Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
apa ia tak menyukaiku ?


__ADS_3

Di sebuah pondok pesantren di daerah jawa salsa berada, kehidupan yang selama ini ia lakukan entah mengapa ia dapatkan di pesantren ini, ia mempunyai teman tapi ia juga tak disukai oleh beberapa senior. dan itu membuat salsa menyadari atas kesalahannya selama ini, dibenci tanpa alasan sudah ia terima. kini dia menjadi wanita sholeha yang keluarga inginkan namun masih proses karna ia masih saja kesal dan suka emosian.


" Sampe kapan sih disini yaallah " keluh salsa ia sangat merindukan keluarganya.


" sabar salsa, " ucap temannya.


" iyah" jawabnya dengan lesu.


"seperti dibuang" gerutunya


*****


" Assalammualaikum" ucap haikal menghampiri keluarga itu yang sedang berkumpul.


" waalaikumussalam , sini nak anak abi " kata fikri mengajak haikal bergabung karna ia tak ingin anaknya merasa terbedakan.


Haikal menghampiri abinya , dan pemandangan itu disaksikan zia yang menunduk itupun tidak terlepas dari delia serta 3 biang rusuh.


" ekhemmm" goda mba wulan.


" ekehem ekehem " timpal kia yang berpura pura batuk.


" naonn sihh ihhh " protess zia.


" kamu yang kenapa orang tenggorokan gatel" kilah kia dianggkui wulan.


" gatel beneran baru tau rasa!"

__ADS_1


" dih jangan lahhh"


" kenapa nak " tanya fikri pada anaknya , ia tak peduli kehebohan yang terjadi atas adik dan kaka iparnya.


" haikal mau pamit pulang ke pondok bi" katanya dengan serius.


" loh kenapa nak ko cepet banget " tanya fikri


" ia gapapa bi , kasihan yang lain " jawab haikal dengan senyum sopannya.


" pulangnya nanti sore aja nak bareng bunyai dan pak kyai " kata bunda memberikan saran untuk pulang dengannya.karna kasihan siang siang harus naik angkutan umum.


" terimakasih bu nyai tapi gak apa apa haikal naik angkutan umum" ucap haikal dengan sedkit membungkukan badannya, ya sudah terbiasa hingga saat ini attitude haikal sangat bagus dan itu di lihat oleh mamah.


" gapapa bareng bunyai saja "


" tidak bu , haikal sudah pesan tiketnya sayang kalau tidak dipakai" ucapnya lagi.


" ya bi "


" yaudah sini duduk " ajaknya mengajak haikal duduk bersamanya.


" haikall kenapa pulang? cape di godain kaka kaka ya " tanya mamah dengan ramah.


" engga bu, haikal tidak enak meninggalkan pondok " jawabnya sopan.


" gak enak meninggalkan pondok apa ga enak terus terusan melihat ziaa " goda kakia dan membuat semuanya tertawa pasalnya kedua orang yang di sandingkan wajahnya merah padam bak kepiting rebus.

__ADS_1


" mukanya mewakilkan jawabannya" ucap wulan.


" haikal kamu suka sama ka zia " tanya fikri to the point, pertanyaan fikri membuat semuanya diam membisu menunggu jawaban zia.


" jawab aja haikal gapapa" kata delia.


Belum mendengar jawaban dari haikal membuat jantung ka zia berdebar kencang, ia tidak ingin mendengar jawaban yang membuat hatinya tercengang, ia juga belum siap menikah , tapii ahhhhhh sudah lah , ka zia memutuskan untuk pergi ke dalam.


" mau kemana " tegur kia bersamaan mba wulan saat kazia bangkit dari duduknya dan itu membuat semuanya melihat kearahnya.


" Apa ka zia tak menyukaiku" gumam haikal dalam hati


" ma.mauuu ngerjain tugas kuliah ka " kilah zia tanpa menghadap lawan bicaranya.


" kenapa jadi salting" sahut wulan dengan senyum menggoda yang ia berikan pada keluarganya.


" Apa siapa yang salting engga ko" jawabnya sambil tetap tak ingin memutar tubuhnya kearah keluarganya


" Duduk lah ka tidak sopan seperti itu " tegur delia yang sudah mulai bersuara.


" Ka zia " panggil haikal dan itu membuat semuanya riuhh.


" wawwwwww"


" kenapa manggil sih " protes kakzia dalam hati


Ka zia pun kembali duduk, namun ia memandang lain arah karna tak ingin menatap keluarganya , hal tersebut fikri bisa menebak kalau keduanya memiliki rasa satu sama lain.

__ADS_1


" haikal jawab abi , apa kamu menyukai ka , ia ? " kata fikri dengan wajah serius.


", bu, bunyai , kaka kaka , umi, abi , maaff haikal...


__ADS_2