Kekasih Idaman

Kekasih Idaman
menyesal menikahkan fikri delia?


__ADS_3

setelah kepergian suami, delia pun memasak sedangkan Alisyah ia menonton film kartun anak bertema islami di ruang keluarga, tidak menyangka diusia terbilang masih remaja ia sudah menyandang status Istri , banyak usia remaja seperti delia menghabiskan masanya untuk bersenang senang dan ada diusia nya yang juga sudah dikaruniai anak , semua ini terjadi atas izin Allah swt.


" Alisyah kita siap siap nak , menyusul abi ke pesantren " kata delia saat sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya.


" Ia ummi 5 menit lagi, "


" umi tinggal ambil cadar ya nak" kata delia , ia pun meninggalkan alisyah dibawah, semua pintu telah ia kunci dan sebelum meninggalkan anaknya sendiri ia lebih memerhatikan tidak ada hal yang membahayakan untuk putrinya.


" Umi lisyah mau pakai cadar kaya umi "


" masyaallah sayang yaudah umi ambilkan ya " ucap delia diatas tangga ia pun pergi kekamar alisyah dan mengambil cadar yaman hitam.


" sini umi pakaikan ya " katanya lagi disaat ia sudah berada didepan alisyah , delia pun mulai memakaikan cadar kepada alisyah,


" sempurna , masyaallah " ucap delia ia pun memeluk putri kesayangannya.


Dan benar Madrasah pertama bagi anak ialah Ibu nya , apapun yang dilakukan ibu pasti dicontohkan oleh anaknya.


" Ayo sayangg" ucapnya menuntun alisyah, sebelumnya ia mengambil kotak makan yang berada diatas meja.


" tunggu ya nak umi konci pintu dulu ya " ucapnya kemudian mengunci pintu utama dan pintu pagar rumahnya.


Mereka berangkat jam setengah 11 siang , delia tak membawa mobil ia lebih senang berjalan kaki.


" umi kenapa wanita itu tak pakai hijab bukankah wajib memakai hijab" tanya alisyah disaat mereka bertemu ibu ibu tanpa hijab.


" Alisyah menutup aurat itu kewajiban muslimah sesuai firman Allah swt dalam surah Al Ahzab ayat 59 yang Artinya: "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."


" kita tidak boleh menghakimi orang yang tidak berhijab tapi kita mempunyai hak untuk mengajaknya dan mengingatkannya untuk menutup aurat , namun menutup aurat itu suatu hal yang kewajiban bukan sekedarnya atau seperlunya, kita yang sudah berhijab tidak boleh membedakan dan merasa benar ya nak, kita tidak pernah tau hidayah yang Allah berikan , jadi selagi kita bisa mengingatkan maka sampaikan lah, " kata delia disela perjalanannya.


"Mau ke pondok ya ustadzah"


" iya buu marii" kata delia


****


" pah papah tidak apa apa " kata ka kiaa.


" Engga apa apa nak "


" papah pucet apa mau kerumah sakit " tanya kakia lagi.


" engga nak papah hanya ingin istirahat "


" yasudah papah istirahat ya "


Kakia pun meninggalkan papah yang tengah beristirahat , ia berjalan menuju ruang tamu yang sudsh ada mamah dan kazia.


" mah papah pucet bangett, apa kita bawa aja ke rumah sakit" kata ka kia mengambil alih keripik pedas yang berada dipangkuan zia.


" gausah nak itu perasaaan kamu ajaa , lagi pula papah lusa mau kontrol , nanti aja sekalian kontrol " kata mamah melihat lihat model outer brand anaknya.


" kakak ihhh dateng dateng kebiasaaan " protes ka zia karna merasa terganggu cemilannya diambil.


Tak peduli dengan ucapan adik nya , ia pun memilih menikmati cemilan dengan tenang padahal adiknya sudah menggerutu melihat tingkah kaka pertamanya yang seenaknya.


" Aunty vio mau gambar boneka boleh minta tolong" kata viola menghampiri ka zia., kazia memang pintar dalam menggambar bahkan ia bisa menggambar tanpa melihat gambar yang dituju.


" Sama mamih vio "


" gamau aunty , vio mau sama aunty aja "


" enak banget jadi lo ka , udah merampas makanan gue dengan seenaknya, eh sekarang gambarin anak lo juga, sebenernya yang jadi mak nya ini siapa sihhh heran" gerutu kazia ,


" yehhh udah sih itung itung lo latihan siapa tau nanti nikahh jadi gak kaget" sahut ka kia tanpa dosa.


" ihh biasanya kaya gini delia ,dia sabar banget ,sekarang kenapa jadi gue "


" udah jangan ngedumelllllll, " ucap kakia ia pun menyumpel mulut ka zia yang masih ajaa protess , memang benar apa kata ka zia selama ini viola lebih dekat dengan delia dari pada dirinya namun entah kenapa saat ini viola lebih dekat dengannya , " gue pikir delia kaga ada gak ada yang manjaa ehh nyatanya ada "


"entar gue teraktir makan"


" gamau duit gue banyak" celoteh ka zia namun ia tetap menggambarkan permintaan viola.


" belagu lu yehhh ucil"


" kalau hanya dibelikan seblak gue mampu kak , tapi kalau lo traktir gue iphone baru gue mau"


" dih gatau diri banget lu" ucapnya menoyor adiknya ituu

__ADS_1


" Udah udah kenapa.jadi ribut" kata mamah menghampiri anaknya membawakan cemilan dan minuman dari kulkas.


" Aaaaaaa mamah terthebest muachh"


" mamah ilopeyouuuuuuu sekebon" kata ka kiaa


" kangen delia mamah tuhh biasanya kalian ribut delia adaaa ini engga , huhhh nasib punya mantu rumahnya jauh jadi anak mamah dibawaaa " ucap mamah yang duduk ditengah tengah anaknya.


" Jadi ceritanya nyesel nih punya mantu rumahnya jauhh eumm" goda ka kiaa pada mamahnya dengan mencolek dagu mamah.


" ya engga jugaa, satu sisi mamah bahagia , satu sisi mamah rinduuu "


" mah rindu itu wajar namanya anak dengan orang tuaa, tapi disini kita lihat delia bahagia bangettt dan itu harapan kita mrlihat delia bahagia, beruntung loh delia dapet mertua yang sayang sama dia , yang menganggapnya anak sendiri, coba kalau mertua yang lain belum tentuu, jadi mamah gausah khawatir kan delia yaa" kata ka zia disela sela gambarnya , dan lagi lagi ka kia menoyor kepala ka ziaa itu membuat gambarannya kecoret


" ihhh lo mah ah kak liat nih reseh " protes ka ziaaa .


" lagi sok bijak banget jawaban lu de hahah"


" ya emang bener , apa yang salah " ...


" salahnya lo belum ngerasain "


" dih iya dah seterah lu kak, maha benar emang anak pertama " protes ka zia yang selalu kalah terus berdebat dengan kaka yang satu ini.


" emang iya, anak pertama gitu loh" ucap kakia dengan bangga.


" cihh"


" hey udah udahhhh, nanti ka zia juga ngerasain punya suami kak, biarkan dia menikmati kuliahnya dan menghabiskan waktu muda dengan mamah papah , nanti kalau anak anak mamah udah menikah , mamah ga bisa denger lagi keributan seperti ini" lirih mamah .


" uuuu cayanggg mamah " ucap kakia memeluk mamahnya diikuti kakziaa .


" jangan terburu buru menikah ya kak , mamah masih belum.mau ditinggal "


" iya mah " ucap kaziaa.


" lagi ka kia gamau kalau dia nikah belum lulus kuliah, harus lulus duluu baru nikah " kata kia dengan tegas.


" iya bawel lagi siapa yang mau menikah, menikah buat zia adalah hal serius yang gamau sampe menyesal , apalagi soal pasangan duhhh milih milih deh kaka mah " katanya dengan menggidikkan bahu, ia membayangkan teman temannya curhat mengenai konflik rumah tangga membuat dirinya berfikir ribuan kali untuk menikah.


****


" Masyaallah "


fikri yang mendengar semua mengucap masyaallah menjadi penasaran siapa yang datang ke pesantren membuat kagum penghuni pondok.


Ia pun menghampiri keramaian saat ia berdiri didepan ia terkejut melihat Anaknya menggunakan cadar , raut wajah terkejut berubah menjadi senyum kebahagiaaan, ia pun merentangkan tangannya meminta anaknya kedalam pelukkannya.


" masyaallah adem bangett , " ucap fikri dalam hati


"Abii" kata alisyah saat berada dipelukan fikri


" anak abi masyaallah pinternya, assalammualaikum sayang"


" waalikumsalam abi"


Delia yang menyaksikan itu pun tersenyum dibalik cadarnya , ia melangkah mendekat menghampiri suami dan anaknya , ia pun mencium punggung tangan suaminya.


" Assalammualaikum" kata delia


" Waalikumsalam "


" Abi ini makanannya umi taro di rumah singah ya " jelas delia menunjukkan makanan yang ia bawa.


" iya umi"


" semuanya kenapa masih diam, bubar!" kata fikri menyadari semua mata tertuju kearahnya.


" keluarga islami masyaallah" kata santri , banyak yang berkhayal menjadi istri kedua fikri


" Andai gue istrinya "


**


Deli pun membuka lauknya yang berada diatas meja , setelah sholat zuhur mereka memutuskan untuk makan siang di pesantren , para santri mereka juga makan siang sepeeti biasa , hanya fikri lah yang berada dirumah singgah.


" Kamu bawa apa umi" kata fikri setelah ia mencuci tangan.


" sayur bayam favorit alisyah, capcay baso, perkedel kentang sama udang asam manis bi" .

__ADS_1


" Alhamdulillah boleh abi minta capcay , udang sama perkedel , "


delia pun menyendokkan makanan yang diinginkan suami , Alisyah sedang menyusu dalam botol ia berada di sisi kiri delia sedangkan fikri berada di sisi kanan delia.


Drttt..drttt..drt. sholawat itirof ( suara ponsel delia )


" Siapa bi " kata delia meminta suami melihat handphone nya .


" Mamah " ucap fikri menunjukkan layar ponsel delia.


Dengan cepat fikri menggeser ikon hijau pada layarnya dan terlihat jelas wajah mamah mertuanya.


"Assalammualaikum mah" kata fikri diikuti delia.


" Waakaikumussalam nak , apa kabarnya"


" alhamdulillah baik , mamah apa kabar ? papah bagaimana mah" tanya fikri , karna delia sibuk dengan makanan jadi fikri berinisiatif mengambil alih hanphone delia namun tetap fikri arahkan ke delia dan dirinya..


" Alhamdulillah baikk, sehat cucu cucu omma "


" Alhamdulillah sehat omma, aihh kenapa jadi manggil ommah" kata delia menyahut.


" gapapa mamah suka dipanggil ommah, oh ya ini ada kaka kaka kamu nih" ucapnya mengarahkan kamera pada kakia kazia


" Hallo dee "


" Hallo umi delia, abi " kata viola


" haloo sayangg, "


" Sedang apa nak " kata delia.


" vio menunggu gambaran aunty zia umi, vio ingin digambari umi, kalau aunty zia gambar jelek" kata viola mengadu pada delia , tingkah polosnya membuat semuanya tertawa namun lain hal dengan zia ia sudah sangat kesal .


" eh yaudah aunty gamau gamabarin"


" tuh kan umii galak"


" kamu di pondok dee " kata ka kia


" ia nih ka , kalian sudha makan ? papah ? "


"belum nih, kamu udah makan , "


" ini mau makan ka " sahut delia mengambjl ponselnya yang ia tukar dengan piring pada fikri.


" makanlah dulu dee nanti kita telpon lagi"


" iya kak nanti malam aja ya telponnya , delia mau ngajar hadroh dan mau ada tamu"


.


" Sibuk sekali anak mamah uhh " sahut mamah tiba tiba dan itu membuat fikri delia slaing menatap satu sama lain.


" eumm maafin delia mah"


" mah makan yuu fikri lagi makan nih " kata fikri menunjukkan makanan pada mertuanya ia bermaksud mengalihkan pembicaraan


" makan lah nak dulu , jagain anak mamah jangan sampe cape oke "


" iya mahh"


" ka zia " panggil delia


" hmm kenapa "


" semangat menggantikan aku , aku tau kaka tak sanggup tapi percayalah kaka pasti gerutu" tawa deliaaaa pecahh,


" gak kakia gak delia pasti nyebelin"


" sudah ya kak aku matikan telponnya nanti aku hubungi kembali"


" dahh "


" Dadah mamah , assalammualaikum"


" Waalikumussalam "


Telpon pun terputus , delia dan fikri melanjutkan makan siangnya sebelum menemui wali murid yang tengah menunggunya di ruang pendaftaran murid baru.

__ADS_1


__ADS_2