.
" apa kabar? "
" baik .. mbaa gimana kabarnya ? " tanya delia
__ADS_1
" Alhamdulillah"
note delia buka cadar pada saat sahur karna tidak ada mas tyo yaitu suami mba wulan, ia akan memakai cadar jika ada yang bukan mukhrim dirumah itu..