Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
kembali


__ADS_3

Hari silih berganti, tak terasa sudah 3 minggu pak reno dirawat dirumah sakit, keadaan pak reno yang semakin hari semakin membaik membuat mereka bahagia, disaat keadaan pak reno membaik abah bunda dan alisyah sudah kembali ke kota bandung 1 minggu yang lalu. sedangkan delia ia bolak balik ke rumah produksi yang berada didepok, rumah sakit hingga hotel.


Sedangkan fikri ia sesekali pulang ke bandung jika ada urusan mendadak tetapi sebaliknya jika tak ada urusan maka ia membuka zoom bersama anak anak santri secara virtual sambil menemani pak reno.


Biaya pak reno dirawat di rumah sakit semua ditanggung fikri, sesekali mas erik suami kakia yang membayarkannya namun 90% dari biaya rumah sakit adalah uang fikri sendiri. saat ini pak reno sedang diperiksa oleh dokter untuk memastikan keadaan pak reno jika membaik maka akan diizinkan pulang namun jika tidak maka akan berada dirumah sakit ini sampai dinyatakan sembuh.


" bagaimana pak dokter keadaan suami saya " tanya mamah yang berharap hasilnya bagus.


Dokter pun tersenyum melihat hasil yang sudah keluar yang akan segera ia sampaikan pada keluarga pak reno " Alhamdulillah untuk saat ini keadaan pak reno sudah membaik, pak reno boleh kami izinkan pulang tapi masih harus dipantau perkembangannya, untuk itu saya berikan surat kontrol untuk 3 hari dari sekarang, selebihnya nanti setiap satu minggu sekali.


untuk biaya kontrol pak reno tidak mengeluarkan uang sepeserpun di karnakan ketiga putrinya sudah mempunyai penghasilan yang mana penghasilan itu mampu membiayai pengobatan sang ayah.


~Rumah pak reno


" papah istirahat yaaaa sini delia bantu " ucap delia membantu papahnya untuk berbaring diranjang , ditariknya badcover untuk menutupi tubuhnya.


" terimakasih banyak nak, sebaiknya kamu istirahat nak , kasihan calon cucu papah "


" iya pah , yasudah delia pamit kekamar yaa pah, papah jangan lupa istirahat , cuppp" kata delia yang langsung mencium pipi pak reno.

__ADS_1


Delia berlalu dan papah pun memejamkan mata ditemani mamah, sedangkan erik dan fikri sehabis membopong pak reno mereka lebih dulu keluar kamar dan duduk di sofa yang sudah ada kakia kazia .


" Dee mau kemana " tanya kakia saat delia berbelok menuju kamarnya.


" eh kaka , engga kak tadi delia mau istirahat ada apa ka ? " tanya delia yang menghampiri kakanya , niat istirahat ia urungkan padahal pinggangnya terasa pegal dan panas.


" oh gapapa yaudah sana istrahat "


" engga kak ada apa " tanya delia yang duduk disofa sambil merebahkan tubuhnya dipangkuan suami


" kaka mau nanya kamu kembali ke bandung kapan de ? "


" Besok ya sayang , soalnya kan mau acara tasyakuran sekaligus syukuran rumah , seminggu lagi acaranya "


" kaka hadir yaaa " lanjutnya lagi yang berbicara pada kaka iparnya itu.


" in syaa allah kita hadir , doain aja semoga papah sehat, panjang umur biar bisaaa hadir diacara kalian " sahut mamah yang sudah bergabung pada mereka.


" Aamiin yaallah "

__ADS_1


" Sebenernya A fikri mau ubah tanggal bunda namun engga bisa karna acara yang kosong hanya hari itu , maaf bunda bukan maksud kami menyenggelarkan acara pada saat papah sakit " ucap fikri yang merasa tak enak.


" engga apa apa nanti sekalian minta di doakan ya nak " ucap mamah menepuk bahu fikri.


Mereka melnjutkan bicaranya, apa saja dibicarakan bahkan salah satu mereka ada yang meminta saran dan pemahaman Agama kepada fikri.hingga tanpa mereka sadari delia tengah tidur dipangkuan fikri.


" shuttttt jangan keras keras adik aku tidur " ucap ka ziaa yang pertama kali menyadari delia tertidur.


" yaallah pasti cape banget ya dee "


" yaudah aku izin bawa delia kekamarnya ya ka biar enak tidurnya " ucap fikri yang langsung membopong tubuh delia ke lantai dua.


"kuat sekali kakinya fikri " gumam erik yang tak sengaja di dengar kia.


" emang kamu " kesal kia pada suaminya.


" yaa kan bedaaa "


"APAA" sewott kia yang jika mengingat hal itu akan kembali kesal.

__ADS_1


__ADS_2