
Hallo guys, sebelum lanjut cerita author mau bercerita sedikit mengenai alasan tidak up atau telat up, sebelumnya Author mau mengucapkan terimakasih banyak atas doanya dari kalian semua yang sudah mendoakan putri author, author beberapa hari ini jarang up atau sekali up karna sibuk mengurus putri yang Qodarullah ia harus minum obat selama 6-8 bulan ( Flek paru paru) usia 5 tahun, kalau orang dewasa TB. Doakan ia sehat selalu dan tidak bosen minum obatnya.
Happy reading guys 🤗
~~
Acara 40 hari author singkat yaa.
Acara demi acara telah berjalan dengan lancar dan penuh haru, para jamaah yang hadir pada acara pagi ini banyak hingga memadati halaman rumah mamah.
Rangkaian acara telah berjalan sebagai mana pengajian pada umumnya berlangsung lancar, doa doa dan bacaan ayat alquran untuk almarhum telah di lantunkan , kini hari sudah memasuki jam 10:30 WIB para saudara membantu mengeluarkan kue ditengah ceramah ustadzah pengurus taklim delia. Zayyan anteng didepan fikri yang duduk diatas teras bersama abah haikal erik tyo serta keluarga dari sang istri .
sambutan dari keluarga shohibul bait kini diwakilkan oleh delia karna mamah tidak bisa sambutan begitulah kalau setiap dipinta sambutan ia selalu mengatakan tidak bisa. " mahh ayoo " kata deliaa. namun mamah menolaknya. " engga nak mamah ga bisa kamu aja " begitulah jawaban mamah.
" ka kia , kazia ayo" kata delia memberikan mic kepada kaka kakanya yang berada disamping mereka.
" kamu aja " begitulah jawabannya yang diwakilkan oleh ka zia sedangkan ka kia ia menolak dengan gerak tangannya.
" Assalammualaikum warahmatullah wabarakatuh " ucap deliaa ia berdiri untuk mewakilkan pihak keluarga.
" waalaikumussalam warahmatullahi wabaraktuh " jawab semua yang hadir disana.
" Bismillahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahirobbil aalamin, Ashadu allaa ilaaha illolloh, Wa’ashadu anna Muhammadarrosuululloh, Allohumma solli alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa aali sayyidinaa Muhammad,  Amma ba’du :
Yang saya hormati
Orang tua kami Kyai Adam syarief, bunda tercinta bu nyai ratna hafizah , serta kaka kakaku tercinta yang saya hormati dan tak lupa keluarga saya alm bapa Reno zainal beserta mamah farida, dan kaka ipar saya yang saya hormati, dan...dan tak lupa suami saya tercinta Gus fikri yang ning cintai hormati sayangi " kata delia saat ia menyebut suaminya mata manik miliknya menatap bola mata sang suami dengan kode negara (asekkk) .
" asikkkk cieeeeee" seru jamaah
" Hehehe atuh kumaha nya ko pada kompak cieee,, ciee,, Abi kumaha ini teh pada bersorak , " kata delia dengan leluconnya.
" kata abi semoga bahagia selalu untuk semua jamaah yang hadir , amiiin.. amiin gak bu ??.. amiiin yaallah ya robbal alamin " ucap deliaa setelah ia melihat ke arah suaminya.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu serta Saudara-saudara undangan yang mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin….
Puji syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga pada siang ini kita semua dapat hadir untuk memenuhi undangan dan hadir di kediaman kami. Sholawat serta salam tidak lupa pula kita sanjungkan kepada  Baginda Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada pengikutnya hingga yaumil akhir.
Adapun maksud kami mengundang hadirin sekalian adalah dalam rangka acara Tahlilan 40 hari orang tua kami yaitu bapak Reno zainal yang mudah mudahan kuburnya dijadikan taman surga, diterima amal ibadahnya ("Aamiin "ucap jamaah) , diampunkan segala dosanya, dilapangkan kuburnya dan insyaallah beliau husnul khotimah , Aamiin...
Tak terasa sudah kami ditinggal oleh almarhum selama 40 hari, begitu banyak rasa kehilangan dan kerinduan akan beliau yang tidak akan bisa kembali selain hanya doa yang bisa kami berikan untuk beliau hikss...papah kami meninggalkan seorang istri dan ke tiga anaknya insyaallah kami ikhlas, tabah menjalani kehidupan ini dan meneruskan apa yang sudah ia lakukan.
" kan saya jadi nangis kalau inget beliau " ucap delia ia mengambil tissue ditangan mba wulan .
__ADS_1
" maaf yaa semua "
" iyaaaa " jawab jamaah mereka pun ada yang meneteskan airmata mendengar ucapan delia.
" hufttt.. maaf saya cengeng kalau soal orang tua " kata delia lagi..
Bapak-bapak ibu ibu jamaah taklim Az zahra, para undangan yang saya hormati, kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kesediaan hadirin sekalian yang telah menyempatkan waktu untuk memenuhi undangan kami dan kami juga minta maaf apabila ada kesalahan maupun kekurangan dalam menerima dan menjamu hadirin sekalian semua.
Selanjutnya dalam kesempatan ini tidak lupa juga kami meminta keikhlasan Bapak, Ibu, dan saudara semuanya untuk mengirimkan doa untuk kaka kami ka zia dengan harapan agar Allah SWT memberikan kesehatan,keberkahan dalam setiap langkahnya dan di ridhoi Allah SWT, Aamiin… selanjutnya untuk pembacaan doa kami serahkan kepada suami saya untuk menutup acara pada pagi hari ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, akhirul kalam.
Wabillahit taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
" bu ibu jangan ada yang berdiri ya dan silahkan dibawa cemilannya berikan ruang untuk kami berjalan ya" kata delia sebelum ia memberikan mic, " ehh salah penutup di bacakan oleh putra kami haikal , silahkan nak " kata delia
" hahaha "
" atuh abi gamau " protes delia saat mamah memukul tangannya.
" biar mereka tau haikal ini siapa , jangan mandang latar belakangnya tapi mandanglah kedepan " ucap fikri saat ia mengetahui anaknya di jelek jelekkan oleh keluarga sang istri , sekaligus membuktikan haikal ini bukan sembarangan.
" merinding sumpah "
" zia gak salah pilih ini ? " bisik orang yang dibelakang fikri.
" gak lahh,, tapi latar belakang ia kan gak jelas, nanti keturunan kita gak jelas juga lagi "
Haikal pun telah selesai menutup doa , fikri tidak bangun melainkan menyampaikan apa yang tidak seharusnya mereka katakan " alhamdulillah haikal ada keluarganya jadi bukan tidak jelas hanya saja saya di berikan amanah yang lebih untuk mendidiknya , Alhamdulillah hasilnya sudah terlihat , insyaallah jika kita mendidik anak dengan baik maka akan melahirkan generasi yang baik " jawab fikri dengan santai namun menusuk hati orang tersebut, fikri pun bangkit menyapa seluruh jamaah yang hendak pulang.
**
1 jam lagi memasuki adzan zuhur ada waktu bagi mereka untuk ziarah kemakam papah, mereka pun berziarah kemakam papah sambil berjalan kaki , kecuali bagi yang berhalangan ia diam dirumah.
" lia payung kasihan zayyan " ucap bunda memberikan payung untuk zayyan yang diambil fikri " terimakasih bunda"
" Sama sama " jawab bunda ia menuntun mamah dengan alisyah berjalan didepan bersama anak anak lainnya.
" atuh dah mau zuhur panas ini " kata mamah ia mengkhawatirkan zayyan.
" abis zuhur kami pulang mah " jawab delia
__ADS_1
" cepet bangettt ihhh gak nginep ? "
" nginep malam ahad mah" jawab deliaa.
" de berati kamu gak makeupin kaka " lirih ka zia mendengar pengakuan adiknya yang akan pulang.
" aku makeupin " jawb deliaa.
" ta... tapiii... "
" diam lah ziii panas ini tuhh" keluh salsa tiba tiba membuat ka zia menghentikan langkahnya.
" coba katakan kembali"
" ka sudahh.. sudah ihh... malu ada haikal " bisik ka kia ia menarik zia dan wulan menarik salsa.
untungnya haikal sudah berjalan dahulu menemani alisyah ia tidak sempat mendengar keributan. delia fikri zayyan ia lebih dulu sedangkan salsa kia zia dan wulan mereka berada dibelakang para orang tua mengikutinya dari belakang.
" jangan cari penyakit napa sal, jangan bikin malu nama abah" protes mba wulan ia mencengkram lengan salsa membawanya dalam gandengan.
" ihhhs lepasin ia ia mba " jawab salsa.
Sepanjang perjalanan wulan tidak melepas tangannya menggenggam lengan salsa hingga sampai pada makam papah. Delia kia zia serta mamah ia berjongkok melingkari gundukan tanah yang bertuliskan nama Alm pak reno. Semua yang berziarah ke makam papah pun mendoakan beliau yang mana dipimpin oleh abah.
" Assalammualaikum pah, liat anak anak sama keluarga datang kerumah baru papah, mamah izin bersihkan ya pah" kata mamah ia membersihkan sampah daun yang berada di atas gundukkan tanah setelah selesai berdoa.
" Assalammualaikum pah, lia rindu papah" ucap delia ia mengusap papan nisan bertuliskan reno zainal sedangkan fikri ia mengusap punggung sang istri ia takut kejadian waktu itu terulang kembali.
Kia dan zia pun mereka melakukan hal yang sama mengusap papan nisan bertuliskan nama papah, gundukan tanah serta papan nisan yang terbuat dari kayu menjadi rumah baru bagi pak reno, tidak hanya pak reno saja tapi kita akan mengalaminya entah itu kapan.
" pahh lia bawa cucu papah , ganteng pahh" kata deliaa ia bersandar pada pundak suaminya, sekuat kuatnya delia ia akan sangat rapuh jika berhadapan dengan gundukkan tanah tepat dimana papahnya dikebumikan.
" sayang udah yuu kasihan zayyan " ucap fikri ia sangat khawatir keadaan istrinya yang mulai melemah.
" pahh, zia mau dilamar sama haikal pahh, papah setuju engga ? " kata ka zia ia menatap nisan yang bertuliskan reno zainal di dalam hati .
" zia pamit ya pah nanti zia kesini lagii " kata ka zia ia pun berdiri disisi kakanya.
Semua orang telah pergi meninggalkan makam pak reno begitupun abah bunda serta zayyan yang dibawa olehnya. tinggalah hanya anak anak dan menantunya saja yang berada di makam papah , seperti masih melepas rindu kepada orang yang sudah lama tiada.
" lia kangennnnn pahh" lirih delia mencium papan nisan papah sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat duduk meninggalkan makam papah.
Yaallah author lupa kalau eps ini belum di up padahal author sedang menanti komen kalian yang membangun hehehe 🥰 kasus salsa dengan temannya sudah selesai ya guys kan di penjara pelakunya hehehe, kasus eza pun dipenjara tapi nanti ada cerita eza kembali 😘
__ADS_1