
Alisyah lebih dulu masuk kedalam mobil karna waktu menunjukkan pukul 7:15 WIB sedangkan acara akad berlangsung pukul 08:00 WIB. Dengan perasaan khawatir ia masuk kedalam mobil bersama kedua anaknya meninggalkan delia yang tengah memberikan makeup salsa.
Abah pun datang menghampiri fikri tanpa sepengetahuan fikri " Aaa " panggil abah dari luar mobil.
" abah ada apa ? "
" kamu jangan marahin istrimu , dia gak salah, dia melakukan kebaikan nak " ucap abah dengan hati hati.
" abah fikri gak marah sama delia tapi fikri sebagai suaminya tidak terima istri fikri di hina di rendahkan dihadapan fikri, salsa benar benar harus diberi pelajaran bi , jujur fikri sakit hati liatnya apalagi istri aa " jelas fikri menatap abahnya dan mengeluarkan airmata.
" abah juga bingung sama salsa mengapa berbeda dengan kalian, abah sudah melakukan yang terbaik nak, dan abah tau kamu sudah melakukan pengorbanan untuk adik adikmu keluarga , sekarang kamu lepas tanggung jawab kepada adikmu dan abah tau kamu tidak tega terhadap adikmu lebih baik melakukan semuanya tanpa sepengetahuan salsa " jelas abah memberikan saran kepada fikri karna yang ia tau keduanya sudah melakukan banyak cara tapi tetap tidak merubah salsa.
" biarlah ia dengan pilihannya bah"
" abah tau kamu peduli dengan adik adikmu nak sekarang kamu berangkat kerumah mamah lebih dulu a " ucap abah kemudian berlalu dan bersamaan dengan itu delia menghampiri fikri.
" Abah " panggil deliaa ia mencium punggung tangn mertuanya.
" iya nak , hati hati"
Abah pun masuk kedalam , delia masuk kedalam mobil tanpa menunggu lama mobil pun berangkat menuju rumah mamah yang mana jaraknya dekat. tak ada aktifitas oleh mereka bahkan tidak ada nya pembicaraan mereka sibuk dengan diam satu sama lain.
Hingga mobil sampai di lapangan yang tak jauh dari rumah mamah, lapangan itu sengaja di pakai untuk area parkir para tamu undangan yang mana dari mereka sudah izin terlebih dahulu. Karna nantinya bertemu orang banyak bahkan orang lain fikri delia memutuskan untuk tidak saling diam satu sama lain, mereka memilih berpura pura tidak terjadi apa apa walau diantara mereka masih ada yang belum dijelaskan mengenai salsa. Delia yang tak merasa bersalah ia seolah olah merasa dirinya baik baik ada begitu pun dengan fikri.
" sayang aku tidak ingin diantara kita ada masalah sampai keluargamu mengetahui, bisakah kita baik baik aja dihadapan mereka ? " ucap fikri ia tidak tahan di cueki oleh delia saat mengambil barang barang di mobil.
" memangnya kita tidak baik baik ? lagi pula siapa yang mempunyai masalah ? " jawab delia ia menghentikan tangannya membetulkan gendongan zayyan.
Dirasa kena mental atas ucapan istrinya fikri menggaruk tengkuk kepalanya, ia malu akan jawaban sang istri yang benar. mereka berjalan bergandengan dengan alisyah berada di gendongan fikri dan zayyan dengan delia, jarak dari lapangan dan rumah mamah lumayan dekat hingga tak terasa mereka sudah tiba dirumah mamah.
Banyak orang yang berlalu lalang dengan busana cantik serta wajah yang bermakeup, gagah dan tampan, para undangan yang dipilih datang untuk menyaksikan moment sakral tersebut, ada juga yang datang jam 10 pagi.
" Yaallah anak mamah baru dateng" ucap mamah saat melihat delia fikri tengah salaman kepada keluarga mamah.
" ia mah hehehe zia kemana mah ? " ucap deliaa saat mencium pipi mamah.
" zia ada dikamar , dari tadi nanyain kamu terus " ucap mamah
" yasudah lia kekamar zia dulu ya mah " ucap delia dan diangguki oleh mamah , sedangkan fikri ia menggendong zayyan membawanya keluar.
AT KAMAR ZIA.
kedua kaka beradik tengah ber foto dan berpelukan satu sama lain, delia pun datang menghampiri kedua kakanya itu.
" Hallo kaka kakaku " ucap deliaa
" liaa " rengekk ziaa ia merentangkan tangannya meminta dipeluk.
" eitss, jangan nangis ya nanti makeupnya luntur hehehe" ucap deliaa ia memeluk ka zia diikuti oleh kia dan moment itu diabadikan oleh fotografer yang dipilih mengabadikan setiap moment dalam acara pernikahan zia.
" lia kenapa telambat " rengek zia ia menggengam tangan delia.
__ADS_1
" kaka tau kan aku sibuk sama anak anak "
"huffft"..
" udah jangan sedih yang penting aku temani kaka disini sampai semuanya berjalan lancar okehh. "
Saat asik berpelukan bibi pun datang mengambarkan kalau keluarga calon pengantin laki laki sudah tiba, hal yang sama disampaikan oleh mamah. fikri pun datang menyerahksn zayyan kepada delia sedangkan alisyah dan oara kurcaci mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Singkat cerita para hadirin pun tiba dan pak penghulu sudah berada di tempat yang telah di sediakan, haikal pun telah duduk dihadapan pak penghulu, disisi kanan kiri saksi kedua belah pihak dan di hadapan haikal om seno yang tak lain adiknya papah serta pak penghulu.
Rangkaian demi rangkaian telah terjalan kan dengan baik , perasaan dagdigdug masih menari nari di jantung haikal, berulang kali haikal beristigfar dan menenangkan diri justru ketegangan terlihat jelas di wajah yang tampan.
Acara yang ditunggu tunggu pun tiba yakni pembacaan ijab qobul, semua orang yang menyaksikan acara tersebut mulai hening dan kamera mengarah ke arah haikal yang mulai berjabat tangan dengan pak seno adik papah yang menjadi wakil ka zia.
" bismillahirahmanirahim " gumam haikal dalam hati.
pak seno pun mulai serius ia sampai menghembuskan nafas nya karna tak kuasa menahan kesedihan ,ia mulai menjabat tangan haikal yang menjadi suami zia , "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Muhammad haikal ibadurahman bin Dedi ibadurahaman dengan anak saya yang bernama ZEA ALMIRA AZZAHRA binti Reno zainal dengan maskawinnya berupa cincin emas 5 gram ,uang tunai 50 juta serta seperangkat Alat sholat dibayar Tunai.” ucap pak seno dengan lantang dan nafas berat ia melepaskan keponakanannya kepada laki laki pilihannya sendiri.
" Saya terima nikahnya zea almira azzahra binti Reno zainal dengan maskawin yang tersebut dibayar tunai.. " ucap haikal dalam satu tarikan nafas. setelah mengatakan itu ia tersenyum cerah, raut wajah tidak lagi tegang justru yang terpancarkan adalah raut wajah bahagia, apalagi ucapan Sahhh terdengar di telinga dan menggema di ruangan itu.
"Sahhhhhh"
" Alhamdulillah " gumam mereka semua. Abah pun mulai mendoakan kedua pengantin ini, seluruh yang menyaksikan moment ini mengadahkan kedua tangannya mengaminkan setiap doa yang dipanjatkan untuk pengantin.
setelah berdoa fikri pun melirik sang putra yang ternyata wajahnya terlihat bahagia ia pun menarik garis senyum dan menghapus airmata yang mengalir di pipinya, ia telah selesai menjadi saksi pernikahan putranya" abiii" panggil haikal yang melihat fikri menghampus airmata.
" yaa nak " jawabnya kemudian haikal memeluk fikri. " jangan menangis bi, anak kecilmu tidak akan merepotkanmu , aku bangga dengamu bi terimakasih yang dapat aku ucapkan tentang apa yang selama ini abi berikan untukku, tidak akan bisa tergantikan apapun tapi aku masih akan tetap berbakti dengan abi sampai kapanpun " gumam haikal dalam pelukkannya fikri .
" pengantin wanita silahkan dibawa kesini" pinta pak penghulu.
~
Ka kia, delia , zia mereka tengah berada di kamar ka zia yang berada di lantai 2 , mereka mendengarkan wejangan dari pak penghulu hingga tiba persiapan akad , zia yang degdegan mencoba menggosok tangannya dan terus beristigfar, delia kia pun paham mereka menggengam tangan ka zia memberikan rasa ketenangan , hingga tibalah pak penghulu mengatakan sahhhh membuat airmata ketiganya mengalir deras...
" kak selamattttttttttt " ucap delia ia mengapus airmatanya dan memeluk ka zia...
" hikss.... aku nikahh... ak...aku nikahhh" gumam ka ziaa
" ia kak sekarang haikal adalah suamimu, "
" ziiii" panggil kia ia memeluk tubuh adiknya itu bergantian dengan delia.
" selamat yaaa sekarang kamu ga perlu khawatir ada haikal yang menjagamu melindungimu " ucap kia dan mereka pun berepelukkan bertiga moment seperti itu diabadikan oleh fotografer yang tak lain suami ka kia.
" selamat deeee ciee nikahhh"
" makasih abang"
erik pun keluar ia melihat dari balkon moment seperti itu dan tibalah wanitanya dibawa ke hadapan sang suami.
" sudah kalian diminta turun " ucap erik dan membuka pintu ka zia, delia dan kia mereka pun mengapit sang pengantin untuk turun namun erik turun lebih dulu karna ia harus mengabadikan moment adik kaka turun dari tangga .
__ADS_1
seluruh pasang mata melihat ke arah mereka yang sedang turun tangga. sesekali kia dan delia melihat satu sama lain alhasil foto mereka bagus seperti sedang berbicara.
" pantesan senyum terus suaminya , istrinya cantik, pak penghulu juga mau kalau gini " celetuk pak penghulu melihat wajah pengantinnya.
" ahhahahah "
" ayo buka jalannya biarkan pasangan baru ini bertemu" ucap pak penghulu. haikal pun datang menjemput ka zia. saat dihadapan ka zia wajah tegang pun kembali namun kali ini dengan senyuman bahagia.
" zii " panggil haikal dan zia pun mengangkat wajahnya, delia kia mereka meninggalkan pasangan baru beralih ke suaminya masing masing.
" masyaallah wanita yang dihadapanku adalah istriku" ucap haikal dalam hati.
" gue nikah ? sama haikal ? "gumam zia dalam hati. , haikal pun mulai mengambil cincin dan memasangkan di jari zia namun lagi dan lagi ditemukan pasangan yang sama sekali tak pernah menyentuh wanita hinggga dalam proses pemasangan cincin pun banyak keraguan yang keluar dari haikal , ia ragu untuk menyentuh ziaa. " sudah sah gapapa sentuh aja" ucap pak penghulu. namun haikal malu malu.
" haikal gapapa sudah halal , zia milikmu sentuh lah " ucap fikri karna haikal kepalanya selalu ia arahkan ke fikri. fikri paham dengan kondiisi ini dimana dia pun sama pada waktu menikah .
Dengan ragu ragu haikal pun mulai memasangkan cincin di jari manis zia , Alhamdulilah berhasil ia mencium kening ka zia kali pertama dan kini zia mulai memasukkan cincin ke haikal ia melihat mamahnya lebih dulu dan anggukan mamah adalah jawaban zia ia mulai tenang memasukkan cincin.
" alhamdulillah "
Proses pemasangan cincin sudah dilakukan, kali pertama zia mencium tangan haikal dan kali pertama haikal punggung tangannya dicuim oleh wanita yang menyandang status istrinya. setelah salim haikal pun meletakkan tangannya dikepala zia sambil membaca " Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.” ucap haikal , mereka berjalan ke meja akad menandatangani buku nikah dan berfoto dengan buku nikah .
Setelah berfoto dengan buku nikah selanjutnya adalah sesi sungkeman dimana mamah dengan pak seno duduk , delia dan fikri duduk sebagai orang tua haikal , abah dan bunda pun sama.
" mahhh restui zia dengan haikal mah, terimaksih mamah telah merestui dan mengizinkan zia menikah dengan haikal " ucap haikal saat berada di hadapan mamah.
" hikss... hiksss... ia nak.. mamah titip zia ya, jaga anak mamah jangan di bentak " ucap mamah mengusap punggung menantunya.
Haikal pun pindah ke sebelah mamah dimana pak seno duduk sedangkan zia ia sungkem di hadapan mamah " mah... hiksss... kaka sudah menikah... mah maafin kaka . hiksss mohon doa restu mamah " ucap ziaa dalam hadapan mamah. mamah yang tak kuasa menahan airmata kini lolos dihadapan putrinya. " nak... hiksss.. sekarang kamu sudah menikah, suamimu adalah imamu , taati dia , mamah tau kamu belum mencintai dan menyayanginya tapi mamah minta taati dia maka rasa itu akan tumbuh, belajarlah dengan delia dan kakamu" ucap mamah mengelus pundak zia dan mengecup wajahnyaa.
" selamat datang di keluarga kami nak , sayangi dan tanggung jawab zia " ucap pak seno kepada haikal. " pasti om "
" zia selamat ya sayangg, sekarang suamimu adalah tanggung jawab bagimu , " ucap om seno " iya om doain zia ya "
Kini moment yang ditunggu tunggu oleh kalian yaiitu moment sungkem kepada delia fikri kini dua pengantin itu berhadapan dengannya.
" abii terimakasih , tidak ada kata bosan untuk menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepadmu , terimakasih atas apa yang abi berikan kepada haikal , hingga abi mengantarkan haikal sampai di gerbang pernikahan" ucap haikal memeluk abinya.
" sama sama nak , sudah seharusnya abi melakukan yang terbaik untuk anaknya, bahagiakan zia , sabar lah terhadap istri , jangan lupa cepatlah mempunyai keturunan,, " ucap fikri.
" kaka , selamat ya bahagia selalu ,taati suamimu , hormat kepadanya walau usia mu lebih jauh darinya tapi dia ada suamimu. " ucsp deliaa . " sekarang resmi lah engkau jadi mertuaku dee, umi " ucap ziaa yang langsung berpelukan dengan delia.
" abi , terimakasih" ucap zia berhadapan dnegan fikri tapi tak menyentuh dengan tangan begitupun haikal saat berhadapan dengan delia. " selamat yaa "ucap fikri
" haikal umi titip kaka umi, sayangi dia , bimbing dia, jangan kamu marahi atau bentak , karna kamu tau kondisi sekarang, sabarlah dan berikan cintamu kepada zia insyaallah ia akan luluh mencintaimu" ucap delia.
" ia umii , terimakasih "
Hal yang sama dilakukan oleh ka zia dan haikal saat berhadapan dengan abah bunda. kini sesi foto pun dimulai. pertama pengantin sesi foto dengan seluruh 2 keluarga, kedua pengantin foto hanya keluarga ka zia , ketiga pengantin berfoto dengan keluarga abah (haikal ), pengantin berfoto dengan keluarga kecil kia , pengantin berfoto dengan keluarga kecil delia lengkap dengan alisyah zayyan.. dll.
note ka zia sudah sungkem kepada ka kia yaa cuma author ga lengkapin... ohyaa author mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1443H minal aidin wal faizin mohon maaf lahir bathin 🙏🙏
__ADS_1
jangan bosan yaa dengan cerita author karna setelah ini ada banyak cerita yang pastinya menarikkkk..