Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
kebaikan


__ADS_3

" nak sabar lebih baik kita sholat dulu sambil menunggu kabar dari aa tyo maupun abah" ucap bunda


" wulan lagi ngga sholat bunda" jawab wulan


" Iya sudah bunda sholat dulu iyah nak tolong ajak adik adikmu sholat" sahut bunda sambil berlalu.


***


Tin... tinn.


" assalamu'alaikum abah yaallah "ucap fikri sambil salim tanda hormat kepada abah


" Wa'alaikumussalam nak alhamdulillah datang juga"jawab abah.


" ini gimana ko. bisa mogok mas" tanya fikri. kepada mas tyo.


" gatau ini fik, yasudah antarkan abah ketempat acara tolong ya fikri biara mas disini nungguin mobil beres terimakasih telah membawakan montir " ucap mas tyo.


" sama sama mas iyasudah mari abah kita berangkat tapi gapapa nih mas kita tinggal" tanya fikri sambil membukakan pintu untuk abahnya


" gapapa nanti mas langsung pulang kalau sudah beres, dan hati hati ya" sahut tyo


" nak abah duluan iyah kamu hati hati assalamu'alaikum " pamit abah


" waalaikumsalam abah "


" mas jalan dulu iyah" ucap fikri


" hati hati "


mobil pun melaju meninggalkan tyo dengan mang tatang disana, sepanjang perjalanan menuju tempat acara yang sebenarnya sudah setengah jam kehadirannya ditunggu banyak orang, fikri membawa mobil dengan sangat cepat namun tetap hati hati 15 menit kemudian sampai di tempat tujuan. merekapun memasuki acara dan tidak lama acara kemudian berjalan baik.


@@@@


setelah kepergian para karyawan mereka berkumpul diruang keluarga, berkumpul bercanda bercerita membuat suasana rumah kembali ramai.


" kak bukannya kamu kuliah hari ini" tanya papah


" hehheh zia izin pah abis mata kuliahnya ngga zia suka " jawab zia.


" zia kamu harus serius kuliahnya, suka atau ngga kan kamu sendiri yang menentukannya sebelum kamu memutuskan untuk mengambil jurusan yang kamu mau" jelas papah


" iyah pah maafkan zia, nanty zia akan susul mata kuliah yang ketinggalan" jawab zia


" oh iyah mamah sebentar lagi kan tahun baru kira kira 10 hari, kita liburan kemana " tanya kia


" disini aja lah sekali kali kita kumpul " jawab delia


yang sedang memeluk mamahnya


" ngga seru dee" jawab zia


" sekali kali gapapa kali kak"


" papah setuju"


" kia juga pah "


"bunda juga"


"zia yaudah lahhh ikut" sahut zia lesu.


" mah suapin" manja delia kepada mamahnya.


" sini sayang mamah " jawab mamah menyuapi delia dan tidak lama kedua kakaknya pun ikut makan disuapin mamahnya.

__ADS_1


" kalian yyaampun seperti ini yang suka kami rindukan" jawab papah


" papah kenapa kan kita selalu ramai pah" jawab erik. yang entah dari mana tiba tiba muncul.


" gapapa pengen aja kumpul kayak gini "


" kita lama pah disini sampai tahun baru" jawab erik sambil menggendong viola.


" ate ate nda ende to aci dicuapin"


" blee vio ciyik nih" zia meledek


" papi vio cebel cama ati jiji" jawab vio pada papinya


" vio zia bukan jiji" geram zia


" ate jiji ya tan pih" jawab vio


" zia sayang bukan jiji" sahut erik kepada putrinya


" jiji pih utan zia, vio nda au zia auna jiji tan tan " jawab viola lucu membuat mereka tertawa akan tingkh lucunya.


" jiji anan itut di uapin tan "


" (diam tidak merespon) "


" jiji ambyek aca talah ama vio vio nda ambyek "


" acih ecim pih ayoo tian anti anis " lanjut viola


" HAHAHAHHAHAHHA"


"HAHAHAHAHA JIJI HAHAHAHAH"


" PUAS PUAS " ngambek zia


" dih naon kaka"


" aunty jiji"


" hmmm"


mereka terus tertawa menertawakan viola karna tingkah lucu nan gemas ada ada saja yang diucapkan oleh gadis cantik berusia 3 tahun. viola dan alisyah sama sama anak kecil berusia 3 tahun hanya saja alisyah berusia 3 tahun setengah namun tingkah mereka membuat 2 keluarga itu bahagia, perbedaan jelas terasa viola usia 3 tahun belum fasih berbicara sedangkan alisyah sudah pandai berbicara namun belum bisa berucap hurup R.


@@@@


disalah satu kamar berwarna cream yaitu kamar tamu yang disulap menjadi kamar bermain bagi cucu cucu keluarga adam syarief.


" sus bagaimana alisyah" tanya wulan


"alhamdulillah anteng bu" jawab suster


" Iya sudah esok kita pulang iyah " jawab wulan


" baik bu"


" mamah mamah. mau pulang? " tanya alisyah


" iyah nak mamah besok mau pulang kan papah mau kerja " jawab wulan


" aku disini sama siapaa kalau mamah ceuceu pulang" tanya alisyah sedih


" alisyah sayang " peluk lisyah.


"alisyah jangan sedih iyah nak, kan mamah besok pulangnya sayang jadi alisyah main sama raka alya sama mamah ceuceu sama papah iyah, kalau mamah pulang kan alisyah ada abi ada abah ada nenek " jelas wulan sambil mengusap rambut alisyah

__ADS_1


" mamah jangan pulang" peluk lisyah sambil menangis


" ade kakak besok ada less kalau berangkat dari sini kejauhan nanti kaka telat" sahut alya.


" nah kaka alya mau les sayang sudah ya alisyah jangan nangis kan besok. pulangnya " jawab wulan


" iyah mamah"


" pinternya anak mamah" cium alisyah


" mah tadi teteh salsa malah sama lisya? "tanya lisya


" engga nak "


" tadi lisyah ketol. pintu teh salsa malah malah lisya takut lisya gamau sama teh salsa" ucap alisyah


" teh salsa ngga marah sayang nanti kita tanya ya nanti biar mamah yang tanya iyah alisyah gaush pikirin itu iyah sayang" jelas wulan


" sudah ya nak. mamah masak dulu. buat. kita makan. nanti. malam hayoo ada yang mau mamah masakin apa" ucap wulan mengalihkan pembicaraan alisyah


" laka aaamm"


" kaka mau cumi mah"


" lisya au ayam "


"baiklah mamah masak dulu iyah jangan nakal iyah nak cupppp " cium ketiga anaknya dan berlalu.


wulan pun pergi meninggalkan ketiga anaknya bersama suster mereka pun melanjutkan bermain


@@@


Setelah menunggu kurang lebih 2 jam akhirnya acara selesai dan jadwal abah juga selesai, mereka memutuskan untuk kembali pulang kerumah.


" sudah abah " tanya fikri


" sudah nak marih kita pulang" jawab abah sambil berlalu masuk kedalam mobil.


" assalamu'alaikum ustad maaf ini untuk abah " ucap slaah satu panitia memberikan bingkisan


" waalaikumsalam tidak perlu repot repot mas " sahut fikir


" tidak merepotkan ustad maaf tolong diterima ini untuk kalian"


" baiklah jazakaallah khair "


" wa iyyaka "


" kami permisi iyah asalamualaikum"


" waalaikumsalam fii amanillah "


" aamiin terimakasih "


fikri pun masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju,


"apa ini nak "


" dari panitia abah untuk abah dan keluarga " sahut fikri sambil fokus menyetir


" Alhamdulillah semoga rezeki mereka dibalas Allah SWT "


"aamiin"


rasa lelah dan kantuk yang kini dirasakan oleh abah hingga tidur tanpa bilang ke fikri. membuat fikri menoleh ke samping kirinya.

__ADS_1


"abah lelah bangett, tapi abah tidak pernah mengeluh akan hal apapun, smoga Allah SWT memberikan pahala untuk abah karna abah memberikan ilmu dan menyebarkan banyak kebaikan" gumam fikri


__ADS_2