Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
cintaku bertemu di tukang mainan


__ADS_3

" maaf bunda Abi sama delia, kerumah bunda malam hari atau besok soalnya aa dan delia sedang dipondok"


" yasudah gapapa " kata bunda.


"baiklah delia tutup telponnya ya bun, Assalammualaikum"


" waalaikumussalam nak hati hati ya"


" iya bun "


Telpon bunda pun terputus, dengan cepat delia berlalu meninggalkan rumah singgah kembali bersama anak anak dan berkumpul dengann guru guru lainnya.


" Sudah mi " kata fikri disaat delia kembali.


" sudah abi , Bunda menanyakan kapan kita kerumah packing , terus delia bilang malam atau engga besok pagi bunda"


mendengar penjelasan sang istri fikri hanya tersenyum, " masih ada pakaian bersih kan bi ? "


"masih sayang " katanya yang kemudian berjalan melewati kumpulan anak santri , ya walau proses peleburan barang barang sudah dilaksanakan ,tetap fikri berkeliling lapangan.


santri putri sudah kembali ke asrama nya dengan pengurus asrama putri setelah sampai ke asrama putri mereka pun menjalankan hukumannya mengganti hijab mereka dengan taplak meja atau dengan hijab warna warni ini menjadi salah satu hukuman bagi yang melanggar dan bagi santri putri yang tak melanggar mereka mendapatkan reward


Delia pun berjalan dengan istri ustad ismail kearah asrama putri yang terpisah dengan asrama putra bahkan lingkungan mereka juga terpisah, kalau sudah di pondok delia dan fikri jarang bersama tentunya semua sudah menjadi kesepakatan bersama selama masih di dalam pondok delia dan fikri fokus pada kegiatan mengajar namun jika ada wali murid yang datang barulah keduanya bersama.


" Acara kemarin meriah ya ustadzah" kata istri ustad ismail membahas acara tasyakuran delia


" Alhamdulillah banyak yang mendoakan kami , mudah mudahan berkah" ucap delia .


" Aamiin "


" Hari ini masak apa "tanya delia.


" seperti biasa masak makanan yang telah ditentukan setiap harinya"


" Astagfirullah lupa saya ustadzah"


" gak apa apa dimaklumi kok, sekarang kan tinggalnya dekat dari pondok atuh gak apa apa ustadzah tiap hari kesini "


" iyah in syaa Allah tergantung ustad Fikri " kata delia dengan tersenyum, teegantung delia mendapatkan izin Suaminya, kalau fikri seharian dipondok mungkin delia bisa ikut tapi kalau setengah hari ia hanya berdiam dirumah.


tak terasa mereka sudah sampai di asrama putri. asrama putri terlihat rapih dan banyak santri yang membersihkan halaman dipantau oleh pengurus asrama, disaat mereka mengetahui ada para ustadzah terlebih delia, mereka pum membungkukan badannya sebagai penghormatan


" kenapa menangis " tanya ustadzah risma.


" saya kangen orang tua sayaaa"


" ada apa ini ustadzah " kata delia menghampiri ustadzah risma diikuti ustadzah istri ustad ismail.


" ia kangen dengan orang tuanya ustadzah"


" nama kamu siapa " tanya delia , ya delia tidak hapal nama nama anak anak bukan karna tak mengetahui namun setiap kelas dan asrama pasti memiliki nama yang sama tentunya.


" in..intan. ustadzah" lirihnya dengan sesegukkan.


" ikut ustadzah yuu" pinta delia menuntunnya ke ruang pengurus asrama putri


" sudah jangan menangiss " ucap delia lagi, berjalan dengan merangkul intan dalam pelukkannya diikuti ustadzah lainnya dibelakang.


**


"ada apa nak " kata delia mengusap kepala intan.


" ana rindu orang tua ustadzah " lirinya


" tolong panggilkan teh ayu " kata delia , teh ayu adalah kaka senior yang ditugaskan untuk mengawasi para santri putri. ustadzah risma pun keluar ruangan dan berpapasan dengan santriwati lainnya ia pun menitipakan amanah untuk panggilkan teh ayu.


" ustadzah sepertinya dia ini santri baru " kata ustadzah risma yang memang belum pernah mengenalnya selama mengajar disini.


" kamu santri baru ya " tanya delia dan diangguki oleh intan.


" Assalammualaikum ustadzah ummi " ucap ka ayu yang baru saja tiba ia pun mengatur nafasnya karna tadi ia berlari.


" waalaikumussalam teh ayu sini teh" panggil delia


" na'am ummi " ucapnya kemudian mendekat.


" teh ayu tau ini santri baru ? "


" iya umi baru 3 hari, "


" ouhh baru yaa, biarkan ia beradaptasi dulu teh tolong ajak diaa, santri baru memanglah berat dulu umi juga seperti itu, ingalah satu hal intan orang tua menitipkan kamu disini bukan ingin membuangmu atau tak sayang padamu tapi mereka melakukan ini demi masa depan kamu" jelas delia


" teh apa dia sudah menghubungi orangtuanya "


" sudah ustadzah risma , setelah menghubungi kedua orang tuanya intan langsung menangis "


" yasudah engga apa apa biarkan ia beradaptasi duluu teh "


Delia dan para ustadzah berkeliling asrama putri , ada yang menghafal hadis , ada yang membersihkan halaman, dll .hingga tiba bertemu santri dengan kerudung warna warni.

__ADS_1


" mulai sekarang jangan seperti itu lagi ya, kecantikanmu tidak untuk diumbar laki laki, ini pondok tempat menuntut ilmu bukan tempat mengumbar kecantikan, bersaing lah dalam Agama tapi tidak dalam kecantikan karna kecantikan sesungguhnya hanya pada hatimu" kata delia menasehati anak anak santri wati yang tadi menggunakan gincu/lipstik


" ia ummi "


saat delia dan ustadzah lainnya pergi ke ruangan asrama putri langkah kaki mereka terhenti karna suara dari arah belakang yang menghentikan mereka.


" umii umii umiiii " ucap santri putri berlarian mengahmpiri delia dan ustadzah lainnya


" Assalammualaikum" tegur ustadzah.


" Afwan ustadzah afwan, Assaalammualaikum.ustadzah" ucapnya membungkukan badan.


" waalaikumussalam , ada apa "


" Ummi dipanggil abi ustadzah, beliau meminta saya untuk panggilkan ummi, "katanya lagi.


" Oh baiklah syukran jazakillah"


" wa iyyaki ummi"/


"Ustadzah ana izin sebentar Ada urusan , nanti saya akan kembali jika sudah selesai,lanjutkan saja kajiann saya engga apa apa pakai waktunya" kata delia kemudian diangguki yang lainnya


" Silahkan ustadzah ".


" yasudah saya pamit ya assalammualaikum"


" waalaikumussalam " katanya mereka.


Delia dan istrinya ustad ismail pun meninggalkan ruangan lantai atas mereka pun turun melewati tangga , tak jarang banyak anak santri jika berpapasan dengannya ia mencium tangan. kemanapun delia pergi di pesantren ada istri ustad ismail yang menemaninya, kedekatan mereka tidak membuat iri para ustadzah lainnya sebab mereka tau bahwa delia tidak pernh memprioritaskan siapapun itu.


" ada apa ya ustadzah" tanya delia disela sela perjalanan mereka, karna untuk ke kamar santri mereka harus melewati lorong dan ruangan ruangan dipondok seperti aula putri , santri putra jika ia ketauan masuk ke lingkungan santri putri maka ia harus terima hukumannya, untuk itu santri putri maupun putra tidak mengetahui keadaan masing masing lingkungan.


" saya tidak tau umi"


**


Di dalam lingkungan pesantren pasti ada salah satu ruangan untuk menerima kedatangan tamu atau walimurid , ya benar sekali , sudah menjelang maghrib ada wali murid yang berkunjung menemui anaknya lebih tepatnya ingin memasukkan anaknya kedalam pesantren ini.


" ustad maaf kedatangan saya dan keluarga menjelang malam karna rumah kami jauh ustad , untuk kesini kami berkendara berjam jam , kedatangan kami kesini ingin menitipkan anak kami disini supaya dapat dididik lebih baik " kata bapa bapa membawa ank perempuan


" rumah nya dimana pak" tanya ustad ismail , ya karna abi fikri belum datang sebab ia berada dirumah singgah untuk berganti pakaian, pakaian yang berada dirumah singgah memang sengaja ditinggalkan beberapa untuk nantinya dipesantren.


" rumah kami di makassar "


" Masyaallah jauhnya, usia berapa pak"


" disini tinggal sama siapa pak , masalahnya seperti ini pak untuk menerima kembali murid saat ini sedang di stop terakhir 2 hari yang lalu , kami sedang memperlebar pondok atau tepatnya kami sedang ingin membangun pesantren untuk putri nya jadi tidak dalam satu gerbang." kata ustad ismail.


Mengingat gerbang utama pondok dan ponpes putra dan putri dalam satu gerbang karna untuk gedung putri sedang tahap pembangunan.


" saya disini sendiri pak ini baru kali ini mau daftar disini"


" sebentar kami panggilkan pemilik yayasan ya pak" ucap ismail ia pun meminta para santri untuk menemui ustd fikri.


~rumah singgah.


" Assalammualaikum abi umi " kata salah satu santri yang berdiri didepan pintu rumah singgah yang sudah terbuka.


" Waalaikumussalam , ada apa"


"abi afwan ustad ismail menyuruh abi datang karna ada tamu"


" saya segera kesana , panggilkan umi" uca fikri yang berjalan mengikuti santri


***


" Abi ada apa " kata delia saat ia berpapasan dengan fikri.


" Ada tamu umi" ucap fikri menggandeng tangan delia untuk masuk kedalam ruangan penerimaan santri baru.


" Assalammualaikum" ucap deelia fikri.


" Waalaikumussalam , mari silahkan Abi" kata ustad ismail


" Na'am syukran , " ucap fikri kemudian duduk , sedangkan delia ia mengambil gelas mineral instan yang sudah di sediakan dalam kulkas.


" Silahkan diminum pak bu" ucap delia menata air dalam meja kemudian ia pun duduk disamping suami .


" ini ada apa " tanya fikri


" Ini pemilik yayasan ya " kata bapa bapa


" Naam saya pemilik yayasan ini, kebetulan ada keperluan apa ya pak"


" Jadi seperti ini ustad ustadzah kedatang saya kesini untuk meminta anak saya diajarkan dipondok ini, saya tidak bisa mengajarmya dan saya juga tidak ingin anak saya kehilangan haknya , saya berharap dengan anak saya belajar menuntut ilmu disini menjadikannya anak yang sholeha"


" bapa ibu asalnya dari mana "


" makasar ustad "

__ADS_1


" masyaallah jauhnya, "


" Jadi seperti ini pak, kebetulan 2 hari yang lalu yayasan kami sudah tutup santri baru , segera dibuka kembali setelah pelulusan santri dan kami juga sedang meningkatkan pembangunan untuk santri putri, setiap kedatangan santri yang ingin mondok harus mengisi formulir dan mengumpulkan berkas sesuai yang sudah terdata di formulir " jelas fikri padahal ia tidak ingin menstop penerimaan murid baru tapi apalah daya fasilitas mereka sudah tidak bisa menampung siswa baru.


" kalau begitu saya minta formulir nya ustad"


" saya perjelas kembali ya pak , setelah menulis formulir maka menunggu waktu yang telah ditentukan , diterima atau tidaknya nanti dikabarkan, karna yang seperti tadi kami sampaikan bahwa kuota santri baru sudah full in syaa Allah secepatnya kami akan informasikan"


" ini formulirnya boleh diisi nanti kembalikan formulirnya 2 minggu lagi, "


" kalau begitu kami permisi ya ustad ustazah terimakasih maaf sudah mengganggu" ucapnya menerima formulir yang diberikan fikri


" sama sama "


" Assalammualaikum".


"waalikumussalam"


~~


Jam makan malam para santri pun tiba dengan sepertti biasa dibagi 2 tempat yakni santri putri dan putra, sehabis sholat maghrib mengaji sebentar lalu mereka makan malam dan dilanjut sholat isya kemudian mengaji sampai pukul 10 malam


" anak anak besok latihan hadroh untuk yang perempuan , besok ummi yang menyanyi" kata ustadzah risma.


" Naam ustadzah"


fikri dan delia pun telah kembali kerumahnya setelah sholat maghrib berjamaah disaat jam anak santri makan malam.


**


" ummi masak apa " kata fikri menghampiri istrinya yang tengah memasak , walau hanya berdua tetap delia tidak melepaskan hijabnya kecuali dikamar , ia hanya melepaskan cadarnya saja untuk bisa dipandang suami


" masak nasi goreng telur ceplok ya bi " kata delia saat memasukkan ayam suwir kedalam penggorengan.


" iya sayangg" katanya mencuci tangan.


" Abii kira kira siapa yang mengambil uang pondok pesantren"


" Ada salah satu anak santri putra, abi sudah berkeliling mencarinya namun tak ada, makannya abi memanggil orang tuanya untuk ke pondok besok"


" Astagfirullah abi, semoga cepet ketmu ya anaknya"


" Aamiin, sudah matang belum abi laper nih" katanya dengan memegng perut dirinya sambil bersandar pada kulkas.


" sebentar lagi bi" katanya ia pun terburu buru memasukkan bahan masakkan dengan asal, fikri yang melihatnya menahan tawa , lucu sekali istrinya jika terburu buru padahal ia belum lapar.


" sudah " ucapnyaa


" umi waktu umi mondok pernah tidak suka dengan ustad , gus atau kang, atau senior "tanya fikri yang tak masuk akal.


" Cepatlah katanya lapar ko malah menanyakan hal yang gak ada faedahnya " kata delia berjalan menuju meja makan ia pun meletakkan nasi goreng dengan telor ceplok.


" yaa ada dong, jawablah" kata fikri menarik kursi untuknya duduk sedangkan delia ia kembali kedapur membawa teh hangat untuk fikri.


" jawab umi dosa loh tidak menjawab suami"


" sudah ku jawab kan bi "


" Apa apanya jawab" tanya fikri ambigu.


" ini abi bicara umi jawab kan" kata delia ia pun menarik kursi untuknya duduk.


" cihhh bukan itu maksudku"


" sudah makan lah abi "


" kalau suami bertanya itu dijawab, pertanyaanku belum kamu jawab "


"Abi seperti tak pernh mondok saja , yang namanya anak santri apalagi santri wati pasti ada yang ia sukai entah kaka kelasnya, seniornya, gus, ustad muda , ataupun temannya , bahkan tim hadroh, namun kesukkan mereka sekedar menyukai atau bahkan berkhayal menjadi istrinya kelak, namun jarang yang sampai benar menikahi" jawab delia dengan jawaban menurut logikanya sambil meletakkan nasi goreng kedalam piring fikri.


" lalu umi sendiri "


" umi pribadi mengagumi satu sosok laki laki yang pernah datang mengajar hadroh dan mengajar bahasa arab"


" siapaa" tanya fikri yang ia tau dirinya lah yang selama itu mengajar di pondok delia(tidak satu pondok)


" ada dan dulu ia mempunyai seorang istri namun aku sendiri ga pernh melihat istrinya, aku mengira dia single atau duda " kata delia.


" siapaa umi ? setau abi itu abi kah "


" ia dan setelah sekian lama umi sama abi ga dipertemukan dalam pelajaran, eh dipertemukan dalam tukang mainan, waktu itu abi sm alisyah dan umi sm viola" kata delia dengan tertawa.


" abi baru engeh itu umi saat dirumah singgah kedua orang tua membicarakan pondok dan bunda abi menanyakan tentang umi, jadilah abi berani mentaaruf umi"


" cinta halalku bertemu ditukang mainan" kata delia dnegan tertawa.


" Ada ada aja ini umi" ucapnya menggelengkan kepala melihat istrinya sereceh ini...


Setelah makan mereka pun berangkat menuju kediaman bunda menggunakan mobil untuk mengambil pakaian yang akan ia pindahkan kerumah baru.

__ADS_1


__ADS_2