
Tuttt.. tuttt...
#Panggilanterhubung#
" Hallo assalamu'alaikum " ucap ka kia disebrang sana.
" Waalaikumsalam kak, kaka lagi apa "
" Baru mau makan dee ada apa "
" Papah kak "
" Papah kenapa deee? "
" Papah sakit kak katanya kecapean "
" Yaallah papah , terus udah dibawa ke dokter? "
" Belum papah gamau ka, ini aja zia kabarin kaka tanpa sepengetahuan mamah papah soalnya papah ga ngasih izin "
" Ihss papah yaallah, terus delia tau ga? "
" Gatau kak soalnya aku ga hubungin delia ga enak sama suaminya kak pasti kaka ngerti "
" Ahhhh iya ya yaudah nanti kaka kesana yaa dee jangan kasih tau delia kita liat perkembangan papah dulu"
" Yaudah kak aku tunggu yaa , hati hati kaka salam buat viola "
" Iyah nanti disalamin, assalamu'alaikum
"waalaikumsalam"
#Telponberakhir#
Panggilan pun berakhir, zia yang cemas dengan keadaan sangat papah pun mulai menguasi pikirannya hingga tepukan dibahu pun membuat ia terkejut..
"Aaa astagfirullah "
" Nak ihh kaya liat setan aja "
" Abisnya mamah kagetin zia "
" Jangan bengong kesambet nanti "
" Mamah ihh ngomongnya, mah gimana keadaan papah "
" Do'ain aja semoga baik yaa "
"Aaamiin, papah sakit apa mah "
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari sang mamah atas penyakit apa yang di rasakan papah, zia yang penasaran mencoba untuk mengikuti mamah kemanapun mamah pergi, kini mamah berdiri tepat didepan kulkas melihat stok bahan makanan untuk dimasak besok .
" Mamah zia kan nanya smaa mamah kenapa engga dijawab "
" Papah hanya kecapean nak"
" Mamah ga ada yang disembunyikan smaa aku kan mah? "
" engga ada nak "
~~
11:00 WIB, Disisi lain keluarga adam syarief mulai sepi tidak ada suara berisik karna mba wulan mas tyo alya serta raka sudah berpamitan untuk pulang kerumahnya, mereka tidak tinggal dirumah itu karna mas tyo sudah mempunyai rumah untuk keluarga nya tinggal, Rumah besar kini mulai sepi dan benar benar akan sepi jika fikri delia dan alisyah pindah kerumah yang sudah dibeli untuk mereka tinggal, yang tersisa hanya abah bunda salsa dan syifa serta para pekerja disana.
" Sepi yaa raka sama alya pulang " ucap bunda yang sudah merasakan sunyi tanpa kehadiran cucu cucunya yang baru satu jam yang lalu berpamitan.
" Iyah bun, Tapi mau bagaiamana lagi anak-anak kita sudah mempunyai keluarga, pasti akan mengikuti kemanapun suaminya pergi" ucap abah .
" Iyah Abah , bunda berharap fikri tidak pergi karna kan ini rumah kita dan fikri satu satunya anak laki laki yang harusnya tetap disini, kan kalau anak perempuan mengikuti suaminya, "
" Kalau soal itu kita serahkan sama fikri ya bunda, kita tidak boleh mengatur mereka, "
" Kalian jadi pergi nak " tanya bunda saat melihat fikri alisyah delia yang sudah rapih, delia memakai baju serba hitam lengkap dengan cadarnyaa, fikri menggunakan baju koko putih lengkap dengan sarung berwarna hitam dan peci hitam , tak lupa alisyah menggunakan pakaian hitam namun bedanya alisyah tanpa cadar
" Sudah bunda" ucap fikri yang kini duduk bergabung dengan abah dan bunda.
" Cantiknya cucu nenek, cadarnya mana sayang kaya umi "
" MasyaAllah pintarnya "
" Abah lisyah mau ketemu kaka kaka "
" Iyah lisyah jangan nakal yaa neng nurut ka umi ka abi "
" Siap abah "
sambil menunggu susu alisyah yang sedang disiapkan oleh bi ani, delia menjelaskan tentang perasaan tidak enak yang delia rasakan.
" Abii kenapa ya ko perasaan aku engga enak " tanya delia.
" Kamu terlalu tegang sayang, jangan khawatir engga ada apa apa kok"
" Tapi ini tuh beda pokoknya ga enak bi engga nyaman "
" Nak apa kamu gamau ikut fikri " tanya bunda yang menyimak obrolan mereka.
" Delia mau bunda tapi ini tuh perasaan delia engga nyaman aja bun kenapa ya "
" Mungkin hanya perasaanmu saja neng, istigfar nak. " ucap abah
__ADS_1
" Iyah abah, astaghfirullah"
Delia terus beristighfar menghilangkan perasaan yang tidak enak yang kini hadir dihatinya, telihat dari matanya yang terus terpejam menghayati istigfar membuat pandangan semua orang tertuju padanya, namun mata itu terbuka saat suara memanggilnya.
" Umi ini perlengkapan alisyah " ucap bibi yang memberikan tas perlengkapan alisyah terdiri dari susu dan cemilan lainnya
" Terimakasih banyak bibi "
" Sami Sami umi saya permisi dulu ya "
" Iya bi "
" Sudah mii " tanya fikri pada istrinya.
" Sudah bii huftt astaghfirullah "
" Are you okey neng " ucap bunda.
" I'm oke bun "
" Yasudah bunda Abah fikri pamit ya , assalamu'alaikum "
" Walaikumsalam hati hati ya kabarin kami kalau ada apa apa "
" Waalaikumsalam "
Fikri pun merangkul pinggang Delia dengan alisyah yang berada di tengah tengah mereka menuju garasi mobil,karna mobil sudah dipanaskan oleh mang udin membuat merka langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu lama mobil itupun keluar dari halaman rumah keluarga adam syarief.
TINN TINN..
~~
" Kamu Gapapa sayang " tanya fikri sambil tangan kirinya menggenggam tangan Delia,saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju pondok pesantren yang lumayan jauh dari rumah bunda.
" Enggaa apa apa abii "
" Alisyah " panggil delia
" Yaa ummi "
" Lisyah mau ikut kerumah ummi ngga besok " tanya delia pada gadisnya itu sembil menoleh kepalanya kebelakang.
" Emang boleh umi " tanya alisyah yang kini menghentikan mainannya
" Boleh kan ya bii " jawab Delia sambil menoleh kearah fikri. fikri yang paham pun menoleh kepalanya kearah Delia sambil tersenyum dan berkata " Boleh sayang janji jangan nakal ya "
" Yeyeyyyyy aku jalan jalan " sahut alisyah sambil lompat lompat di. mobil.
Fikri dan delia yang menyaksikan itu pun tersenyum bahagia, keluarga yang mereka impikan saling melempar pandangan satu sama lain sepertinya pasangan ini sedang dimabuk cintaa dalam status halal.
__ADS_1
" Nanti jatoh sayangkuh hati hati ya " ucap delia dengan lembut.
" Okeee mii" alisyah pun duduk dengan manis..