
#Flashbackon#
Sekian lama mencari kehidupan istrinya fikri ,Begitu sulitnya mencari siapa istri ustad fikri dan begitu sulitnya melihat seperti apa bentuk wajah beliau sehingga orang orang dibuat penasaran akan rupa wajahnya. karna selama dipondok maupun keluar rumah delia tidak pernah melepas cadar begitupun teman delia yang selalu menemani istri gus kemanapun ia pergi dan ia pun bercadar, sulit membedakan bukan ? hal tersebut diakui oleh perempuan masalalu fikri, bukan ibu dari alisyah tapi ia mantan taaruf fikri yang hampir saja menjadi istrinya, Alhamdulillah beliau masih dijauhkan dari orang orang yang dzolim.
Namun usaha tidak sia sia dengan melakukan berbagai macam cara hingga sampailah dimana ia menemukan alamat rumah keluarganya delia. sangat sulit jika ia memaksakan diri masuk lingkungan keluarga fikri, ia memilih keluarga istrinya karna mungkin baginya itu hal yang mudah.
Tak butuh lama mantan taaruf fikri pun datang kerumah mamah ia mengamati sekeliling bangunan 2 lantai itu dan sesekali berinterasi dengan tetangga untuk mendapatkan informasi, setelah mendapatkan informasi ia pun mengatur strategi untuk bisa menjalankan misi nya dan tibalah suster keluar bersama viola untuk berkeliling sore hari.
" Hallo adik cantik namanya siapaaa" ucapnya mengusap pipi alisyah.
" vio tante "
" eummm bu.. bukann.. adee kan sudah dibilang papih dan mamih kalau tidak boleh memberikan nama" bisik suster.
" anak kecil jangan diajarkan berbohong" ucapnya menatap mata suster.
" adik namanya siapa ? " tanya perempuan cantik dihadapannya.
" vio tantee" jawab viola.
" vio tante mau berbicara sama suster berdua boleh ? vio boleh kesana dulu engga ? " ucap perempuan itu dengan lembut alhasil viola pun menurutinya ia berlari kearah bangku taman yang terdapat air mancur.
" vioooo....
" sudah sus biarkan ia sendiri , ada yang ingin saya sampaikan, saya akan membantu suster apapun keinginanmu asalkan bisa membuat fikri dan istrinya berpisah, saya wanita dimasalalu fikri, kami batal menikah karna fikri berjumpa dengan istrinya... jika suster sanggup tolong hubungi saya kenomor ini... terimakasih" ucap perempuan itu sambil menahan tangan suster dan memberikannya nomor telpon miliknya dan berlalu meninggalkan suster.
Suster pun dengan cepat cepat menghampiri viola yang sampai saat ini masih bermain air dipinggir kolam.
" ncuss tadi siapa ? "
" gatau suster vioo... yasudah yuk pulang" ucap suster yang mulai risih...
__ADS_1
sejak pertemuan itulah suster mencobaa menghubungi nomor yang telah ia terima dari wanita ****** itu...
**
Puas berkeliling mencari Takjil dan ngabuburit ala ala sang istri, kini ketiganya kembali kerumah, buka puasa kali ini mereka adakan diluar restoran tak jauh dari kediaman mamah.
" ini sudah waktunya berbuka loh sayang kapan kita kesana ? " tanya mamah yang sedang mengendong zayyan diteras rumah.
" iya ayuk sekarang kebetulan gajauh dari rumah mamah " jawab fikri ia pun mengambil kunci mobil. tak sesuai rencana itulah acara buka puasa kali ini secara dadakan. mereka pun memasuki mobil masing masing dan berjalan menuju restoran yang sebelumnya dipesan fikri pada saat ngabuburit.
Singkat cerita mereka sudah sampai di restoran 20 menit lagi adzan maghrib berkumandang hal tersebut membuat fikri merencanakan sesuatu. " mah fikri dan kedua anak laki laki mamah ,sudah meminta haikal untuk tinggal bersama mamah, menemani mamah dirumah dengan zia, karna kami khawatir jika harus meninggalkan mamah sendiri di rumah tanpa adanya anak laki laki, apakah mamah keberatan ? " tanya fikri
" tentu tidak sayang, mamah sangat setuju haikal dan zia untuk tinggal bersama mamah," jawab mamah tersenyum bahagia.
" Alhamdulillah"
owek... owekkk... oweeekkkk...
" bisa sayang ? sini biar aku bantu " ucap fikri ia pun membuka tutup botol zayyan dan menatap putranya yang sedang menyusu dengan lahap.
" terimakasih "
" sama sama "
" oh yah nak apakah dengan kejadian seperti tadi kamu tetap menggunakan ART ? " tanya mamah ia menatap putrinya yang sedang menatap zayyan.
" mau tidak mau mah karna sudah terlanjur janji , tapi semua tetap dalam pengawasan kami mah " jawab fikri karna bagaimana pun delia mengikuti kemauan suaminya walau trauma mash membekas pada dirinya.
" yasudah kalian hati hati jangan lengah ya "
Disaat asik mengobrol satu sama lain tak terasa suara adzan maghrib berkumandang pertanda waktu berbuka telah tiba dan waktu sholat maghrib pun tiba. Allahuakbar Allahuakbar .
__ADS_1
Doa berbuka puasa pun dipimpin oleh fikri diikuti yang lainnya.. setelah membaca doa mereka pun menyantap menu berbuka puasa yang telah tersaji di atas meja.
" silahkan dimakan" ucap kia
" marii" ucap semua
Keadaan dimeja makan mendadak terkejut khususnya keluarga delia ia mendadak menghentikan makannya saat fikri haikal bangkit dari duduk setelah makan kurma dan air putih.
" loh mau kemana A ? " tanya mamah terheran kecuali delia ia sudah paham hendak kemana suaminya berbeda dengan ka zia yang baru mengetahui.
" Aa izin mau sholat maghrib dulu mah" jawab fikri tersenyum ia pun mengusap kepala baby zayyan yang tidak tidur.
" oh iya silahkan gantian ya a " ucap mamah tersenyum.
Para laki laki pun berangkat ke mushola yang berada di restoran itu.
" de suamimu emang begitu buka puasa cuma pakai kurma dan air putih sja ? " tanya kia.
" iya kak, yang penting sudah membatalkan puasa langsung deh sholat , setelah sholat dia lanjut makan yang delia tau sih itu kak" jelas delia meletakkan botol diatas meja dan ia mendirikan baby zayyan.
" haikal juga ? " kagum zia melihat suaminya seperti tadi.
" ya itu dia ka banyak yang bilang fikri kedua, 11 12 sama abinya. " jawab delia.
" iya sih de bener kk aja mikirnya gitu" jawab kia mencoba mengingat ingattt.
" mamah setuju apalagi kalau lagi diem diemnya mirip bangett..."
" buah jatuh gak jauh dari pohonnya" ucap delia.
" lisyah bibirnya sayang" kata delia ia memberikan tissue basah pada putrinya dan langsung di lakukan oleh kia.
__ADS_1
AUTHOR COME BACKK 💕💕