
Suara gemuruh ombak terdengar jelas di telinga mereka, suasana gelap gulita tak ada penerangan membuat mereka sedikit khawatir saat tiba di lokasi, angin yang berhembus lumayan kencang menggambarkan suasana pantai.
penduduk asli pun membuat api unggun untuk menghangatkan badan mereka, fikri erik haikal mereka memilih duduk di saung yang akan di sewa untuk beberapa waktu yang akan datang. sisanya memilih di mobil karna udara yang begitu dingin membuat mereka memilih tidur di mobil.
" gelap banget yaa " ucap erik saat duduk diatas saung, yang membelakangi mobil mereka, dan langsung menghadap view laut.
" iya tapi kalau udah masuk terbit masyaallah indah banget" jawab fikri.
Dan benar saja apa yang dikatakan fikri, keindahan pantai benar benar terasa didukung oleh suasana terbit matahari, malam berganti pagi. delia pun berfoto bersama fikri membelakangi laut yang indah. " lagi bang" ucap fikri kepada erik yang tengah mengabadikan moment mereka.
Delia mengelus dada fikri dengan mata saling memandangi dan tangan kanan fikri ia letakkan di pinggang delia. sweet moment itulah yang mereka lihat saat pasangan suami istri ini menunjukkan kemesraannya, jika yang tidak tahu mereka mengira ia adalah pengantin baru namun kenyataannya mereka pasangan suami istri memiliki buntut 2.
Setelah mengabadikan moment fikri, kini giliran erik berfoto dengan sang istri, lain hal dengan fikri justru erik bergaya dengan tangan ia arahkan kepala kia dan kia memeluk erik dengan satu kaki ia melayang di udara.
pasangan pengantin baru justru berbeda dari kedua pasangan, desakan dan juga dorongan keluarga membuat haikal zia mengikuti kemauan keluarga untuk ia berfoto. zia pun berjalan di batu dan duduk dengan haikal berdiri di belakangnya, namun siapa sangka dari kedua pasangan di atas justru haikal zia mampu membangun keromantisan dengan foto simple ala ala pacaran. Dimana zia duduk dengan kepala ia arahkan untuk melihat keatas dan haikal menatap wajah zia dengan zia menyentuh hidung haikal..
" Anjayyy romantis" ucap erik saat melihat hasil foto mereka.
Mamah pun tersenyum menyaksikan kebahagiaan anak anaknya yang telah mereka dapatkan, hati kecil mamah merindukan sosok papah yang selalu romantis dan ada untuknya, ia sendiri marah jika anak anak tidak romantis di depannya akan tetapi manusiawi ia pun ingin di perlakukan yang sama.
Mamah hanya menatapi dari saung bersama zayyan dan alisyah yang keduanya masih teetidur. Delia pun menghampiri mamah yang tengah menatap anak anaknya dengan kesedihan. " mah ayuk kita foto" ajak delia ia meraih tangan mamah
" engga nak , kalian saja mamah disini jaga zayyan alisyah.
" mah ayuk, jangan menangis kami disini ada untuk mamah" ucap delia menghapus dan memeluk tubuh mamah yang kini bergetar.
" ada apa mah ? cerita sama liaa.. " ucap delia lagi.
Fikri yang melihat ibu mertuanya dalam pelukan sang istri ia pun memberitahukan kepada kedua pasangan suami istri agar menghampiri mamah. " kak bang itu liat mamah kenapa " ucap fikri kemudian berlari menghampiri mamah.
" mah kenapa ? "
" mahh ? "
" mamahhh ada apa ? "
Begitulah kepanikan mereka saat ibu negara mengalami kesedihan. " ommah, omah kenapa menangis"
" engga sayang ommah gapapa kok, ayoo sarapan yu setelah sarapan alisyah boleh main pasir atau berenang" ucap mamah mengalihkan pertanyaan anak anaknya yang terus bertanya kenapa.
" yeyyyy,, suapi lisyah yaa ommah "
" tentu sayang"
" kalian kenapa berdiri ? ayosarapan" ucap mamah tanpa melihat anak anaknya.
" ya mah, mah nanti temani lia disini ya mah ada yang mau lia bicarakan sama mamh" ucap delia dan diangguki oleh mamah, hal itu membuat semuanya tersenyum lagi dan lagi delia lah yang menjadi obat bagi seluruh keluarga.
Singkatnya semua berenang di pantai , alisyah pun sudah turun langsung didampingi abi fikri , vio didampingi oleh papinya dan kia zia haikal mereka memilih berenang. tinggalah delia dan mamah serta zayyan yang berada di saung.
Sambil melihat anak anak berenang dan asik bermain di pantai, delia mulai membuka pembicaraan tentang kenapa mamah bersedih. " mah setelah ini kita berenang ya "
" mamah diisni aja jaga zayyan"
" mahh jauh jauh masa gak main"
" mamah ada apa ? " tanya delia lagi.
" mamah kangen sama papah nak, mamah rindu papah.. hikss" tangis mamah
" mamah kangen papah karna liat kami romantis ya? mahh kami juga rindu papah sama dengan mamah , tapi kerinduan kami tidak sebanding dengan apa yang mamah lakukan bersama papah dahulu,hidup bersama membesarkan ke tiga anak anak mamah dengan perjuangan yang tiada lelah, mah papah sudah tenang disana saat lia tak sadarkan diri , lia bertemu papah benar atau tidaknya itu papah tapi lia berjumpa papah, lia disitu ingin bersama papah tapi gak bisa karna papah menyuruh lia untuk pulang, akan ada waktunya kita bersama sama dengan papah, papah bilang papah udah bahagia disana jadi mamah juga harus bahagia, bahagia bukan seperti apa tapi bahagia untuk bisa menjalankan kehidupan seperti biasa, perpisahan itu pahit mah tapi kita ingat akan ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. " jelas deliaa.. mamah pun mengerti ia menghapus airmatanya dan memeluk delia.
" Terimakasih sayang "
" sama sama mamah , sini foto dulu sama liaa " ucap delia mengarahkan ponselnya untuk berfoto , mamah pun mengerti ia mencium pipi delia dan delia membuat status di whatsaapnya dengan caption wanita hebat💞
" nak mamah kesana dulu yaaa " ucap mamah ia turun dari saung menuju bibir pantai untuk bermain bersama cucu cucunyaa.
@Bunda💞
**Aduh yang lagi liburan gak ajak ajak nihh😍
@Delia
__ADS_1
^^^sini bunda menyusul hehehe, bunda lagi apa ?^^^
@bunda💞
Lagi di ponpes neng, havefun ya bunda minta bawakan nanas untuk buat selai , jaga cucu cucu yaa neng
@delia
wahhh masyaallah kangen anak anak , iya bunda nanti aku belikan**.
begitualah isi pesan dari bunda yang melihat delia mamah berfoto di saung, zayyan yang sudah terbangun dan tidak ingin tidur, delia berinisiatif mengajaknya untuk ke pinggir pantai. " wahh anak abi mau berenang yaaa, eummm" ucap fikri mencium putranya yang terlihat senang.
" nanti abi aku masih kecil, lisyah hati hati yaa " kata delia melihat alisyah berenang dengan menggunakan pelampung bebek.
" gapapa disitu aja umi"
" ihhh anaknya jagain ah bii takut umi mah, oh ya tadi bunda wa katanya minta dibawain nanas buat selai" jelas delia menyampaikan amat bunda.
" busuk gak nanti ? " tanya fikri yang memang mereka pulang ke bandung 2 hari lagi.
" engga sayang, setiap aku pergi ke sini pasti nanasnya gak terlalu mateng, belum mateng banget, nanti di cari yang kuat sampai di bandung terus di buat selai sama bi ani, kasihan kalau gak di bawain bunda sayang" jelas deliaa sambil menggendong zayyan..
" ceuhhh bisa aja istriku ini, yaudah kamu beli sekarang atau nanti ? "
" nanti aja bareng ka kia , mamah, zia, ada tukang bakso yanggg aku mau.. kamu mau engga ? " tanya delia saat matanya melihat tukang bakso di gerobak berkeliling pantai.
" matanya kalau liat makanan langsung ijo ya padahal jauh bangett" ucap fikri geleng geleng kepala.
" busui sayang ihh"
" yaudah panggil aja suruh ke saung nanti kita semua kesana, bayarin mi" ucap fikri dan delia pun dengan senang hati menghampiri tukang bakso. " Yaallah" gumam fikri lagi.
Fikri pun kembali ke alisyah dan yang lainnya singkat cerita delia datang memberikan kabar kalau waktunya makan bakso, semua keluarga pun happy apalagi delia lah yang membayarkannya. " gamau umi abi alisyah gamau bakso, alisyah mau main pasir aja " rengek alisyah saat digendong abinya.
" hustt alisyah makan dulu ya nanti main lagi," ucap fikri
" gamau abiii huaaaa hiksss " tangis alisyah saat dibawa ke saung. delia yang sedang memesan bakso ia menghampiri putrinya dan membujuknya dengan jurus andalan yang ia miliki, jangankan alisyah abinya saja akan luluh jika delia yang berkata. " alisyah disini kan ada pasirnya nih liat umi " ucap delia ia menginjak pasir yang berada di bawah saung.
" yang penting lisyah makan dulu "
" ya abiii "
Haikal zia kia erik dan mamah mereka sudah lebih dulu menerima bakso, disusul viola alisyah, terakhir delia fikri yang memesan bakso dengan posri 2.
" itu si delia bener bener yaa" gumam mamah melihat bakso penuh di mangkoknya.
" selalu seperti ini mah kalau diajak makan bakso liat deh nanti juga nambah" sahut fikri mendapatkan pukulan dari delia.
" sus sudah pesan ? " tanya delia saat suster menyuapkan viola. " nanti saja bu"
" sudah pesan aja biar saya yang bayar sekalian " ucap delia lagi dengan meletakkan mangkolnya menyuruh suster untuk pesan.
" ya Allah tidak ada wanita yang sudah di jahatin tetapi masih berlaku baik " gumam kia.
" kak itu atuh da suster suruh makan kak kasihan laper pasti" protes deliaa yang tak suka melihat orang dihadapannya tidak ikut makan.
" nanti pesen dee " jawab kiaa
" mba udah deh pesen aja sekarang biar istri saya menikmati baksonya " ucap fikri dan langsung ncus itu pergi memesan bakso.
" susah amat di suruhnya" celetuk zia. dan mendapatkan tatapan mata dari haikal. " yayayaa maf "
" oh ya kak mau ikut beli. oleh oleh atau lanjut berenang ?" tanya deliaa disela mereka makan.
" emang udah mau pulang de ? " tanya kia yang melirik jam pukul 1 siang.
" ya engga sekarang paling nanti abs ashar kita pulang biar sampe rumah maghrib , kalau misalkan apa tuh, eumm puasa besok hari minggu kan malamnya bisa teraweh " jelas deliaa karna mereka liburan di hari sabtu.
" yaudah bersih bersih dulu terus sholat gantian setelah semua sholat , beli oleh oleh" ucap fikri dan diangguki semua orang.
" abiii alisyah gamau mandi lisyah masih mau main di lauttt" rengek alisyah. " sayang bersih bersih dulu yaa terus sholat, kita cari oleh oleh, lisyah gamau bermain permainan aja ? nanti nyesel ? " tanya deliaa ia mencoba mengalihkan keinginan alisyah untuk berenang kembali, bukan tak boleh sudah cukup dari jam set 7 sampai jam 1 bermain di laut , sisa waktu di pantai mereka habiskan untuk istirahat pulang kerumah. " boleh umi ? "
" bolehh sayang "
__ADS_1
" yaudah vio ayo kita mandii "
" ayoooo"
" nakk nanti dulu habiskan baksonyaa "
" oke " , singkatnya mereka sudah selesai makan bakso dan bergantian untuk bilas dan sholat zuhur , kalau subuh fikri menemani delia kini mamah lah yang menemani delia. " jadi berapa semua bang ? " tanya delia.
" 12 mangkok kali 20 ribu , jadii 260 ribu " ucap abang tukang bakso. delia memberikan uang 300 ribu. " pak tolong bungkus 1 porsi bakso kering yaaa " ucap delia maksud dari fikri nambah ialah seperti ini total delia makan 2 porsi bakso kuah ditambah 1 porsi bakso kering total 3 porsi.
" baik ini kembalinya terimakasih bu"
" sama sama"
" ayang ini kembali 40 ribu buat bayar kamar mandi , sama alisyah" ucap delia memberikan kembalian kepada fikri. " udah bayar ? "
" udah 300 kembali 40 ribu, dan aku beli ini" ucap delia menunjukkan bakso kering.
" astagfirullah , ayang jangan muntah ya di mobil karna kamu kekenyangan"
" aku ga kenyang kok malah kurang, gimana gak kenyang abis makan langsung di ambil sama zayyan" ucap delia dengan manjanya.
" ceuillah yaudah nanti beli makan lagi" ucap fikri pasrah ia akan luluh jika zayyan yang menjadi alasannya.
fikri pun pergi untuk sholat zuhur sedangkan delia ia merapihkan alisyah dan merapihkan pakaian kotor. " ini yang akan menjadi oleh oleh pantai " ucap delia ia memasukkan baju kedalam pelastik kresek.
" hahaha iya nak benar "sahut mamah.
" umi ayoooo ke mainan" rengek alisyah.
" iya ayo tapi nanti tunggu mamih, aunty dan abi ya sayang "
"okeee "
Asik mengobrol dengan alisyah dan mamah datanglah seorang ibu ibu yang menawarkan diri untuk di pijat, sebenarnya sejak delia di saung banyak yang datang dengan orang yang sama berkeliling pantai menawarkan untuk di pijat.. " ayo bu di pijat nih kakinya pegel bangett kan , saya ga tentuin tarif berapa aja asal seikhasnya buat pulang " ucap ibu ibu saat memijat kaki mamah. " emang rumahnya dimana bu ? " tanya delia.
" itu disanaa , disono noh" jawab ibu ibu dengan menunjukkan arah namun delia yang tak paham ia pun hanya mengiyakan setiap cerita si ibu. " neng mamah gamau di pijit" ucap mamah.
" bu maaf tapi mamah saya tidak ingin di pijat"
" ini loh kakinya pegel sakit pasti kan sini diipijat biar enakkan" ucap ibu ibu dengan keukeuh. " bu maaf saya gak pegel" sahut mamah.
" saya yang pijit tau bu kalau ibu lagi pegel" ucap ibu ibu dengan sedikit menaikkan bicaranya.
" kan saya yang merasakan tubuh saya bu, saya lagi gak pegel beneran " ucap mamah ia menolak untuk di pijit.
melihat mamahnya dipaksa delia pun tidak tega ia memberikan uang 20 ribu kembalian makan bakso, yang hanya di bawa fikri 20k.
" bu terimakasih yaa , maaf mamah lagi gak pegel jadi ini saya kasih uang semoga cukup untuk ongkos ibu" ucap delia memberikan uang. " terimakasih ya bu mari "
" sama sama " jawab delia .
" fyuhhhh" keluh mamah.
" sabar mah, "
Mereka pun telah datang dan bergantian bergiliran sholat, mamah dan delia pun sholat tak lupa delia mengganti pakaian agar tidak bau keringat. " abi titip yaa anak anak awas dompet jangan sembarangan" ucap delia.
" bawa aja deh umi "
" yaudah "
Haikal dan zia mereka memilih menjaga zayyan dengan menggendongnya, " kal" panggil abi fikri.. " ada apa bi ? " .
" abi sama umi pulang hari senin"
" abi katanya mau puasa disini ? "
" ya kan puasa besok nih minggu kalau jadi , nah hari minggu maghrib bukber dulu kita di luar, senin pagi abis sahur abi pulang. " jelas fikri.
" iya bi gapapa tapi lebaran disini kan bi ? " tanya haikal.
" belum ada pembicaraan kesitu sama umimu"
__ADS_1