Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
#252 H-2


__ADS_3

Jam 22:10 WIB mereka sudah sampai di kediamannya, mobil terparkir di luar halaman menunggu sang istri membuka pintu pagar rumahnya. suara jangkrik terdengar jelas di telinga mereka, kedatangan mereka tidak diketahui siapapun kecuali ustad ilham maupun ust ismail.


" sudah sayang ? " ucap fikri ia pun memasukan mobilnya kedalam garasi, ia tau pasti anak anak akan mengecek rumahnya setiap malam , hal itu membuat fikri meletakan mobilnya di garasi agar kehadirannya tak diketahui siapapun.


Delia pergi membuka pintu utama dan ia masuk lebih dulu, ia menuju kamar belakang untuk mengambil vacum cleaner karna beberapa hari mereka di depok pasti banyak debu berserakan, ia memulainya dari kamar alisyah lalu ke kamarnya dan di lanjut seluruh ruangan. bohong jika tak merindukan zayyan justru ia sangat merindukan bayi mungil yang sekarang tidak ada disisinya.


" umi kangen kamu aa" gumam delia saat melihat bantal zayyan ia menciumnya dengan penuh kasih sayang.


" huftt besok umi pulang nak... " gumam delia lagi ia pun meletakkan kembali bantal baby zayyan dan melanjutkan kerjaannya.


Fikri menyusul kedalam rumah dengan alisyah berada di gendongannya yang tengah tertidur.


" sudah istirahat umi lanjutkan besok " ucap fikri ia pun mengunci pintu satu persatu dan berjalan naik ke kamarnya.


" ta. tapi aku belum selesai bii" ucap delia masih memegang alat pembersih.


fikri pun menghentikan langkahnya di tangga ia melihat kearah sang istri yang tak berhijab itu.


" masih ada hari esok, istirahat lah dan kabari mamah kalau kita sudah sampai " ucap fikri ia melanjutkan langkahnya untuk naik keatas karna punggungnya sudah memanas.


" yaudah kamu duluan aku ke dapur dulu" ucap delia ia melangkah menuju dapur tapi baru saja dua langkah sang suami sudah mulai menaikkan nada bicaranya berubah menjadi dingin. " istirahat!"


" iya aku istirahat, aku cuma mau ambil minum yanggg, dan ini bersihikan vacum sebentar yaaa " jawab deliaa.


" tinggalkan saja vacum "


" iya iya " jawab delia pasrah ia pun membuka kulkas mengambil susu yang ia hangatkan sebentar , ia juga membawa air minum untuknya di kamar.


**


Jam menunjukkan 23:00 WIB , mamah kia dan zayyan tengah berada di kamar mamah , sebelumnya kamar fikri sudah ia kunci terlebih dahulu. asik meniduri zayyan tiba tiba ka zia masuk kedalam kamar sontak membuat kia mamah terkejut


" hayooo"


" ziaaaaaa " protes mamah dan kia.


" hehhee maaf " ucapnya kemudian menutup pintu kamar mamah


" untung zayyan gak bangun coba aja kalau bangun kaka unyeng unyeng kepala kau " protes kiaa dengan judesnya, yups yang menidurkan baby zayyan sudah pasti ka kia maka dengan itu ia sangat marah jika ada yang mengganggu tidurnya baby zayyan.


" yaa maaf , emang delia sama a fikri belum pulang mah ? " tanya ziaa ia heran melihat layar ponselnya pukul 23:00 tapi belum ada tanda tanda pulang.


" yaallah ini anak kan tadi pas makan seefood mamah bilang delia ga pulang sama suaminya langsung ke bandung , gimana sih kak " jawab mamah ia menepuk kepalanya pusing dengan kak zia.


" hehehe lupaaa "


" maklum yang mau merrid lagi pusing yaaa " ucap kiaa menggoda adiknya itu.


" ga juga sih hehehe , delia nelpon nih mahh kak " ucap zia ia melihat layar hp yang ia genggam ada panggilan masuk dari delia.


" angkat nak pasti dia telpon mamah deh" ucapnyaa kemudian diangkat oleh zia. " Assalammualaikum"


" Waalaikumussalam " ucap zia mamah kia


" aku baru sampai di bandung kak mah " ucap delia ia berbaring di ranjang disisi sang suami.


" alhamdulillah de , zayyan anteng kok kamu tenang aja yaa " ucap mamah diangguki kiaa , zia mengarahkan ponselnya ke baby zayyan


" aduhhh kangen nak umi tuhhhhh, bisa bisa ga tidur umii " lirih delia langsung diusap punggungnya sama fikri.


" pulang pulang pasti ada adiknya zayyan " goda kia dan langsung di ocehkan mamah. " jahitan belum kering kak jangan nambah dulu atuhh" protes mamah menepuk paha anaknya.


" hahaha kali aja mah"


" kalau kalian menginginkan zayyan punya adik bisa lah diatur hahaha " ucap fikri tiba tiba dan langsung di tatap delia.


" apa sayang engga kok heheh" jawab fikri


" kalian kesana honeymoon atau menyelesaikan masalah " celetuk zia dan langsung seluruh pasang mata melihat ke arahnya.

__ADS_1


" urus masalah atuh kak , makanya kalau punya aura jangan memikat napaa " sahut kiaa.


" menguruskan masalah pondok atuh kak " ucap delia.


" besok besok pakai cadar yaa " celetuk kia


" jangan salahin anak mamah , salahin yang menyukainya.. " ucap mamah membela zia.


" tuhh dengerin kata mamah " sahut ziaa merasa ada pembelaan.


" mah gimana tanggapan mamah soal kasus zia di pondok banyak yang menyukai? " tanya deliaa.


" kalau mamah pribadi ya gapapa selagi itu wajar dan tak merugikan maka ga ada masalah , sedangkan kejadian ini kan beda , anak mamah ternyata memiliki pesona tersendiri hingga membuat orang orang bertengkar untuk memilikinya , tapi jujur mamah kagum akan haikal ia masih bersikap santai walau lawannya udah emosi " jelas mamah.


" siapa dulu didikannya mah" ucap fikri tiba tiba.


" yaya.. kalau soal itu gak usah di ragukan lagi udah top deh "


" hahaha yaudah mah kita istirahat yaa , kalau ada apa apa kabarin ya mah kak. "


" iya selamat istirahat nak , assalammualaikum"


" waalaikumussalam "


***


Sudah beberapa hari tinggal di kota tempat kelahiran sang istri lalu tiba tiba pulang kembali ke kota kelahiran perbedaan suhu terasa jelas. kini delia fikri seperti biasa sehabis sholat subuh ia melakukan aktifitas yaitu menyiram tanaman dan fikri olahraga.


Hari selasa kali ini berbeda dengan hari selasa sebelumnya dikarnakan hari ini orang tua wali murid dari santri yang bermasalah akan dipanggil untuk menghadap kefikri selaku pemilik pondok pesantren.


" sayang hari ini mau ke pesantren jam berapa ? " tanya delia saat fikri menutup pintu gerbangnya.


" Nanti jam 11 umi, ada apa ? "


" mau dimasakin apa ? "


" gausah masak , sarapan dirumah bunda saja sekaligus beri kejutan " ucap fikri dan diangguki delia dengan cepat delia meletakan kembali selang airnya dan ia mengambil tas.


" Abah " panggil syifa


" ya nak , "


" Abah syifa mau melanjutkan kuliah di tarim abah " ucap syifaa


" masih pagi anak bunda sudah membicarakan kuliah ke tarim yaah " ucap bunda menimpali


" syifa pengen bunda seperti istirnya aa memakai cadar , walau tidak harus kuliah di tarim tapi syifa ingin saja mengubah diri syifa seperti wanita tarim "


" yaudah selesaikan kuliahmu lebih dulu nak " ucap abah ia akan mengabulkan keinginan anaknya asalkan itu dalam kebaikan.


" salsa dimana nak? " tanya bunda.


" salsa masih tidur bunda "


" hadeuhhh itu anak kenapa sulit sekali untuk bangun pagi " protes bunda ia pun melangkahkan kakinya kedalam rumah untuk membangunkan putrinya.


" bun.. bundaaa biarkan, nanti ia akan bangun sendiri.. " ucap abah ia tidak ingin adanya keributan di pagi hari.


" baiklah abah"


Bunda pun kembali duduk bersama putri dan suaminya mereka terus mengobrol bersama hingga suara dari dalam membuatnya menghentikan pembicaraan mereka. " bii bunda abah dimana ? " tanya fikri pada bi ani.


" mereka di belakang den " ucap bi ani ia sangat merindukan laki laki yang sejak kecil ia asuh.


bunda yang mendengar pembicaraan bi ani ia pun meminta syifa untuk diam." syifa syifa diam dulu deh seperti suara Aa dan istrinya " ucap bunda.


" perasaan bunda ajaaa deh " sahut syifa yang tak mendengar apapun


" bener loh suara Aa dan teh lia. " kata bunda yang masih memegang teguh keyakinannya.

__ADS_1


Yap benar saja felling bunda akan kehadiran fikri dan deliaa benar benar kenyataan , keduanya menghampiri dengan bergandeng tangan dan alisyah berada di depannya. hal itu membuat bunda terkejut ia sampai membuka mulutnya karna kehadiran menantu dan anaknya.


" Assalammualaikum bunda abah " ucap fikri dan delia ia berjalan bergandengan menghampiri abah dan bunda.


" Waalaikumussalam"


" Waalaikumussalam yaallah menantu bundaaaaa , apakabar sayangg" ucap bunda saat delia mencium punggung tangan bundaa dan dibalas pelukan oleh bunda.


" Alhamdulillah baik, bunda apa kabarnyaa ,lia kangen bundaaaa " ucap delia membalas pelukan bundaa. " bunda baik sayangkuh" ucapnya kemudian melepas pelukan delia.


" abah " panggil lia dan dipeluk oleh abah sama seperti bunda yang memeluk dirinya.


" Yaallah anak bundaa yang satu ini bener bener yaa , si kasep , jarang pulang kerumah bunda abah, padahal masih di wilayah yang sama , gimana nak sehat sayang ? " ucap bunda mencium wajah anaknya dan membalas dengan pelukkan.


" hehehe aa sibuk bundaa, alhamdulillah sehat bunda sehat kan" jawab fikri dan langsung melepas pelukannya ia beralih ke abah dan melakukan yang sama.


" sehat nak ,ini cucu nenekkkk yaallah sehat ya nakk , zayyan dimana ? "


" ia nak zayyan dimana ? "


" zayyan sama mamah " jawab fikri kemudian ia menghampiri syifa yang sudah menunggunya.


" ade aa sekarang udah besar yaa " ucapnya memeluk syifa


" kangenn aa "


" besok besok nginep dirumah aa biar aa bisa pantau kamu " protes fikri


" ko engga dibawa neng ? " tanya bunda kepada delia.


" ia bunda rencannya delia gamau nginep tapi karna ada urusan mendadak jadi pulang ke sini bun " jelas deliaa , abah dan bunda pun mengerti iaa mencoba memahami keadaan yang mereka alami.


" bun mba wulan kemana yah ? " tanya fikri saat adiknya bermanja dengannya. walau fikri sudah menikah tapi kasih sayang kepada adik adiknya selalu ia berikan, hal itu dimengerti oleh delia ia tidak boleh cemburu kepada adiknya karna hanya fikri lah yang bisa membuat adik adiknya merasa aman.


" mba wulan lagi dirumahnya , tau ada kamu disini pasti diaa akan kesini juga nak "


" itu ada aa kebiasaan" ucap abah melihat syifa dan fikri.


" emang manja diamah abah " protes fikri.


" salsa dimana bun ? " tanya delia tiba tiba.


" salsa ada di kamarnya neng belum bangun ada apaa ? " tanya mamah


" engga ada apa apa bunda "


" oh ya bunda menantumu ingin mempunyai art tapi yang sudah ibu ibu , ia ingin bi ani dibawa kerumah bun? " ucap fikri tiba tiba sontak membuat delia tak enak hati kepada bunda abah.


" kamu ingin Art nak ? bunda siapkan yah"


" ihh engga bunda , abi mahhh" rengek deliaa yang tak sukaa akan ulah suaminya .


" nanti bunda tanyakan bi ani yaa nak , demi kamu apa sih yang enggaa, btw kamu mau yang menginap atau engga ? "


" terimakasih bundaaa , kalau boleh yang Pp aja bunda karna walau pakai ART aku tetap melaksanakan kewajiban mengurus suamiku "


" yasudah nanti bunda siapkan "


" bunda the bestttt"


" lisyah dikacangin huaaaaaa " rengek alisyah ia mengis pura pura, bukan di kacangin tapi karna alisyah sibuk dengan game nya jadi iaa cuek dnegan keadaan sekitar.


" cuppp.. cucu nenek kakek yaaaa jangan nangiss ayangg nanti teh alya dan raka akan kesini "


" bener nek ? "


" iya sayangg"


" horee... horeee " teriak alisyah ke girangan. fikri mengobrol dengan abah sedangkan alisyah bersama syifa dan tentunya bunda dengan delia ia memilih mengobrol berbeda satu sama lain.

__ADS_1


Tak...takk.. takk(suara langkah tangga)


hayo siapaa tuh yang turun tangga ??


__ADS_2