
30 menit mereka dalam perjalanan hingga tiba waktunya rombongan keluarga zulfikri tiba di kediaman keluarga reno zainal. mereka Menggunakan pakaianan serba putih , abah pakai gamis laki laki berwarna putih dengan sorban berwarna hijau dan tentu memakai peci ciri khas abah, zulfikri yang Menggunakan sarung hitam sserta Menggunakan baju koko berwarna putih senada dengan peci begitu pun dengan tyo Menggunakan baju koko putih hanya saja yang membedakannya tyo lebih Menggunakan celana panjang cingkrang berwarna hitam senada dengan peci dan memakai baju koko berwarna putih,,
begitupun dengan ke 4 wanita memakai gamis senada berwarna putih tak lupa dengan khimar yang ia kenakan.
" assalamualaikum " sahut mereka
" waalaikumussalam " jawab zainal & istrinya
" alhamdulillah Ahlan wasahlan " zainal.
" ahlan bika" abah
" alhamdulillah ayo Mari silahkan masuk" sahut zainal
" Mari ibu semua nya silahkan masuk" mamah mempersilahkan bunda masuk diikuti anak anak dan keluarga memasuki rumah zainal.
At Ruang Tamu
Zainal pun duduk dikursi tak lupa mempersilahkan Tamu duduk.
zainal masih dengan perasaan yang bingung pun ber tanya tanya dengan kedatangan keluarga Adam syarief" silahkan duduk abah ibu, maaf sebelumnya keadaan rumah kami seperti ini"
" terimakasih pak, tidak apa apa pak "sahut abah duduk diikuti keluarga nya.
" bagaimana abah maaf ya jauh ya perjalananya" tanya zainal basa basi.
" alhamdulillah lumayan jauh pak"jawab abah
kakia pun keluar dari dapur membawakan teh dan cemilan.
" silahkan diminum dimakanin makananya abah ibu, semua nya Hallo adik ini untuk kamu nak " sahut ka Kia membawakan cemilan dan minuman untuk Tamu tak lupa ia memberikan cemilan es krim untuk anak anak
" terimakasih banyak neng,pak ibu maaf kan kami merepotkan " sahut bunda.
__ADS_1
" tidak bu Mari bu diminum" jawab kakia lembut.
mereka pun meminum air teh yang telah disediakan
saat mereka minum menikmati hidangan papah pun bersuara menyuruh kakia untuk memanggil adik nya dan itu tidak terlepas dari tatapan wulan kepada zulfikri
"kak tolong panggilkan adikmu bilang ada Tamu " pinta papah
" baik pah "
saat kakia berjalan untuk memanggil kedua adiknya papah dan abah pun berbicara obrolan demi obrolan keluarga berlangsung tawa canda nostalgia dan pembicaraan seakan lancar tanpa adanya canggung. hingga kedatang kia beserta zia dan tentu nya delia mengalihkan pandangan mereka walau masih menuruni anak tangga namun aura keshalihan delia terpancar indah membuat kagum banyak orang, mereka pun tak menyadarinya hingga zia kia dan delia sudah berada ditengah tengah delia namun delia yang masih tertunduk.
" sayanggg"panggil papah.
" iyah pah " jawab delia sambil mengankat Kepala hingga terlihat aura kecantikan yang terbalut cadar.
saat tau dirinya di panggil delia pun peka dan mereka pun salim kepada keluarga itu saat akan bersentuhan dengan lawan jenis delia pun merapatkan tangannya dan menggerakan tangannya seperti salim tanpa menyentuh sebagai tanda hormat(author lupa namanya) kemudian delia pun duduk disisi papah nya. delia yang menggunakan busana gamis serba hitam sserta kedua kaka nya menggunakan busana gamis pink salem.
Gumam wulan"masyaallah cantik pisan pantes aa kagum"
" syuttt " sahut syifa.
Sadar calon menantu dibicarakan abah pun memulaI pembicaraan.
" pak zainal saya minta maaf sebelum nya kepada bapa bukan saya tidak sopan tidak menyampaikannya pada saat saya menelpon bapa,kenapa tidak lewat telpon supaya saya bisa lebih enak berbicara nya maksud dan tujuan kami saat ini selain hanya untuk bersilahturahmi kami juga datang kesini ada niat baik pak" jelas abah.
" iyah tidak apaa pak jujur saya juga merasa seperti ada hal lain bukan bermaksud suudzon pak hanya saja saya bingung saya juga minta maaf pak " jelas papah zainal
".iyah tidak apa apa pak..saya sebagai perantara sekaligus orang tua dari zulfikri ingin mengantarkan anak saya untuk menyampaikan niat baiknya kepada keluarga bapak untuk melamar putri bapa" jelas abah
Terkejut? iyah itu yang dirasakan oleh keluarga reno zainal akan ucap an yang di katakan oleh abah syarif. persiapan yang belum matang tentu dipikirkan zainal tentang siapa yang akan di sandingkan.
" maaf saya terkejut apa yang diucapkan abah. " jelas zainal
__ADS_1
" tidak perlu terkejut pak kami sudah mengenal bapa dan bapa mengenal kami,kita sudah saling mengenal dari kecil " jelas abah
apa yang harus dijawab lagi oleh reno zainal semua yang dikatakan Adam syarief benar adanya mereka dari kecil sudah mengenal satu sama lain, dan tentu mereka ingin tetap seperti ituu dengan menjadi kan keluarga supaya tidak sepertI orang lain..
namun entah jawaban dari mana membuat zainal kembali ber tanya. " putriku masih kuliah dan delia lagi fokus di majelis taalimnya" tanya zainal
senyum mengembang terlihat diwajah mereka, bagiakan kebahgiaan hadir menyapa membuat abah syarief jawab dengan cepat " biar anak lelaki ku yang jawab " ujar abah sambil menoleh ke arah zulfikri yang sedari tadi menyimak obrolan abah dan zainal..
perasaan gugup dan bahagia dirasakan oleh fikri tentu ia ingin mengatakan langsung kepada calon mertua atau pak zainal bahwa ia ingin mentaaruf putrinya " bismillah pak saya beserta keluarga mempunyai niat baik ingin melamar putri bapa ya itu delia Anastasia saya ingin beribadah dengan menikahi putri bapa dan tentu nya kami bisa saling mengenal dalam masa pacaran halal setelah nikah " jelas fikri.
saat fikri mengatakan ingin melamar delia semua mata seketika menoleh kepada sang mempunyai nama, terkejut pastI dirasakan delia namun ia mampu menyembunyikannya dengan senyum dan sikap lembutnya membuat siapa pun kagum akannya.
" bagaimana nak " tanya papah.
setelah papah menanyakan keputusan delia membuat semua pasang mata tetap melihat kearah delia untuk menentukan jawaban terima atau tidak lamaran tentu selama ini pula perasaan fikri tidak karuan menanti jawaban wanita yang ingin dimiliki sebagai pasangan halal.namun senyum bahagia terpancar dari raut wajah semua orang dan ucap syukur alhamdulillah saat delia menjawab pertanyaan dengan "(anggukan) adalah jawaban delia "
" alhamdulillah "
" masyaallah tabarakaallah alhamdulillah " terimaksih pak zainal dan keluarga. " syukur abah
" sama sama pak saya tidak bisa memaksakan keputusan delia" jawab papah zainal
" dan ini cincin nya " sahut bunda memakaikan cincin kejari tangan delia sebelah kiri.
" alhamdulillah "
" untuk urusan pernikahan kita bahas mau konsep seperti apa" tanya bunda kepada delia.
" sebelum membahas pernikahan sepertinya kita makan malam Terlebih dahulu mari bu abah " jawab mamah
" baik baik lah mari semua"
" maaf kami merepotkan "
__ADS_1
" tidak abah kami memang sengaja ingin mengundang makan malam bersama" sahut pak zainal