Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
kabar buruk


__ADS_3

Dari kejauhan mba wulan melihat kedua adiknya tengah panik dan bingung, entah apa yang terjadi membuat mereka semakin khawatir,


,


" pihh itu zia sama syifa kan" tanya mba wulan pada suaminya. mas tyo pun mengikuti arah yang di tunjukkan oleh mba wulan.


" iya mih tapi kenapa kesana "


" samperin yuu"


Wulan tyo alisyah dan viola menghampiri kedua aunty nya itu yang tengah bingung bahkan terlihat mengantur nafasnya " huhhhhh, huhhh,"


" de ini kenapa " tanya mba wulan.


" hahhhhhh" teriak syifa dan ziaa ia mengira hantuu .


" ihhss teriak teriak disini, ketemu hantu baru tau rasa " kata mas tyoo


" ih...hhhh" sahut mereka yang berusaha mengatur nafasnya.


" ada apa sih" tanya wulan.


" ka mushola dimana " tanya balik syifa.


" kamu ngapain kearah sana itu jenazah , mushola itu dari ruangan teh lia ambil kanan " jelas mba wulan sedangkan mereka malah lurusss terus mengambil kiri.


" Astagfirullah huaaaaaaa"


" ada apa kalau ditanya" tegas wulan


" kak teh lia butuh donor darah golongan A 4 kantong" jawab ziaa to the point.


" innalillahi " ucap wulan.


" kalian kenapa diam disini ayo cari bunda dan mamah" kata wulan.yang kemudian bergegas pergi berlalu.


" cih padahal dia yang bikin lama apa kita sih " protes syifa namun tak didengar mba wulan justru hanya mas tyo yang mendengar.

__ADS_1


" sudah jangan menghibah kaka mu, kalau udah ngamuk mas gamau tanggung jawab" kata mas tyo yang berjalan dibelakang wanita wanita itu ia melindungiii adik adiknya. ia tau jika istrinya sudah marah pasti akan terjadi hal yang tidak diinginkan , contoh kita belajar daei kisah salsa, bagaimana buasnya wulan pada saat itu.


****


" kalian ke A fikri aja biar mba yang menghampiri bunda " pinta mba wulan saat mereka sudah sampai di mushola , terlihat bagaimana khusyunya abah bunda serta mamah yang tengah mendoakan proses persalinan paksa delia, dilihat dari wajah mereka khawatir hal buruk menimpa anak dan cucunya.


wulan pun menghampiri bunda sambil berbisik ditelinganya, wulan berjalan menghampiri disaat ia melihat bunda menengok kearah nya.


" bun, dokter meminta 4 kantong darah untuk delia golongan A " bisik wulan tepat mengenai telinga bunda.


bunda pun terkejut mendengar hal yang disampaikan anak pertamanya ia menutup mulutnya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara. wulan ia pergi menemui aa nya diikuti suami dan kedua adiknya.


sedangkan bunda ia menunggu abah dan mamah yang tengah berdoa.


" bu , ibu golongan darahnya apa " tanya bunda pada ibu besannya.


" A bu besan, ada apa " lirih mamah.


" ikut saya ke A fikri ya buu " pinta bunda dan diikuti mamah sedangkan Abah ia melanjutkan zikirnya.


singkat cerita mereka sudah mendonorkan darahnya untuk delia yaitu zia, tyo (suami wulan) , serta dua kantong lagi ia dapati dari saudara Alm pak reno.


" A kamu sudah sholat ashar ?" tanya abah pada anak laki lakinya itu.


" sudah abah "


" ikhlas ya nak apapun yang terjadi padamu, ini sudah menjadi Qodarullah , apa yang sudah menjadi ketentuan Allah kita tidak bisa menghindarinya " jelas abah memeluk anak laki laki yang saat ini tumbuh dewasa bahkan sudah mempunyai anak.


" Iya abah fikri ikhlas karna Allah apa yang terjadi , fikri harap kalian bisa menerima anak fikri " lirih fikri melemah.


" nak kami menerimanya , bagaimanapun ia adalah keluarga kita, cucu abah bunda dan mamah , serta keponakan mereka, mau bagaimanapun nantinyaa semoga anak itu akan membawa kalian menuju kebahagiaan" lirih mamah ia tidak perduli anak itu prematur atau tidak tapi yang ia perdulikan adalah keselamatan keduanya, anak cucunya.


"Aamiin"


****


" Abi " panggil seorang laki laki kepada fikri, siapa lagi kalau bukan haikal , semua orang yang berada didepan ruangan operasi melihat kearahnya.

__ADS_1


" Assalammualaikum" ucap haikal ia pun mencium punggung tangan Abah, bunda, fikri dan mamah , sedangkan pada yang lainnya ia hanya menangkupkan kedua tangannya agar tak bersentuhan.


" Waalaikumussalam "


" kamu jam berapa dari bandung ? naik apa ?" lirih fikri dengan lemas, mata yang memerah akibat nangis.. semua yang pernh mengetahui fikri pasti terlintas dihatinya "bukan fikri yang dikenal"


" dari abis zuhur abi, naik angkutan umum" kata haikal ia melirik zia yang tengah berbicara pada syifa , pemandangan itu di saksikan langsung oleh fikri ia melihat gerak gerik haikal yang sepertinya penasaran dengan zia.


" umi belum selesai " tanya haikal lagi.


" belum "


" ibu , saya turut berduka atas meninggalnya pak reno , mudah mudahan Allah ampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, surga menjadi tempatnya" ucap haikal pada mamah, ia berdiri didepan mamahnya dengan sikap yang baik sopan dan penuh keramahan , seperti sikap fikri makannya semua santri menjulukinya next generasi ustad fikri.


jam menunjukkan pukul 17:50 WIB , namun operasi belum selesai membuat mereka khawatirr , namun tak lama kemudian operasi telah selesai


Mamah dan yang lainnya sudah pulang lebih dulu karna abis isya mengadakan tahlilan , tersisa hanyalah fikri, bunda serta haikal.


" ini sudah selesai kenapa belum keluar bunda" lirih fikri ia terus mundar mandir didepan pintu ruang operasi.


" sabar a sabar"


" Abi kita ke mushola atau masjid yu kita sholat maghrib " ajak haikal ia juga khawatir dengan apa yang terjadi pada uminya.


" iya nak , biar bunda disini nanti gantian " pinta bunda dan diikuti fikri, ia berjalan bersama haikal menuju mushola.


tinggal lah bunda yang menunggu didepan ruangan operasi, ia pun mengeluarkan ayat al quran sambil menunggu menantunya tiba.


Suara adzan berkumandang pertanda waktu sholat maghrib tiba, namun seiring suara adzan diseluruh penjuru, suster keluar ruangan lebih dulu ia membawa delia yang terbaring di tempat tidur rumah sakit untuk dibawa ke ruangan ICU membuat bunda panikk.


" iii..ini ada apaa sus " ucapnya dengan terbata.


" operasi berjalan lancar namun ibu delia kritis, ia harus segera dibawa keruangan ICU , kalau begitu saya permisi " ucap suster mendorong tempat tidur bersama beberapa perawatt.


" Astagfirullah nakk " tangis bunda pecah saat delia melintas di depannya dengan tak berdayaa.


" bu " panggil dokter. bunda pun menoleh mendapati perempuan berjas putih dihadapannya.

__ADS_1


Apa yang ingin dikatakan dokter ??


__ADS_2