
Setelah menghubungi teman temannya, delia ingin bergabung dengan suaminya namun saat ia ingin membuka knop pintu kamar tiba tiba kepala delia terasa pusing hampir saja ia jatuh namun delia bisa menahannya dengan berpegangan pada sofa dikamarnya
" Astaghfirullah yaallah kuatkan hamba, lindungi dari penyakit apapun " gumam delia dalam hati sambil mencoba untuk duduk di sofa.
" Tiba tiba jadi rindu alisyah, sedang apa kamu nak? ummi kangen" sahut delia berbicara sendiri , dirasanya kepala sudah tidak sakit ia pun menghampiri suami.
**
" A fikri ini jangan diapus ya besok mau di presentasikan juga" pinta syifa menunjukkan file yang akan di pindahkan alhamdulillah laptop syifa sudah nyala tanpa lama firki pun mencoba untuk memindahkan file file ke laptop baru.
" ya de aa tauu " sahut fikri yang fokus.
" A teteh aneh ya akhir akhir ini "
" Hmmm ghibahin teteh dosa lohh " ucap firki sambil fokus pada laptop.
" Yaaa kan aku nanya aa " sahut syifa yang langsung cemberut, belum sempat fikri jawab ponsel ia berbunyi panggilan masuk dari ustad ismail. dilihatnya panggilan masuk ia pun langsung mengangkatnya dengan memberikan isyarat pada syifa menggunakan jari telunjuk yang di arahkan ke bibir untuk jangan berisik.
# panggilan masuk #
"Assalamu'alaikum Ustad " ucap ustad ismail
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, " sahut fikri saat panggilan sudah terhubung.
" Afwan ana mengganggu ustad "
" Tidak ustad ismail, ada apa?? "
" Maaf sebelumnya ustad, di pondok kami kedatangan wali murid yang ingin berjumpa dengan ustad, sebelumnya sudah kami sampaikan kalau ustad hari ini sedang tidak berada di pondok esok baru ada tapi maaf ustad wali murid tetap ingin bertemu dengan ustad " jelas ustad ismail yang memang tinggal di pondok dan ia membantu fikri mengurus pondok pesantren.
" Maafkan saya ustad mengganggu waktu ustad dengan keluarga " lanjut ustad ismail.
" Baiklah sebentar lagi saya akan kesana, tolong berikan hidangan untuk mereka selama menunggu saya sampai " jawab fikri sambil memijat plipisnya tanpa fikri sadar delia sudah duduk disisi tangan sofa, delia terus memperhatikan suami yang sepertinya ada sesuatu yang akan ia hadapi.
"baiklah ustad hati hati dijalan sampaikan salam saya untuk kyai dan bunyai "
" Nanti saya sampaikan waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "
"saya tutup teleponnya ya ustad assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "
#panggilan berakhir#
Setelah panggilan berakhir delia pun merangkul bahu sang suami memberikan rasa peduli padanya, fikri yang mendapatkan perlakuan seperti itu menoleh memberikan senyum hangat sambil tangannya mengusap kepala sang istri.
" Sayangg ummi, maaf abi izin ya untuk ke pesantren sekarang tadi ustad ismail menghubungi abi katanya ada wali murid yang bersikukuh ingin berjumpa dengan abi, ummi gapapa kan dirumah atau ingin ikut dengan abi " tanya fikri sambil menawarkan mengajak sang istri untuk ikut dengannya.
" ya abi tidak apa apa mungkin ada hal yang ingin wali murid sampaikan dengan abi karna mungkin mereka lebih enak berbicara langsung dengan abii.. abi maaf bolehkah umi dirumah aja menunggu abi pulang "
" Kenapa umi tidak ikut saja dengan abii, ia mungkin ada hal yang ingin disampaikan pasti tentang anaknya mii " lesu fikri yang ingin delia ikut.
" Ya pasti tentang anaknya abi tidak mungkin mereka menemui abi jika bukan tentang anaknya Bismillah abii, ummi ingin dirumah saja abi apa tidak apa apa? "
"Bismillah mii terimakasih ya sudah menenangkan abi, ya gapapa umi dirumah aja sama syifa ya syifa temani teteh delia. " pinta fikri pada syifa yang sedang fokus di laptop
" ya a tapi aku kerjain tugas dulu ya "
" Ya, yasudah aku berangkat sekarang ya mii" izin fikri yang langsung bangkit dari duduknya diikuti delia yang mengantarkan langsung kedepan pintu utama.
__ADS_1
Merekapun bergandengan menuruni anak tangga namun sebelumnya fikri berbicara pada syifa " de nanti aa kerjakan tugas kamu kamu ketik dulu aja " ucap firki pada syifa, " Gausah a syifa ngerti kok, aa selesaikan saja di pondok nanti aa periksa tugasnya syifa " jawab syifa sedikit berteriak
" Oke aa berangkat sekarang ya assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
Delia dan firki pun menuruni anak tangga satu demi satu, tangga yang berliku zigzag itu dilalu mereka sambil bergandeng tangan, delia yang mempunyai kesempatan keluar ingin membeli tespeck pun meminta izin dengan sang suami " Hmm abiii ummi izin ya keluar sebentar umi pengen kedepan ada yang ummi ingin belii " pinta delia izin ke suami.
" ummi mau beli apa? "
" ada yang ingin dibeli bii nanti ummi minta diantar mang udin atau mang ujang "
" Yasudah nanti ditemani syifa juga ya mii kalau syifa engga bisa nanti biar online saja mii "
" ya biii"
" yaudah ummi abi berangkat dulu yaa" pamit fikri pada istrinya. delia yang sebenarnya tidak ingin ditinggal firki pun menjadi menangis dan langsung memeluk fikri. " lohh mii jangan menangis, ikut abi aja hayuuu " sahut fikri panik. " mii sudah ihh jangan menangis, hayoo atuh ikut abi aja yuu "
Tanpa menyahut delia mempererat pelukkan fikri, fikri yang merasakan pelukkan erat delia pun hanya bisa mengusap punggung sang istri, dirasa cukup menangis delia pun melepaskan pelukkannya sambil berkata " abii jangan lama lama ya, kalau sudah selesai langsung pulang ya bii jangan nginep " cerewet delia panjang lebar.
" iya ummi ku sayang yaudah abi berangkat yaa, asalamualaikum ummi " pamit fikri yang sebelumnya mencium delia.
" Waalaikumsalam hati hati abii " teriak delia melambaikan tangannya, fikri hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya tak lama kemudian ia masuk kedalam mobil dan mobil langsung keluar dari pekarangan rumah adam syarief.
Setelah memastikan suami sudah berangkat delia pun masuk kembali ke dalam kali ini ia menuju dapur ingin makan apa saja yang ada disana untuk mengurangi pusing. namun saat ia membuka pintu kulkas suara wanita membuatnya terkejut. " Neng ngapain disana"
" Astaghfirullah yaallah "
" heheh bunda, ini aku pengen makan buah " sahut delia mengambil buah apel yang berada di kulkas tak lupa ia mencuci buahnya terlebih dahulu.
" Ohhh kirain bunda lagi apa, suamimu masih bantuin syifa neng " tanya bunda sambil menuang air putih, bunda tidak tau kalau fikri sudah pergi karna bunda tadi sedang berada di toilet membuang hajat jadi lama tidak sempat menemui bunda.
" Abi tadi berangkat ke pondok bunda baru saja berangkat soalnya ustad ismail telpon abii"
" kurang tau bunda katanya sih ada wali murid yang ingin bertemu dengan abi "
"Yasudah mudah mudahan engga terjadi apa apa ya neng "
"Aamiin yaallah "
"TINGG" (PESAN MASUK)
Salsa
assalamu'alaikum teh delia bisa tolong jemput aku engga teh didepan simpang jalan?
^^^delia^^^
waalaikumsalam ya aku izin sama suami dulu ya dee
Tak ada balasan dari salsa delia pun menghubungi suaminya meminta izin untuk mmenjemput salsa.
#Panggilan terhubung#
" Assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam ya sayang " sahut firki di sebrang sana
" Abi masih dijalan ya atau sudah sampai "
__ADS_1
" Masih dijalan mii ada apa "
" Hmm abi aku izin ya mau jemput salsa di simpang jalan sana biii, tadi salsa mengirim pesan sama aku, boleh ngga bi?? "
" Kebiasan deh salsa itu, yasudah mii hati hati yaa "
" Terimaksih abi sayang, abi juga hati hati yaa sampai jumpa dirumah "
" Iya sayang abi tutup ya assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam "
# panggilan berakhir #
"bunda delia izin ya bun mau jemput salsa di simpang jalan, tadi delia sudah menghubungi abi delia minta izin smaa abi bun katanya yaudah hati hati, " pamit delia izin dengan bunda.
" Yaudahh hati hati ya neng jangan ngebuttt"
" ya bun assalamu'alaikum " pamit delia mencium tangan dan langsung mengambil kunci mobil yang berada diatas meja.
****
Delia sendiri menyetir mobil menikmati jalanan kota bandung, pusing inilah yang dirasa delia namun ia harus bisa menjemput salsa adik iparnya, bagaimanapun ia adalah adik iparnya ia tidak tega membiarkan adik iparnya sendirian dijalan, mata berkunang kunang pandangan sudah tidak bisa melihat dengan jelas ya rasa mual menjalar di tubuh delia terutama di leher ingin sekali delia memuntahkan namun tidak bisa.
ia pun berhenti di sebuah apotek yang berada disisi kiri jalan, sesampainya di parkiran ia tidak langsung turun iapun memakan permen yang berada di mobil syifa permen yang tadi ia beli,dan ia pun meminum minuman asem untuk menghilangkan rasa pusing.
7 Menit delia berada didalam mobil dan dirasa pusingnya sudah sedikit menghilang dan pandangan oke ia pun keluar untuk membeli tespeck di apotek, sebelumnya ia sudah mengabarkan salsa kalau sedikit telat. tanpa lama delia pun masuk kedalam apotek.
" Permisi ada yang bisa saya bantu " tanya Apoteker.
" Ya mba ini aku mau beli tespeck tolong berikan yang sensitif yang hasilnya 100% itu yang mana ya mba " jawab delia sambil melihat lihat tespeck.
" Oh yang ini mbaa, rata rata yang beli kebanyakan yang ini mba " sahut Apoteker memeberikan tespeck pada delia.
" yaudah boleh mba aku mau 2 ya Digital Pregnancy Test "
" baiklah apa ada lagi yang bisa saya bantu "
" sudah itu saja sama yang biasa 1 ya mba "
" baiklah, tespeck Digital Pregnancy Test 230 2, yang strip 22 ribu total 252 ribu "
" ini mba uangnya" sahut delia memberikan uang
" Terimaksih smoga hasilnya positif ya bunda "
" Aamiin samas sama" sahut delia. yang langsung memasukkan tespeck kedalam tas iapun langsung keluar dan langsung menjemput salsa.
****
Tinn tinnn bunyi klakson mobil syifa, delia pun membuka kaca mobil melihat salsa sedang menunggu delia tanpa banyak tanya salsa pun masuk kedalam mobil dengan ocehan panjang yang ia layangkan untuk delia.
" Teh lama banget sih jemputnya teteh ngapain dulu sihh katanya dikit lagi sampe ini lama banget " cerocos salsa yang tidak Terima jemput lama padhal delia hanya mampir ke apotek
" Dee maaf teteh tadi ada yang dibeli juga " lirih delia dengan penuh kelembutan, delia ga bisa marah ia hanya bisa mendengarkan ocehan salsa
" yaa kan bisa jemput salsa dulu, salsa kan males diliatin orang, cape nungguin teteh, teteh asik sendiri, orang tuh. yaaa jemput adik iparnya duluuu baru beli kebutuhan teteh, kalau kaya tadi salsa di culik gimana teteh mau tanggung jawab? " cerocosss salsa yang tetap pada egonya.
Delia yang tau sifat salsa pun hanya bisa diam dan berdoa sama Allah mudah mudahan Allah mengampuni salsa dan membuka pintu hatinya. " yaallah ini salah hamba telat menjemputnya, aku minta maaf yaallah jika marahnya ia disebabkan karna ku, hamba minta maaf yaallah, ampuni dia dan berikan hati yang baik " gumam delia dalam hati.
__ADS_1
" teh jangan diem aja jawab atuhh kalau di tanyaa, " kesel salsa karna delia tidak ingin menjawabnya, bukan karna tak ingin menjawab namun setiap delia menjawab sellau saja dipotong ucapan delia jadi delia memutuskan untuk mendengarkan isi hati salsa.
" Tau ga sih teh semenjak aa nikah sama teteh dia ga peduli sama kitaa, harusnya tuh teteh bisa jadi istri yang baik, jangan menguasai a fikri, " celoteh salsa tanpa sadar membuat hati delia sakitt ingin menangis dan terkejut pastinya smaa apa yang diucapkan salsa namun delia mencoba untuk tegar.