
Hari demi hari silih berganti, pagi berganti siang, siang berganti malam dan malam berganti pagi. Semua sudah ditetapkan oleh sang pencipta apa yang ada didunia ini , Alam yang indah ini semua terjadi karna Allah swt dialah yang menciptakan Alam dan dialah yang menciptakan siang dan malam, semua ini terjadi karna rahmatnya.
Tak terasa 2 minggu sudah papah meninggalkan kami, Masih membekas memori memori bersama papah yang tidak akan pernah terlupakan di hati mereka, Butuh keikhlasan hati merelakan dan menjalani kehidupan awal tanpa papah dan seiring berjalannya waktu jika ikhlas maka semua akan menjadi terbiasa. kenangan kenangan manis pahit bersama Almarhum tidak akan pernah mereka lupakan mengingat sosok Almarhum adalah cinta pertama bagi anak anaknya dan menjadi cinta sejati seorang istri .
Hari ini bertepat dengan 14 hari kepergian papah, pihak keluarga menggelar tahlilan untuk Almarhum pak reno, yang mana pihak keluarga mengundang jamaah taklim delia yang sudah lama ia tidak menghadiri memimpin kembali taklimnya. Acara yang digelar pihak keluarga ia memilih ba'da zuhur atau habis zuhur, dan bersamaan itu pula 2 minggu zul di rumah sakit.
Pagi hari dirumah Almarhum pak reno terlihat ramai yang hadir , walau acara belum dimulai namun para sanak saudara serta tetangga sudah ada yang berdatangan, entah untuk membantu memasak atau memberikan kue untuk acara siang nanti.
" YaAllah bu Hani, terimakasih banyak, maaf sudah merepotkan ibu" ucap mamah saat menerima bingkisan kue yang tidak lain tetangga mamah.
" Sama sama ibu, engga ada yang direpotkan bu" sahut bu hani mengusap lengan mamah.
" Masyaallah terimakasih banyak ibu, nanti siang kesini ya bu "
" iya bu In sya Allah " sahut bu hani kemudian berpamitan untuk pulang.
Tradisi mamah seperti itu jika ada acara mau itu tahlilan atau pernikahan atau tasyakuran dan lain sebagainya mereka biasa membawa paros/berkat sedikit atau banyaknya , ada atau tidaknya, tidak di wajibkan.
" mah ini dari bu lamih tapi beliau ga bisa hadir nanti siang " kata ka kia mengantarkan kue pada mamah.
" Yaallah kak udah bilang terimakasih?"
" sudah mah"
Mamah pun hanya mengangguk ia kembali kedapur untuk membantu besannya memasak prasmanan, keluarga Fikri sudah sampai di depok semalam dengan formasi lengkap hanya saja salsa tak hadir sebab ia masih menempuh pendidikan di pesantren.
#Flashback on#
Keluarga delia tengah berkumpul menghitung apa saja yang dikeluarkan untuk acara besok , acar tahlilan papah dan acara tasyakuran aqiqah mamah, mereka masih melist untuk makanan yang akan ia sajikan di prasmanan.
" sate itu mau di taruh prasmanan juga mah " tanya kia yang mencatat
" ia kak, " jawab mamah, sedangkan delia ia menghitung uang yang akan dibawa belanja.
" Aa tambahin 2 juta ya mah" kata fikri memberikan uang yang lngsung di serahkan pada delia.
" Atuh yaallah a terimakasih banyak, apa kamu ada ?"
"ada mah "
Saat mereka sibuk mencatat , suara ketukkan pintu dan ucapan salam terdengar, bell rumah pun di tekan sehingga kami semua dapat mendengar bahwa ada tamu diluar.
" Siapa ya ?" ucap mamh bangkit.
" abah sama bunda kayany mah " sahut fikri ikut menghmpiri. dan benar saja saat pintu dibuka terlihat abah dan keluarganya " assalammualaikum"
" walalikumussalam silahkn masuk pak bu semuanya "
singkat cerita keluarga abah sudah menikmti hidangan dan mereka berangkat menuju pasar di daerah sana yang mana hanya buka abis magrhib sampai pagi , itupun sayuran dan buah serta ikan yang segar dan harganya murah murah , mamah bunda serta abah syifa zia mereka memutuskan untuk berbelanja.
tidak ada rasa lelah bagi mereka walau perjalnan bandung depok, awalnya fikri menawarkan untuk ikut namun mamah dan bunda melarangnya.
#flashback off
" bu besan maaf ya bu saya tinggal tinggal" ucap mamah yang merasa tak enak hati.
" gapapa bu , sudah selesai kok , ini tinggal di masukkan kedalam pelastik kecil terus dipacking dalam kotak , jadi deh " jawab bunda kemudian ia mematikkan kompor dan membawa lauk ke arah kipas angin untuk di dinginkan, mamah ia pun membantu kazia, syifa wulan memasukkan sembako yang belum sempat dirapihkan
" delia sudah makan mah ?"tanya bunda pada mamah. " sudah tadi disuapi A fikri "
" ini berapa orang bu ?" tanya bunda sambil menyusun lauk kedalam wadah stenlis yang suka ada dipenyewaan tenda.
" jaamah delia sekitar 100 orang , belum termasuk tetangga dan sanak saudara bu "
" Banyak juga ya bu"
" Alhamdulillah bu, ibu saya berterimakasih banyak sudah bersedia memasak di acara tahlilan 14 hari suami saya "ucap mamah memegang paha bunda.
" sama sama ibu "
Tak hanya keluarga fikri , keluarga dari bang erik turut hadir, ibunya bang erik juga ikut bergabung dengan mereka. Disisi lain fikri dan delia tengah sibuk menyusun Arwah ahli kubur, yang mana fikri lah yang mencatat sedangkan delia yang menyebutkan, semua dilakukan atas permintaan fikri yang ngilu melihat delia membungkukkan badannya.
__ADS_1
" ini sudah mi ?" tanya fikri. " sudah bi , nanti abi yang sambutan ya mewakili keluarga "pinta delia.
" kenapa ga umi saja yang sambutan mi "
" umi main marawis bi" jawab delia lembut.
" Umi saja mi"
" yasudah nanti umi sambutan , lalu abi ngapain ?"
" abi cek sound aja hehehe, dan bantu bantu " jawab fikri dengan senyuman.
"dasar" sahut delia bergelayut manja dengan suami.
" umi emang ga sakit main marawis gapapa perutnya ? umi main apa ? " tanya fikri khawatir.
" gapapa bi , darbuk bi hehe"
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11:00 WIB sebentar lagi adzan zuhur berkumandang, dan jamaah mulai banyak berdatangan namun sebelum itu terjadi fikri serta bang erik menggelar karpet karna pihak tenda hanya memasang tenda saja serta prasmanan kecil yang nanti untuk makan undangan jamaah.
" Nak " panggil mamah melihat delia berdiri di depan cermin. Delia pun menoleh ia mengizinkan mamahnya masuk kedalam kamar. mamah pun menghampiri delia
" Ada apa mah ?" tanya delia
" buat ustadzah biasanya berapa ?, terus tim marawis berapa ?" tanya mamah mengeluarkan dompet dan amplop.
" Ihh lia gatau mah, "
" coba tanya a fikri "
" pasti aa gamau jawab mah , karna ga ada pasang tarif seperti itu " jelas delia
" nanti kemurahan mamah ga enak ".
" yaudah terserah mamah aja berapa , " ucap delia dan mamah ia kembali keluar untuk bersiap siap.
Delia kembali melanjutkan membetulkan hijabnya, sedangkan yang lainnya mereka sholat terlebih dahulu karna waktu sholat zuhur telah tiba "Allahuakbar Allahuakbar"
" Alhamdulillah yaallah sudah adzan " ucap delia. setelah memakai cadar ia keluar untuk mengambil nampan dan meletakkan bunga serta air seteko untuk nanti dibawa ke makam.
Waktu yang dinanti pun tibaa, fikri mengecek sound dan mic yang mana buat ceramah 2 , 1 mc dan 3 lagi untuk marawis.
Cekk..cekk.cekk..tess..satu...dua..cekkk."kata fikri mengetes mic
Tess..satu..dua...tess..hallo.
wingggggggggggggggg (biasa kalau cek mic pasti suka mendengar bunyi salon seperti itu bukan ?
Para jamaah satu persatu memenuhi halaman rumah ketua majlis taklim, mereka pun duduk ditempat yang telah di sediakan, mamah bunda serta kaka kaka lainnya mereka sibuk satu sama lain..mamah yang menerima tamu, bunda yang mengecek ketersediaan bahan.
" kak itu bawa kesini bunganya " pinta bunda pada ka zia , ka zia pun mengambil bunga dan diletakkan di panggung kecil.
Tim marawis mulai berdatangan membawa alat alat marawis, ia duduk disisi kiri dan bersamaan itu pula kepadatan jaamaah memenuhi halaman.
"Sini bu diisi dulu didalam " kata mamah mempersilahkan tamu duduk, ia menyalami jamaah ada juga yang tak bersalaman sedangkan delia ia belum keluar sama sekali.
Susunan acara dibawakan oleh ka zia, "nak mau keluar sekarang atau gimana ?" tanya bunda pada delia , ia masih duduk di ruang tamu menggunakan kursi lipat milik kakanya.
" delia mau keluar bunda, mau salaman sama ustadzah dan anak marawis" ucap delia ia bangun dari duduknya dibantu bunda. bunda ikut mengantarkan delia bersalaman , bersamaan dengan itu para jamaah menatap delia, sang ketua yang sudah lama tak ia temui .. " Assalammualaikum ustadzah, terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk datang diacara Tahlilan papah, " uca delia disaat ia sudah bersalaman dengan ustadzah, mereka mengobrol sedikit.
" waalaikumsalam sama sama ustadzah,bagamana kabarnya ? putramu dimana ?" tanya ustadzah yang tidak mengetahui kalau zul berada di rumahsakit.
" Alhamdulillah baik , Qodarullah beliau masih berada di rumah sakit, saya meminta doanya ya bu ustadzah " ucap delia.
" Yaallah maafkan saya tidak mengetahui ustadzah"
" tidak apa apa ustadzah, kalau begitu saya permisi menyapa anak anak marawis " sahut delia ia bangkit di tuntun bunda , tiba lah delia ditengah tengah ibu ibu pemain marawis , delia pun menyapanya dan bergabung dengan mereka karna ia memainkan alat darbuk.
Bunda kembali duduk dengan ibu bang erik beserta mamah. Acara pun dimulai dengan pembacaan Arwah ahli kubur dilanjut yasin. pembacaan yasin dipimpin oleh teh syifa, semua jamaah membaca yasin dengan khidmat tanpa adanya mengobrol , singkat cerita pembacaan surah yasin , kini tiba lah giliran para marawis menampilkan tampilannya . " selanjutnya mari kita mendengarkan sholawat nabi yang langsung dipimpin oleh ibu ibu taklim Azzahra kami persilahkan" ucap MC selaku ka zia.
Fikri menghampiri delia karna ia memberikan kode kalau mic nya tak menyala , " abi ini ga nyala " ucap delia mengetuk ngetuk mic.
__ADS_1
" permisi bu " ucap fikri meminta jalan untuknya menghampiri istri tercintanya. jamaah pun memberikan jalan dengan menggeser tubuhnya dan ia tiba disamping sang istri , fikri pun duduk dengan sopan ia menekuk lututnya menyentuh karpet dan menjadikan tumit sebagai penahan.
" cekk..cek..tesss..saatuu.." ucap fikri saat mic nya menyala. ia mengambil kamera miliknya yang sejak tadi ia kalungkan untuk mengambil moment sang istri dan mengambil gambar acara tahlilan pak reno. para tim marawis membawakan sholawatan An nabi.
" اللّهمّ صلّ وسلّم وبارك عليه
...ANNABI...
...Annabi sollu’alaih solawatullohi’alaih...
...Wayana lul barokah kulluman sholla’alaih...
...Annabi yaa hadiriin I’lamu ‘ilmalyaqiin...
...Annarobbal’alamiin afrodo solla’alaih...
...Annabi yaa manhador annabi khoirul bahor...
... Wadana lahul qomar wannadza salam ‘alaih...
...Annabi dzakal ‘aruz dzikruhu yuhyinnufus...
...Annasooro wal majuus aslamuu bainaa yadaii...
...Alhasan tsummal hsaiin annabii kurrotul’aiin...
...Nurruhum kal kaukabain jadduhum solaa’alaih...
penampilan delia dan ibu ibu membuat terpukau semua orang, marawis yang hebat padahal mereka tidak latihan sama sekali setelah delia menikah, ia tak kunjung latihan malah delia berlatih di pesantren sang suami. Tapi penampilan yang baru saja di sajikan termasuk penampilan yang spektauler bagi mereka yang menyaksikan. Apalagi delia ia dengan lihay dan asik memainkan darbuk yang mana darbuk menjadi pusat perhatian didalam marawis.
" MasyaaAllah semakin jatuh cinta aku mi " gumam fikri.
Penampilan sholawat tak hanya Annabi , tapi juga penampilan sholawat yahabibbalqolbi, ya thoyibah , mars majlis taklim delia.
" Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada Ustadzah delia selaku ketua majlis taklim.Azzahra beserta tim marawis yang sudah memberikan kita persembahan marawisnya , untuk mempersingkat waktu marilah selanjutnya karna acara sudah semakin siang kita lanjutkan rangkaian selanjutnya yaitu ceramah yang akan disampaikan oleh shohibul hajat waktu dan tempat kami persilahkan " ucap MC
Ka zia memberikan Mic pada mamah namun mamah meminta delia yang mewakilkannya.
" udah sama delia aja " pinta mamah. dan delia pun segera bangkit dari duduknya perlahan.
" Cek..tes..." sahut delia mengecek mic.
" Bismillahirahmanirahim Assalammualaikum warahmatullahi wabaraktuh." ucap delia memberikan salam
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabaratuh " jawab jamaah.
" Kurang kompak, bukankah menjawab salam hukumnya wajib? coba sekali lagi , Assalammualaikum warahmatullahi wabaratuh "
" Waalaikumussalam warahmatullahi wabaratuh "
" Alhamdulillah" ucapnya dengan memberikan senyuman walau dalam balik cadarnya.
" Alhamdulillahirobbil ‘alamin, wabihi nasta’in ‘ala umuriddunyawaddin, ashsholatuwassalamu’ala asrofil ambiyaa iwal mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Robbisrohlisodri, wayassrili amri, wahlul uqdatammilisani yafqohu qouli, amma ba’du
Pertama yang saya hormati keluarga saya, baik itu dari almarhum papah maupun dari mamah, yang kedua keluarga Suami saya Al mukarrom bapa kyai Adam syarief beserta sang istri.
Suami saya tercinta Ustad zulfikri "Beliau ada disana mengabadikan acara ini , akang " ucap delia menunjuk suaminya dan memanggilnya , fikri yang di panggil memberikan senyuman serta menangkupkan kedua tangannya karna seluruh jamaah menoleh ke arahnya.
dan tak lupa keluarga dari kaka ipar saya atau keluarga mertua suami kaka saya , dan tak lupa ustadzah hanah yang mana beliau menggantikan saya menjadi pimpinan taklim Azzahra ini, para ustadzah serta jamaah sekalian yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu namun tidak mengurangi rasa hormat saya kepada beliau.
puji syukur kehadirat Allah swt , yang mana siang ini atas ridho dan kehendaknya kita dapat berkumpul di rumah kami dalam rangka acara Tahlilan ayahanda kami Almarhum pak reno zainal serta Tasyakuran Aqiqah Mamah kami.
sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, beserta keluarganya dan in syaa Allah kita selaku umatnya mendapatkan syafat beliau kelak Aamiin yaallah ya rabbal alamin.
Ibu ibu jamaah Majlis taklim Azzahra yang in syaa Allah dimuliakan Allah swt, saya mewakilkan keluarga shohibul bait yang mana untuk ceramah, pasti sudah tau siapa saya hehehe, saya mengucapkan beribu terimakasih kepada ibu ustadzah yang telah mengurus majlis taklim Azzahra ini hingga kompak dan jamaahnya banyak in syaa Allah surga tempat kita berkumpul nanti, Aamiin yaallah ya robbal alamin , terimakasih juga kepada para jamaah yang menyempatkan waktunya datang kerumah kami, saya selaku mewakilakan keluarga mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya mana kala jamuan nanti kurang berkenan dihati ibu ibu , saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya.
saya meminta doanya untuk putra saya, Muhammad zayyan zulfikar Alhabsyi yang saat ini masih berada di nicu rumah sakit , sudah 14 hari beliau berada di sana bu sejak kelahirannya , mudah mudahan doa ibu ibu shaliha dan atas izin Allah putra kami segera pulang kerumah. Aamiin "jelas delia
" Aamiin" sahut ibu ibu kompak.
saya tidak berpanjang kata, mohon maaf jika kami ada salah baik itu soal jamuan, tempat atau lainnya. mungkin banyak jamaah yang belum kenal dengan saya, saya pimpinan majlis azzahra tapi karna saya ikut dengan sang suami tinggal di bandung , jadi ustadzah yang menggantikan saya mengurus majlis ini , jazakillah khair ustadzah.
__ADS_1
Saya akhiri sambutan singkat ini, Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " jelas delia mengakhiri Sambutan keluarga.
"Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh " jawab jaamaah dan delia memberikan mic kepada ka zia.