
Setelah acara akad nikah selesai mereka berkumpul di dalam ruangan yang mana didalam ruangan tersebut terdapat pintu yang menjadi pembatas antara ruangan satu dengan yang lainnya. Baik anak santri maupun pimpinan mereka menikmati hidangan yang telah di sediakan, namun berbeda dengan dua keluarga ini mereka memutuskan untuk kembali kerumah singgah dan berbincang yang selanjutnya menikmati hidangan.
" Cieeeeee sahhhhh gandeng terusssss" ledek mas tyo pada pengantin baru yang belum lama menyusul mereka.
" Mas " ucap fikri pada tyo.
" Ledek terus ih kamu mas kasihan tau pipinya sudah merah, " ucap wulan yang sebenarnya meledek fikri.
" Fik nanti kamu ikut kami ke hotel atau kerumah bunda " tanya bunda pada anaknya itu.
"Fikri terserah delia aja bun, soal itu kami belum berbicara "
" Yaaa gimana mau bicara kan baru aja cap halal, udah bun di hotel aja kesian nanti terganggu" ucap tyo lagi.
" Iya sudah sudah gimana nanti aja, silahkan makan dulu setelah ini Persiapan sholat jumat, " ucap abah yang langsung Mengambil nasi diikuti mereka .
Tanpa berfikir mereka pun mulai menyendok nasi yang telah di hidangkan di rumah singgah. sengaja Tim cattering membuat 3 prasmanan untuk acara akad nikah ini, 2 prasmanan untuk 1300 anak santri yang terdiri dari santri putri dan putra yang dipisahkan serta prasmanan yang berada di rumah singgah jadi untuk para pengurus mereka pun ikut makan bersama dengan pembina dan pemimpin pondok pesantren.
Hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk para santri karna ia bisa menikmati hidangan khas orang kondangan yang jarang mereka temui terkecuali jika mereka pulang kerumah nya masing masing karna ada acara tertentu, sebenarnya di pondok selalu memberikan makaan daging setiap hari jumat tapi antusias merka melihat hidangan kondangan seperti berada di kampung halamannya.
Padahal baru hitungan jam mereka sah menjadi suami istri namun delia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya, "ini yang ommah setuju dengan delia, belum lama menyandang status istri dia bisa mengurus suami nya dengan baik bahkan dia tau kewajibannya" ucap ommah yang melihat delia melepaskan shorban fikri, sebenarnya perkataan ommah menyindir bibi nadia dan salsa yang sejak tadi menikmati hidangan.
" Alhamdulillah ommah " shut delia lembut.
" Tidak salah memilih menantu seperti delia, anak dari keluarga pak reno memang bikin kami semua kagum " ucap bunda yang mini bahagia melihat fikri dan delia
" Alhamdulillah bu terimakasih " Ucap mamah.
"Cihhh pencitraan banget loh, caper banget sih jadi orang pengen banget di puji " Gumam salsa dalam hati.
" Baik ya sal " bisik wulan pada salsa yang sebenarnya sudah kesal.
" Iyah baik "
Mereka pun menikmati hidangan yang ada hingga membuat mereka kenyang, Tak terasa jam sudah memasuki jam sholat jumat para kaum Adam pun masuk ke dalam aula untuk menunaikan sholat jumat yang mana abah Adam syarief mempersilahkan fikri untuk menjadi imam.
" Aa sepertinya waktu sholat sudah hampir tiba silahkan aa menjadi imam " ucap abah yang memerintahkan fikri untuk menjadi imam..
" Papah reno silahkan pah menjadi imam " ucap fikri pada papah delia.
" Tidak nak silahkan kamu saja "
" Ya sudah kalau begitu kami pamit sholat, " ucap abah.
" Aku sholat dulu ya assalamualaikum " ucap fikri pada delia.
" Waalaikumsalam " .
" Aaaacieeeee udah ada yang pamit nihh, " ucap kakia kazia dan mba wulan tak lupa syifa pun ikut meledek.
" Jagain teteh delia "ucap fikri yang berlalu ke aula.
" Sudah nak kamu ganti baju yuu habis ini resepsi kalian " ucap bunda pada menantunya.
" Baik lah bun "
__ADS_1
Setelah bubar sholat jumat fikri pun ingin cepat cepat sampai di rumah singgah entah ingin segera mengganti pakaian atau ingin berjumpa dengan sang istri.
" Alisyah ummi dimana nak " Tanya fikri pada alisyah yang sedang melihat ponsel ka alya.
" Engga tau abii, "
" Istrimu sedang mengganti pakaian nak, setelah ini kamu akan resepsi, datang dan temuilah istrimu " ucap ommah yang menahan tawa melihat fikri.
" Baiklah terimaksih ommah "
TOK.. TOK. TOK.
" Silahkan masuk " shut orang didalam sana.
"Belum tinggal pasang cadar selesai dan sebaiknya kamu mengganti pakaian " ucap bunda.
" Cantik " Gumam fikri.
15 Menit kemudian merekapun telah selesai mengganti pakaian, ada waktu untuk mereka bersantai tak lupa mereka mengobrol dengan delia yang malu dan tertunduk.
" Nanti acara nya engga sampai malam ya de, sampai jam 7 saja " ucap fikri yang duduk didepan delia dan itu membuat jantung berdebar kencang.
" I. iiii iyaaa tidak apa apa "
" Santai saja jangan gugup aku ini sudah resmi suamimu bukan laki laki lain " ucap fikri lembut sambil ingin membelai kepala delia.
__ADS_1
Saat ingin membelai kepala delia tiba tiba ada seseorang yang masuk ke dalam dan itu membuat keadaan gugup. " Ehhhh yaallah maaf maaf alisyah yang membuka pintu " ucap bunda yang sedang menahan alisyah masuk
" hufttt"
" Tidak apa apa bunda, alisyah sini sayang " ucap delia pada alisyah.
" Sudah tidak apa apa lanjutkan saja alisyah biar sama kami " ucap bunda yang ingin berlalu pergi meninggalkan mereka namun terhenti.
" Bunda silahkan masuk kami sedang tidak apa apa hanya berbicara "
" Abi abiii aku ingin bobo dengan abi " ucap alisyah dan itu di bantah bunda dan lainnya yang mini sudah kumpull kembali..
" Nooo alisyah sama bunda atau sama mamah ceuceu ya jangan sama abiii abiii biar sama ummi ya " ucap bunda pada anak gadisnya itu.
" Engga mauuu "
" Alisyah kan raka dan alya nginep alisyah mass ditinggal " ucap wulan.
" Sudah tidak apa apa alisyah sama abi ya sama umi kan nanti masih lama malamnya, sekarang kita pergi yu sudah mau jam 1 " ucap fikri pada anaknya.
" Yeyyyyy "
" Nak kamu kan " ucap bunda yang menggantung.
" Gapapa nanti aja dibujuknya "
mereka pun langsung pergi keluar menuju tempat resepsi yang telah dipersiapkan.
__ADS_1
" Gue harap kejadian itu ga akan terjadi dan semoga alisyah tetap tidur dengan mereka " Gumam salsa dalam hati.