
Hati siapa yang tak sakit mana kala melihat orang yang hidupnya serba kekurangan namun mereka pandai bersyukur. Tak Jarang ada manusia yang memiliki kekurangan namun ia tak bersyukur, dan ada juga yang diberikan kekurangan namun ia bersyukur.
Tak ada rasa yang paling bahagia dan memiliki ketenangan selain rasa syukur kita kepada Allah swt. begitu halnya dengan fikri delia ia sangat bersyukur bisa membantu sesama termasuk membantu ke 4 anak anak yang sejadi tadi membantunya membawakan belanjaan.
Fikri sengaja mendatangi rumah ke 4 anak anak ini yang mana satu dari mereka adalah adik kaka, rumah yang mereka tempati jauh dari kata layak namun mereka bersyukur memilki rumah yang tidak akan membuat mereka kehujanan maupun kepanasan.
" Assalammualaikum " kata delia fikri bersamaan saat mereka memasuki salah satu rumah yang ada disana, ia juga meminta anak anak yang lain memanggil orang tuanya untuk berkumpul dirumah ini.
" waalaikumussalam " kata pemilik rumah.
" silahkan duduk ustad umi, begini adanya rumah kami, silahkan duduk " kata pemilik rumah.
" ia bu terimakasih banyak," kata delia fikri.
" Bu maaf anak anak yang bersama putra ibu rumahnya dimana ya ?" tanya fikri.
" oh ini pak tidak jauh beda beberapa rumah aja , yahhh beginilah mata pencarian kami jadi rumahnya samaa seperti ini " kata ibu menjelaskan dimana rumahnya.
" alhamdulillah ibu, sekalian disini saja ya biar engga makan waktuu " kata fikri dan ibu ibu tadi memanggil orang tua dari teman temannya.. Delia fikri mereka disuguhkan air teh oleh pemilik rumah dan mereka meminumnyaa tanpa memandang apapun.
Yang ditunggu tiba, para orang tua berkumpul dirumah salah satu dari mereka, bukan fikri tak ingin mendatangi satu persatu namun ia tidak ingin membuang waktuu..
" saya mulai saja ya bu maksud dan tujuan kami sekeluarga datang kesini " izin fikri dan diangguki oleh mereka.
" Anak saya nyopet ya pak ?" celetuk ibu ibu yang sudah takut anaknnya nakal.
" Oh engga buu, saya meminta waktu ibu dan bapa sebentar sebelumnya saya minta maaf bapa ibu dipanggil datang kesini bukan saya yang mendatangkan ibu satu persatu, Saya dan sang istri kebetulan sedang berbelanja dan mereka membantu saya membawakan barang belanjaan kami, kami sudah mengetahui cerita mereka dan kami sudah memperkenalkan diri, saya sebelumnya mau memperkenalkan diri saya zulfikri dan ini istri saya delia dan ini putri kami, kami sangat perihatinn melihat anak anak yang bekerja diusia mereka yang seharusnya belajar dan bersekolah , kami memiliki pondok pesantren dan menggratiskan bagi anak yang ingin masuk pondok namun tidak ada biayanya, mendengar cerita dan harapan mereka dalam mengerjar pendidikan membuat saya tertarik mengajak mereka menempuh pendidikan di pesantren kami, selain belajar agama anak anak juga akan di sekolahkan formal , untuk itu saya menyampaikan kabar ini kepada para orang tua yang mungkin ingin menyekolahkan anaknya ditempat kami. " jelas fikri dan mereka pun menyimak.
__ADS_1
" maaf ibu bapa , bukan kami bermaksud menyinggung bapa ibu, namun kami kesini karna melihat semangat anak anak bapa ibu dalam bekerja dan ia menyampaikan pada kami ingin sekolah, jika ibu dan bapa ingin menyekolahkan mereka dan memasukkannya ke pondok kami membuka lebar gerbang untuk anak anak yang ingin memperdalam ilmu agama, untuk siapa saja gratis , " sahut deliaa dengan ramah ia berharap anak anak ini dapat pendidikan yang mana diusia mereka belajar.
" untuk syaratnya bagaimana ? daerah mana pak ?"
" untuk syarat hanya mengisi formulir dan syarat pada umumnya saja, untuk lokasinya simpang depan belok kanan itu ada gang masuk kedalam 100 meter dari jalan " kata fikri .
" boleh pak saya juga mau menyekolahkan anak saya namun melihat kondisi seperti ini jangankan sekolah makan aja susah, orang tua mana yang gamau menyekolahkan anaknya ?justru mauu, Alhamdulillah bapa ibu datang " sahut bapa bapaa dan diangguki yang lainnya.
" Alhamdulillah " sahut delia bahagia.
" bapa ibu seperti pembawa keberuntungan buat kitaaa, melalui tangan ibu bapa anak kita dapat sekolahh dan pondok yaallah terimakash " sujud ibu ibu penuh haru, , impian anaknya sekolah pun kenyataan.
" ini semua atas izin Allah " sahut fikri delia.
Setelah mengatakan itu delia memberikan uang 5 lembar pink kepada ibu ibu untuk dibelanjakan kebutuhan rumah tangga, awalnya mereka ingin membawa sembako namun mengingat mobil yang sudah penuh membuat mereka memberikan uang 2 juta dibagi 4.
" Sama sama , kalau begitu kami pamit dulu yaa bu pakk terimakasih atas jamuannya " .
" sama sama kami yang harus berterimakasih bapa ibu sudah ingin membantu kamii "
" sama sama, nanti pihak pengurus pesantrenn akan mengisi data putra bapak untuk kesini "
" baik pak ditunggu yah "
" kalau begitu kami permisi ya bu pak semua, assalammualaikum " kata delia fikri ia pun berjalan masuk kedalam mobil..
" waalaikumussalam "
__ADS_1
~~
"Alhamdulillah ya bi kita bisa bantu mereka seneng umi dengernya " kata delia tersenyum ia bahagiaa.
" alhamdulillah umi , kita harus belajar bersyukur liat tuh masih ada orang yang dibawah mereka pandai bersyukur "
" hehehe iya abii, setelah ini mandi jangan menemui zayyan dahulu bii" kata deliaaa menimpali
" ia sayangg , gimana sudah happy kan ?" tanya fikri yang sejak tadi istrinya merajuk memintanya untuk menemui keluarga anak anak itu.
" heheh happy sayang makasih ya suamiku muachhh " kata delia manja dengan fikri.
" sama samaa, kamu happy abi happy, jadi inget haikal ya umii liat anak anak "
" bii halalin aja haikal dan ziaa "
" abi mau ke perusahaan nanti mau mengajarkan haikal terjun di perusahaan , sebelum nikah jadi terbiasa gitu mi"
" nikahin aja dulu bii , urusan perusshan bisa belajar sama abi setelah menikah, gak boleh lama lama di diemin nanti bahaya, " kata delia mengingatkan.
" yasudah nanti abi bicarakan dengan haikal "
" Terimakasih sayanggg"
" sama sama makasihnya udah dong sekarang kapan nambah adik zayyan umi hehehe " goda fikri ia menaik turunkan alisnya.
" nanti abi sayangg 40 hari aja belum "
__ADS_1
" Aihhh "