
Sesampainya di tempat tujuan." Abah kemana bun" tanya fikri sambil menutup pintu Mobil nya. Abah dan fikri tidak satu mobil dengan nya karna abah sudah berada dipondok bada subuh dan berjanji akan bertemu ditempat yang mereka janji kan untuk fitting baju pengantin.
"Mungkin sebentar lagi sampai nak tunggu saja di dalam " jawab bunda sambil menuntun alisyah.
" Abi kita mau apa kesini bi " tanya alisyah yang merasa heran melihat baju pengantin dari balik kaca.
" Kita mau lihat lihat nak " jawab bunda sambil terus menuntun alisyah.
" betul sayang "
" Assalamualaikum selamat datang ada yang bisa saya bantu. " tanya salah satu pegawai.
" waalaikumsalam saya sudah ada janji sama bu wiwi " ucap bunda.
" Baiklah Mari saya antar " ucap pegawai sambil mendahului bunda dan keluarga.
" A cantik nih kalau di pakai istrimu nanti " ucap wulan menunjukan baju resepsi berwarna gold.
" Iyah mba aku sih pengennya buat dia jadi ratu" fikri dan wulan pun melihat lihat baju.
" Soal sovenir udah urusan wulan a "
" Makash banyak kaka aku "
" Nak kemarilah " panggil bunda.
" Jadi ini calon pengantin nya " ucap mba wiwi
Tanpa menjawab fikri hanya tersenyum sambil duduk di samping bunda.
" Mau pakai adat apa " tanya mba wiwi
" Seperti biasa mba aku mau akadnya Putih " jawab fikri sambil melihat lihat contoh.
" Baiklah apakah ada tambahan untuk Akad tanya wiwi"
" Calon menantuku bercadar mba jadi tambahan nya cadar saja "
" Wahhh ashiap "
Tidak hanya Akad Mereka pun memilih untuk resepsi. dan dekorasi juga mereka menentukan.
@@@@
Acara pun telah selesai jamaah majelis pun masing masing membubarkan diri tak sedikit dari mereka meminta foto dengan Delia. "Terimakasih ustadzah" sahut mereka setelah ber foto." sama sama ".
" Ustadzah masih mau disini atau mau langsung pulang "
" Mau langsung pulang ada apa ustadzah" tanya delia.
" tidak apa apa ustadzah "
__ADS_1
" Baiklah nanti kalau ada apa apa telpon aku iyah" ucap delia.
" Sama sama "
Saat asik berbicara terdengar suara handphone milik Delia yang tidak lain dari sahabatnya semasa pondok. "Saya permisi Angkat telepon dahulu ya" ucap delia " baik ustadzah"
"Hallo assalamualaikum " disebrang Sana.
" Waalaikumsalam " ucap delia.
" Del aku mau ke rumah nih kita kumpul dirumahmu ya "
" Baiklah aku sedang ada didekat rumah ada acara di majelis ini sudah selesai kalau sudah sampai masuk saja ya" ucap delia
" Tentu kami ada di kamar mu saat nanti kamu tiba"
" Yayayaay baiklah untuk saat ini "
" Loh emang kenapa del "
" Nanti aku ceritakan, aku tutup ya assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Setelah menerima telpon delia pun menemui para ustadzah. " sudah ustadzah" tanya salah satu ustadzah, " alhamdulillah sudah saya pamit pulang duluan ya terimakasih banyak atas Jamuannya " ucap delia yang kini sedang berpamitan kepada semuanya.
" Assalamualaikum"pamit delia
" Waalaikumsalam "
@@@
" waalaikumsalam " sahut mamah dari dalam yang ternyata sudah pulang dari rumah keluarga.
" Eh tante.. Delia nya ada tan" basa basi
" Delia lagi di majelis nya sebentar lagi pulang, kalian masuk saja ke dalam tunggu delia, kalau mau makan ambil saja ya " ucap mamah yang sepertinya sibuk.
" Tante sepertinya sibuk, ada apa tan"
" Kan sebentar lagi delia akan menikah jadi kami sibuk mempersiapkannya" ucap mamah sambil duduk diruangan tamu.
" APA "
"WHAT"
" Loh ko kaget bukan nya kalian sudah tau " tanya mamah.
" Belum tan "
" Ya sudah kalian masuk kekamarnya aja tunggu delia disana. " ucap mamah
__ADS_1
Karna delia dan kedua temannya sahabatan sejak lama jadi mamah sudah percaya kepada temannya untuk mempersilahkan mereka masuk kemaranya delia dengan suka suka bahkan rumah delia sudah mereka anggap seperti rumah mereka.
" Baiklah kami keatas dahulu ya tante" ucap mereka sambil mencium pipi tante.
" Dasar anak anak " Gumam mamah farida.
#At kamar delia.
" Gua masih ngga nyangka si delia bakalan nikah " ucap Bella.
" Sama gue juga ngga nyangka loh dia akan nikah " ucap nisa
Lama mereka berbincang tiba tiba ada suara mengejutkan mereka " Hayoo ghibah" ucap delia mengejutkan mereka.
" Sia maneh " gumam Bella.
" Aaaaaaaa" teriak nissa.
" Lagian serius banget sih ngomong apa " tanya delia sambil membuka tas. yang ternyata ada nomor tak dikenal mewhatsaap dirinya.
" Lo akan nikah" tanya Bella to the point. sementara nissa diam mendengarkan jawaban delia.
" Huftt Iyah " ucap delia lesu.
" Ko bisa "
" Mungkin ini jodoh gue nya tahun ini akan menikah berat tapi laki laki yang baik agamanya tidak boleh ditolak lamarannya" ucap delia sambil duduk diantara temannya.
" siapa "
" Temannya kakek gue, yang punya pondok pesantren tempat gue setiap bulan donatur kesana"
" Maksudnya ceritakan yang jelas "
" huft jadi tuh dulu kakek gue dan kakek nya dia bangun pesantren didaerah bandung, pas kakek gue meninggal dia minta pesantren diurus kakek nya tuh calon suami gue, 2 bulan setelah nya kakek nya dia meninggal dan bokapnya dia jadi penerusnya, kenapa ngga keluarga gue karna keluarga gue gaada yang mau berat kan pegang tanggung jawab kaya gitu, sekarang kan calon mertua gue sudah usia juga jadi anaknya yang akan meneruskan supaya mereka enak mereka mau gue atau yang lain nya ikut bagian mengurus lagi lagi papah gue gamau dengan alasan berat tanggung jawab nanti kalau ada yang kurang gimana gtu, al hasil dari dulu papah gue jadi donatur tetap supaya membantu juga dan sekarang gue dilamar sama anaknya pemilik pondok ya dia duda anak 1 tapi gue iklas kok karna niat ibadah dan pengen menjadi kan keluarga juga tanpa adanya orang lain. tapi keluarganya dia bilang itu pesantren punya kita bersama. " ucap delia sambil terus menunduk.
" sayangggg" peluk Delia.
" Terus kenapa ngga kazia " tanya bella
" Lu detail banget nanyanya " ucap nisa
" gua pengen tau "
" Gapapa nis, ya karna calon suami gue suka nya sama gue dia yang lamar gue semalam niat hati mau ngajak kalian main hari ini namun kalian sudah tau dari mamah "
" Jadi ini Alasan lu bilang untuk saat ini kita bisa main dikamar ini" tanya nisa.
" Iyah karna GA mungkin kan ada lakinya kita ikutan ya dodol itu mah" gumam bela.
" sabar ya gue yakin lo bahagia "
__ADS_1
" Cuma gue kaget aja "
Mereka pun mengobrol sampai lupa makan siang.