Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#236 lupa kalau belum halal


__ADS_3

Berkumpul dengan keluarga yang tidak memandang usia dan merangkul satu sama laina adalah impian semua orang, banyak diantara kita yang mana sering memandang satu sama lain. namun tidak keluarga Alm pak reno, papah dan mamah yang selalu mendidik anaknya agar mengayomi menyayangi dan berkumpul satu sama lain, tidak pernah salah, didiknya saat ini merambat kepada anak mantunya dimana tak hanya anak kandung menantu pun menjadi suka berkumpul bersama.


Ada orang yang tidak ingin berkumpul dalam satu keluarga, entah alasan mereka apa tapi hal tersebut banyak kita temui. haikal fikri dan erik mereka berkumpul di halaman depan sambil menikmati kopi hitam, pembahasan mereka ialah mengenai lamaran haikal.


" Setelah acara alm pak reno bang, haikal ingin berziarah dahulu ke makam papah " kata haikal saat menjawab pertanyaan bang erik.


" ohh okehh lahh acara 40 hari papah pagi, sore kita berziarah " kata bang erik diangguki oleh fikri.


" uhukk... uhukk.. "haikal tiba tiba terbatuk dan membuat abinya cemas.


" kenapa nak? "


" minum. minum" kata bang erik memberikan kopi milik haikal.


"atuh orang batuk ko dikasih kopi, " sahut fikri menunjukkan wajah herannya


" haikal izin ambil minum ya bii abang " kata haikal ia pun masuk kedalam rumah untuk mengambil minum. saat haikal berjalan tak sengaja ia mendengar percakapan umi dan ka ziaa dimana umi membuat diri ka zia yakin bahwa laki laki baik diluar sana banyakk bukan hanya Eza saja, dan laki. laki baik tidak akan pernah merusak bahkan mengajak pacaran.


haikal pun menghampiri umi nya dan menyampaikan sesuatu tanpa di pikir oleh haikal. ia menyampaikan akan mengubah ketakutan ka zia menjadi kebahagiaan untuk ka zia. setelah mengatakan itu haikal kembali menemui abinya berbeda dengan ka zia yang diam membisu mencerna kata kata haikal.


" kaa lihat ada haikal yang mau menerima kaka dengan tulus... ada apa fikri dan bang erik yang menjaga kaka..jodoh dan ajal kita tak pernah tau siapa yang datang lebih dulu..kaka bilang sama lia sama ka kia kalau tidak ingin menikah setelah lulus kuliah..kalau sudah waktunya kaka ditakdirkan menikah dan jodohnya dekat mau ditolak akan tetap berjodoh... " kata Delia dengan memberikan senyuman pada kakanya.


" haikal cinta sama kamu zii " kata kiaa lagi.


" aku... akuu... aku tak pantas untuknya " lirih ka kiaa.. dengan cepat Delia menangkup wajah ka kiaa ditatap nya bola mata itu seraya berkata " ka.. dengarkan lia baik baik... kaka harus ingat kata kata ini.. pantas atau tidaknya seseorang dalam menentukan pasangan itu tidak diukur dari kejadian atau masalalu yang dialami.. jika jodoh sudah berkata kamu jodoh sama dia mau sebaik apapun mau menghindar kaya gimanapun kalau sudah jodoh ya berjodoh.. tidak ada penghalang dalam menikah walau kuliah.. menikah itu ibadah terlama... kaa seseorang yang benar benar mencintai kita ia tidak akan pernah memandang fisik, materi, harta, atau jabatan, seseorang yang mencintai kita dengan tulus karna Allah dan mengajak ibadah menikah itu lah yang benar benar mencintai, kalau pacaran kaka sudah tauu sendiri bagaimana.. " jelas Delia ia masih memegang wajah ka zia..


" Ak... aku.. aku takutt " ucap ka ziaa ia benar benar takut akan laki laki ia takut diperlakukan yang sama.


" ihhss kesel gueee zia... dibilang haikal gak akan buat kamu takut.apa.yang ditakuti sih " geram ka kiaa iaa pun mencengkram tangan ka ziaa.


" denger ka kaka tidak perlu takut sama laki laki.. kaka tidak perlu mikirnya laki laki jahat kaya Eza.. engga kak.. kaka liat bang erik sama ka kia bagaimana?Alm papah sama mamah bagaimana? terus aku sama Abi fikri bagaimana? dari semua gak ada yang harus ditakuti. berantem selisih paham ya wajar bubu pernikahan.. sekarang begini aja kak.. kaka jangan berfikir semua laki laki itu sama.. kaka berpikir kalau semua laki laki sama berati seluruh keluarga kita yang laki laki sama seperti Eza.. " jelas Delia dan membuat ka zia terbuka, bagaikan mendapatkan cahaya dihati ka zia ia menjadi tersentuh dan berusaha untuk mencoba percaya akan ucapan adiknya yang ada benarnya.


" sudah mau jam 10 zii ayoo keluar mau dikamar atau ikut kitaa masak " kata ka kia ia bersiap turun dari ranjang sedangkan Delia ia menggendong baby zayyan.


" biarkan aku sendiri dulu yaa " kata ka zia


" jangan melamun, setan akan senang jika orang melamun, jangan lupa baca Al Quran kak " kata Delia ia melihat di luar ada wanita paruh baya yang melihat ke arahnya.


" iaa de "

__ADS_1


kia dan Delia pun keluar dari kamar ka zia meninggalkannya sendiri, jika ka zia sudah mengerti dan memahami ia akan keluar dengan sendirinya. mereka melihat mamah bersama suster yang menemani viola dan alisyah bermain.


" lohh sudah nak? " kata mamah


" sudah mah.. nanti zia akan keluar kalau dia sudah percaya apa ucapan kita, " kata kia ia duduk di sisi mamahnya diikuti Delia ia bersandar pada pundak mamahnya.


" kasian anak mamah baru sampai sudah mengatasi kakanya " ucap mamah mengusap pipi lia yang terbalut cadar.


" gapapa mah, oh yaa aku bawa sayuran yang waktu itu aku belanja mah, sayang kalau gakk dibawa nanti membusuk di kulkas " kata Delia ia menunjuk kardus. " mamah udah belanja nak tadi erik sama suster " kata mamah


" gapapa buat stok kitaa jadi gak usah belanja lagi deh hehehe "


" makasih anak mamah.. cuppp " ucap mamah ia mencium kening Delia.


" bu biar saya letakkan zayyan di stroler " kata suster ia kasian melihat Delia menggendong zayyan dengan alis mengerut seperti menahan sakit . " ohh boleh terimakasih ya" kata Delia ia memberikan baby zayyan pada suster viola.


para laki laki pun ikut bergabung dengan mamah dan masing masing istri mereka, disana ada alisyah viola yang tengah bermain dalam lingkaran pagar plastik yang sengaja dibeli oleh mamah untuk cucu cucunya bermain terdapat prosotan yang membuat cucunya happy.


" bagaimana ka zia umi? " tanya fikri ia duduk di sebrang Delia. Delia kia ia bermanja pada bahu mamahnya, kalau ka zia tak sakit hal seperti inilah yang menjadi rebutan antar kaka adik itu.


" Alhamdulillah doakan mudah mudahan setelah tadi bercerita, ka ziaa mendapat pencerahan " kata Delia ia memeluk tubuh mamahnya. " aamiin " jawab mereka serentak.


" Alhamdulillah berjalan seperti biasa, bandung gimana?" jawab kiaa yang berujung menanyakan keadaan produksi di bandung.


" Alhamdulillah naik "


" Alhamdulillah, untuk acara papah gimana apa sudah dipersiapkan? " kata kiaa pada mamah.


" mamah sudah berbicara pada ustadzah taklim Delia kalau jumat pagi pengajian di tarik kerumah " ucap mamah.


" teruss mah mau apa parosnya ?" tanya fikri


" Nasi box "


Saat mamah ingin menjawab tiba tiba suara wanita membuat mereka terkejut, siapa lagi kalau bukan zia " masak aja mah nasi box" ucap ka zia tiba tiba, " ihh ko pada diem sihhh" ucap ka ziaa lagii ia terheran melihat keluarganya diam menatap ka ziaa penuh keyakinan.


" Alhamdulillah anak mamah " ucap mamah ia merentangkan tangannya untuk meminta zia kepelukkannya.


" Alhamdulillah Terimakasih ya Allah " gumam mereka penuh haru manakala ka zia berada di pelukkan mamah. ia menjadi canggung kepada keluarga laki lakinya, zia pun menjadi dingin saat berhadapan dengan laki laki manapun termasuk haikal dan fikri erik.

__ADS_1


" udah ihh berat kasihan mamah" protes ka kia mendorong ziaa menjauh.


" ihh mamah guee. awasss"


" sudah ih sama sama ziaa sama mamah sini yaaa " kata mamah ia pun meminta zia duduk dibawah dan menyandarkan kepalanya pada pangkuan mamah.


" Yaudah kita masak aja nanti biar lia sama aa yang belanja kebutuhan masak, sekalian minta doanya untuk ka ziaa supaya sehat cupss " kata Delia mengecup kening kakanya, terlihat jelas bagaimana lia menyayangi kakanya.


" aku ikut yaaa " kata kia.


" kamu gausah ikut umi, temani mamah dan ka zia terlebih kasihan zayyan ditinggal, biar Abi erik sama kia aja, haikal tunggu disini" kata fikri dan Delia pun mengangguk mengerti.


" nak fikri kamu cape besok aja " kata mamah.


" engga mah sekarang ajaa " kata erik, mamah pun mengangguk mempercayakan hal ini kepada anak menantunya. ia sangat bersyukur dipertemukan oleh anak anak seperti ini.


****


singkatnya mereka pun berbelanja ke pasar, dan dirumah tinggalah zia haikal mamah Delia dan suster serta ke 3 anak anak.


" kaa lia tinggal ke atas yaa mau tiduri zayyan" kata Delia yang memang zayyan menangis meminta asi


" iaaa Jangan lama " ucap ziaa ia duduk diruang keluarga dengan mamah haikal dan zia. saat haikal dan mamah mengobrol mamah pun tiba tiba perutnya sakit ingin membuang hajat dan melihat Delia belum kembali ia pun terpaksa meninggalkan haikal dan zia berdua.


" lia lama mamah mules " gumam mamah dalam hati ia pun terpaksa meminta izin untuk ke belakang.


" zii haikal mamah tinggal dulu yaaa mau ke belakang, haikal jagain ziaa " kata mamah dan diangguki oleh haikal ia pun menyetujui dengan perasaan ragu ragu...


" ma... mamahh" panggil ka ziaa ia sangat ketakutan dan berpikir kalau itu adalah Eza tapi ka ziaa berusaha melawan bisikkan hati yang memintanya untuk berteriak..


" sebentar zi" ucap mamah yang sudah tidak terlihat tubuhnya.


Zia menatap haikal dengan penuh tatapan, tatapan yang ia tuju pada haikal sebenarnya bukan berasal dari zia tapi dari wanita yang ada dikamar zia. Alhamdulillah ka zia bisa mengontrol dirinya karna di hatinya ia mendengar ucapan Delia dan otaknya berpikir kalau itu Eza, intinya ka zia masih bergejolak dengan batinnya.


" ka.. perbanyaklah istigfar jangan sampai hatimu kosong.. kalau hati kosong mudah bagi setan untuk menguasainya.. haikal tau kejadian membuat kaka trauma.. tapi percaya kak selama kita mau menerima keadaan maka kita tidak kehilangan hal di sekitar kita.. kaka tenang yaa.. jangan takutt... haikal akan jaga ka ziaa.." kata haikal ia duduk terhalang meja yang menjadi pembatas dirinya dengan ka zia..


mereka lupa kalau ka zia dan haikal belum halal hanya fikri yang ingat ia pun menelpon Delia meminta haikal diawasi.


" umii Abi lupaaa harusnya mengajak haikal, umi tolong yaa liat mereka jangan sampai berduaan" kata fikri dan Delia pun paham ia meminta suster bermain dibawah menemani pasangan itu.

__ADS_1


__ADS_2